Nancy Dinar on May 28th, 2008

“Petama-tama aku mohon maaf telah lancang menulis surat buat bapak karena bapak sendiri tidak mengenali diriku. Aku Ginanjar (bukan nama sebenarnya) yang sedang mendapatkan kesulitan yang sangat besar gara-gara minuman keras. Aku telah berbuat kesalahan, kini aku mendekam di penjara. Aku membutuhkan bantuan, suapaya hukumanku bisa diberi keringanan. Aku telah di fonis 12 tahun mudah-mudahan [...]

Continue reading about Surat Seorang Pembunuh

Nancy Dinar on April 23rd, 2008

Siapakah orang yang terpandai yang pernah hidup? Jika pertanyaan ini dilontarkan, pikiran yang terlintas di kepala kebanyakan orang adalah Albert Eisntein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alfa Edison, Isaac Newton, Mozart, atau sederetan nama terkenal lainnya.
Tapi jawabannya bukan mereka. Orang yang paling pandai yang pernah hidup bernama William Sidis. Jika orang normal memiliki IQ 90-110, Albert [...]

Continue reading about Jangan Sia-siakan Potensimu

Nancy Dinar on March 1st, 2008

Pernahkan saudara melihat seseorang yang ‘has it all’? Sukses dalam pelayanan, pendidikan, karir dan keluarga. Meskipun kelihatannya ia tidak memiliki alasan untuk itu atau ada lebih banyak orang yang berdasarkan kemampuan jauh melebihinya, kehidupannya benar-benar beruntung. Meskipun ngomong tak becus ia bisa berkhotbah dan membuat orang bertobat dengan mudahnya. Tanpa usaha keras ia bisa mendapatkan [...]

Continue reading about Berkat Turunan 2

Nancy Dinar on March 1st, 2008

Mengapa Tuhan memilih Salomo dan memberkatinya demikian rupa membuat para kritisi Kristen bingung dan bertanya-tanya. Lahir dari seorang ibu yang jelas-jelas merupakan hasil perbuatan dosa tercela, perkawinan orang tuanya bisa dikatakan aib yang memalukan. Namun, dari sekian anak-anak Raja Daud ialah yang terpilih.
Dari khotbah dan pengajaran yang sering saya dengar, Salomo mendapat semua ‘priveleges’ ini [...]

Continue reading about Berkat Turunan 1

Nancy Dinar on December 22nd, 2007

Busy..busy..busy..! Akhirnya setelah tiga minggu tenang dan kesepian, Selasa lalu Nando dan Joel pulang membuat kehidupanku kembali berputar normal. Seperti biasa setelah berpergian jauh saya akan kebagian beres-beresin koper-koper, tas-tas, buku-buku, baju kotor dan bersih yang ujuibile banyaknya. Waktu pergi saya telah membekali mereka dengan pakaian hampir setengah isi [...]

Continue reading about 22 Desember

Nancy Dinar on December 7th, 2007

“Nggak bisa, kita nggak bisa tinggal di Indonesia” kata Nando lewat telpon semalam. Dari suaranya kedengaran kalau dia capek dan kesal. Nando dan anak sulung kami Joel ,memang sedang ada di Jakarta saat ini. Mulanya saya mengira dia ketinggalan busway atau sedang kecopetan sehingga kesal seperti itu.
“Kenapa?” tanya saya pengen tahu . Selama ini saya [...]

Continue reading about Pengaruh Internet Pada Keluarga Kami