Nancy Dinar on November 20th, 2007

“Nancy, beli pita berwarna merah muda satu setengah meter di Toko ABC!” kata mama sembari memberikan uang seratus perak. Dengan penuh semangat saya meraih uang tersebut dan berlari ke toko yang dimaksud. Sepanjang jalan, saya terus menggumankankan “pita merah muda satu setengah meter, pita merah mudah satu setengah meter” berulang-ulang karena takut lupa akan pesan [...]

Continue reading about Pita Merah Muda

Nancy Dinar on October 17th, 2007

Suatu hari saya bertemu dengan seorang gadis . Tak seorangpun yang akan mengira bahwa ia seorang perempuan hanya dari penampilan, tampang dan cara bicaranya. Total seluruh keberadaannya persis seperti seorang anak laki-laki: rambut pendek, tubuh berotot, wajah bergurat keras dan nada suara tegas. Dari ujung rambut ke ujung kaki, ia memakai baju dan aksesori milik [...]

Continue reading about Masa lalu bukan alasan

Nancy Dinar on October 9th, 2007

Untuk berapa lama saya koma, tidak bisa berdoa, membaca Alkitab atau sekedar mengengang kebaikan Tuhan dan mengucap syukur. Seluruh otot-otot dan persendian terasa lumpuh. Setiap hari uring-uringan dan selalu ingin menangis walau tanpa sebab. Masalah kecil kelihatan besar, masalah besar tidak tertanggungkan. Hari-hari seakan merangkak, matahari lambat berputar sedangkan bulan bersinar kelam. Mengapa? Apakah ini [...]

Continue reading about Lembah Kekelaman