Buat para suami, jika istri dan mertua tidak akur siapakah yang harus dibela? Beberapa orang menjawab, istri yang harus dibela. Beberapa lainnya menjawab ibu yang harus dibela. Banyak juga yang berkata bahwa tidak ada yang harus dibela, kedua wanita itu adalah orang yang paling penting dalam kehidupan seorang pria.
Ya, kita berharap, seorang suami tidak pernah ada dalam pilihan sulit tersebut. Namun, kenyataannya dalam budaya apapun seringkali terjadi perselisihan antra istri dan mertua. Ini adalah kenyataan yang harus dihadapi bukan untuk dihindari.
Sebagai seorang istri, saya tidak pernah mendambakan ada orang lain yang ikut dalam bahtera rumah tangga yang telah kami ikrarkan berdua. Perahu pernikahan hanya bisa di tumpangi dua orang, Tiga menjadikannya terlalu sesak. Perahu itu kemungkinan besar akan tenggelam. Saya berharap suami saya menghormati komitmen sehidup semati yang telah diucapkannya, menjaga api cintanya, dan menjadikan saya ratu dalam hatinya.
Namun, sebagai seorang ibu dari dua orang anak-anak laki-laki, saya pun tidak bisa membayangkan jika kelak mereka akan membela orang lain (nb, istri-istri mereka) daripada saya : Ibu mereka. Tentu ini akan mengingatkan bagaimana sakitnya waktu mereggang nyawa untuk menghadirkan mereka ke dunia ini. Saat dimana jika ada pilihan, menyelamatkan nyawa sendiri atau bayi-nya seorang ibu akan berkata “selamatkan bayi saya saja!”. Ini juga akan mengigatkan bagaimana dalam membesarkan mereka saya harus bersusah payah. Ketika mereka sakit, doa seorang ibu seringkali adalah “Tuhan biarlah saya yang sakit dan jangan anak saya!.”
Bagaimana mengatasi masalah yang sangat lumrah kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari ini dengan bijaksana. Seorang pria tidak perlu menyakiti satu dari wanita yang telah ditempatkan Tuhan untuk menjadikannya seorang manusia yang utuh.
1. Open Wide Your Eyes
Ketika saya bertanya, “Jika Mami kamu tidak setuju kita menikah, apa kamu akan tetap menikahi saya?” (Mami adalah orang tua tunggal suami saya). Suami saya menjawab, “Tidak”. Ini tentu adalah jawaban yang membuat saya shock. Kemana perginya kekutan cinta? Bukankan pernikahan adalah untuk kita buakan untuk orang tua kita?
Sekarang saya mengerti, bahwa pendirian suami saya adalah yang paling bijaksana bagi seseorang yang sedang mencari calon istri. Open wide your eyes. Buka mata lebar-lebar, demikian kita sering dinasihati orang tua sebelum mencari calon pasangan hidup. Doakan pilihan Anda dan biar Tuhan bekerja. Semua yang datang dari Tuhan akan mendatangkan damai sejahtera, termasuk dari calon mertua.
Saya sangat bangga dengan sikap calon mertua saya, yang dulu sangat ‘picky’ dalam menyeleksi menantu. Banyak yang kecewa karena tidak terpilih dan menganggap itu keterlaluan. Tapi saya rasa mereka salah kaprah, karena selama tujuh tahun pernikahan kami, mertua saya tidak pernah masuk campur urusan rumah tangga kami. Seakan-akan, tugasnya sebagai seorang ibu dalam kehidupan rumah tangga anaknya berakhir pada waktu kami mengikrarkan janji sebagai suami istri. Selanjutnya, beliau menjadi teman yang senantiasa mendukung rumah tangga baru yang kami bina.
2. Honor Your Commitment
Meskipun pengalaman saya cukup ideal, tidak semua orang mengalaminya. Banyak masalah dalam keluarga, termasuk konflik ibu dan istri. Suami yang lemah cenderung tunduk pada wanita yang lebih kuat mengontrolnya. Jika istrinya lebih kuat, jadilah dia ISTI (Ikatan Suami Takut Istri). Dan jika ibunya lebih kuat, jadilah ia ISTI (Ikatan Suami Takut Ibu).
Suami dan istri bukan lagi dua, namun mereka telah menjadi satu daging. Apa yang telah lebur menjadi satu dalam ikatan perjanjian di hadapan Tuhan tidak bisa dicampurkan lagi oleh unsur lainnya (aka keluarga). Dalam hal ini campuran yang telah menyatu tersebut tidaklah murni. Dan semua yang tidak murni mudah membusuk. Konflik antara ibu dan istri yang berkelanjutan akan menjadikan rumah tangga lebih rentan.
Inilah yang menyebabkan banyak rumah tangga retak dan menjadikan perceraian sebagai solusi. Perceraian meninggalkan luka di hati keduanya, belum lagi masalah yang harus dihadapi oleh anak-anak mereka. Pilihan ini adalah loose-loose
solution, dalam arti tidak ada yang diuntungkan kecuali master mind dari seluruh kekacauan di dunia ini : Satan.
Oleh karena itu, para kaum pria hormati komitmen yang telah Anda buat di hadapan Tuhan. Ikatan suami dan istri dibawah ‘covenant’ lebih kuat daripada ikatannya dengan saudara sekandung karena “Darah lebih kental dari susu”.
Hormati komitmen yang telah anda buat dengan sekuat tenaga. Menghormati sesuatu atau seseorang bukan berarti kita merendahkan yang lainnya. Demikian juga suami yang menghormati ikatan perjanjiannya bukan berarti ia merendahkan ikatan tali persaudaraannya. Menghormati justru akan menciptakan keseimbangan. Menghormati bukalah ‘favoritsm’ yang berdasakan pada alasan-alasan yang tidak solid. Menghormati menuntut kerendahan hati. Dan dimana ada kerendahan hati disana ada jalan keluar (Mazmur
25:9).
3. Move Out
Berikutnya, “For the goodness sake, move out from your parents’ house!”
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kejadian 2:24)
Ini berarti sebelum berencana untuk menikah sebaiknya pasangan sudah bisa mandiri sehingga tidak bergantung pada orang tua terutama dalam hal mencukupi kehidupan sehari-hari. Jika baik pria maupun wanita masih bergantung pada orang tua untuk menafkai mereka, jangan berharap konflik rumah tangga akan diselesaikan dengan mudahnya. Konsekuensinya jika ada masalah akan melibatkan banyak orang sehingga membuatnya semakin rumit untuk diselesaikan. Seringkali orang tua yang merasa anaknya belum mandiri, otomatis akan memperlakukannya sebagai anak yang belum dewasa meskipun mereka telah menikah.
4. Grow Up
Sebagai orang tua kebahagiaan anak-anak saya merupakan kebahagiaan saya. Demikian juga kesusahan mereka adalah keusasah
saya. Seorang ibu yang menyaksikan bahwa rumah tangga anaknya harmonis dan bahagia tidak akan merepotkan diri untuk mencampuri urusan mereka. Mengatasi masalah suami istri dengan bijaksana akan membawa kedamaiaan bagi semua pihak.
Seorang pria seharusnya dapat menunjukkan bahwa ia telah dewasa dalam mengambil keputusan. Hindarkan diri untuk bertanya kepada ibu apa warna cat rumah atau jenis tehel apa yang paling baik. Biarkan hal-hal ini diputuskan bersama antara suami istri. Jangan pula meminta ibu anda untuk mengajari istri anda memasak atau membenahi rumah. Ini hanya akan membuat istri anda merasa tidak berharga dan membuat ibu anda merasa berkuasa. Terima istri anda apa adanya dan terima perbedaan-perbedaannya dengan ibu anda.
Jika terjadi perbedaan pendapat antara suami istri yang berakhir dengan pertengkaran, adalah tidak dewasa untuk mengadu kepada orang tua. Demikian juga istri jangan berkata, “Pulangkan saja aku ke rumah orang tuaku”. Biarlah apa yang terjadi dibalik pintu tertutup tetap berada disana. Orang tua yang mengetahui rumah tangga anaknya tidak harmonis akan merasa bersalah dan menuntunnya untuk masuk campur.
Jadi, adalah penting bagi suami dan istri untuk selalu bersikap dewasa dan saling menghargai. Diskusikan ha-hal utama dengan pasangan dan jagalah rahasia rumah tangga baik-baik.
5. Build Up Your Faith
Terkahir, meskipun hubungan suami istri adalah satu daging yang tidak terpisahkan, masih ada pribadi yang lebih penting dari keduanya, Dialah Tuhan.
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama (Matius 22:37-38).
Mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati memudahkan kita untuk mengasihi sesama. Memiliki iman dan bertumbuh di dalamnya membuat cinta dua sejoli ikut bertumbuh. Ketika masalah timbul dalam rumah tangga mereka cenderung mencari Tuhan bukan mencari kesalahan pasangannya.
Orang yang takut akan Tuhan, menjaga dirinya untuk tidak menyakiti orang lain termasuk pasangan hidupnya. Mendahulukan kehendak Tuhan dalam segala hal mendatangkan sukacita dan damai sejahtera. Sebab Tuhan tidak menghendaki kekacauan melainkan damai sejahtera (1 Korintus 14:33).



February 6th, 2010 at 12:08 pm
Mantap … sangat baik dijadikan sebgagai refernsi nantinya ..
Btw site ini sangat ingormatif dan dangat berguna untuk pembaca , kepada mbak nancy dinar mohon ya kunjungan nya ke blog aku di
http://lidonsianturi.com dan dari comment ini saya minta ijin untuk menaruh link loe ke blog qw .. ditunggu ya kunjungan nya untuk kasi daran dan kritikan nya ,,,,:)
lidon
February 8th, 2010 at 12:24 pm
cocok neh dijadikan refernsi , itung2 sebelum mau marriett..wkwkwk
btw mapir ya ku gubuk ane , kasih komentar dan kritiknya ya , ditunggu ya di http://lidonsianturi.com