Nancy Dinar on February 22nd, 2010

My son is such a beautiful gift to our family. Of course he is getting bigger and don’t want to be called beautiful or baby anymore. It can be understood, he’s just turn 6. I remember bringing home a tiny little baby, not supposed to exist in this world that day but he made it [...]

Continue reading about Happy Birthday Baby

Nancy Dinar on February 11th, 2010

Kasus Dr. Murrray dan Michael Jackson menjadi berita yang paling menyedot perhatian media massa saat ini. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan sanga dn g ddokter yang didakwa membunuh manusia paling kreatif dan berbakat sedunia. Dr. Murray disebut telah melanggar etika medis karena memberikan propofol di luar rumah sakit padahal ia adalah dokter ahli jantung dan pada [...]

Continue reading about Insomnia, Kutukan Dewa Malam

Nancy Dinar on October 1st, 2009

Playing and eating for adults are totally different in meaning. We don’t do them at the same time. But for 2 years old Matthew, they are just the same things. What we view as playing with his food he is actually eating it. He squeezed his cheese, blended it with cereal and cookies before put [...]

Continue reading about Playing and Eating

Nancy Dinar on May 13th, 2009

Sebenarnya cuaca siang ini enaknya dipake untuk tidur. Hujan lebat, udara sejuk, rumah sepi, tapi anak-anakku sepertinya belum kehabisan energi untuk bermain dan bercanda. Teriakan dan omelan saya untuk mereka cepat tidur –supaya mami punya time alone- sama sekali tidak digubris mereka. Setelah 3 jam dalam pergumulan -saya hampir menyerah karena kepala terasa senut-senut- dengan [...]

Continue reading about Masalah dalam Keluargaku

Nancy Dinar on May 9th, 2009

Beberapa hari ini, nggak biasanya aku bangun lebih pagi dari fajar. Cuaca di musim gugur yang sejuk namun udara kering mengalir masuk melalui celah sempit jendela yang aku biarkan sedikit terbuka. Hidungku perih dan tenggorokkanku kering, tanda-tanda dehidrasi, karena di kamarku tidak ada humidifier. Bunyi kereta juga terdengar dari celah sempit itu karena rumah kami [...]

Continue reading about Wanita dan Secangkir Kopi

Nancy Dinar on May 2nd, 2009

Suatu saat, kami mendengar bahwa ada salah satu gereja besar Korea yang ingin membuka pelayanan untuk orang Indonesia. Setelah berdoa untuk beberapa waktu karena tidak ingin salah melangkah, kami akhirnya berjumpa dengan salah satu deaconnya. Deacon wanita separuh baya tersebut segera menghubungkan kami lewat telpon dengan pendeta yang in charge buat orang asing. Setelah beberapa [...]

Continue reading about Diskriminasi Dalam Gereja

Nancy Dinar on March 7th, 2009

Sudah agak lama nggak posting, What to say? Masih proses pemulihan? Iya! Abiz ide, kepala blank ? iya juga! Lagi konsentrasi selesain buku?  iya bener! Sibuk, pelayanan, urusan keluarga, terbang dari satu tempat ke tempat lain? Nggak salah ! Saat ini saya cuman mau kasih ucapan selamat buat beberapa teman yang telah berlelah-lelah menjadi pembaca [...]

Continue reading about A Little Note From Nancy

Nancy Dinar on January 8th, 2009

Anak saya, Joel, pernah membuat kami panik karena baru bisa menyebut ‘mama’ pada saat ia berusia 2 tahun. Dan ketika anak-anak sebayanya telah bercas-cis cus ia hanya bisa berbicara dua kata dalam kalimat. Demikian pula ketika para temannya mulai menceritakan kisah yang mereka alami di sekolah, Joel masih kesulitan membentuk satu kalimat utuh. Banyak factor [...]

Continue reading about Menemukan dan Mengembangkan Potensi Anak

Nancy Dinar on December 31st, 2008

Barangkali saya satu-satunya orang yang paling tidak berbahagia di malam pergantian tahun karena dari ubun-ubun sampai telapak kaki hampir tidak ada area yang luput dari munculnya bintik-bintik cacar air. Sepanjang malam saya hanya mondar mandir di dalam ruangan karena baik duduk maupun tidur hanya akan menyebabkan beberapa kutil pecah dan menimbulkan rasa perih. Tidak ada [...]

Continue reading about Malam Pergantian Tahun

Nancy Dinar on December 6th, 2008

Satu Desember 2008 kaki saya kembali menjejakkan kaki di bandara Sukarno Hatta menghadapi beberapa bulan didepan untuk memulai penulisan buku perdana saya. Perbedaan mencolok antara kota Jakarta dan Seoul yang baru saja saya tinggalkan adalah temperature suhunya. Setelah berjuang bertahan dalam suhu membeku di bulan Desember saya harus juga harus berhasil menaklukkan teriknya matahari Jakarta [...]

Continue reading about Di Jakarta