Nancy Dinar on February 23rd, 2010

Some of my childhood dreams are flying in an airplane and visit big cities with skyscrapers. I wanted them badly. It doesn’t matter if I have to trade my leisure time for study hard wishing those dreams will come true through good education. I was waiting for the time I might get out from the [...]

Continue reading about My Childhood Dream

Nancy Dinar on May 9th, 2009

Beberapa hari ini, nggak biasanya aku bangun lebih pagi dari fajar. Cuaca di musim gugur yang sejuk namun udara kering mengalir masuk melalui celah sempit jendela yang aku biarkan sedikit terbuka. Hidungku perih dan tenggorokkanku kering, tanda-tanda dehidrasi, karena di kamarku tidak ada humidifier. Bunyi kereta juga terdengar dari celah sempit itu karena rumah kami [...]

Continue reading about Wanita dan Secangkir Kopi

Nancy Dinar on May 2nd, 2009

Suatu saat, kami mendengar bahwa ada salah satu gereja besar Korea yang ingin membuka pelayanan untuk orang Indonesia. Setelah berdoa untuk beberapa waktu karena tidak ingin salah melangkah, kami akhirnya berjumpa dengan salah satu deaconnya. Deacon wanita separuh baya tersebut segera menghubungkan kami lewat telpon dengan pendeta yang in charge buat orang asing. Setelah [...]

Continue reading about Diskriminasi Dalam Gereja

Nancy Dinar on January 17th, 2009

Saya terpaku di pinggir sudut pagar pembantas antara rumah kami dan tetangga sebelah. Satu persatu teman bermain saya masuk ke dalam rumah dan masing-masing menerima satu mangkok jajanan sore buatan ibu mereka. Dengan gembira mereka melahapnya seakan-akan tidak ada orang yang memperhatikan bahkan sekan lupa pada asyiknya permainan yang baru saja kami mainkan. Saya mencoba [...]

Continue reading about Hidup Dari Mimpi

Nancy Dinar on December 31st, 2008

Barangkali saya satu-satunya orang yang paling tidak berbahagia di malam pergantian tahun karena dari ubun-ubun sampai telapak kaki hampir tidak ada area yang luput dari munculnya bintik-bintik cacar air. Sepanjang malam saya hanya mondar mandir di dalam ruangan karena baik duduk maupun tidur hanya akan menyebabkan beberapa kutil pecah dan menimbulkan rasa perih. Tidak ada [...]

Continue reading about Malam Pergantian Tahun

Nancy Dinar on August 27th, 2008

Bagi yang tidak percaya bahwa mujizat masih terjadi, well you’ re in the wrong boat!. Mujizat masih terjadi.
Namun, kalau mau jujur masalahnya bukan pada percaya atau tidak. Banyak orang sungguh percaya bahwa mujizat itu nyata hanya saja bukan untuk mereka. “Miracle is real but is it for me?”; “Miracle is not my stuff”; Miracle [...]

Continue reading about Teman, Mujizat itu nyata!

Nancy Dinar on January 24th, 2008

Bagian ini adalah sebagian cuplikan diary saya tahun 2007. Sebelum membaca post ini sebaiknya membaca pendahuluanya di My Defined Moments 2007.

Sesuatu yang Pasti Datang

12 September 2007

Sesuatu yang pasti datang bagi setiap hamba Tuhan adalah “Stormy weather”. Stormy weather ini dapat berupa abandoned, betrayal, offended, persecuted, etc. Apa yang dialami Paulus terutama yang dibagikan kepada [...]

Continue reading about Masa-masa Kebangkitan 2007

Nancy Dinar on January 20th, 2008

Bagian ini adalah sebagian cuplikan diary saya tahun 2007. Sebelum membaca post ini sebaiknya membaca pendahuluanya di My Defined Moments 2007.

=================

11 April 2007

Seringkali aku berdoa “Lord, let me do something!”. Sejak tamat MDiv empat tahun lalu, menikah dan punya anak sepertinya tidak ada lagi sesuatu yang berarti yang aku lakukan. Selain dari pelayanan yang tidak [...]

Continue reading about Melayani Dengan CaraNya

Nancy Dinar on December 26th, 2007

Cuaca 25 Desember terasa hangat, orang yang gandrung White Christmas bisa jadi kecewa karena tidak ada salju menutupi jalan-jalan. Tidak peduli lagu-lagu di setiap pelosok kota melantunkan “let it snow, let it snow” tapi snow-nya nggak turun-turun juga. Salah siapakah? Apakah ini akibat Global Warming? Semoga yang berkata Global Warming is just a myth [...]

Continue reading about Christmas Tradition

Nancy Dinar on December 14th, 2007

Pertama kali bertemu muka dengan Pak Shim yaitu hari pertama menginjakkan kaki di Korea. Kami sudah sering berkoresponden lewat email sebelumnya karena beliau adalah International registrar sekolah yang akan saya masuki. Kesan saya orangnya rapih, detail dan sangat terorganisir. Dan walapun usianya jauh lebih tua dari ayah saya namun kelihatan sehat, kuat serta semangat hidup [...]

Continue reading about Yang Terpenting Dalam Hidup