Nancy Dinar on December 14th, 2007

Pertama kali bertemu muka dengan Pak Shim yaitu hari pertama menginjakkan kaki di Korea. Kami sudah sering berkoresponden lewat email sebelumnya karena beliau adalah International registrar sekolah yang akan saya masuki. Kesan saya orangnya rapih, detail dan sangat terorganisir. Dan walapun usianya jauh lebih tua dari ayah saya namun kelihatan sehat, kuat serta semangat hidup [...]

Continue reading about Yang Terpenting Dalam Hidup

Nancy Dinar on November 14th, 2007

Pada akhir Perang Dunia II seorang pemuda yang telah selesai bertugas melayani negaranya di medan perang menelpon orang tuanya. Ia berkata bahwa ia akan pulang dengan seorang teman. “Tapi Ma” katanya, “Teman saya ini cacat. Dia luka parah. Dia hanya punya satu tangan, satu kaki dan satu mata. Jadi saya pikir ia sebaiknya tinggal dengan [...]

Continue reading about Seandainya Saya Tahu

Nancy Dinar on November 5th, 2007

Tampang mereka memang aneh. Telinga dilubangi, rambut gaya funky dan dicat warna-warni. Pakaian lusuh dan kotor bukan karena tidak ada gantinya. Mereka hanya menikmatinya. Mereka tidak pedulli dengan diri sendiri, apalagi orang lain. Bagi mereka masa depan adanya di planet lain. Jauh, misterius, aneh, tidak terjangkau, susah dipikirkan. Ada atau tidak sih? Mereka susah diatur [...]

Continue reading about Orang-orang Aneh

Nancy Dinar on November 3rd, 2007

“Tiba-tiba aku sadar dan terjaga. Aku tidak pernah menyangka bisa berada di tempat yang seperti ini. Dalam suatu ruangan yang gelap, kotor dan berbau. Aku dapat merasakan suasana yang mencekam dan melumpuhkan sendi-sendi dan ototku. Aku mencoba untuk melangkah, tapi…ups hampir saja! Dapat kurasakan bahwa tempat ini sangat berbahaya. Naluriku mengatakan bahwa ada banyak jebakan [...]

Continue reading about Sebuah Drama Kehidupan: TERJEBAK

Nancy Dinar on October 31st, 2007

Pertama kali mengenal pasangan ini justru pada saat yang paling menyedihkan. Ketika itu, saya mendapat telpon dari kawan suami bahwa ada sepasang orang Indonesia yang kehilangan bayinya. Mereka sedang di rumah sakit dan menanti tim dokter yang akan membakar (kremasi) tubuh mungil berusia enam minggu tersebut. Sehari sebelumnya, saya sendiri baru saja kehilangan calon bayi [...]

Continue reading about Sahabat Setia

Nancy Dinar on October 30th, 2007

Anak saya Joel yang berusia tiga setengah tahun mengisi hari-harinya dengan menggambar dan bermain. Pertama kali memegang pencil dan buku gambar ia hanya bisa mencoret-coret yang bagi kami orang dewasa tampak seperti benang kusut tanpa makna. Tapi tidak bagi Joel, semua ada artinya. Jika saya menunjuk suatu garis tidak beraturan dan bertanya “Ini gambar apa?” [...]

Continue reading about Belajar dari Anak Kecil

Nancy Dinar on October 17th, 2007

Suatu hari saya bertemu dengan seorang gadis . Tak seorangpun yang akan mengira bahwa ia seorang perempuan hanya dari penampilan, tampang dan cara bicaranya. Total seluruh keberadaannya persis seperti seorang anak laki-laki: rambut pendek, tubuh berotot, wajah bergurat keras dan nada suara tegas. Dari ujung rambut ke ujung kaki, ia memakai baju dan aksesori milik [...]

Continue reading about Masa lalu bukan alasan

Nancy Dinar on October 10th, 2007

Penjunan itu mengambil segumpal tanah liat yang akan mulai dikerjakannYa. Di benak Sang Penjunan tanah ini akan dibuat suatu karya yang spektakuler, tidak seperti biasanya, pokoknya yang istimewa. Diperkirakan ini akan memakan waktu yang cukup lama dan tenaga yang yang tidak sedikit. Kali ini seluruh keahliannya dikerahkan, namanya dipertaruhkan. Proses pembuatannya tidak mudah, karena bahan [...]

Continue reading about Penjunan dan Tanah Liat

Nancy Dinar on October 9th, 2007

Untuk berapa lama saya koma, tidak bisa berdoa, membaca Alkitab atau sekedar mengengang kebaikan Tuhan dan mengucap syukur. Seluruh otot-otot dan persendian terasa lumpuh. Setiap hari uring-uringan dan selalu ingin menangis walau tanpa sebab. Masalah kecil kelihatan besar, masalah besar tidak tertanggungkan. Hari-hari seakan merangkak, matahari lambat berputar sedangkan bulan bersinar kelam. Mengapa? Apakah ini [...]

Continue reading about Lembah Kekelaman

Nancy Dinar on September 1st, 2007

Bagi setiap orang yang pernah mendaki gunung pengalaman itu berharga dan tak terlupakan. Saat-saat yang melelahkan, tenaga terkuras, tubuh bermandi keringat, seluruh daya dikerahkan hanya untuk satu tujuan: puncak! Jalan yang ditempuh tidak mudah, terjal, berbatu, dan licin. Kulitpun perih terbakar terik matahari dan kadang harus melewati tempat-tempat dimana hewan liar dan buas berada. Bagi [...]

Continue reading about Menuju Puncak