Nancy Dinar on May 9th, 2009

Beberapa hari ini, nggak biasanya aku bangun lebih pagi dari fajar. Cuaca di musim gugur yang sejuk namun udara kering mengalir masuk melalui celah sempit jendela yang aku biarkan sedikit terbuka. Hidungku perih dan tenggorokkanku kering, tanda-tanda dehidrasi, karena di kamarku tidak ada humidifier. Bunyi kereta juga terdengar dari celah sempit itu karena rumah kami [...]

Continue reading about Wanita dan Secangkir Kopi

Nancy Dinar on December 31st, 2008

Barangkali saya satu-satunya orang yang paling tidak berbahagia di malam pergantian tahun karena dari ubun-ubun sampai telapak kaki hampir tidak ada area yang luput dari munculnya bintik-bintik cacar air. Sepanjang malam saya hanya mondar mandir di dalam ruangan karena baik duduk maupun tidur hanya akan menyebabkan beberapa kutil pecah dan menimbulkan rasa perih. Tidak ada [...]

Continue reading about Malam Pergantian Tahun

Nancy Dinar on January 24th, 2008

Bagian ini adalah sebagian cuplikan diary saya tahun 2007. Sebelum membaca post ini sebaiknya membaca pendahuluanya di My Defined Moments 2007. Sesuatu yang Pasti Datang 12 September 2007 Sesuatu yang pasti datang bagi setiap hamba Tuhan adalah “Stormy weather”. Stormy weather ini dapat berupa abandoned, betrayal, offended, persecuted, etc. Apa yang dialami Paulus terutama yang [...]

Continue reading about Masa-masa Kebangkitan 2007

Nancy Dinar on January 20th, 2008

Bagian ini adalah sebagian cuplikan diary saya tahun 2007. Sebelum membaca post ini sebaiknya membaca pendahuluanya di My Defined Moments 2007. ================= 11 April 2007 Seringkali aku berdoa “Lord, let me do something!”. Sejak tamat MDiv empat tahun lalu, menikah dan punya anak sepertinya tidak ada lagi sesuatu yang berarti yang aku lakukan. Selain dari [...]

Continue reading about Melayani Dengan CaraNya

Nancy Dinar on January 18th, 2008

Bagian ini adalah sebagian cuplikan diary saya tahun 2007. Sebelum membaca post ini sebaiknya membaca pendahuluanya di My Defined Moments 2007. ================= 9 April 2007 Setiap orang akan mengalami pasang surutnya kehidupan, puncak dan lembah perjalanan hidup. Yang membuat beda adalah tanggapan masing-masing terhadap situasi yang dihadapi. Ada yang bahagia di puncak dan tercampak di [...]

Continue reading about The Survivors

Nancy Dinar on December 26th, 2007

Cuaca 25 Desember terasa hangat, orang yang gandrung White Christmas bisa jadi kecewa karena tidak ada salju menutupi jalan-jalan. Tidak peduli lagu-lagu di setiap pelosok kota melantunkan “let it snow, let it snow” tapi snow-nya nggak turun-turun juga. Salah siapakah? Apakah ini akibat Global Warming? Semoga yang berkata Global Warming is just a myth bukanlah [...]

Continue reading about Christmas Tradition

Nancy Dinar on December 14th, 2007

Pertama kali bertemu muka dengan Pak Shim yaitu hari pertama menginjakkan kaki di Korea. Kami sudah sering berkoresponden lewat email sebelumnya karena beliau adalah International registrar sekolah yang akan saya masuki. Kesan saya orangnya rapih, detail dan sangat terorganisir. Dan walapun usianya jauh lebih tua dari ayah saya namun kelihatan sehat, kuat serta semangat hidup [...]

Continue reading about Yang Terpenting Dalam Hidup

Nancy Dinar on November 20th, 2007

“Nancy, beli pita berwarna merah muda satu setengah meter di Toko ABC!” kata mama sembari memberikan uang seratus perak. Dengan penuh semangat saya meraih uang tersebut dan berlari ke toko yang dimaksud. Sepanjang jalan, saya terus menggumankankan “pita merah muda satu setengah meter, pita merah mudah satu setengah meter” berulang-ulang karena takut lupa akan pesan [...]

Continue reading about Pita Merah Muda

Nancy Dinar on October 17th, 2007

Suatu hari saya bertemu dengan seorang gadis . Tak seorangpun yang akan mengira bahwa ia seorang perempuan hanya dari penampilan, tampang dan cara bicaranya. Total seluruh keberadaannya persis seperti seorang anak laki-laki: rambut pendek, tubuh berotot, wajah bergurat keras dan nada suara tegas. Dari ujung rambut ke ujung kaki, ia memakai baju dan aksesori milik [...]

Continue reading about Masa lalu bukan alasan

Nancy Dinar on October 9th, 2007

Untuk berapa lama saya koma, tidak bisa berdoa, membaca Alkitab atau sekedar mengengang kebaikan Tuhan dan mengucap syukur. Seluruh otot-otot dan persendian terasa lumpuh. Setiap hari uring-uringan dan selalu ingin menangis walau tanpa sebab. Masalah kecil kelihatan besar, masalah besar tidak tertanggungkan. Hari-hari seakan merangkak, matahari lambat berputar sedangkan bulan bersinar kelam. Mengapa? Apakah ini [...]

Continue reading about Lembah Kekelaman