Nancy Dinar on December 31st, 2008

Barangkali saya satu-satunya orang yang paling tidak berbahagia di malam pergantian tahun karena dari ubun-ubun sampai telapak kaki hampir tidak ada area yang luput dari munculnya bintik-bintik cacar air. Sepanjang malam saya hanya mondar mandir di dalam ruangan karena baik duduk maupun tidur hanya akan menyebabkan beberapa kutil pecah dan menimbulkan rasa perih. Tidak ada [...]

Continue reading about Malam Pergantian Tahun

Nancy Dinar on December 6th, 2008

Satu Desember 2008 kaki saya kembali menjejakkan kaki di bandara Sukarno Hatta menghadapi beberapa bulan didepan untuk memulai penulisan buku perdana saya. Perbedaan mencolok antara kota Jakarta dan Seoul yang baru saja saya tinggalkan adalah temperature suhunya. Setelah berjuang bertahan dalam suhu membeku di bulan Desember saya harus juga harus berhasil menaklukkan teriknya matahari Jakarta [...]

Continue reading about Di Jakarta

Nancy Dinar on November 6th, 2008

Setelah beberapa minggu ini disuguhkan dengan topik-topik yang berat, I just want to a take break for a moment, menyajikan sepenggal kehidupan kami di Korea, sekaligus sebagai Partisipasi dalam Fidda Abbot Contest.
Mari pandang sekeliling, dimanapun Anda berada, dan temukan keindahan dibaliknya. Di tengah kemacetan ibu kota, di balik mata pedagang kaki lima, di sela-sela tugas [...]

Continue reading about Hidupku di Korea

Nancy Dinar on October 15th, 2008

“Perkenalkan nama saya adalah Mel White, saya seorang pastor, penulis best seller dan pengajar di Fuller Theological Seminary. Saya seorang gay dan bangga dengan itu karena Tuhan mengasihi dan menerima saya apa adanya!” barangkali inilah perkenalan pertama yang akan kita dengar dari Mel White. Konon selama 35 tahun melakukan berbagai cara seperti doa puasa, pelepasan, [...]

Continue reading about Pendeta Kaum Homo

Nancy Dinar on October 1st, 2008

Suatu hari ketika sedang berjalan-jalan dengan seorang teman, ia mengemukakan niatnya untuk mengecat rambut. Menurut saya keinginannya itu tidaklah pantas mengingat profesinya sebagai pendeta. Saya menasihatkannya kalau boleh janganlah rambut kita di cat macam-macam “Kalau pendeta rambutnya merah terus rambut jemaat warna apa?” tanya saya berdiplomasi.
Kejadian itu sekitar 7 tahun lalu. Kami akhirya menikah dan  telah [...]

Continue reading about Rambut Model Mutakhir

Nancy Dinar on August 20th, 2008

Setelah tiga bulan tinggal di Hong Kong akhirnya kami balik lagi ke Korea. Kedatangan kami di sambut oleh teriknya musim panas di bumi Morning Calm ini. Saya bolak balik gelisah, baju anak-anak sudah ditanggalkan namun di dalam rumah masih terasa seperti dalam oven. Meski ingin menghemat akhirnya toh AC window yang disimpan di gundang [...]

Continue reading about Pindah Rumah

Nancy Dinar on April 18th, 2008

Saya duduk terpaku di depan komputer. Telapak tangan dingin berkeringat, kepala pusing dan dada sesak. Sepanjang hari saya jadi murah marah dan tersinggung bahkan untuk masalah yang sepele. Rasanya kesal dan out of control. Ingin sekali mencari kambing hitam dan melemparkan kesalahan kepadanya. Sayang tidak ada kambing di Korea, lagi pula ‘kesalahan’ yang akan dilemparkan [...]

Continue reading about Jika Tuhan bukan Tuhan

Nancy Dinar on December 22nd, 2007

Busy..busy..busy..! Akhirnya setelah tiga minggu tenang dan kesepian, Selasa lalu Nando dan Joel pulang membuat kehidupanku kembali berputar normal. Seperti biasa setelah berpergian jauh saya akan kebagian beres-beresin koper-koper, tas-tas, buku-buku, baju kotor dan bersih yang ujuibile banyaknya. Waktu pergi saya telah membekali mereka dengan pakaian hampir setengah isi [...]

Continue reading about 22 Desember

Nancy Dinar on December 7th, 2007

“Nggak bisa, kita nggak bisa tinggal di Indonesia” kata Nando lewat telpon semalam. Dari suaranya kedengaran kalau dia capek dan kesal. Nando dan anak sulung kami Joel ,memang sedang ada di Jakarta saat ini. Mulanya saya mengira dia ketinggalan busway atau sedang kecopetan sehingga kesal seperti itu.
“Kenapa?” tanya saya pengen tahu . Selama ini saya [...]

Continue reading about Pengaruh Internet Pada Keluarga Kami

Nancy Dinar on November 12th, 2007

Musim gugur (autumn) selalu indah. Bukan hanya karena daun-daun yang berubah warna menjadi merah, kuning dan coklat emas bak lukisan masterpiece, tapi juga cuaca yang sejuk kadang dingin yang kontras dengan teriknya musim panas. Seluruh element ini seringkali membangkitkan rasa romantisme dalam hati . Tidak heran banyak pasangan yang mengikrarkan cinta mereka atau menikah [...]

Continue reading about L’Autunno