Nancy Dinar on June 1st, 2009

Pernahkah anda melucu dan pendengarnya tidak tertawa? Well, saya sering mengalaminya. Bukannya tertawa malah mereka tegang dan bingung membuat saya salah tingkah apalagi jika kejadiannya di depan podium pada saat sedang menyampaikan khotbah. Namun, the show must go on. Satu-satunya yang tertawa di ruangan itu adalah saya sendiri. Bukan pada leluconnya yang sudah saya hapal [...]

Continue reading about Pelawak yang Tidak Lucu

Nancy Dinar on March 13th, 2009

Selama ini saya meminta tolong empat orang sahabat saya di blogosphere untuk memberikan masukan mereka tetang buku yang saya tulis. Tentu saja orang-orang ini spesial dimata saya. Selain mereka sendiri merupakan penulis-penulis yang berkualitas juga memiliki hati yang tulus. Saya terkejut, karena dari empat orang memberikan masukan yang tidak terduga dari sudut pandang yang berbeda. [...]

Continue reading about Kesan Pembaca Mengenai Draft Buku Nancy

Nancy Dinar on March 7th, 2009

Sudah agak lama nggak posting, What to say? Masih proses pemulihan? Iya! Abiz ide, kepala blank ? iya juga! Lagi konsentrasi selesain buku?  iya bener! Sibuk, pelayanan, urusan keluarga, terbang dari satu tempat ke tempat lain? Nggak salah ! Saat ini saya cuman mau kasih ucapan selamat buat beberapa teman yang telah berlelah-lelah menjadi pembaca [...]

Continue reading about A Little Note From Nancy

Nancy Dinar on December 6th, 2008

Satu Desember 2008 kaki saya kembali menjejakkan kaki di bandara Sukarno Hatta menghadapi beberapa bulan didepan untuk memulai penulisan buku perdana saya. Perbedaan mencolok antara kota Jakarta dan Seoul yang baru saja saya tinggalkan adalah temperature suhunya. Setelah berjuang bertahan dalam suhu membeku di bulan Desember saya harus juga harus berhasil menaklukkan teriknya matahari Jakarta [...]

Continue reading about Di Jakarta

Nancy Dinar on October 8th, 2008

Ditulisan sebelumnya saya pernah jatuh hati pada Partai Demokrat Amerika karena tersentuh dengan National Convention-nya. Banyak yang terkesan dengan retorika Obama namun waktulah yang akan membuktikannya. Semakin lama sikapnya tampak arrogant. Kata-kata yang puitis, tingginya nilai akademis, kulit hitam manis tidakah berarti tanpa hati yang bijaksana. Sementara itu sangat nyata ketidakadilan media Amerika memperlakukan Calon Partai Republik [...]

Continue reading about Tertipu Obama

Nancy Dinar on August 29th, 2008

Saya duduk depan CNN tak bergeming untuk mengikuti Democrats Convention coverage. Exciting dan kadang mewek. Ngaco memang, karena saya bukan American bukan pula Political Analyst . Kalau ditanya mengapa, barangkali beberapa dari mereka memberi inspirasi bagi saya pribadi. Saya bisa menghubungkan pikiran dan pengalaman saya sendiri dengan kehidupan , kepribadian dan pengalaman mereka. Barrack Obama [...]

Continue reading about How Democrats Inspired Me

Nancy Dinar on August 27th, 2008

Bagi yang tidak percaya bahwa mujizat masih terjadi, well you’ re in the wrong boat!. Mujizat masih terjadi. Namun, kalau mau jujur masalahnya bukan pada percaya atau tidak. Banyak orang sungguh percaya bahwa mujizat itu nyata hanya saja bukan untuk mereka. “Miracle is real but is it for me?”; “Miracle is not my stuff”; Miracle [...]

Continue reading about Teman, Mujizat itu nyata!

Nancy Dinar on August 20th, 2008

Setelah tiga bulan tinggal di Hong Kong akhirnya kami balik lagi ke Korea. Kedatangan kami di sambut oleh teriknya musim panas di bumi Morning Calm ini. Saya bolak balik gelisah, baju anak-anak sudah ditanggalkan namun di dalam rumah masih terasa seperti dalam oven. Meski ingin menghemat akhirnya toh AC window yang disimpan di gundang dikeluarkan [...]

Continue reading about Pindah Rumah

Nancy Dinar on June 18th, 2008

Minggu lalu, saya, ibu mertua, anak-anak kami Joel (4) dan Mathew (1) mengadakan perjalanan dari Hong Kong menuju Macau. Kami akan mengunjungi gereja yang baru dirintis di Macau sekaligus mendapatkan perpanjangan ijin tinggal di Hong Kong. Transportasi antara Hong Kong dan Macau hanya bisa ditempuh lewat laut dan memakan waktu sekitar satu jam. Tidak masalah, [...]

Continue reading about DI Hempas Badai

Nancy Dinar on May 28th, 2008

“Petama-tama aku mohon maaf telah lancang menulis surat buat bapak karena bapak sendiri tidak mengenali diriku. Aku Ginanjar (bukan nama sebenarnya) yang sedang mendapatkan kesulitan yang sangat besar gara-gara minuman keras. Aku telah berbuat kesalahan, kini aku mendekam di penjara. Aku membutuhkan bantuan, suapaya hukumanku bisa diberi keringanan. Aku telah di fonis 12 tahun mudah-mudahan [...]

Continue reading about Surat Seorang Pembunuh