Pernah Anda merasakan lapar dan haus? Tentu saja. Tubuh kita terbiasa dengan perasaan ini apalagi pada saat-saat berpuasa.
Ada perkiraan yang mengatakan bahwa tubuh kita ini terdiri dari 80% air. Jadi selain dari otak, tulang dan beberapa organ lain, sebenarnya kita ini ada balon air berjalan.
Biasanya orang dapat bertahan hidup selama 7 hari tanpa makan tapi tidak tanpa minum.Kalau mau coba silakan saja. Bagaimana kalau saudara berhenti minum. Yang terjadi adalah, pikiran yang ngaco, kulit jadi bersisik, organ-organ vital menyusut.
Mata kita butuh air untuk menangis, mulut butuh air untuk mengunyah, kelenjar tubuh butuh air supaya suhu tubuh terkontrol, sel-sel tubuh butuh darah sebagai alat transportasi, sendi-sendi tulang butuh air supaya tidak karatan. Tubuh kita butuh air sama seperti ban mobil butuh udara.
Tubuh kita juga butuh makan. Dari makanan ini kita dapatkan kalori dan energi untuk beraktifitas. Zat-zat makanan seperti karbohidrat, vitamin dan mineral sangat penting untuk kelangsungan hidup kita. Kekurangan salah satu unsur ini juga menjadikan tubuh kita tidak seimbang dan mudah sakit, bahkan kematian.
Kalau kita tidak makan atau minum ada suatu alarm alami yang terjadi. Mulut kering, mata berkunang-kunang, lesu, pikiran jadi ngaco, ini semua adalah indikator bahwa ada yang kurang dalam tubuh kita. Dan biasanya kita tahu apa yang kita butuhkan.
Demikian juga dengan jiwa kita. Coba saja kalau jiwa kita kekurangan cairan, maka ada indikator-indikator yang muncul. Jadi temperamen, kawatir, sedih, putus asa, tidak ada harapan, mudah tersinggung, kesepian, dll. Ini semua adalah pertanda bahwa jiwa kita mengalami kekeringan. Dalam Matius 5:6, Yesus mengatakan berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan.
Apakah yang lebih penting bagi manusia, selain dari pada waktu ia lapar diberi makan dan pada waktu ia haus diberi minum?
Jika anda sedang sekarat karena kehausan kemudian seseorang memberi selembar cek $1000, itu tidak akan berguna. Yang saudara butuhkan segera adalah air!!!
Jika anda sedang sekarat karena kelaparan kemudian seseorang memberikan permata mahal, juga tidak ada gunanya, karena yang saudara butuhkan segera adalah makanan!!!
Demikian juga jika jiwa kita kering. Hidup terasa hampa, tanpa tujuan, penuh kepahitan, dll. Yang saudara butuhkan segera adalah air dan makanan untuk jiwamu. Yesus mengatakan dalam Yoh 4:14, bahwa barangsiapa minum air yang ia berikan ia tidak akan haus selama-lamanya.
John 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
John 6:48-51 Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidupyang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Kalau jiwa kita haus dan datang kepada Tuhan, maka jadikan Yesus seperti air yang saudara minum. Kalau kita minum kita tidak pernah bilang “Hai air, saya butuh 10 tetes untuk otak, 10 tetes untuk paru-paru, 50% untuk darah dan jantung…” Tapi kalau kita minum…biasanya minum saja. Dan air yang kita minum lebih tahu kemana ia akan pergi daripada kita. Ia tahu bagian tubuh mana saja yang butuh air dan berapa banyak.
Demikian waktu kita datang pada Yesus, tidak perlu mengatur Tuhan dengan berkata. Yesus tidak perlu pengarahan untuk membereskan hidup kita, yang ia butuhkan ada kesediaanmu. Jadi sepert air yang kita telan, waktu kita minta Dia menjadi Tuhan, itu juga berarti penyerahan kita akan KetuhananNya, dan biarkan Ia mengalir, mengatur hidupmu seperti yang Ia inginkan. Karena Ia lebih tahu apa yang kita butuhkan lebih dari kita mengenal diri kita.
Yang terpenting adalah kita mengenal tanda-tanda jiwa kita yang menjerit karena kehausan dan kelaparan akan Dia. Jangan biarkan atau abaikan, karena kalau kita lakukan itu maka yang terjadi, adalah kematian!!! Perasaan kita akan menjadi tumpul dan mati rasa.
Dan seperti kita memerlukan minuman dan makanan secara teratur setiap hari, demikian juga kita membutuhkan Dia, setiap hari.
Mengapa kalau puasa kita menjerit akan lapar dan haus, tapi kalau jiwa kita yang puasa dibiarkan…??
(disc: sebagian ide tulisan ini adalah saduran dari berbagai sumber)

Suatu hari yang sibuk di subway saya bertemu dengan seorang wanita yang menarik perhatian saya. Apa yang istimewa dari wanita tersebut? Wajah penuh keriput, bibir dower, hidung jelek, rambut jarang tiga warna dan make up yang dipaksakan. Perkiraan saya wajahnya kelihatan jauh lebih tua dari usia dia sebenarnya . Sangat kontras dengan wajah-wajah muda, cantik dan belia dengan dandan modern disekelilingnya. Secara umum orang akan melihat dia dan teringat akan Yzma, musuh dalam selimut Kuzco (yang sering nonton cartoon Walt Disney pasti tahu).
Anak saya Joel yang berusia tiga setengah tahun mengisi hari-harinya dengan menggambar dan bermain. Pertama kali memegang pencil dan buku gambar ia hanya bisa mencoret-coret yang bagi kami orang dewasa tampak seperti benang kusut tanpa makna. Tapi tidak bagi Joel, semua ada artinya. Jika saya menunjuk suatu garis tidak beraturan dan bertanya “Ini gambar apa?” Dia dengan yakin dan percaya diri akan menjawab “Gambar pesawat!” Dengan sedikit mengernyitkan dahi dalam hati saya berpikir “Apa persamaan antara coretan-coretan itu dengan pesawat?”
Entries (RSS)