Saat ini dunia ribut membicarakan Susan Boyle. Padahal dua bulan sebelumnya ia hanyalah wanita desa separuh baya yang tidak menarik perhatian siapapun. Susan baru menerima takdirnya sebagai selebrity dunia setelah lolos dalam babak penyisihan Britain Got Talent April lalu.
Mengapa Susan begitu istimewa?
Karena ia berbeda dari peserta lainnya yang mengandalkan penampilan menarik untuk menunjang bakat mereka. Penampilan Susan, ditambah usianya yang hampir 50 tahun justru mengundang tawa dan ejekan. Sebelum ia mulai menyanyi, tidak ada satupun di dalam ruangan yang akan menyangka bahwa ia akan menjadi wanita paling populer dalam sejarah
Youtube. Tapi ketika ia mulai membuka mulutnya dan menyanyikan lagu I Dreamed a Dream, wajah para penonton yang tadinya meremehkan berubah menjadi takjub. Spontan mereka berdiri dan memberikan tepuk tangan.
Satu bulan sejak penampilannya tersebut, Youtube telah mengundang ratusan juta pengunjung. Susan Boyle pun menjadi tokoh entertainment baru yang diwawancarai talk show dan stasiun paling terkemuka seperti Oprah, Larry King, CBS, ABC, Fox dan NBC.
Kemanakah Susan yang bersuara indah pergi selama ini? Mengapa dunia baru mengenalnya pada saat ia berusia 47 tahun?
“Aku tidak pernah diberikan kesempatan sebelumnya” kata Susan kepada juri Britain Got Talent yang salah satunya adalah pria berlidah tajam, Simon Cowell.
Tenyata ada hal-hal di luar daripada sekedar mimpi dan bakat yaitu, kesempatan. Tanpa kesempatan mimpi kita tidak bisa diwujudkan dan bakat kita terkubur hidup-hidup. Karena tampangnya, kesempatan selama ini seakan lari menjauhinya. Ia sering diejek orang karena wajah dan penampilannya. Bukan hanya kesempatan di bidang tarik suara namun juga kesempatan untuk mendapatkan jodoh dan pekerjaan. Sampai saat ini Susan masih single dan mengaku belum pernah di cium, ia hanya pernah bekerja sebagai voluenteer di gereja dan komunitas. Selama itu juga Susan harus merawat ibunya yang belum lama meninggal dunia, keadaan yang membuat ia harus menunda mengejar semua mimpi-mimpinya.
Susan sangat familiar dengan kekecewaan, penolakan, ejekan dan hinaan namun bertekad untuk mewujudkan mimpinya. Untung saja ada Britain Got Talent yang memberikan Susan
kesempatan untuk menampilkan bakatnya tanpa melihat image-nya secara keseluruhan. Kesempatan ini tidak mau dilewatinya, meski ia harus menghadapi berlapis-lapis barisan manusia yang dengan sikap sinis mereka memaksanya untuk mundur.
Selain kesempatan, Susan juga terkenal karena apa yang dinamakan momentum. Walau banyak penyanyi muda, cantik yang juga bersuara malaikat tapi Susan merebut hati dunia. Momentum ini justru datang dari sikap sinis dan negatif para pendengarnya. Betapa terkejutnya ketika mereka mendengar Susan bernyanyi. Perubahan emosi yang besar antara sebelum Susan menyanyi dan sesudahnya telah menciptakan momentum bagi kesuksesan ini. Seseorang yang di remehkan dan mengundang tawa serta cibiran, ternyata memiliki bakat yang luar biasa. Salah satu juri mengatakan Susan adalah “Kejutan terbesar selama 3 tahun acara Britain Got Talent mengudara”
Faktor ketiga yang memegang peranan atas kepopuleran Susan adalah promosi, tentu saja ini karena peran internet dan media massa lainnya
. Merekalah yang mendongkrak Susan naik. Menjadikan citranya menarik untuk diceritakan berulang-ulang. Tokoh-tokoh terkenal seperti Oprah, Larry King dan Simon Cowell juga ikut membantu membuat Susan terkenal.
Di sekitar kita banyak orang yang meremehkan kemampuan kita karena terlebih dulu menilai dari penampilan luar. Barangkali itu juga yang menyebabkan banyak orang yang berbakat mengubur mimpi mereka dalam-dalam dan tidak berani tampil ke depan. Takut malu, takut salah, takut diejek dan menjadi bahan tertawaan membuat banyak dari kita mengabaikan potensi yang Tuhan sudah berikan.
Bertahun-tahun lalu banyak yang tertawa karena suara saya yang terlalu manja dan cempreng. Saya juga sering disindir karena gugup dan gemetar waktu berbicara di depan banyak orang. Namun ini tidak pernah menghentikan keiginan saya untuk mengemukakan pendapat dan berbicara di tempat umum. Bagi beberapa orang sikap saya tidak tahu malu atau tidak tahu diri. Kenekadan ini berbuah hasil, karena sampai sekarang saya bisa berkhotbah, mengajar, menulis atau dengan cara apa saja agar orang lain mengetahui apa yang saya pikirkan. Lama kelamaan rasa takut salah atau ditertawakan orang berkurang diganti oleh rasa percaya diri. Rasa percaya diri inilah yang menjadi lahan subur untuk membuat potensi kita bertumbuh.
Setelah mengalahkan rasa minder ini tugas kita berikutnya adalah bermimpi, percaya dan mewujudkan mimpi jadi kenyataan. Kemudian nantikanlah tiga hal seperti yang diterima Susan Boyle: kesempatan, momentum dan promosi, kebetulan tiga hal ini butuh campur tangan Tuhan. Berbahagialah mereka yang menerimanya karena mereka pantas disebut beruntung (LUCKY) atau diberkati (BLESSED).
Tags: Entertainment, Inspirational




May 29th, 2009 at 11:40 am
Nancy, kupasan yg tajam dan sangat memberkati! Thanks.
May 29th, 2009 at 2:58 pm
sebuah tulisan yg sangat mengajarkan bhw stp manusia jangan putus asa, putus usaha krn akan datang suatu kesempatan yg diberikan Tuhan pd kita semua…
Thx kak Nancy, krn saya ampir putus asa dlm hadapin semua rintangan di hadapanku…
Tulisan ni sangat memberkati ku…
God bless u kak…
June 1st, 2009 at 12:00 pm
Akhirnya Nancy Boyles jadi juara 2. Tapi kisahnya menjadi inspirasi yang luarbiasa, lebih dari sekedar juara BGT (^_^)
June 1st, 2009 at 12:01 pm
Oops… kok Nancy Boyles, hihi.. Susan Boyles, maksud sy.