Di posting in saya memuat respon Sri Adrianti Muin ttg tulisan saya sebelumnya “Efektifkan Undang-undang Pornografi itu?”. Anti, nama panggilannya adalah sahabat dekat saya waktu kuliah. Makan, tidur bahkan mandi bareng, dekaat sekali deh. Dia salah satu teman dimana saya bisa curhat apa saja, tentang pelajaran, perasaan, pacar, masa depan, agama, dll. Beda dengan [...]
Dulu pernah seseorang menegur saya karena memakai rok dan mempertontonkan betis saya yang menurutnya bisa membangkitkan gairah erotis J. Jika terjadi sekarang barangkali saya bisa terjerat UU Pornogafi karena telah mengusik libido seseorang. L
Padahal di negara-negara lain yang saya kunjungi pakaian bukanlah ‘fear factor’ baik bagi pemakai maupun penontonnya. Demikian juga entity lain yang [...]
Continue reading about Efektifkah Undang-undang Pornografi itu?
Pertama kali bertemu muka dengan Pak Shim yaitu hari pertama menginjakkan kaki di Korea. Kami sudah sering berkoresponden lewat email sebelumnya karena beliau adalah International registrar sekolah yang akan saya masuki. Kesan saya orangnya rapih, detail dan sangat terorganisir. Dan walapun usianya jauh lebih tua dari ayah saya namun kelihatan sehat, kuat serta semangat hidup [...]
Pada akhir Perang Dunia II seorang pemuda yang telah selesai bertugas melayani negaranya di medan perang menelpon orang tuanya. Ia berkata bahwa ia akan pulang dengan seorang teman. “Tapi Ma” katanya, “Teman saya ini cacat. Dia luka parah. Dia hanya punya satu tangan, satu kaki dan satu mata. Jadi saya pikir ia sebaiknya tinggal dengan [...]
Anak saya Joel yang berusia tiga setengah tahun mengisi hari-harinya dengan menggambar dan bermain. Pertama kali memegang pencil dan buku gambar ia hanya bisa mencoret-coret yang bagi kami orang dewasa tampak seperti benang kusut tanpa makna. Tapi tidak bagi Joel, semua ada artinya. Jika saya menunjuk suatu garis tidak beraturan dan bertanya “Ini gambar apa?” [...]
