Headline »

March 21, 2013 – 8:15 pm |

Buku “KOREA, A to Z” menggambarkan segala sesuatu yang ingin diketahui oleh orang Indonesia baik untuk sekedar menambah pengetahuan, pendamping memahami K-Drama, traveling, kuliah, bekerja  bahkan berimigrasi. Dilengkapi dengan foto-foto baik dari koleksi pribadi maupun …

Read the full story »
Relationship

Single, Husband and Wife, Friendship, Love

Personal Stuffs

Journal, Memoir, Traveling

Relationship

Single, Husband and Wife, Friendship, Love

Family

Parenting, Education, Career, Job

Spirituality

God’s Love, Biblical Figures, Spiritual Growth, Theology

Home » Personal Stuffs

Pamer Foto di Facebook

Submitted by on March 7, 2013 – 7:37 pmNo Comment

fotokkFacebook bukan saja memberikan kesempatan bagi penggunanya memuat status tentang apa yang mereka pikirkan, sedang kerjakan, -atau copy paste ide dan status orang dan membuatnya seakan-akan milik sendiri-. Lebih dari itu pengguna FB dapat pula memuat foto-foto kehidupan mereka. Cerita dalam gambar ini sudah pasti sangat powerful. Buktinya saya tidak bisa tidur suatu malam karena melihat postingan orang mati yang difoto close up. Semoga jika saya mati, yang masih hidup punya aturan dan hati nurani dan tidak memuat foto mayat saya di FB!  Biarlah kenangan tentang orang yang baik dan indah saja, bukan mayat membiru dan terbujur kaku.

Saya juga sering merinding melihat foto orang kecelakaan, dibacok preman, ular makan manusia, bayi yang hampir mati karena tumor, dll. Hiiii….Mana kita perlu film horror lagi?

Ada juga yang dihantui oleh foto porno di wall teman atau reputasinya dijungkirbalikkan karena accountnya yang dihack orang. Untuk ini, saya memilih untuk hati-hati menerima pertemanan dan langsung ngeblock orang  yang rada ‘kurang ajar’.

fefeBukan hanya foto yang mengerikan itu yang menghantui kita. Tapi foto postingan teman-teman yang menunjukkan betapa spektakulernya hidup mereka yang berkelana dari satu restoran ke restoran lain mencicipi berbagai menu makanan seolah-olah mereka adalah bintang kuliner lulusan Hell Kitchen. Atau foto-foto dari satu airport ke airport yang lain, dan dari tempat liburan satu ke tempat liburan yang lain, seakan-seakan mereka hidup di Lonely Planet. Juga foto dari panggung satu ke panggung yang lain, seakan-akan mereka adalah kontestan Indonesian Idol yang melaju sampai ke babak final. Dan foto dari satu group ke group yang lain  untuk menunjukkan betapa kepopuleran mereka menandingi the Kardashians.

Kadang gambaran kehidupan tersebut membuat orang lain iri, dan berpikir bahwa hidup mereka tidak beruntung dibanding gemerlapnya hidup para celebrity facebook  tersebut. Gambar-gambar itu saking powerfulnya dapat membuat kita berpikir itulah yang terjadi sesungguhnya dalam hidup mereka.

girls generationPadahal orang memuat foto FB untuk momen yang mereka anggap special, dan ini tidak terjadi setiap hari. Momen itu entah seminggu sekali atau sebulan sekali, atau sekali seumur hidup,  sementara ada ratusan momen lainnya yang tidak dimuat karena memang tidak menarik, memalukan, dan menjatuhkan imej. Mengapa orang tidak memuat foto dirinya setiap kali bangun tidur? Atau fotonya yang belum mandi, awut-awutan, duduk termenung merenungi nasib dengan kolor dan singlet?

Jadi siapa yang harus disalahkan? Mereka yang memosting foto atau mereka yang melihatnya? Bukankan kalau tidak ada lagi foto-foto yang mengesalkan itu, tidak ada lagi hiburan ala facebook reality star?

Semua kembali ke hukum supply dan demand. Persediaan ada karena permintaan. Bukan cuman orang yang kepengin pamer lewat foto tapi yang melihatnya suka sehingga mencet ‘like’.  Semakin pribadi status dan foto seseorang semakin disuka. Banyak orang yang tetap suka membaca status orang yang dimuat setiap menit, mencatat segala yang dilakukannya secara detail. Bangun pagi, breakfast telor ceplok, nyetir sendiri, macet di jalan, tiba di kantor, kerjaan menumpuk (karena sibuk Facebokan), makan siang, ngumpul teman kantor, pulang mampir starbucks mesan caramel macchiato (disertai foto),  tiba di rumah malam, dst. Kalau mau jujur, apakah kita terganggu atau menunggu status-status semacam itu? Jawaban yang jujur ada dalam hati masing-masing.

likeSebenarnya apa sih bedanya orang yang pamer dan orang yang ingin berbagi cerita hidup mereka?

Bedanya, walaupun sangat tipis menurut saya tetap ada. Orang yang pamer hanya menunjukkan kehidupan mereka yang baik-baik saja, dengan tujuan membangun imej diri dan membuat orang lain iri. Fokus utama mereka adalah diri sendiri tanpa memikirkan orang lain. Orang yang ingin berbagi, adalah mereka yang apa adanya. Bukan hanya menunjukkan betapa pandainya, kayanya, populernya, cantik atau tampannya tapi juga mereka mau berbagi ide, pikiran, kesalahan, kegagalan atau ketololan tidak di sengaja. Fokus utama mereka bukan diri sendiri, melainkan orang lain. Berharap melalui status dan foto mereka, ada orang yang terhibur, tertawa, terbangun, memetik hikmah dan mendapat informasi.
meUntuk definisi pamer yang saya buat sendiri, kadang jadi boomerang. Contohnya, emang saya suka pamer foto, terutama tentang anak-anak saya. Saya orang tua bangga yang sok pamer kalau urusan anak-anak ini. Kalau saya kurang berbagi foto diri, itu juga bukan karena tidak ingin pamer, tapi karena saya bukan orang yang photogenic. Dan kurangnya foto makan-makan kami dikarenakan setiap kali pesanan makanan special kami datang langsung di serbu dan dilahap habis sehingga sering lupa difoto. Untuk makanan enak saya memang suka lupa segala-galanya. Demikian juga sebagian besar waktu liburan dan kunjungan ke tempat-tempat special kami, saya kecapean dan amburadul, kadang potang-panting dengan dua anak kecil yang terlalu sangat ceria, jadi malas difoto. Keadaan ini sudah terjadi sekitar sepuluh tahun terakhir. Saat anak-anak mulai gede dan handsoff, usia saya sudah tidak enak difoto-foto lagi. Glek…

Tapi kami tetap punya ratusan atau ribuan foto pribadi yang entah sengaja atau tidak disengaja di ambil meskipun tidak dishare di FB. Biarlah itu dinikmati oleh anak-anak dan cucu-cucu saya dikemudian hari secara pribadi. Untuk sementara saya ingin dikenal lewat pemikiran, ide, tulisan saya yang diusahakan dengan sekuat tenaga sebagai karya orisinal. Jika ada yang merasa ditiru atau mirip idenya, janganlah ge-er dulu, karena memang di bawah matahari ini tidak ada yang baru. Kita hanya sepakat saja.

 

Tags: , ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.