Nancy Dinar on October 24th, 2008

Saya tidak menyangka bahwa tulisan saya tentang “Pendeta Kaum Homo” di blog ini maupun Jawaban.com mengundang banyak respons. Ternyata banyak yang berminat tentang topik ini. Sayang comment dan respon yang ada di luar dugaan saya.

Secara pribadi saya tidak menganggap dan tidak setuju dengan pandangan yang menganggap bahwa LGBT sesat. Yang saya maksud sesat adalah tindakan ‘misleading’ dari Pastor Mel White sebagai pemimpin agama yang mempraktekkan, mendukung, mengkampanyekan, memperjuangkan HS. Tindakan ini berarti menutup pintu bagi ribuan atau puluhan ribu kaum HS yang semula memiliki keinginan untuk berubah.

Pandangan sinis, prejudice, judgmental dan penolakan mentah-mentah dari orang Kristen juga menjadi salah satu penyebab bagi pada HS untuk menjauhi gereja yang tentunya juga menutup kesempatan bagi mereka untuk dilayani secara efektif. Jika karena orientasi seksual mereka berdosa, siapakah yang tidak? Siapa yang sanggup melewatkan satu hari saja tanpa berbuat dosa? Membenci dosa tidak sama dengan membenci pelakunya.

Masih banyak anggota masyarakat yang menganggap HS sebagai penyakit menular atau borok mengerikan. Di Indonesia, kaum Gay dan Transgender bahan lelucon dan ejekan (drama, komedi TV mempertontonkan stereotype gender dgn ejekan). Tidak terbayangkah bahwa mereka juga manusia sama dengan kita juga yang butuh penerimaan dan apresiasi diri?

Kebanyakan orang yang terlibat hubungan HS yang saya temui memiliki latar belakang kehidupan yang sulit sejak masa kanak-kanaknya walau sebagian juga karena terpengaruh lingkungan setelah dewasa. Mereka adalah orang-orang paling membutuhkan dukungan dan belas kasihan. Dengan orientasi seksual mereka sudah cukup menderita karena merasa lain dari yang lain. Sikap penolakan masyarakat selanjutnya juga membawa mereka pada perasaan terbuang dan tertolak sehingga membuat jalan pemulihan menjadi lebih sulit.

Jadi, bagaimanakah seharusnya sikap kita sebagai orang Kristen?

Kontroversi Mengenai Homoseksuality

Sebelum mengambil sikap sebaiknya kita harus mengerti latarbelakang dan kontroversi mengenai Homoseksualitas ini. Sejak tahun 1972, HS tidak lagi dianggap sebagai disorder atau kelainan jiwa dengan diluarkannya HS dari DSM-IV. Sejak saat itu the American Psychiatric Association) menjadi ‘leading force’ yang mendidik masyarakat untuk menerima HS sebagai suatu bagian dari variasi seksual yang normal. Orang tua dididik untuk menerima anak-anak yang memiliki orientasi HS sebagai anak yang normal, para prsikolog dan konselor tidak diperbolehkan melayani HS yang ingin berubah orientasi seks (re-orientasi seksual/conversion therapy), dan orang yang menentang HS disebut Homophobia.

Pendapat ini bertolak dari argument yang mengatakan bahwa usaha apapun yang dilakukan untuk mengubah seorang homoseks menjadi heteroseks akan gagal. Seseorang yang telah mengikuti therapy reorientasi kemudian gagal sangat besar kemungkinan menderita depresi, anxiety atau mental disorder lainnya,

Menurut APA, HS adalah immutable (tidak bisa diubah) karena orientasi seksual ini bukanlah pilihan seseorang. Mereka percaya bahwa HS dilahirkan, beberapa penelitian yang diadakan juga mendapati bahwa ada kelainan hormone dan fungsi otak dari penderita HS. Tekanan sosial, gagalnya therapy reorientasi, diskrimimasi masyarakat dipercaya menjadi sebab para HS semakin menderita dan meningkatnya angka bunuh diri di kalangan mereka.

Di kubu lain yang tidak kalah panas, adalah kelompok yang percaya bahwa HS adalah pilihan hidup, perubahan orientasi seksual bukanlah suatu halyang tidak mungkin asal ada keinginan yang kuat dari yang bersangkutan. Pendapat ini tentunya sebagian besar di support oleh kalangan Kristen Evangelical dan kelompok psikolog yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah.

Mereka berpendapat bahwa (1) Perlunya otonomy seseorang yang ingin berubah (maksudnya, jika ada yg HS yang mau berubah tidak boleh ditolak) (2) Perlunya menghargai nilai-nilai budaya dan pandagan agama mengenai prilaku seksual (3) Memperhatikan dan mengakui bahwa ada bukti-bukti dari reorientasi seksual yang sukses.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , ,

Nancy Dinar on October 21st, 2008

Krisis ekonomi yang berkepanjangan dan sempitnya kesempatan kerja di tanah air mendorong ratusan ribu orang Indonesia mencari nafkah di luar negeri. Ada yang datang baik-baik dan kembalinya juga baik-baik (legal worker) tapi ada juga yang datang baik-baik tapi pulangnya tidak (illegal worker). Para pekerja Illegal ini tersebar di banyak negara, seperti Amerika, Korea, Jepang, Malaysia, Australia dan negara-negara lain yang memang memberi cela bagi pekerja yang demikian. Pekerjaan mereka juga biasanya adalah pekerjaan yang enggan dilakoni warga setempat karena tergolong 3D (dangerous, dirty, difficult).

Bekerja secara illegal jelas melanggar hukum Negara yang bersangkutan sehingga kalau tertangkap dianggap sebagai criminal, tangan di borgol, di denda, dijadikan pekerja paksa, di masukkan penjara kemudian di deportasi. Namun, apakah bekerja secara illegal juga bertentangan dengan Firman Tuhan?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat beragam motivasi orang-orang ini bekerja. Ada seorang ayah yang ingin menghidupi keluarganya karena tidak ada pekerjaan yang cocok baginya di Indonesia. Ada seorang ibu yang bercita-cita menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi supaya memiliki nasib yang jauh lebih baik darinya. Ada seorang pemuda yang ingin mengumpulkan modal untuk memulai suatu usaha kecil yang nantinya membuka lapangan pekerjaan bagi yang lain. Ada seorang pemudi yang ingin menabung supaya bisa kembali dan melanjutkan cita-citanya yang tertunda. Dan banyak lagi motivasi lainnya yang kelihatan baik-baik saja.

Sebagai seorang pastor yang melayani orang-orang asing baik yang legal dan illegal selama bertahun-tahun saya melihat bahwa kasih karunia Tuhan tidaklah memandang status legal seseorang. Bahkan boleh dikata orang illegal mendapatkan anugerah yang lebih karena mereka lebih mudah dijangkau, bertobat, berubah, setia ke gereja dan mengandalkan Tuhan. Ketidakberuntungan mereka sering menjadi keuntungan.

Di Korea, gereja juga pada umumnya menganggap orang asing -tanpa membedakan illegal atau legal- sebagai bagian dari pelayanan social. Mereka dilayani untuk mendapatkan hak-hak pekerja, diberikan pelayanan kesehatan cuma-cuma atau ditampung sementara jika tidak memiliki pekerjaan. Seringkali tanpa misi kristenisasi bagi yang beragama non-kristen.

Dalam keadaan ini sulit untuk memisahkan antara pelayanan dan kepatuhan terhadap hukum pemerintah. Jika kita harus tunduk pada seluruh aturan pemerintah, berarti siapa yang bersalah termasuk yang illegal harus dilaporkan dan mendapatkan hukuman setimpal. Tapi ada hukum yang lebih tinggi yaitu kesempatan untuk menerima keselamatan jiwa dan kesempatan untuk memperoleh hak asasi manusia, membawa orang untuk melanggar hukum lainnya (dalam hal ini hukum keimigrasian).

Jadi, jika ada orang Kristen yang berniat untuk bekerja secara illegal ke luar negeri apakah itu dosa? Kembali kepada hati nurani orang itu sendiri. Saya percaya semakin kuat iman seseorang maka kepekaannya akan dosa dan bukan dosa juga akan semakin tinggi. Yang lebih penting untuk diketahui jika memang ada yang berminat menjadi pekerja illegal bahwa keputusan itu memiliki konsekuensi langsung seperti hilangya hak-hak pekerja (upah minimum, bonus, asurasi, dan pelayanan lainnya) karena mereka bukanlah pembayar pajak. Orang-orang seperti ini juga harus bersedia diperlakukan semena-mena: gaji tidak dibayar, under pay, overtime, dipecat, dianiaya, dikucilkan, sakit dan kecelakaan kerja tanpa kompensasi, atau ditipu agen tenaga kerja. Hidup mereka juga tidak akan tenang karena selalu ketakutan dan bersembunyi dari aparat.

Saya rasa dengan beban menjadi orang asing, buruan polisi imigrasi, dilanggarnya hak-hak asasi manusia sudah menjadi ‘hukuman’ yang berat bagi pekerja illegal ini. Sehingga apa yang mereka butuhkan adalah kekuatan dan penghiburan bukan condemnation dan kuliah tentang masalah hukum.

Tags: , , ,

Nancy Dinar on October 15th, 2008

“Perkenalkan nama saya adalah Mel White, saya seorang pastor, penulis best seller dan pengajar di Fuller Theological Seminary. Saya seorang gay dan bangga dengan itu karena Tuhan mengasihi dan menerima saya apa adanya!” barangkali inilah perkenalan pertama yang akan kita dengar dari Mel White. Konon selama 35 tahun melakukan berbagai cara seperti doa puasa, pelepasan, psikotherapi dan electric shock yang berujung pada rasa frustasi karena tidak ada yang berhasil mengubah hasrat homoseksualnya. Di akhir pencariannya, ia kemudian berpendapat bahwa homoseks bukanlah dosa melainkan karunia dari Tuhan yang harus diterima apa adanya. Pengakuannya ini di terima baik oleh istri yang telah dinikanhinya selama 20 tahun, mereka kemudian bercerai. Mel White akhirnya menemukan partner hidupnya, Gary Nixon yang sampai sekarang telah hidup bersamanya selama 26 tahun. Mereka bedua mendirikan yayasan soulforce dan aktif memberikan ceramah bagi kaum LGBT (lesbian , gay, biseksual and transgender).

Walau di dunia Timur praktek homoseks masih dianggap tabu dan dosa berhadapan dengan agama manapun, tapi di dunia barat semakin menerimanya sebagai bagian dari kehidupan yang normal.  American Psychiatric  Associatio) bahkan telah mengeluarkan homoseks dari daftar mental disorder (DSM IV TR) dan menganggap bahwa gay dan lebian adalah bagian dari pilihan seseorang yang normal (walau tetap menganggap tansgender sebagai suatu kelainan jiwa).

Jika APA dan dunia sekuler menganggap demikian biarlah seperti itu karena “semua orang berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rm 3:23), kecenderungan hati mereka adalah berbuat dosa dan kejahatan. Namun yang tidak habis dipikir adalah mereka yang mengatas namakan Tuhan untuk membenarkan perbuatan dosanya. Menerjemahkan Alkitab sesuai dengan kebutuhan kedagingannya.

Saya tidak heran kepada orang-orang semacam ini ada keyakinan dalam hati bahwa apa yang mereka lakukan disetujui Tuhan. Dalam hati mereka tidak ada lagi rasa bersalah. Sebenarnya bukan Tuhan menyetujuinya, tapi Tuhan telah menyerahkan mereka pada keinginan itu supaya mereka binasa oleh karenanya. (Roma 1:24-32)

“Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka…sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukan sendiri, tetapi setuju dengan mereka yang melakukannya”

Sangat jelas bahwa baik mereka yang melakukan maupun yang setuju dengannya akan menerima hukuman Tuhan. Saya rasa kaum LGBT harus menerima apa yang dikatakan Firman Tuhan, jangan dimanjakan oleh pergeseran norma masyarakat modern, media cetak dan visual yang aktif mempromosikan mereka.

Mel White, salah! Ia mengatasnamakan Tuhan dan Alkitab untuk membenarkan dosanya sendiri. Jika ia memiliki orientasi seksual yang salah sejak lahir tidak berarti bahwa ia harus mempraktekkannya. Saya memiliki keinginan untuk berbohong sejak kecil, setiap orang punya keinginan itu, tapi bukan berarti saya harus menerimanya dan hidup di dalamnya. Setiap orang berjuang untuk melawan keinginan berbuat dosa yang secara natural ada di hati setiap manusia.

Jika anda LGBT dan membaca tulisan ini, jangan tertipu! Anda berdosa sama dengan saya yang juga berdosa, namun untuk itulah Yesus mati di kayu salib. Jika ada orang yang mengaku Kristen bahkan hamba Tuhan yang membenarkan bahkan mengendorse LGBT, jangan percaya, mereka sedang meyesatkan anda. Anda pasti tidak akan percaya jika saya mengatakan “berzinah bukan perbuatan yang salah, jika ada keinginan untuk itu jangan ditahan, lakukan tanpa rasa bersalah”, meskipun saya seorang pastor dan lulusan sekolah theology.

Jadi kesimpulannya, pendeta juga manusia, imam juga manusia, pelayan Tuhan juga manusia, pendapat dan perbuatan mereka bukanlah rujukan orang bertingkah laku. Setiap orang akan dihakimi menurut perbuatannya masing-masing!

Tags: ,

Nancy Dinar on October 8th, 2008

Ditulisan sebelumnya saya pernah jatuh hati pada Partai Demokrat Amerika karena tersentuh dengan National Convention-nya. Banyak yang terkesan dengan retorika Obama namun waktulah yang akan membuktikannya. Semakin lama sikapnya tampak arrogant. Kata-kata yang puitis, tingginya nilai akademis, kulit hitam manis tidakah berarti tanpa hati yang bijaksana.

Sementara itu sangat nyata ketidakadilan media Amerika memperlakukan Calon Partai Republik (McCain dan Palin). Hampir tidak ada berita yang mendukung mereka, sebaliknya berita-berita yang bias dan negatif semakin intens. Ini adalah bukti bahwa orang-orang Amerika sudah semakin liberal dalam pola pikir mereka.

Orang Indonesia  bangga karena Obama pernah tinggal di Indonesia tapi ia tidak sendiri kelihatan bangga dengan itu.  Ketika membaca buku Obama “Dreams of my father”, orang akan mendapat kesan bahwa Indonesia adalah Negara primitif, miskin dan tidak aman. Obama tidak cukup menggambarkan keadaan Indonesia tahun 60-an yang ada dalam konteks pemberatasan G 30 S PKI. Tentu element-element pembangunan terhambat. Obama mengambil cuti untuk menulis buku ini di Bali, berarti ada kesempatan untuk membedakan keadaan Indonesia sekarang dan yang dulu.

Saat ini tentu saja Obama semakin percaya diri karena merasa di atas angin. Momentum krisis ekonomi, perang Irak dan ketidakpopuleran Presiden Bush sangat menolong-nya.

Pelajaran apa yang bisa dipetik dari sini? (1) Jangan tertipu tampang rupawan dan omongan manis, ujilah segala sesuatu -terutama buat para wanita, lol- (2) Jangan urusin Negara orang, urusin aja suami dan anak sendiri –ini juga bagi para wanita tentunya, lol- (3) Ngelantur amat seh….:)

(Mohon maaf jika ada kata yang salah dan menyinggung, blog ini bukan sarana menyampaikan wacana politik. Ini semua semata-mata pendapat dan refleksi pribadi yang kurang ‘manfaatnya bagi orang lain’, anggap saja selingan pengisi waktu)


Tags: , ,

Nancy Dinar on October 2nd, 2008

Apa pendapat Anda tentang panginjil bertattoo?

Gambar di sebelah ini bukanlah foto seorang gangster atau anggota yakuza melainkan foto dari seorang penginjil yang baru-baru ini menghebohkan dunia Kekristenan di Amrik sono. Namanya Todd Bentley, konon, pengkhotbah muda asal Kanada ini punya karisma yang memukau. Bukan hanya itu saja tapi juga diberi urapan khusus untuk menggerakkan kebangunan rohani yang dimulai di sebuah gereja di Florida. Gerakan yang kabarnya terjadi banyak mujizat seperti kesembuhan ilahi bahkan kebangkitan orang mati, dikenal dengan Lakeland Revival.

Sayang kepopuleran penginjil ini hanya seumur jagung. Segera setelah ia mengumumkan peceraiannya, pelayanannya jadi dipertanyakan. Apalagi setelah tercium media tentang adanya affair antara Todd dengan salah seorang staffnya penginjilannya. Oh no?

Ada satu lagi penginjil muda yang bernama Ryan Dobson. Saat ini dikenal aktif melayani Tuhan sebagai Motivational Speaker terutama untuk kalangan kaum muda.

Ryan anak seorang pemimpin Kristen Amerika yang terkenal, yang sangat saya kagumi:, James Dobson! Bapak pendiri Focus on the Family. James Dobson terkenal karena memperjuangkan nilai-nilai konsevatif Kristen antara lain: anti aborsi, anti praktek homoseksual, anti seks pra nikah, anti separation church and state, dan jejeran anti-anti lainnya.

Sayang juga karena perjuangan James Dobson untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional keluarga Kristen tidak berdampak pada keluarganya sendiri. Karena Ryan, anaknya, bercerai dari istri pertamanya dan sekarang telah menikah kembali. Dan untuk menguhubungkan kisahnya dengan judul tulisan ini.. .Ryan juga bertattoo!

Profile yang ketiga, entah punya tattoo asli atau tidak namun tak bisa dipungkiri kalau ia adalah seorang pencinta berat Tattoo Art. Selain gandrung memakai baju yang berimage tattoo  ia juga memiliki butik Ed Hardy yang khusus menjual tattoo based fashion, berminat?

Nama celebrity yang juga hamba Tuhan dan istri pendeta terkenal di Asia ini adalah He Yaw Sun. Penyanyi berbakat jenis house music ini bisa membuat orang berjingkrak-jingkrak dengan suaranya yang semerdu Madona dan tariannya yang tak kalah dari J-Lo. Walau istri pendeta namun Sun bukanlah penyanyi Kristen.  Kepengen lihat websitenya klik aja  di sini.

Jika tadi Anda menebak bahwa Sun adalah istri pendeta City Harvest Church of Singapore, Kong Hee, tebakan Anda jitu. Tidak ada kabar kalau penikahannya dengan Kong Hee bermasalah. Jadi tidak ada hubungan antara tattoo dan pernikahan yang hancur. Hanya saja, demi karir Sun memilih tinggal berbeda benua dengan suami. Yang satu di Singapore dan satunya lagi di Amerika. Ada pertanyaan?

Tags: ,

Nancy Dinar on October 1st, 2008

Suatu hari ketika sedang berjalan-jalan dengan seorang teman, ia mengemukakan niatnya untuk mengecat rambut. Menurut saya keinginannya itu tidaklah pantas mengingat profesinya sebagai pendeta. Saya menasihatkannya kalau boleh janganlah rambut kita di cat macam-macam “Kalau pendeta rambutnya merah terus rambut jemaat warna apa?” tanya saya berdiplomasi.

Kejadian itu sekitar 7 tahun lalu. Kami akhirya menikah dan  telah dikaruniai dua orang anak, Joel (hampir 5 tahun) dan Mathew (1,5 tahun). Sampai sekarang kepala suami saya tidak pernah menyentuh cat dan masih memiliki warna rambut lahirnya ditambah satu dua helai uban.

Apa yang terjadi dengan saya? Selain gonta ganti model rambut juga telah bekali-kali mencoba cat dan bleaching. Rasanya apa yang saya pikirkan 7 tahun lalu tentang model dan cat rambut telah berubah dicemari modernisasi. Di rumah, waktu berhadapan dengan suami sering saya berkata “go and do something with your hair!”, karena bête melihat model rambutnya yang kuno.

Bukannya nggak mau ganti model tapi berkali-kali ia kecewa ketika pulang dari salon. “Mintanya begini jadinya begini” katanya. Jadi saya pun menawarkan diri untuk menata rambutnya. Pengalaman saya? Lima tahun!. Ya, saya punya pengalaman lima tahun menggunting atau tepatnya mencukur kepala anak-anak saya. Mereka tidak pernah mengenal salon dan selalu tampil dengan kepala hampir botak, karena modal saya cuman head shaver.

“Kita butuh thinning scissor” kata saya pada Nando, nggak tahu apa nama jenis guntingnya. Tapi waktu pulang dari Jakarta model rambutnya keren karena pakai gunting itu. Dan lewat internet Nando pun memesan gunting tersebut. Gunting itu datang dua hari kemudian, harganya sangat murah. “Buatan Cina!” kata Nando, memastikan bahwa pantas harganya murah.

Saya memakai gunting tersebut untuk Joel yang setiap kali digunting berteriak. Jika gunting bebunyi “srrrekk”; ia berteriak “ouch”, “sssrekk”; “ouch”, “sssrekk”; “ouch”.

“Hush! Digunting gini aja teriak-teriak?” kata saya yang mengira si Joel manja dan cengeng.

Setelah selesai, hasilnya lumayan berantakan membuat rasa percaya diri saya hancur untuk project selanjutnya. Teryata pengalaman lima tahun bukan apa-apa.

Untung saya belum sempat mencobainya di kepala pendeta itu karena kemarin waktu jalan-jalan di mall saya melihat gunting yang persis dengan yang kami beli itu. Di covernya tertulis : PET SCISSOR , lengkap dengan gambar anjing berbulu lebat yang lucu.

Oh pantas saja si Joel berteriak : “Ouch! Ouch! Ouch!”

Tags: , ,

Nancy Dinar on September 3rd, 2008

Apakah seorang pemimpin kristen (pastor, penginjil, pemimpin gereja, guru, atau pelayan Tuhan lainnya ) boleh terjun ke arena politik?

Dari apa yang saya tahu dulu sejak kecil bahwa orang Kristen tidaklah boleh melawan pemerintah termasuk mengadakan demo, unjuk rasa atau protes. Namun, di Korea pendapat itu sama sekali berbeda. Kami bekerja sama dengan salah satu gereja yang senior pastornya telah 12 kali keluar masuk penjara karena memimpin demo melawan pemerintah. Figure yang sangat dihormati baik di kalangan gereja maupun sekuler, beliau bahkan pernah menjadi penasihat presiden.

Tahun-tahun sebelumnya banyak pendeta dan pemimpin Korea yang subversive karena memperjuangkan hak-hak buruh dan juga migrant worker (termasuk yang illegal). Tidak heran jika saat ini Korea menikmati hasil dari para pejuang ini karena gereja dianggap sebagai people’s power yang terkadang memiliki absolute power terutama dalam hal kebijaksanaan yang berhubungan dengan masyarakat kecil. Peraturan terhadap migrant worker juga menjadi lunak dan berkompromi.

Sebagai contoh tahun 2002 seluruh illegal worker di Korea diberikan kesempatan untuk mendapatkan status legal jika mau melaporkan diri. Banyak diantara mereka yang tetap bekerja sampai sekarang dengan status legal. Pihak immigrasi kadang memberitahukan staff gereja jika aka ada razia pekerja illegal supaya waspada jika sekiranya ada jemaat yang illegal (Lucu kan?). Ini tidak lepas dari perjuangan pemimpin-pemimpin Kristen yang bukan hanya berkhotbah di mimbar tapi juga memperjuangkan hidup mereka yang minoritas dan lemah hukum.

Akhir tahun 2003 salah satu jemaat kami ditemukan meninggal menggenaskan di tempat kerja. Tidak ada kompensasi atau asuransi karena kematiannya tidak bisa dikategorikan sebagai kecelakaan kerja. Apa yang membekas dibenak saya adalah Pastor Korea itu memerintahkan bawahannya termasuk suami saya untuk menuntut perusahaan memberi kompensasi yang significant. “Orang ini tidak bisa pulang hanya dengan nama, dan keluarganya tidak boleh menerima hanya jasadnya. Dan kamu tidak boleh seharipun meninggalkan tempat duka ini. This is more important than preaching” katanya pada suami saya. Kami pun harus menunggui tempat duka selama kurang lebih satu bulan sampai pihak perusahaan menyetujui permintaan kompensasi itu yang langsung diberikan pada keluarganya di Indonesia.

Saat ini dimanakah peran orang Kristen di panggung politik? Apakah orang Kristen harus berani memperjuangkan nilai-nilainya atau berkompromi dan menjadi pemain di belakang layar? Apakah orang Kristen harus menjunjung the separation of state and nation atau sebaliknya : agama adalah Negara dan Negara adalah agama?

Banyak pemimpin Kristen konservatif memilih jalan damai, lebih baik mengadakan KKR dan penginjilan dan melupakan sama sekali peran ini. Posisi mereka yang tidak berpihak memberikan kesempatan Negara dipimpin oleh orang-orang yang liberal, tidak takut Tuhan, dan yang mengejar kepentingan pribadinya. Pada akhirnya yang akan menuai konsukuensi dari sikap ignorant ini adalah mereka yang kecil, yang pernah berbondong-bondong menghadiri KKR, telah diselamatkan tapi sayang hidupnya tidak menjadi lebih baik.

Baiklah untuk membuat tulisan saya ini singkat, ada 4 hal yangmenurut saya harus dimiliki oleh pemimpin Kristen :

1. Stand Up.

Pemimpin Kristen harus stand up memperjuangkan apa yang melenceng dari Firman Tuhan. Mereka harus berani untuk meyuarakan imannya tanpa terintimidasi menjadi tidak populer atau bahan ejekan. Banyak yang akan tidak setuju tapi ada lebih banyak lagi yang perlu untuk mendegarkan itu.

2. Integrity

Tentu saja sebagai pemimpin intergrity adalah karakter utama. Apa yang disuarakan harus koheren apa yang akan ia lakukan jika sendiri, saat tidak ada yang melihat dan menilai. Misalnya, pemimpin yang memperjuangkan family values juga harus memiliki keluarga yang harmonis sebagai contoh dan teladan. Keluarga bukanlah ‘off-limits’ dari seorang politician, seperti yang dikatakan Obama. Bagaimana seorang pemimpin memimpin biduk keluarganya adalah simbol dari bagaimana ia bisa memimpin kelompok yang lebih besar.

3. Eclectic

Seorang pemimpin Kristen haruslah bisa ‘embrace the diversity’, membawa kelemahan menjadi kekuatan dan perbedaan menjadi harmony. Seperti seorang konduktor yang dapat memimpin suatu orkestra yang terdiri dari berbagai alat musik dan banyak pemain menjadi suatu symphony yang indah.

3. Stick 2 the Mission

Pemimpin Kristen haruslah mereka yang concern dengan ‘mereka yang terkecil’. Mereka haruslah orang-orang yang tanpa lelah memperjuangkan kehidupan mereka yang miskin dan terbuang memiliki hidup yang lebih baik (better food, better eduation, better health, better future).

Pemimpin yang mengatasnamakan Tuhan tapi tidak hidup didalammNya adalah evil oppurtunist, yang mememanfaatkan agama untuk money and power. Pada akhirnya orang-orang seperti inilah yang membuat agama dilecehkan, dipermalukan , dan menjauhkan generasi mendatang bahkan lebih lagi dari iman mereka.

Tags: , ,

Nancy Dinar on August 29th, 2008

Saya duduk depan CNN tak bergeming untuk mengikuti Democrats Convention coverage. Exciting dan kadang mewek. Ngaco memang, karena saya bukan American bukan pula Political Analyst .

Kalau ditanya mengapa, barangkali beberapa dari mereka memberi inspirasi bagi saya pribadi. Saya bisa menghubungkan pikiran dan pengalaman saya sendiri dengan kehidupan , kepribadian dan pengalaman mereka.

Barrack Obama

Calon presiden dari partai democrat ini saat ini dikenal sebagai ‘he gets all it takes to be an American President’ Ia memiliki  visi dan kemampuan yang menjanjikan bagi yang ingin pencari perubahan.

Obama dikenal dengan karisma yang membuat orang jatuh hati. Karisma membuat skill nya berpidato menjadi lebih efektif. Karisma membuat kepribadiannya bersinar. Karisma membuat ia menjadi bintang . Karisma membuat orang terkesima dan mengikutinya.

Obama muncul seperti hujan setelah musim kemarau. Ia tampil ketika orang Amerika sudah muak dengan status quo. Ia datang memberi pengharapan ketika orang mengalami kejatuhan. Ia berjanji untuk memberi perubahan ketika setiap orang membutuhkannya. Inilah yang dinamakan momentum.

Kehidupan Obama memberi saya inspirasi bukan karena ia pernah tinggal di Indonesia dan punya saudara Indonesia. Namun karena ia mewakili kaum minority dan outcasted. Kamu minoritas tidak mudah untuk mendapatkan pengakuan yang sama dengan kaum mayoritas. Mereka harus bersuara benar-benar keras agar bisa  didengarkan dan haknya diperjuangkan. Itulah yang saya rasakan selama 8 tahun sebagai orang asing, apa yang saya pikirkan, apa yang saya inginkan menjadi tidak penting. Sangat jarang saya bisa tampil untuk membuktikan “Look I’m Indonesian and I have a brain too”

Obama Speech

http://edition.cnn.com/video/#/video/politics/2008/08/28/sot.dnc.obama.part1.cnn

http://edition.cnn.com/video/#/video/politics/2008/08/28/sot.dnc.obama.part1.cnn

http://edition.cnn.com/2008/POLITICS/08/28/obama.transcript/index.html

Michele Obama

Dalam pidatonya berbicara sebagai seorang ibu, istri dan ordinary person. Ia juga selalu tampil bersahaja, tidak membuat orang lain terintimidasi dengan luxury, fancy dan beauty jauh berbeda dengan gaya para Hollywood celebrity yang di idolakan Amerika.

Ia membuat saya merasa bahwa wanita tidak perlu secantik Angelina Jolie untuk mendapatkan perhatian seorang pria yang berkualitas. Ia juga memberi kesan bahwa yang terpenting pada seorang wanita adalah ‘inner beauty’ dan pria yang cerdas seperti Obama mengenal dengan baik kecantikan yang tersembunyi itu.

Dan sebagai seorang ibu rumah tangga yang setiap hari bergelut dengan anak-anak, piring kotor, kain pel, dan popok bayi saya tidak bisa melihat ada pengharapan yang lebih besar seperti ketika melihat Michelle tampil dengna kedua anaknya.

Michelle Speech

http://edition.cnn.com/video/#/video/politics/2008/08/26/michelle.obama.long.cnn

Joe Biden

Calon wakil presiden Partai Democrat ini waktu pidatonya mengungkapkan kisah pahit yang ia alami ketika kehilangan istri dan anak dalam kecelakaan mobil. Semua tahu bahwa Joe Biden bukan hanya poltician yang sukses dan berada di puncak karirnya tapi ia juga orang biasa yang telah melewati masa-masa sulit dan traumatik.

Tadi malam Nando berkata “nancy, not through happiness we gain wisdom but through difficult time. God brings you through the tough time for a greater purpose” and I couldn’t more agree with my husband..

Joe Biden Speech :

http://edition.cnn.com/video/#/video/politics/2008/08/28/sot.dnc.biden.entire.cnn

Bill Clinton

Presiden US untuk dua periode ini adalah Salomo modern yang membawa negaranya para era damai, prosperity, increase. Clinton meninggalkan office dengan good report $500 billion surpulus yang menurut beberapa kalangan adalah cadangan untuk 30 tahun. Pemerintahannya juga menghasilkan pertambahan pendapatan perkapita sebanyak $7500. Namun, ia juga memiliki kelemahan yang mejadikannya figure yang paling banyak menuai kritik. Kelompok Clinton Haters menyerang dengan kata-kata pedas dan mengkritik semua gerak-geriknya. Mereka mencemooh kejatuhannya dengan Lewinsky, caranya berbicara, sakit hatinya karena kekalahan Hillary, kegiatan charitynya, mereka bahkan mengejek karena ia telah tua dimakan umur.

Ini memberi saya palajaran bahwa kosekuesinya sebagai pemimpin kita ‘prone to critisism’. Tidak perduli apapun yang telah kita lakukan atau sukses yang telah kita bawa tapi people never get enough. Orang cepat sekali lupa dengan apa yang baik dari seorang pemimpin tapi apa yang jelek akan membekas di hati mereka. Leaders, they praise you and then nail you.

Bill Clinton Speech

http://edition.cnn.com/video/#/video/politics/2008/08/27/sot.dnc.clinton.entire.cnn

Hillary Clinton

Memang selama kampanye ini Hillary mejadi less popular, banyak journalist dan media yang memuat liputan negatif tentangnya. Banyak yang salah kaprah dengan menerjemahkan confidence-nya sebagai arrogancy. After all, di Convetion she clarified all. Pidatonya yang mendukung pencalonan Barrack Obama menunjukkan bahwa ia bukan saja tough dan intelegent tapi juga tulus dan berhati besar.

Selama ini Ia hanyalah menerjang aral yang menghalanginya untuk melakukan apa yang ia anggap terbaik untuk negaranya. Saya mengerti, seorang wanita harus berjuang lebih keras untuk bisa mendapatkan equality. Seorang wanita harus benar-benar significant dan special sebelum dipercayakan menjadi pemimpin. Inilah yang dialami Hilary. Ia sudah biasa untuk berjuang dan menerjang untuk mendapatkan pengakuan yang sekiranya ia seorang pria pastilah tidak perlu usaha sebesar itu.

Hillary adalah First Lady Amerika pertama yang memiliki professional karir ketika masuk gedung putih. Ia juga first lady pertama yang mengantongi PhD. Meski memiliki independen karir, ia juga tidak lepas dari feminitasnya serta dedikasinya sebagai seorang istri dan ibu, dan bagaimana cara ia menghadapi perselingkuhan suaminya membuat saya tahu bahwa ia juga ‘believe in love’.

Pada saat melihat Hilary, saya merasa, ‘a woman can make it’. Tidak perlu menjadi cowboy untuk memimpin. Tidak perlu menjadi terminator untuk memenangkan hati orang. Tidak perlu kumis dan janggut untuk berkuasa. Dan tidak perlu otot untuk mencapai puncak.

She didn’t win the race, but Hilary indeed wins people’s heart.

Hilarry Speech

: http://edition.cnn.com/video/#/video/politics/2008/08/26/sot.dnc.hillary.clinton.unite.cnn

Full coverage of Democrats Convention

http://edition.cnn.com/ELECTION/2008/conventions/

http://edition.cnn.com/video/#/video/politics/2008/08/29/dnc.super.wrap.cnn

(Tulisan ini sudah saya edit seperlunya, pertama, karena kepanjangan. Kedua, ada hal-hal yang terllau personal untuk di publikasikan)

Tags: , ,

Nancy Dinar on August 29th, 2008

Dear Friend,

I want to announce that I am ready to be the next President of USA.

See the News below:

Please vote for Nancy Dinar!

Tags: ,

Nancy Dinar on August 27th, 2008

flickr

Bagi yang tidak percaya bahwa mujizat masih terjadi, well you’ re in the wrong boat!. Mujizat masih terjadi.

Namun, kalau mau jujur masalahnya bukan pada percaya atau tidak. Banyak orang sungguh percaya bahwa mujizat itu nyata hanya saja bukan untuk mereka. “Miracle is real but is it for me?”; “Miracle is not my stuff”; Miracle is a special case for special people”; “I am an ordinary person with ordinary problem”. Tanpa sadar itulah yang di pikiran kebanyakan orang.

Saat ini, manusia termasuk orang percaya tentunya , merasa bahwa mujizat hanyalah kasus khusus. Mereka merasa terlalu ‘ordinary’ untuk mengalaminya sendiri. Kecuali beberepa incident kecil, yang juga bisa dikategorikan kebetulan, manusia hidup dalam zona rata-rata ini.Tidak ada yang benar-benar ‘desperately’ berseru untuk mujizat jika tidak diperhadapkan dengan situasi tertentu.

Waktu saya berbagi beban tentang ayah saya yang sedang sakit, tanggapan orang adalah “kita berdoa biar kehendak Tuhan jadi” namun dalam kata-kata itu tersirat “apa sih yang diharapkan dari seorang tua yang sakit kanker, selain menunggu waktu di panggil Tuhan?”. Kebanyakan orang menganggap penyakit adalah biasa dan kematian tidak bisa dielakkan.

Namun, beban dan keyakinan yang Tuhan berikan dalam hati saya berbeda. Penyakit adalah biasa dan kematian memang tidak bisa dielakkan, tapi bagaimana dengan waktu dan caranya?

Ayah saya berusia 61 tahun yang menghabiskan hampir seluruh masa hidupnya sebagai seorang akhoholik tapi sekaligus sebagai seorang dokter yang bertangan dingin dan banyak menolong orang. A good guy with a wrong belief. Ia telah lama meninggalkan iman masa mudanya, menjauhi gereja dan memendam kepahitan terhadap hamba Tuhan.

Dalam hati saya tidak rela jika ‘bondage’ ini, ketidakpercayaan, penyakit mematikan menjadi akhir hidupnya . Yang saya doakan adalah pertobatan, hidup baru, kelepasan, mujizat dan hidup yang menjadi saksi buat Tuhan. Itulah sebabnya akhir-akhir ini tulisan saya seperti deretan kata-kata yang tidak dimengerti. Memang saya sengaja bersembunyi dibalik kata-kata simbolik yang membuat saya aman mengungkapkan isi hati tanpa takut di nilai negatif, cengeng atau melankolik. Walau sebenarnya, dalam hati saya berharap ada yang mampu ‘read between the lines’ dan merasakan tension yang sebenarnya. Saya yakin orang yang memiliki emphaty semacam ini adalah mereka yang juga pernah mengalami situasi serupa.

Februari tahun ini, hasil CT scan menunjukkan bahwa ada ada tumor di perut ayah saya. Itu menjawab masalah anorexia (kehilangan nafsu makan), rapid weight loss dan kotoran yang berdarah yang ia alami beberapa bulan sebelumnya. Dua bulan kemudian hasil test selanjutnya menemukan bahwa tumor itu adalah malignant (ganas) menyebar lebih cepat dari yang diduga dan telah mengerogoti organ penting lainnya termasuk hati (liver).

Sebagai seorang dokter ia sadar bahwa penyakitnya terlalu serius untuk diobati dan memilih tinggal di rumah untuk menanti entah mujizat terjadi atau ajal menjelang. Kami sense bahwa kepahitan terhadap Tuhan dan gereja semakin intens dalam hatinya karena penderitaan ini.

Sebagai seorang hamba Tuhan, yang telah menyerahkan diri untuk melayani sejak remaja saya tidak mau menyerah. Tidak menyerah pada iblis yang telah dan ingin terus memporak-poradakan keluarga saya ini. Tidak juga menyerah kepadanya untuk merebut milik ayah saya yang terakhir: jiwanya!

Inilah yang menjadi beban doa saya bukan hanya sebagai anak tapi sebagai hamba Tuhan yang percaya dengan nature Tuhan yang saya layani sebagai: pengasih,penyanyang, pengampun, penyembuh penyedia. My life and ministry depend on these very nature of God.

Saya sadar bahwa ayah saya punya banyak pelanggaran dan dosa. But who is not? Siapa manusia yang tidak berdosa? Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Sebagai seorang Kristen, saya pun hanya salah satu orang yang beruntung memperoleh anugerah keselamatan itu. Bukan karena perbuatan baik atau usaha lainnya tapi semata-mata karena anugerah.

Ketika dibalik pintu tertutup, dalam sepi dan kesendirian saya menaikkan doa dengan erangan pada satu lagi jiwa untuk kerajaan Allah dan jiwa itu kebetulan adalah ayah saya sendiri, Tuhan menjawab.
Ia menjawab bahwa penyakit itu hanya sementara dan akan keluar dalam bentuk kotoran. Ini adalah cara Tuhan melembutkan dan merendahkan hati ayah saya yang selama ini sangat keras.

Beberapa hari kemudian ayah saya mengalami bahwa ada kotoran asing yang keluar dari tubuhnya. Warnanya hitam dan kotor. Sejak itu ia merasakan perubahan, tubuhnya jadi semakin kuat, semangat hidupnya bangkit, nafsu makannya mulai kembali. Ia kembali bisa makan makanan yang ia inginkan setelah selama ini hanya makan satu dua sendok bubur dan minum cereal encer untuk mempertahankan hidup.

Bukan hanya tumor yang berhasil keluar dari perutnya namun spirit of alchoholism. Ia juga terlepas dari minuman keras yang telah mengikatnya hampir selama hidupnya.

Saat ini, hampir dua bulan berlalu. Cukup waktu ‘wait and see’ untuk menyaksikan mujizat Tuhan. Dari terbaring di tidur akhirnya beliau bisa berjalan,makan, mencuci, bersih-bersih, melanjutkan hobbynya memasak dan kegiatan lain dalam rumah. Berat badannya terus bertambah dan perutnya mengecil (sebelumnya seperti orang hamil). Ia juga tampak semakin religiuos dengan imannya pada Yesus Kristus.

Mujizat itu masih terjadi dan terjadi buat setiap pribadi yang mengharapkannya.

Tags: , , ,