Headline »

March 21, 2013 – 8:15 pm |

Buku “KOREA, A to Z” menggambarkan segala sesuatu yang ingin diketahui oleh orang Indonesia baik untuk sekedar menambah pengetahuan, pendamping memahami K-Drama, traveling, kuliah, bekerja  bahkan berimigrasi. Dilengkapi dengan foto-foto baik dari koleksi pribadi maupun …

Read the full story »
Relationship

Single, Husband and Wife, Friendship, Love

Personal Stuffs

Journal, Memoir, Traveling

Relationship

Single, Husband and Wife, Friendship, Love

Family

Parenting, Education, Career, Job

Spirituality

God’s Love, Biblical Figures, Spiritual Growth, Theology

Home » Family, Human Nature, Spirituality

Sakit Melahirkan

Submitted by on October 2, 2013 – 11:32 amNo Comment

downloadSetiap ibu yang punya anak pernah merasakan sakit melahirkan. Tapi setelah anaknya dilahirkan semua sakit hilang diganti dengan kebahagiaan karena  melihat si buah hati.  Meskipun ada juga yang sakitnya kambuh ketika melihat tagihan rumah sakit, tapi itu lain lagi ceritanya (hehehe) J

Yang belum pernah terjadi adalah, ibu yang merasakan sakit melahirkan menyerah dan putus asa kemudian  berkata, “Maaf dok, suster, suamiku, hari ini saya memilih untuk stop sampai di sini. Nggak tahan sakitnya, boo. Mari kita lupakan semuanya, dan anggap saja ini tidak pernah terjadi” Ia kemudian memutuskan untuk tidak jadi melahirkan, memilih bayinya tetap tinggal di dalam rahim dan memulai lembaran hidup baru yang bersih (cie..). Kebanyang gak kalau ini bisa terjadi? Banyak dokter kandungan dan bidan yang kheki dan kehilangan pekerjaan.

Yang jelas, itu tidak mungkin terjadi di dunia ini.

Proses mengandung dan melahirkan pada seorang ibu ini, sebenarnya sama dengan proses dimana kita mengandung mimpi dan melahirkannya dalam bentuk kenyataan. Tuhan yang memberikan kita kemampuan untuk bermimpi pasti juga memberikan kita kesanggupan untuk mewujudkannya. Ada yang berkata, jika engkau bisa bermimpi maka engkau bisa mencapainya.

Hanya saja sering terjadi seperti ini, orang mau mengandung tapi memilih untuk tidak melahirkan. Mengapa? Karena sebelumnya mereka harus melewati sakit melahirkan. Waktu mengalami penderitaan, serta merta mereka lupa untuk apa itu terjadi. Mereka lupa bahwa mereka sedang mengandung. Mereka lupa bahwa mereka akan melahirkan. Fokus mereka hanya pada rasa sakit dan penderitaan yang mendera. Itu saja.

Bedanya dengan proses melahirkan anak yang sudah diatur Tuhan untuk tetap terjadi, proses melahirkan mimpi selalu ada di tangan kita untuk memilih. Apakah kita akan tetap menahan rasa sakit sambil terus menatap ke depan, atau memilih untuk menyerah. Kita bisa membatalkan apa yang telah kita kandung sedemikian lamanya karena tidak tahan dengan rasa sakit.

Kita bisa memilih untuk mengganti kandungan kita dengan mimpi yang lain. Tapi selama gerbang sakit melahirkan kita tidak lewati, kita tidak akan pernah memwujudkannya menjadi kenyataan. Gak heran bukan, begitu banyak orang mimpinya hebat-hebat tapi hidupnya tidak beranjak kemana-mana?

Sakit melahirkan datang bentuk yang berbeda-beda bagi setiap orang. Kebanyakan berhubungan dengan kelemahan diri masing-masing. Sebagian lagi karena orang lain, lingkungan dan keluarga. Ada orang yang perlu melewati proses pembentukan karakter, yang tentu tidak enak. Ada yang mengalami penolakan dan ejekan. Ada yang harus mengalami kerugian, kegagalan, kekecewaan, dsb. Semakin buruk keadaan mental dan spiritual kita, maka sakit melahirkan ini akan semakin intens. Semakin keras kepala dan sulit berubah, maka semakin hebat penderitaan kita. Sebaliknya semakin lembut hati kita dan taat pada suara Tuhan, maka prosesnya akan semakin mudah.

Ah, jika saja setiap orang sadar bahwa proses itu meskipun menyakitkan akan membawa kita pada pintu kesuksesan tentu dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang berbahagia.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.