Nancy Dinar on November 10th, 2008

Jika ada kesempatan untuk berbuat baik lakukanlah segera, itu mungkin kesempatan terakhir anda.

Di suatu siang hari bolong, jam satu siang, matahari bersinar terik membakar gosong kulit setiap pengelana yang nekad berada di jalanan. Panas yang membakar datangnya tidak hanya dari atas, namun pantulannya di jalan yang beraspal dan tanah kering tandus juga menambah parah teriknya. [...]

Continue reading about Malaikat di dalam Mikrolet

Nancy Dinar on August 29th, 2008

Saya duduk depan CNN tak bergeming untuk mengikuti Democrats Convention coverage. Exciting dan kadang mewek. Ngaco memang, karena saya bukan American bukan pula Political Analyst .
Kalau ditanya mengapa, barangkali beberapa dari mereka memberi inspirasi bagi saya pribadi. Saya bisa menghubungkan pikiran dan pengalaman saya sendiri dengan kehidupan , kepribadian dan pengalaman mereka.
Barrack Obama

Calon presiden dari [...]

Continue reading about How Democrats Inspired Me

Nancy Dinar on August 27th, 2008

Bagi yang tidak percaya bahwa mujizat masih terjadi, well you’ re in the wrong boat!. Mujizat masih terjadi.
Namun, kalau mau jujur masalahnya bukan pada percaya atau tidak. Banyak orang sungguh percaya bahwa mujizat itu nyata hanya saja bukan untuk mereka. “Miracle is real but is it for me?”; “Miracle is not my stuff”; Miracle [...]

Continue reading about Teman, Mujizat itu nyata!

Nancy Dinar on March 11th, 2008

Para penggemar anjing sekalipun pasti tidak suka dengan tampang anjing yang satu ini. Tubuhnya kurus sehingga tulang rusuk nya yang berjajal tampak semua. Moncongnya panjang, sehingga lebih menyerupai moncong serigala daripada model moncong anjing peliharaan. Warna bulunya yang tipis adalah hitam kecoklatan, lebih tepat jika dibilang dekil. Wajahnya kelihatan sangar dan dan tidak ramah namun [...]

Continue reading about Kasih Anjing Liar

Nancy Dinar on January 18th, 2008

Bagian ini adalah sebagian cuplikan diary saya tahun 2007. Sebelum membaca post ini sebaiknya membaca pendahuluanya di My Defined Moments 2007.

=================

9 April 2007

Setiap orang akan mengalami pasang surutnya kehidupan, puncak dan lembah perjalanan hidup. Yang membuat beda adalah tanggapan masing-masing terhadap situasi yang dihadapi.
Ada yang bahagia di puncak dan tercampak di lembah.
Ada yang tenang pada [...]

Continue reading about The Survivors

Nancy Dinar on December 14th, 2007

Pertama kali bertemu muka dengan Pak Shim yaitu hari pertama menginjakkan kaki di Korea. Kami sudah sering berkoresponden lewat email sebelumnya karena beliau adalah International registrar sekolah yang akan saya masuki. Kesan saya orangnya rapih, detail dan sangat terorganisir. Dan walapun usianya jauh lebih tua dari ayah saya namun kelihatan sehat, kuat serta semangat hidup [...]

Continue reading about Yang Terpenting Dalam Hidup

Nancy Dinar on November 14th, 2007

Pada akhir Perang Dunia II seorang pemuda yang telah selesai bertugas melayani negaranya di medan perang menelpon orang tuanya. Ia berkata bahwa ia akan pulang dengan seorang teman. “Tapi Ma” katanya, “Teman saya ini cacat. Dia luka parah. Dia hanya punya satu tangan, satu kaki dan satu mata. Jadi saya pikir ia sebaiknya tinggal dengan [...]

Continue reading about Seandainya Saya Tahu

Nancy Dinar on November 5th, 2007

Tampang mereka memang aneh. Telinga dilubangi, rambut gaya funky dan dicat warna-warni. Pakaian lusuh dan kotor bukan karena tidak ada gantinya. Mereka hanya menikmatinya.
Mereka tidak pedulli dengan diri sendiri, apalagi orang lain. Bagi mereka masa depan adanya di planet lain. Jauh, misterius, aneh, tidak terjangkau, susah dipikirkan. Ada atau tidak sih?
Mereka susah diatur dan tidak [...]

Continue reading about Orang-orang Aneh

Nancy Dinar on November 3rd, 2007

“Tiba-tiba aku sadar dan terjaga. Aku tidak pernah menyangka bisa berada di tempat yang seperti ini. Dalam suatu ruangan yang gelap, kotor dan berbau. Aku dapat merasakan suasana yang mencekam dan melumpuhkan sendi-sendi dan ototku. Aku mencoba untuk melangkah, tapi…ups hampir saja! Dapat kurasakan bahwa tempat ini sangat berbahaya. Naluriku mengatakan bahwa ada banyak jebakan [...]

Continue reading about Sebuah Drama Kehidupan: TERJEBAK

Nancy Dinar on October 31st, 2007

Pertama kali mengenal pasangan ini justru pada saat yang paling menyedihkan. Ketika itu, saya mendapat telpon dari kawan suami bahwa ada sepasang orang Indonesia yang kehilangan bayinya. Mereka sedang di rumah sakit dan menanti tim dokter yang akan membakar (kremasi) tubuh mungil berusia enam minggu tersebut.
Sehari sebelumnya, saya sendiri baru saja kehilangan calon bayi [...]

Continue reading about Sahabat Setia