Nancy Dinar on May 23rd, 2009

“Banyak orang yang menderita karena perbuatan saya. Penderitaan yang akan muncul kemudian juga tidakĀ  bisa dibilang. Saya tidak dapat melakukan apa-apa karena tekanan ini. Saya tidak bisa membaca atau menulis. Hidup dan mati bukankah hanyalah dua nature yang berbeda?” Itu adalah sebagian dari pesan singkat yang diltulis oleh bekas presiden Korea Selatan sebelum menemui ajalnya [...]

Continue reading about Roh Moo Hyun : Akhir Tragis Seorang Negarawan

Nancy Dinar on November 24th, 2008

Setelah memilih sekolah untuk kedua anaknya Malia dan Sasha, tugas Obama berikutnya adalah memilih gereja untuk keluarganya. Gereja apapun yang akan didatanginya akan berada dibawah spotlight masyarakat karena itu menggambarkan nilai dan value-nya. Para pendahulunya memiliki sikap yang berbeda terhadap pilihan ini, misalnya Jimmy Carter mengajar Sekolah Minggu di sebuah gereja Baptis sedangkan Ronald Reagen [...]

Continue reading about Apakah Obama Kristen?

Nancy Dinar on November 19th, 2008

Di posting in saya memuat respon Sri Adrianti Muin ttg tulisan saya sebelumnya “Efektifkan Undang-undang Pornografi itu?”. Anti, nama panggilannya adalah sahabat dekat saya waktu kuliah. Makan, tidur bahkan mandi bareng, dekaat sekali deh. Dia salah satu teman dimana saya bisa curhat apa saja, tentang pelajaran, perasaan, pacar, masa depan, agama, dll. Beda dengan saya [...]

Continue reading about Diskusi ttg Undang-undang Pornografi

Nancy Dinar on November 13th, 2008

Dulu pernah seseorang menegur saya karena memakai rok dan mempertontonkan betis saya yang menurutnya bisa membangkitkan gairah erotis J. Jika terjadi sekarang barangkali saya bisa terjerat UU Pornogafi karena telah mengusik libido seseorang. L Padahal di negara-negara lain yang saya kunjungi pakaian bukanlah ‘fear factor’ baik bagi pemakai maupun penontonnya. Demikian juga entity lain yang [...]

Continue reading about Efektifkah Undang-undang Pornografi itu?

Nancy Dinar on November 6th, 2008

All men are frauds. The only difference between them is that some admit it. I myself deny it. H. L. Mencken, US editor (1880 – 1956) Amerika telah memilih Barrack Obama sebagai president mereka. Dunia mendukung. Kenya mengumandangkan National Holiday, anak-anak Menteng berpesta pora, Ahmadinedjad memberikan selamat dan pemimpin negera-negara Eropa antusias. Tidak berlebihan jika [...]

Continue reading about Ketika Amerika Memilih

Nancy Dinar on November 5th, 2008

Change has come to America, demikianlah dideklarasikan ketika Obama secara resmi memenangkan pertarungan panjang ini. Sedangkan rivalnya McCain, dalam pidatonya mengatakan bahwa ini adalah ‘end of a long journey’, yang juga menandakan berakhirnya impian terakhirnya menjadi orang nomor satu di Amerika. Tentu ada yang gembira dan ada yang kecewa dengan hasil akhir journey ini. Ada [...]

Continue reading about Akhir Sebuah Perjalanan Panjang

Nancy Dinar on September 3rd, 2008

Apakah seorang pemimpin kristen (pastor, penginjil, pemimpin gereja, guru, atau pelayan Tuhan lainnya ) boleh terjun ke arena politik? Dari apa yang saya tahu dulu sejak kecil bahwa orang Kristen tidaklah boleh melawan pemerintah termasuk mengadakan demo, unjuk rasa atau protes. Namun, di Korea pendapat itu sama sekali berbeda. Kami bekerja sama dengan salah satu [...]

Continue reading about Bolehkah Pemimpin Kristen Bermain Politik?

Nancy Dinar on August 29th, 2008

Saya duduk depan CNN tak bergeming untuk mengikuti Democrats Convention coverage. Exciting dan kadang mewek. Ngaco memang, karena saya bukan American bukan pula Political Analyst . Kalau ditanya mengapa, barangkali beberapa dari mereka memberi inspirasi bagi saya pribadi. Saya bisa menghubungkan pikiran dan pengalaman saya sendiri dengan kehidupan , kepribadian dan pengalaman mereka. Barrack Obama [...]

Continue reading about How Democrats Inspired Me