Nancy Dinar on March 7th, 2009

Sudah agak lama nggak posting, What to say? Masih proses pemulihan? Iya! Abiz ide, kepala blank ? iya juga! Lagi konsentrasi selesain buku?  iya bener! Sibuk, pelayanan, urusan keluarga, terbang dari satu tempat ke tempat lain? Nggak salah ! Saat ini saya cuman mau kasih ucapan selamat buat beberapa teman yang telah berlelah-lelah menjadi pembaca [...]

Continue reading about A Little Note From Nancy

Nancy Dinar on January 27th, 2009

Hari Senin betepatan dengan Tahun Baru Cina, yang biasanya selalu hujan, adalah hari dimana ayah saya akan dikebumikan. Sejak subuh hujan mengguyur kota Manado yang dalam bulan bulan terakhir ini hampir setiap hari hujan. Saya yang semalam tidak tidur berdoa memohon supaya hujan berhenti mengingat seluruh acara ibadah dan pemakaman akan kacau balau jika hujan [...]

Continue reading about Great Lost with Greater Joy

Nancy Dinar on January 23rd, 2009

Hari ini saya menelpon orang tua di Manado, mama saya yang angkat telpon. Saya ingin sekali ngomong sama Papa saya untuk mengabarkan bahwa Nando dan Joel sudah dapat tiket untuk pulang. Saya berharap ia senang dengan kepastian kedatangan kami. Tidak seperti biasanya Papa berkali-kali bilang sangat rindu Joel dan Mathew, beliau bahkan memaksa saya memanggil [...]

Continue reading about In memory of my own Daddy

Nancy Dinar on January 17th, 2009

Saya terpaku di pinggir sudut pagar pembantas antara rumah kami dan tetangga sebelah. Satu persatu teman bermain saya masuk ke dalam rumah dan masing-masing menerima satu mangkok jajanan sore buatan ibu mereka. Dengan gembira mereka melahapnya seakan-akan tidak ada orang yang memperhatikan bahkan sekan lupa pada asyiknya permainan yang baru saja kami mainkan. Saya mencoba [...]

Continue reading about Hidup Dari Mimpi

Nancy Dinar on January 8th, 2009

Anak saya, Joel, pernah membuat kami panik karena baru bisa menyebut ‘mama’ pada saat ia berusia 2 tahun. Dan ketika anak-anak sebayanya telah bercas-cis cus ia hanya bisa berbicara dua kata dalam kalimat. Demikian pula ketika para temannya mulai menceritakan kisah yang mereka alami di sekolah, Joel masih kesulitan membentuk satu kalimat utuh. Banyak factor [...]

Continue reading about Menemukan dan Mengembangkan Potensi Anak

Nancy Dinar on December 31st, 2008

Barangkali saya satu-satunya orang yang paling tidak berbahagia di malam pergantian tahun karena dari ubun-ubun sampai telapak kaki hampir tidak ada area yang luput dari munculnya bintik-bintik cacar air. Sepanjang malam saya hanya mondar mandir di dalam ruangan karena baik duduk maupun tidur hanya akan menyebabkan beberapa kutil pecah dan menimbulkan rasa perih. Tidak ada [...]

Continue reading about Malam Pergantian Tahun

Nancy Dinar on December 6th, 2008

Satu Desember 2008 kaki saya kembali menjejakkan kaki di bandara Sukarno Hatta menghadapi beberapa bulan didepan untuk memulai penulisan buku perdana saya. Perbedaan mencolok antara kota Jakarta dan Seoul yang baru saja saya tinggalkan adalah temperature suhunya. Setelah berjuang bertahan dalam suhu membeku di bulan Desember saya harus juga harus berhasil menaklukkan teriknya matahari Jakarta [...]

Continue reading about Di Jakarta

Nancy Dinar on November 6th, 2008

Setelah beberapa minggu ini disuguhkan dengan topik-topik yang berat, I just want to a take break for a moment, menyajikan sepenggal kehidupan kami di Korea, sekaligus sebagai Partisipasi dalam Fidda Abbot Contest. Mari pandang sekeliling, dimanapun Anda berada, dan temukan keindahan dibaliknya. Di tengah kemacetan ibu kota, di balik mata pedagang kaki lima, di sela-sela [...]

Continue reading about Hidupku di Korea

Nancy Dinar on October 15th, 2008

“Perkenalkan nama saya adalah Mel White, saya seorang pastor, penulis best seller dan pengajar di Fuller Theological Seminary. Saya seorang gay dan bangga dengan itu karena Tuhan mengasihi dan menerima saya apa adanya!” barangkali inilah perkenalan pertama yang akan kita dengar dari Mel White. Konon selama 35 tahun melakukan berbagai cara seperti doa puasa, pelepasan, [...]

Continue reading about Pendeta Kaum Homo

Nancy Dinar on October 8th, 2008

Ditulisan sebelumnya saya pernah jatuh hati pada Partai Demokrat Amerika karena tersentuh dengan National Convention-nya. Banyak yang terkesan dengan retorika Obama namun waktulah yang akan membuktikannya. Semakin lama sikapnya tampak arrogant. Kata-kata yang puitis, tingginya nilai akademis, kulit hitam manis tidakah berarti tanpa hati yang bijaksana. Sementara itu sangat nyata ketidakadilan media Amerika memperlakukan Calon Partai Republik [...]

Continue reading about Tertipu Obama