Headline »

March 21, 2013 – 8:15 pm |

Buku “KOREA, A to Z” menggambarkan segala sesuatu yang ingin diketahui oleh orang Indonesia baik untuk sekedar menambah pengetahuan, pendamping memahami K-Drama, traveling, kuliah, bekerja  bahkan berimigrasi. Dilengkapi dengan foto-foto baik dari koleksi pribadi maupun …

Read the full story »
Relationship

Single, Husband and Wife, Friendship, Love

Personal Stuffs

Journal, Memoir, Traveling

Relationship

Single, Husband and Wife, Friendship, Love

Family

Parenting, Education, Career, Job

Spirituality

God’s Love, Biblical Figures, Spiritual Growth, Theology

Home » Family, Personal Stuffs

Mitos Vs Fakta: Mengajar Anak di Rumah

Submitted by on July 27, 2013 – 4:44 pmNo Comment

joelKami termasuk keluarga yang tidak mampu mengirim anak-anak les ini itu -seperti yang dilakukan mayoritas keluarga di Korea-. Biaya sekolah anak-anak sekarang saja sudah cukup membuat kami ngos-ngosan, dan mau tidak mau rela dikategorikan keluarga ‘tidak sejahtera’.

Tapi saya bersyukur karena: kalau saya bekerja full time dan dapat double incomes, berarti anak-anak saya diurusin orang lain, – (contoh kalau di Indonesia anak-anak diurusin si mbak dan guru-guru les; di Korea cukup di kirim les dari pagi sampai malam). Sekarang, anak-anak saya dirawat papa mamanya yang punya pendidikan master dan doktor, dan juga yang sangat sayang sama mereka. Hayo mana yang lebih baik?

Pertanyaannya: mengapa para ibu ngotot harus bekerja supaya punya duit membayar anaknya diurusin pembantu dan orang lain?

Menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat mitos vs fakta di bawah ini:

Mitos #1 Banyak ibu yang merasa kurang pintar mengajar anaknya.

Fakta: Mbak yang jadi baby sitter atau pembantu di rumah paling cuman tamatan SD atau SMP, dan guru-guru les banyak yang masih kuliah. Sementara itu, ibu yang bisa kerja kantoran pasti pendidikannya lebih tinggi. Masak sih lebih pintar mereka?

Mitos #2 Banyak ibu yang gak sabar karena anaknya suka melawan.

Fakta: Kalau ibunya sendiri gak sabar sama anaknya apalagi orang lain? Emangnya si mbak lebih sabar? Gak atau aja kalau ibunya gak lagi di rumah. Pilih mana digalakin mama sendiri atau digalakin orang lain? Btw, anak yang suka melawan, itu tandanya karena ada ‘unresolved issue’, mungkin karena dari kecil sudah sering diurusin orang lain, kali.

Mitos #3 Kalau gak ikut les ini-itu, nanti anaknya ketinggalan pelajaran.

Fakta: Kurikulum kita sudah di rancang untuk bisa dimengerti oleh anak dengan kepintaran rata-rata. Asalkan anak kita gak punya masalah perkembangan pasti bisa ngikutin. Les tambahan itu hanya untuk ngikutin tren, bukan untuk membuat anak bisa ngikutin pelajaran. Jaman dulu gak ada les-lesan, anak-anak sekolah sampai sarjana mulus-mulus aja.

Mitos #4 Anak yang banyak lesnya pasti lebih pintar.

Fakta: Banyak penelitian yang membuktikan bahwa yang paling berperan perkembangan otak dan jiwa anak adalah kasih sayang orang tua dan kestabilan keluarga. Anak yang kurang perhatian dan kasih sayang, mau dikasih les apapun tetap bermasalah.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.