Archive for the “Become A Better You” Category

Coba bandingkan kehidupan Anda sekarang dengan lima tahun yang lalu:

Jika air matamu masih tercurah untuk masalah yang itu-itu juga tanpa ada penyelesaian, berarti Anda perlu untuk : ASK FOR MORE!

Jika Anda masih bergulat dengan tabiat buruk yang sama dan belum bisa mengendalikannya, ini tandanya Anda perlu : ASK FOR MORE!

Jika pekerjaan dan pendapatan yang Anda punya tidak mengalami kemajuan, tidak ragu lagi bahwa Anda perlu : ASK FOR MORE!

Jika Anda masih memiliki pelayanan yang sama tanpa menunjukkan buah-buah pelayanan, nyatalah Anda harus : ASK FOR MORE!

Jika pacarmu masih yang sama tanpa ada kata serius untuk menikah, jangan malu untuk : ASK FOR MORE! (LOL)

Jika kehidupanmu terasa membosankan, potensimu tidak berkembang, panggilan hidupmu tidak jelas, jangan tunda-tunda lagi untuk : ASK FOR MORE!

Jika ada mimpi yang belum terwujud, cita-cita yang kandas atau visi yang mulai pudar itu bangkitlah dan ASK FOR MORE !

Jika secara keseluruhan Anda tidak bahagia dengan hidup ini jangan tunggu lagi untuk : ASK FOR MORE!

Alasan mengapa engkau tidak mendapatkan adalah karena tidak meminta. Tuhan ingin agar anak-anaknya meminta supaya mereka bersukacita (Yoh 16:24).

Dan contoh yang Tuhan berikan untuk meminta kepadanya terdapat di Lukas 11:5-8.

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, 6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; 7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. 8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Seorang yang mendatangi rumah sahabanya untuk meminta roti. Karena sifatnya yang tidak malu ini, sahabatnya memberikan apa yang mintanya walaupun sebenarnya ia merasa terganggu. Sifat yang tidak tahu malu ini dalam NIV disebut ‘boldness’ atau keberanian.

Inilah tandanya jika permintaanmu jatuh pada kategori ini: jika orang-orang disekitarmu menganggap itu lucu, mustahil atau ‘malu-maluin’ . Atau jika Anda dicap sebagai tukang mimpi yang tidak tahu diri dan mengada-ada. Jika ini yang Anda alami maka itu juga yang Tuhan inginkan.

Tuhan ingin kita meminta sesuatu yang berani dan tanpa malu kepadaNya. Permintaan ini yang akan memberikan signifikasi status kita sebagai anak-anak Tuhan. Permintaan yang biasa-biasa untuk orang biasa tapi permintaan yang luar biasa untuk orang yang luar biasa.

Mintalah sesuatu yang di luar batasan-batasan kemampuanmu, karena jika Anda mampu maka Anda tidak perlu Tuhan. Lagipula itulah yang Tuhan inginkan bagi anak-anakNya agar mereka bisa mengembang ke kanan dan kekiri, dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa (Yes 54:2-4).

Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! 3 Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. 4 Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu.

Anyway, permintaan kita bisa saja malu-maluin saking ‘gede’nya tapi sebenarnya kita tidak akan mendapat malu pada saat semua itu diwujudkan Tuhan. (Yes 54:4).

Comments 4 Comments »

Positive mind produce positive lives. Negative minds produce negative lives. Positive thoughts full of faith and hope. Negative thoughts full of fear and doubt. (Joyce Meyer)

Darimana datangnya pikiran-pikiran negatif?

Kebayakan pikiran negative datang dari luka-luka masa lalu. Mereka adalah orang-orang yang sudah sering mengalami disakiti dan dikecewakan. Ciri-ciri orang seperti ini :

  1. Rendah diri. Mereka memilih untuk bersembunyi, menghindar atau lari. Jika diberikan kepercayaan untuk melakukan sesuatu mereka bisanya menolak, karena mereka takut gagal, ditertawai, dipermalukan. Hasilnnya mereka tidak pernah bisa mengembangkan potensi yang Tuhan berikan.

    Mereka juga takut bermimpi dan berharap, menjadikan mereka orang-orang yang kurang sukses dalam hidup mereka. Karena tidak mau ambil resiko mereka juga jarang mengalami kemenangan. Kata2 yang paling sering mereka ucapkan “ndak usah mimpi tinggi2″, “jangan terlalu banyak berharap”

  2. Suka menyakiti orang lain dengan tindakan dan perkataan. Karena dalam hati mereka penuh luka maka yang keluar juga adalah kata-kata yang kasar dan pedas. Mereka juga lebih memilih menyakiti daripada disakiti. Jika kita masak bahan yg sudah dibersihkan tapi dihidangkan di tempat yg kotor maka kotorlah seluruh masakan. Demikian juga segala sesuatu yang baik jika masuk kedalam hati orang yang penuh luka dan sakit hati juga akan tercemar.
  3. Pandai dalam urusan protes dan kritik. Keahlian mereka adalah mencari kesalahan diantara kebaikan, kekurangan diantara kelebihan. Jika berada dalam suatu disituasi mereka lebih suka melemparkan kritik daripada memberi pujian.

Ada ayat yang selalu menjadi pegangan kami : Roma 8:28 ! Firman Tuhan tidak mengatakan bahwa segala sesuatunya baik tapi segala sesuatu bekerja untuk mendatangkan kebaikan termasuk hal-hal yan buruk.

Adalah baik kalau kita punya pengharapan. Tapi jika tidak terjadi sesuai dengan yang kita harapkan atau rencanakan jangan kecewa apalagi putus asa.

Banyak yang kecewa waktu mereka ke gereja karena tidak menemukan apa yang mereka harapkan. Karena sejak dari rumah mereka sudah membuat rencana, goal, ekspektasi yang jika tidak mereka dapatkan menjadi kecewa.

Sebagai manusia kita mempunyai banyak ekpektasi. Orang yang positif tau bahwa tidak semua keinginannya dapat terpenuhi. Orang negatif kecewa bahkan sebelum mencoba.

Senang jika bisa bergaul dengan orang positif karena mereka selalu membawa kegembiraan dan kecerahan. Mereka juga adalah orang-orang yang dapat memberi semangat dan pujian. Orang-orang seperti biasanya punya banyak teman.

Beberapa orang negatif punyak banyak teman tapi mereka juga adalah sama-sama negatif. Kebiasaan mereka adalah mencari kesalahan orang lain dan membahasnya bersama-sama. Jika ada yang kecewa mereka juga tahu bagaimana menghiburnya dengan encouragement yang negatif. Biasanya orang yang negative akan terhibur mendegar nasihat yang negative juga. Ia merasa terhibur karena tahu bahwa ada orang lain yang sama buruk dengna dirinya.

Langkah penyelamatan:

1. Orang negatif tahu kekurangan orang lain tapi tidak tahu kekuragan diri sendiri. Coba kenali kelemahan kita yang satu ini kemudian…

2. Akui itu dihadapan Tuhan. Setelah itu…

3. Minta Roh Kudus memulihkan. Dan akhirnya…

4. Sel Discipline : karena pikiran2 suka lama bercokol di pikiran butuh waktu dan kemauan yang kuat untuk mengeluarkannya.

Philippians 4:8 adi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajkan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Comments No Comments »

Siapakah orang yang terpandai yang pernah hidup? Jika pertanyaan ini dilontarkan, pikiran yang terlintas di kepala kebanyakan orang adalah Albert Eisntein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alfa Edison, Isaac Newton, Mozart, atau sederetan nama terkenal lainnya.

Tapi jawabannya bukan mereka. Orang yang paling pandai yang pernah hidup bernama William Sidis. Jika orang normal memiliki IQ 90-110, Albert Eistein sebagai prototype jenius memiliki IQ 160, Sidis memiliki IQ yang ‘out of scale’. Diperkirakan IQ-nya berkisar 250-300.

Menurut ibunya, Sidis mulai berbicara pada usia 4 bulan dan membaca Koran pada usia 18 bulan. Pada usia 8 tahun ia mengajari dirinya sendiri bahasa Latin, Yunani,, Rusia, Prancis, Jerman, Ibrani, Armenia dan Turki. Ia akhirnya dapat menguasai 40 bahasa dan kabarnya ia bisa belajar bahasa dalam satu hari. Ia menyelesaikan SD dalam 7 bulan, Sekolah Menengah 6 minggu dan lulus Kedokteran Harvard dan MIT pada waktu berusia 11 tahun.

Sayangnya William Sidis meninggal pada usia 46 tahun karena stroke dan sejarah hampir tidak mencatat apa-apa tentang dia. Ia tidak punya peninggalan seperti jenius lainnya. Ia tidak memiliki apa-apa yang bisa disumbangkan bagi peradaban manusia padahal ia lahir di abad ke 20. Hidup dan potensinya sia-sia karena tidak ada keinginan untuk menyumbangkan sesuatu bagi kepentingan dunia.

Kepandaian tidak menentukan kontribusi dan pengaruh yang kita berikan bagi sesama. Dampak bagi umat manusia hanya datang dari keinginan atau desire untuk melakukan dan mengembangkan dan potensi yang kita miliki. Itulah yang menentukan tingginya puncak hidup seseorang.

Kebanyakan kita tidak dilahirkan sebagai orang jenius, namun kita adalah makhluk yang diciptakan sesuai dengan image Tuhan. Kepada kita telah diberikan kemampuan yang unik oleh Sang Pencipta. Tujuan Tuhan agar manusia bisa memuliakanNya dan menjadi penguasa atas ciptaanNya yang lain. Jangan sia-siakan potensi yang Tuhan sudah investasikan dalam hidup kita. Temukan dan kembangkan.

Comments 6 Comments »

Saya duduk terpaku di depan  komputer. Telapak tangan dingin berkeringat, kepala pusing dan dada sesak. Sepanjang hari saya jadi murah marah dan tersinggung bahkan untuk masalah yang sepele. Rasanya kesal dan out of control. Ingin sekali mencari kambing hitam dan melemparkan kesalahan kepadanya. Sayang tidak ada kambing di Korea, lagi pula ‘kesalahan’ yang akan dilemparkan juga tidak ada.  

Berbulan-bulan  sudah saya mengurus dokumen untuk program doktor dan browsing untuk segala kemungkinan grant dan scholarship. Saat pintu hampir terbuka, transcript dari universitas di Indonesia belum bisa diurus. Alasannya, unik dan cuman ada di Indonesia: libur bersama, fakulty cuti, demo mahasiswa, huru-hara, kemudian libur lagi… so on. Mak…! deadline sudah dekat. Beberapa tahun ini rencana untuk melanjutkan sekolah  selalu ada saja halangannya. Kalau orang bilang mimpi itu gratis, rasanya nggak juga: it has prices!.

Dan itu hanya salah satu masalah saja, masalah-masalah lain seperti orang tua sakit berat, anak-anak rewel dan butuh perhatian, pekerjaan rumah  menumpuk dan tumpang tindih , dsb…

Nando selalu memberi semangat dan berkata “bisa kok sayang” yang rasanya seperti satu karung beras dipikulkan ke pundak saya, bertambah sekarung tiap kali ia mencoba menghibur.

Saya pun menarik diri dari depan komputer dan mulai merenung: mengapa Anxiety ini datang?

=====

Anxiety adalah alarm bahwa kita sedang berhadapan dengan situasi yang berbahaya. Reaksi ini normal dan natural, sama seperti rasa takut, marah atau senang.

Anxiety muncul  jika situasi menjadi tidak pasti, keadaan tidak terkontrol, tangung jawab bertambah, tugas menumpuk, keinginan tidak tercapai, tekanan berat dan tuntutan betubi-tubi.

Anxiety menyerang jika kita menyambut rasa  khawatir, takut, cemas dan risau dan menjamu mereka.

Dan sebagai orang Kristen, anxiety adalah tanda bahwa kita sedang mengambil alih pekerjaan yang seharusnya menjadi bagian Tuhan. Anxiety bisa juga berarti signal bahwa jalan yang akan kita ambil bukanlah kehendak Tuhan.

Ada yang menghitung bahwa kata seperti “Jangat takut…”, “do not fear..”, “ don’t be afraid..!”, terdapat sebanyak 365 kali  dalam Alkitab, yang berarti paling tidak satu kali dalam sehari Tuhan ingatkan kita bahwa “He is in control”

Tuhan ingin kita mensyukuri berkat-berkatnya. Tapi berkat-berkatNya itu tidak bisa dinikmati jika hati kita kacau balau. Perasaan takut, khawatir dan cemas membuat pandangan rohani kabur sehingga perkerjaan Tuhan menjadi tidak berarti. Karena mata rohani tidak bisa melihat dengan jelas, kita terpaku dengan pintu yang tertutup dan meratapinya sehingga gagal melihat pintu-pintu yang sedang dibukakan Tuhan. 

Hari itu setelah menyadari semua ini, saya menarik napas panjang dan mengembalikan semua pada tempatnya. Bagian Tuhan menjadi bagianNya dan bagian saya menjadi milik saya. That’s all. Ada rasa syukur dan tenang, karena saya percaya everything is in God’s  control.

Comments 4 Comments »

Pada saat lahir seorang bayi memiliki 1.000.000.000.000 sel otak (neuron). Bandingkan dengan jumlah penduduk bumi abad 21 sebanyak 6.000.000.000. Ini berarti dalam kepala bayi terdapat sel otak sebanyak 166 kali lipat jumlah manusia yang tinggal di planet ini.

Tiap sel otak memiliki ratusan dan ribuan cabang atau tentakel yang mirip sekali dengan gurita yang berukuran mikro.

Masing-masing tentakel ini berisi jamur atau spina dendrit yang mengandung ribuan zat kimia. Inilah yang membawa pesan diantara sel otak, semua informasi dalam setiap pikiran, setiap pengalaman belajar, dan setiap daya ingat yang dimiliki.

Contoh:

Ketika kita berpikir, sebuah gelombang elektromagnetis bergerak turun ke cabang sel otak, memicu zat kimia di dalam salah satu jamur, yang kemudian dengan cepat menyebrangi jarak pendek untuk memicu zat kimia di dalam spina dendrit lainnya. Hal ini kemudian memicu respons elektromagnetis dari sel otak sebelahnya.

Proses ini berjalan terus sehingga membentuk jejak setapak yang menyerupai jejak setapak berliku-liku di dalam hutan besar. Dan kecepatan gerak zat kimia ini jika dilihat akan seperti air terjun Niagara.

Dan diselidiki jumlah jejak pikiran ini jika dibuat bentuk teks normal akan membentuk deretan angka sepanjang 10,5 juta km!

Dengan begitu banyaknya kemungkinan tersebut otak manusia, jika seumpama keyboard dapat memainkan ratusan juta juta melodi. Tidak seorangpun yang masih hidup yang pernah mendekati penggunaan otak secara maksimal. Kekuatan otak manusia ini tidak ada batasannya. (Petr Akhonin, Ilmuwan Otak).

Beda manusia normal dengan jenius…

“Rata-rata manusia menggunakan 3% kapasitas otaknya dan jenius menggunakan 4%”

Semua serangga, ikan, burung atau hewan memiliki sel otak yang sama dengan yang kita miliki. Hanya jumlahnya lebih sedikit. Jumlah sel otak yang dimiliki inilah yang menentukan kecerdasan satu makhluk hidup.

Bandingkan dengna seekor lebah…

Seekor lebah memiliki kurang dari 1.000.000 sel otak. (1/1000.000 jumalh yg dimiliki manusia).

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh seekor lebah adalah:

Terbang, berkelahi, melihat, mendengar, mencium, mengecap, meraba, menyentuh, membangun rumah, mengendalikan suhu, menghitung, melindungi, kemampuan bernavigasi, berjalan, berlari, mengingat, bermain, mengasuh, berkembang biak, bekerja secara konstruktif dan kooperatif dalam sebuah komunitas.

Jika seekor lebah dengan jumlah sel otak kurang dari satu juta dapat melakukan semua itu, pikirkan apa yang dapat dilakukan oleh manusia!!

Pada waktu kecil dalam otak kita terjadi suatu ledakan. Saat itu setiap sel otak (neuron) yang jumlahnya berjuta-juta mengeluarkan sejumlah serat yang sangat halus dan kecil ke segala arah, mencari dan membuat sambungan dengan ribuan sampai puluhan ribu sel otak lainnya. Ini yang dinamakan interkoneksi. Proses ini kemudian berlanjut seterusnya seumur hidup. Pada saat lahir jumlah sel otak kita tidak akan bertambah lagi. Yang akan bertambah adalah jumlah interkoneksi inilah.

Fakta penting…

Yang menentukan kecerdasan seseorang bukan jumlah sel otaknya. Sel otak kita sudah memiliki kapasitas yang jauh lebih dari sekedar jenius. Namum, kecerdasan seseorang adalah jumlah interkonkesi sel otak ini. Jumlah interkoneksi ini sebagian besar ditentukan oleh mutu yang sangat baik dari Makanan Otak. Makanan Otak adalah Oksygen, Nutrisi, Kasih Sayang dan Informasi.

(Dari apa yang saya baca dibukunya TONY BUZAN “BRAIN CHILD”)

Catatan:

Tuhan memberikan manusia kemapuan yang tidak terbatas yang belum pernah ter-ekplopre oleh jenius paling pintar sedunia sekalipun. Tujuan semuanya itu agar manusia bisa menaklukkan dunia dan menjadi penguasa atas semua cipataanNya. Seharusnya manusia sadar bahwa kecerdasannya itu adalah anugerah Tuhan sebagai makhluk ciptaan yang mulia yang seharusnya dipakai untuk menyembahNya dan bukan untuk menentangNya.

Semakin banyak seseorang belajar, makan semakin ia tahu bahwa betapa sedikitnya apa yang telah ia ketahui.

Comments No Comments »

Apa yang Anda pikirkan tentang hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan bahkan tahun-tahun yang ada didepanmu? Apakah Anda tahu ukuran kesuksesan Anda di masa mendatang? Bagi Anda yang tidak tahu pasti apa yang Tuhan sediakan bagi masa depanmu cobalah untuk mengukurnya sekarang.

1. Ukuran masa depanmu adalah sebesar ukuran imanmu.

Iman bukan percaya apa yang bisa Anda lakukan. Iman adalah percaya apa yang sanggup Tuhan lakukan. Hati-hati perbedaanya kadang sangat tipis. Iman bukan hanya percaya bahwa Tuhan itu hidup, melainkan percaya bahwa Tuhan itu hidup dalammu. Iman juga bukan hanya percaya bahwa Tuhan mampu melakukan mujuzat, tapi percaya Ia sanggup melakukanNya lewatmu. Iman juga bukan hanya percaya bahwa Tuhan adalah pencipta dan pemilik langit dan bumi, tapi juga percaya bahwa Anda adalah pewarisnya.

Jangan batasi Tuhan hanya karena imanmu kecil. Dan sebaliknya jangan memiliki iman yang kecil padahal kita percaya pada Tuhan yang besar. Seberapa besar imanmu kepada Tuhan dan apa yang sanggup Ia kerjakan lewat hidupmu, sebesar itu pula masa depanmu.

2. Ukuran masa depanmu adalah sebesar ukuran mimpi-mimpimu.

Jika Anda memiliki mimpi maka Anda memiutangi Tuhan. Jika Anda memiliki angan-angan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, Anda meningatkan Tuhan akan janjiNya. Jika Anda ingin menjadi orang yang sukses dan menduduki tempat-tempat yang tinggi, Anda mebuat Tuhan tersenyum dan berkata “That’s my boy”.

Saya percaya jika ada anak Tuhan yang ingin menjadi berkat bagi banyak orang dan berdoa agar Tuhan memperluas kapasitasnya, maka Tuhan tidak akan menahan diri. Bukankah keinginanNya dari semula untuk menjadikan manusia sebagai penguasa atas semua ciptaanNya? Pasti semua keinginan anak manusia untuk menjalankan tugas mulia ini akan dengan bangga direstui Bapa di surga.

Hanya saja yang terjadi, banyak orang ingin diberkati, ingin kaya, bukan supaya orang lain diberkati juga melainkan tujuannya untuk kepentingan diri sendiri. Tuhan memberkati orang bukan untuk dipakai sendiri. Anda bisa sukses, banyak duit, punya bisnis, sekolah tinggi bukan semata-mata untukmu, tapi juga untuk orang lain. (sekedar mengigatkan saja, ini mah semua juga sudah tahu ya ? :-)

3. Ukuran masa depanmu adalah sebesar ukuran masalahmu.

Manakah yang akan lebih memberkati orang lain: seseorang yang disembuhkan Tuhan dari penyakit panu atau kanker kulit? Jelas ya? (sorry, kalau ada yang panuan baca article ini dan berkata “Nancy, you just don’t know what is ‘panu-an’ means.:-) he..he.. pernah kok saya ngalamin). Semakin besar panu sese… ups sorry lagi, maksud saya : semakin besar masalah seseorang maka semakin besar pula kemungkinan mujizat yang akan dialaminya.

Jika anda melewati masa-masa sulit dan berat bahkan lebih dari orang lain, yang menurut Anda lebih pantas menerimanya, bersukacitalah! Tuhan sedang mempersiapkan Anda untuk sesuatu yang besar. Ingat, Tuhan itu adil. Nggak perlu kita mengingatkan Dia akan keadilannya. Ia bukan seperti pemerintah dunia yang korup yang perlu demo, bawa poster, aksi mogok makan untuk mengingatkan mereka akan keadilan dan pemerataan. Believe me. Dia tahu.

Seharusnya jika Anda melewati masa-masa sulit berkata “Bring it on God!, nih gue, ini kan cuman training doang”. Semakin besar masalahmu semakin besar apa yang sedang Tuhan sediakan untuk masa depanmu. Enjoy guys.

Ps. (dear readers, sorry ya kalau tulisan kali ini terburu-buru. Aku nggak bisa edit lagi, karena besok sudah mau berangkat. Sedangkan sekarang waktu sedang ngetik kedinginan di HK lagi musim dingin juga dan ‘nggak ada pemanas’, kaki saya terasa membeku nih)

Comments No Comments »

Telat kali ya baru ngepost New Year Resolutionsnya sekarang? Sebenarnya website ini ingin saya rubah tampilannya sejak masuk tahun baru kemarin, namun berhubung berbagai kesibukan jadinya tertunda. Tertunda juga nulisnya sampe dua minggu euyy, padahal di kepala lumayan banyak ide yang ingin ditulis cuman tanggung banget. Maklum yang akan ngerjain kan my beloved husband, dia yang punya telenta dan kretifitas sih.

Saat ini nando masih ngerjain foto untuk header buat surprise, mudah2 an memang bisa surprise ya. Selain itu saya juga ingin ngeluncurin website berbahasa Inggris . Template udah ada, dibeli dari Template Monster, hadiah Natal, Anniversary dan Tahun Baru di gabung, dari suami. Idih, ekonomis (baca: irit) banget ya?

Tahun ini saya juga berdoa sambil bermohon supaya terjadi mujizat pada mekanisme tubuhku sehingga bisa tidur lebih nyenyak dan e’e’ lebih lancar. Dua hal yang penting bagi well being kehidupan tapi yang tidak ku miliki. Saya iri banget dengan nando yang bisa dalam sekejap, sebelum hitungan 10 bisa langsung ngorok. Selain kesal karena alunan yang tidak merdu dan tidak dibutuhkan itu, saya juga jengkel dengan kenyataan bahwa saya harus tetap terjaga kadang sampai berjam-jam setelah itu.

“Kosongkan pikiran sayang, jangan mikirin apa-apa” sarannya selalu.

“Sudah dicoba, susah. Jika memang segampang itu, tentu masalah susah tidur tidak ada dalam sejarah manusia” pikir saya.

Selain dari tidurnya yang cepat dan mudah, nando juga buat kesal dengan kebiasaannya untuk pamitan sebelum buang hajat. Dan itu bisa tiga kali sehari, kayak minum antibiotika. Hari ini saya ngomong ke dia “Ya udah kalau mau ke belakang pergi aja gak usah bilang-bilang!” Hampir saja dia lupa tadi waktu mau pamitan lagi “eh. Sorry” katanya, buru-buru ke belakang sambil nyerahin Mathew ke tangan saya.

Untuk yang ini, nando juga kasih tips : “Jongkok aja di closet ada rasa atau nggak yang penting rutin, nanti juga keluar sendiri”

“Sudah dicoba, tapi nggak bisa!” kata saya. “Gampang amat sih solusinya?” Masalah BAB ini sudah saya derita sejak masih anak-anak atau remaja, lupa pastinya, yang jelas sudah lama banget.

Tahun ini sedikit malu-malu, takut ngerepotin Tuhan untuk soal bobo dan be’ol , saya berdoa “Tuhan berikan mujizat tidur nyenyak dan e’e lancar dong”. Saya percaya mujizat masih terjadi.

Resolusi yang lain adalah, keinginan saya untuk bisa lebih mengeksplore potensi-potensiku, siapa tahu masih ada yang keselip. Diumur segini bukan tidak mungkin masih ada bakat tersembunyi atau belum berkembang. Usia tidak pernah menjadi hambatan untuk belajar dan berkarya. Jika dihadapkan dengan usia, saya selalu berpatokan pada Bapa Abraham yang menerima penggenapan janji Tuhan diusia 100 tahun dan Musa yang menemukan panggilannya di usia 40. I still have time.

Beberapa tahun yang lalu saya lumayan banyak nulis puisi -walau untuk konsumsi sendiri- dan ngarang lagu –walau kebayakan sirna karena gak ada yang direkam-. Tahun ini kepengen menggali lagi kemampuan –kemampuan itu, siapa tahu kepeleset jadi orang terkenal. Lol.

Tony Buzan, penulis buku Brain Child mengatakan bahwa beda jenius dan bukan jenius adalah: orang jenius memakai 3% kapasitas otaknya sedangkan yang tidak jenius memakai 1%. Jadi kemana sisanya?

Somehow orang kalau terdesak, di push, diperes-peres, ditonjok-tonjok bisa keluar potensi yang nggak pernah terasah. Misalnya kalau seseorang lagi jatuh cinta, gampang banget bikin puisi cinta atau menulis surat berlembar-lembar padahal dalam keadaan biasa boro-boro puisi buat jurnal tiga paragraf aja acak kadut.

Tahun ini, hopefully, ada puisi-puisi dan lagu-lagu baru lagi.

Setelah itu… last but not least. Bener ini ‘not the least’ resolution, terakhir saya tulis karena saya pikir ini adalah lompatan terbesar.

Awal tahun ini nando memberi sebuah tantangan ” Sayang, lajut sekolah lagi ya di SNU”

“What?? SNU (Seoul National University) Nggak pernah terpikirkan dan terbayangkan sebelumnya, SNU adalah Harvard-nya Korea. Mana bisa?? Background saya kan Seminary.

“Bercanda kali, ngapain SNU mending Online atau ke Universitas lain yang tidak terlalu menakutkan” jawab saya.

Hanya saja, malamnya saya nggak bisa tidur (nah lho, kebisaaan kan?) Dada saya berkecamuk, antara rasa tertantang dan gemetar, apalagi setelah buka website dan lihat requirementnya jadi tambah gemetar lagi. “No..no.. I’m not that smart and not qualified” kata saya berulang-ulang pada diri sendiri juga digedein volumenya supaya didengar Nando.

Tapi nando tidak mundur dari tantangannya. “Siapa bilang kamu tidak qualified? Tuhan kita kan Tuhan yang besar”.

“Iya Tuhan kita memang besar, tapi ini kan SNU, you know?” saya masih saja ngeyel. Namun saja semakin dipikirin kok saya semakin resah.

Tapi tidak, saya tidak akan melangkah karena merasa tertantang, saya akan melangkah jika ini kehendak Tuhan. Mata saya selalu terbayang dan di telinga saya selalu tergiang, karena di SNU ada jurusan yang cocok sekali dengan visi dan mimpi saya selama ini, yang pasti akan sangat membantu pelayanan juga bisa di terima di Market Place. Dalam otak saya terjadi koneksi demi koneksi seperti menghubungkan pieces of puzzles. Dalam hati, I keep praying, “Is this something you want me to do??”

Jawabannya? Nantikan saja.. bulan Juni nanti. Saat ini saya lagi akan baru mau mencoba berniat membuat aplikasi. So.. masih jauh. But is this what God want me to do?? I need to know myself.

Comments 5 Comments »

Cuaca 25 Desember terasa hangat, orang yang gandrung White Christmas bisa jadi kecewa karena tidak ada salju menutupi jalan-jalan. Tidak peduli lagu-lagu di setiap pelosok kota melantunkan “let it snow, let it snow” tapi snow-nya nggak turun-turun juga. Salah siapakah? Apakah ini akibat Global Warming? Semoga yang berkata Global Warming is just a myth bukanlah mereka yang mengharapkan tradisi salju turun di hari Natal.

Buat saya ini adalah Natal ke delapan di Korea. Pertama kali datang beberapa bulan menjelang Christmas, saya belum bisa membayangkan apa yang dinamakan dingin menusuk sum-sum tulang. Beberapa teman mengajari teknik Surviving Winter termasuk membeli sepatu boots kulit berhak tebal yang sedikit kebesaran mengingat kita perlu memakai kaso kaki beberapa lapis. Sebuah keputusan yang sangat tidak berhikmat karena Nando selalu menertawakan sepatu lucu tersebut, padahal kita berpacaran saja belum.

Saya pun biasa memakai baju berlapis-lapis lengkap dengan high neck, sarung tangan dan topi. Kebetulan winter pertama adalah yang paling parah di Korea. Kami harus berjalan di salju yang selutut dan sangat hati-hati menjaga keseimbangan badan supaya tidak jatuh terpeleset. Asrama sekolah saya waktu itu terkenal lebih dingin dari dari yang lain ditambah letaknya di daerah perbukitan.

Seringkali kedapatan saya meringkuk di kamar berselimut tebal menikmati hangatnya selimut listrik karena system pemanasan di asrama tidak memadai. Meskipun demikian kami harus siap sedia sewaktu-waktu dipanggil untuk membersihkan salju yang menutupi jalan masuk ke sekolah. Memang peran terbesar saya dalam membersihkan salju adalah berteriak memberikan semangat kepada kaum pria yang memegang sekop untuk bekerja lebih giat lagi. It was fun.

Itulah sebabnya saya heran karena tahun ini saya bahkan tidak memakai jaket tebal untuk keluar rumah. Ahh, apakah dengan demikian tradisi White Christmas telah berlalu? Saya kira tidak. White tidak selalu berarti salju. White juga bisa berarti pure and holy, mengingatkan kita untuk tetap menjaga hati agar tetap pure and holy tertutama dalam menghadapi tahun baru yang datang menghadang.

Hari-hari yang terbentang di depan kita masih kosong dan bersih, tergantung dengan apakah kita akan melukisnya. Akankah dipenghujung tahun kita mendapati lukisan itu berarti dan dengan bangga menyebutnya masterpiece ataukah sebaliknya? Dengan apakah kita akan mengisi hari-hari itu, dengan senyum dan tawa bahagia atau dengan hati duka dan derai air mata? It’s a matter of choice.

Weleh, kali ini kok nulisnya jagi ngalor ngidul, padahal tadinya pengen nulis tentang Christmas Wish and New Year Resolution (I have no clue, lol). Ya,ya, sudah menjadi tradisi pribadi saya selalu make a personal wish di hari Natal, seperti seorang anak kecil yang merengek minta kado natal pada Papanya. Sedangkan di tahun baru saya membuat beberapa list hal-hal yang perlu diimprove.

Tahun 2008 saya mengajak teman-teman di Korea untuk tidak mengambil satu langkah maju, karena selangkah maju hanya sedikit terpaut dari berhenti di tempat. Yang perlu kita lakukan adalah mengambil lompatan sejauh-jauhnya. Saya sendiri terus memotivasi diri untuk mengambil lompatan jauh itu. Sambil membayangkan visi yang Tuhan taruh dalam hati saya dan memikirkan cara untuk mewujudkannya. Menjadikan tahun yang baru lebih baik bahkan jauuuuh lebih baik dari sebelumnya seharusnya menjadi tradisi kita bersama.

Comments 4 Comments »

Tampang mereka memang aneh. Telinga dilubangi, rambut gaya funky dan dicat warna-warni. Pakaian lusuh dan kotor bukan karena tidak ada gantinya. Mereka hanya menikmatinya.

Mereka tidak pedulli dengan diri sendiri, apalagi orang lain. Bagi mereka masa depan adanya di planet lain. Jauh, misterius, aneh, tidak terjangkau, susah dipikirkan. Ada atau tidak sih?

Mereka susah diatur dan tidak mau berubah. Orangtua mereka memilih untuk menyerah. Virus dalam keluarga. Ditakuti tetangga.

Tapi…tunggu dulu! Suatu hari mereka berubah. Benar-benar berubah! Yang sekarang terjadi di luar perkiraan dan rencana manusia. Bibir mereka selalu tersenyum, wajah ceria, riang gembira. Mereka tidak menakutkan lagi. Orang-orang menyenanginya karena mereka berubah.

(more…)

Comments 1 Comment »

Jari-jari saya menari di atas keyboard komputer. Meskipun saya bukan pengetik yang handal namun saya sudah sangat familiar dengan posisi setiap huruf. Refleks saya sudah cukup terlatih. Memang sesekali harus melirik juga karena selama puluhan tahun saya telah mengetik dengan cara yang salah. Sekarang saya sedang melatih diri untuk mengetik sesuai dengan kaidah sepuluh jari. Tidak mudah. Butuh disiplin dan penyangkalan diri untuk keluar dari comfrot zone selama itu.

Apa yang saya tahu namun tidak saya sadari adalah di setiap tuts komputer saya, terutama pada bagian alphabet tediri dari dua jenis huruf. Yang pertama alphabet Latin (ABC) dan kedua Hangul (huruf Korea). Huruf hangul ada disana sejak hari pertama saya membeli komputer ini. Namun, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, saya tidak pernah menggunakan Hangul tersebut. Mata saya sudah terbiasa mengabaikan keberadaan mereka padahal mereka mengambil tempat hampir 50% dari keyboard komputer saya. Ukurannya pun sebesar alphabet Latin. Saya tidak terpengaruh lagi dengan adanya huruf bulat dan pagar tersebut (ciri khas Hangul adalah bulat dan garis).

(more…)

Comments 1 Comment »

Louisiana Jones Acthitcountersite.com -->