Saat ini dunia ribut membicarakan Susan Boyle. Padahal dua bulan sebelumnya ia hanyalah wanita desa separuh baya yang tidak menarik perhatian siapapun. Susan baru menerima takdirnya sebagai selebrity dunia setelah lolos dalam babak penyisihan Britain Got Talent April lalu.
Mengapa Susan begitu istimewa?
Karena ia berbeda dari peserta lainnya yang mengandalkan penampilan menarik untuk menunjang bakat mereka. [...]
Continue reading about Susan Boyle : Antara Kesempatan, Momentum dan Promosi
“Banyak orang yang menderita karena perbuatan saya. Penderitaan yang akan muncul kemudian juga tidak bisa dibilang. Saya tidak dapat melakukan apa-apa karena tekanan ini. Saya tidak bisa membaca atau menulis. Hidup dan mati bukankah hanyalah dua nature yang berbeda?”
Itu adalah sebagian dari pesan singkat yang diltulis oleh bekas presiden Korea Selatan sebelum menemui ajalnya [...]
Continue reading about Roh Moo Hyun : Akhir Tragis Seorang Negarawan
Pada saat pemilihan presiden suara terbanyak rakyat Amerika adalah Obama: kulit hitam, liberal, pro aborsi dan pro pernikahan sesama jenis. Namun pada saat pemilihan Idol, lihat siapa yang mendapatkan suara terbanyak? Kris Allen, seorang mahasiswa yang juga nyata sebagai penganut Kristen yang taat. Bekerja sebagai Worship Leader di gerejanya dan menikah dengan gadis pujaan hatinya. [...]
Continue reading about American Idol 2009: Pop Culture America Ternyata Masih Konservatif
Barusan di TV seorang artis Indonesia yang sangat cantik mengaku kalau sebenarnya ia pemalu dan tidak percaya diri. Meskipun ribuan bahkan mungkin jutaan wanita Indonesia mendambakan kecantikan dan popularitas seperti yang dimilikinya ternyata semua itu bukan jaminan kepuasan dan kebahagiaan.
Pada saat remaja, saya adalah salah seorang dari mayoritas manusia yang merasa tidak puas dengan penampilan fisiknya. [...]
Continue reading about Nick Vujicic : Blessed Through Misfortune
Diam-diam, sebenarnya saya mengagumi Paula White. Bukan karena ia pengkhotbah yang cantik dan menawan tapi karena gaya berkhotbahnya yang dinamis dan articulate, ciamik deh.
Saya bilang, diam-diam, ini karena saya tidak mau diketahui mengagumi seseorang yang baik kehidupan pribadi, pelayanan maupun pengajarannya ‘under the spotlight’ (huh, dasar pengecut!). Apalagi karena saya tidak pernah belajar dari apa [...]
Sebenarnya cuaca siang ini enaknya dipake untuk tidur. Hujan lebat, udara sejuk, rumah sepi, tapi anak-anakku sepertinya belum kehabisan energi untuk bermain dan bercanda. Teriakan dan omelan saya untuk mereka cepat tidur –supaya mami punya time alone- sama sekali tidak digubris mereka. Setelah 3 jam dalam pergumulan -saya hampir menyerah karena kepala terasa senut-senut- dengan [...]
Beberapa hari ini, nggak biasanya aku bangun lebih pagi dari fajar. Cuaca di musim gugur yang sejuk namun udara kering mengalir masuk melalui celah sempit jendela yang aku biarkan sedikit terbuka. Hidungku perih dan tenggorokkanku kering, tanda-tanda dehidrasi, karena di kamarku tidak ada humidifier. Bunyi kereta juga terdengar dari celah sempit itu karena rumah kami [...]
Sehari sesudah Natal tahun 2004, kami menerima telpon dari seorang jemaat bahwa keluarganya yang tinggal di Aceh sedang mengalami bencana. Kami hanya berdoa, menunggu dan berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi. Kabar yang kami dengar sehari sesudah kejadian korban yang meninggal sekitar 5000 orang. Satu dua hari sesudah Tsunami menghantam Aceh tidak ada yang [...]
Suatu saat, kami mendengar bahwa ada salah satu gereja besar Korea yang ingin membuka pelayanan untuk orang Indonesia. Setelah berdoa untuk beberapa waktu karena tidak ingin salah melangkah, kami akhirnya berjumpa dengan salah satu deaconnya. Deacon wanita separuh baya tersebut segera menghubungkan kami lewat telpon dengan pendeta yang in charge buat orang asing. Setelah [...]


