Nancy Dinar on May 13th, 2009

Sebenarnya cuaca siang ini enaknya dipake untuk tidur. Hujan lebat, udara sejuk, rumah sepi, tapi anak-anakku sepertinya belum kehabisan energi untuk bermain dan bercanda. Teriakan dan omelan saya untuk mereka cepat tidur –supaya mami punya time alone- sama sekali tidak digubris mereka. Setelah 3 jam dalam pergumulan -saya hampir menyerah karena kepala terasa senut-senut- dengan [...]

Continue reading about Masalah dalam Keluargaku

Nancy Dinar on May 9th, 2009

Beberapa hari ini, nggak biasanya aku bangun lebih pagi dari fajar. Cuaca di musim gugur yang sejuk namun udara kering mengalir masuk melalui celah sempit jendela yang aku biarkan sedikit terbuka. Hidungku perih dan tenggorokkanku kering, tanda-tanda dehidrasi, karena di kamarku tidak ada humidifier. Bunyi kereta juga terdengar dari celah sempit itu karena rumah kami [...]

Continue reading about Wanita dan Secangkir Kopi

Nancy Dinar on March 7th, 2009

Sudah agak lama nggak posting, What to say? Masih proses pemulihan? Iya! Abiz ide, kepala blank ? iya juga! Lagi konsentrasi selesain buku?  iya bener! Sibuk, pelayanan, urusan keluarga, terbang dari satu tempat ke tempat lain? Nggak salah ! Saat ini saya cuman mau kasih ucapan selamat buat beberapa teman yang telah berlelah-lelah menjadi pembaca [...]

Continue reading about A Little Note From Nancy

Nancy Dinar on January 8th, 2009

Anak saya, Joel, pernah membuat kami panik karena baru bisa menyebut ‘mama’ pada saat ia berusia 2 tahun. Dan ketika anak-anak sebayanya telah bercas-cis cus ia hanya bisa berbicara dua kata dalam kalimat. Demikian pula ketika para temannya mulai menceritakan kisah yang mereka alami di sekolah, Joel masih kesulitan membentuk satu kalimat utuh. Banyak factor [...]

Continue reading about Menemukan dan Mengembangkan Potensi Anak

Nancy Dinar on December 31st, 2008

Barangkali saya satu-satunya orang yang paling tidak berbahagia di malam pergantian tahun karena dari ubun-ubun sampai telapak kaki hampir tidak ada area yang luput dari munculnya bintik-bintik cacar air. Sepanjang malam saya hanya mondar mandir di dalam ruangan karena baik duduk maupun tidur hanya akan menyebabkan beberapa kutil pecah dan menimbulkan rasa perih. Tidak ada [...]

Continue reading about Malam Pergantian Tahun

Nancy Dinar on December 6th, 2008

Satu Desember 2008 kaki saya kembali menjejakkan kaki di bandara Sukarno Hatta menghadapi beberapa bulan didepan untuk memulai penulisan buku perdana saya. Perbedaan mencolok antara kota Jakarta dan Seoul yang baru saja saya tinggalkan adalah temperature suhunya. Setelah berjuang bertahan dalam suhu membeku di bulan Desember saya harus juga harus berhasil menaklukkan teriknya matahari Jakarta [...]

Continue reading about Di Jakarta

Nancy Dinar on October 1st, 2008

Suatu hari ketika sedang berjalan-jalan dengan seorang teman, ia mengemukakan niatnya untuk mengecat rambut. Menurut saya keinginannya itu tidaklah pantas mengingat profesinya sebagai pendeta. Saya menasihatkannya kalau boleh janganlah rambut kita di cat macam-macam “Kalau pendeta rambutnya merah terus rambut jemaat warna apa?” tanya saya berdiplomasi. Kejadian itu sekitar 7 tahun lalu. Kami akhirya menikah dan  [...]

Continue reading about Rambut Model Mutakhir

Nancy Dinar on August 20th, 2008

Setelah tiga bulan tinggal di Hong Kong akhirnya kami balik lagi ke Korea. Kedatangan kami di sambut oleh teriknya musim panas di bumi Morning Calm ini. Saya bolak balik gelisah, baju anak-anak sudah ditanggalkan namun di dalam rumah masih terasa seperti dalam oven. Meski ingin menghemat akhirnya toh AC window yang disimpan di gundang dikeluarkan [...]

Continue reading about Pindah Rumah

Nancy Dinar on December 22nd, 2007

Busy..busy..busy..! Akhirnya setelah tiga minggu tenang dan kesepian, Selasa lalu Nando dan Joel pulang membuat kehidupanku kembali berputar normal. Seperti biasa setelah berpergian jauh saya akan kebagian beres-beresin koper-koper, tas-tas, buku-buku, baju kotor dan bersih yang ujuibile banyaknya. Waktu pergi saya telah membekali mereka dengan pakaian hampir setengah isi lemari masing-masing yang ternyata setengahnya kembali [...]

Continue reading about 22 Desember

Nancy Dinar on December 7th, 2007

“Nggak bisa, kita nggak bisa tinggal di Indonesia” kata Nando lewat telpon semalam. Dari suaranya kedengaran kalau dia capek dan kesal. Nando dan anak sulung kami Joel ,memang sedang ada di Jakarta saat ini. Mulanya saya mengira dia ketinggalan busway atau sedang kecopetan sehingga kesal seperti itu. “Kenapa?” tanya saya pengen tahu . Selama ini [...]

Continue reading about Pengaruh Internet Pada Keluarga Kami