Facebook memang canggih. Karena adanya media ini kita akhirnya bisa dihubungkan dengan teman dan sahabat yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Saya pun tidak ketinggalan untuk memanfaatkan FB mencari teman-teman lama. Salah satu teman yang bertemu karena FB adalah Yola, teman SMP saya yang telah berpisah 20 tahun lamanya.
Kami janjian untuk bertemu dan bertukar certia.
Yola memiliki cerita yang hampir mirip dengan yang saya alami. Ia adalah anak dari seorang cedekiawan dan dosen senior di salah satu Universitas Negeri. Sebagaimana keinginan setiap orang tua agar anak-anak mereka sekolah tinggi dan sukses demikian juga keinginan dari orang tua Yola. Selesai pendidikan sarjana, ayahnya mengusahakan agar anaknya ini bisa melanjutkan sekolah di Luar Negeri. Ia pun dikirim ke Eropa.
Namun, Yola yang sejak di bangku Universitas aktif dalam pelayanan Mahasiswa merasa memiliki panggilan untuk terjun ke dalam pelayanan full time. Tentu saja orang tuanya menentang. Segala macam cara dipakai mereka untuk mengembalikan kewarasan anak yang diharapkan ini, termasuk diusir dari rumah. Sayangnya ini tidak menggoyahkan niat Yola untuk tetap melayani di badan pelayanan yang tidak memiliki gaji tetap. Ya, sampai sekarang setelah 12 tahun melayani kawan saya ini hanya hidup dari iman.
Mestinya, orang-orang seperti Yola yang meninggalkan kenyamanan hidup dan cita-cita duniawinya diberkati Tuhan melimpah-limpah. Tapi berkat yang diterimanya sama sekali berbeda dengan definisi berkat yang kita ketahui selama ini. Ia bertemu dengan seorang pria teman sepelayanan dan memutuskan untuk menikah tanpa ada masa pacaran. Mereka pun hidup bahagia dan dikarunia seorang putri. Memasuki tahun ke-lima pernikahan mereka, suaminya di diagnosa menderita tumor otak. Dua minggu kemudian Yola, telah menjadi janda muda di tambah dengan beban pelayanan yang harus dijalaninya sendiri.
Saat bertemu saya, Yola sedang dalam transisi untuk pindah agar lebih dekat dengan orang tuanya. Ayahnya yang dikasihinya ternyata menderita kanker dan harus menjalani berbagai treatment. Yola, yang kelihatan tabah, berkata bahwa ia sangat mengharapkan kesembuhan ayahnya. “Waktu suamiku sakit, saya tidak berdoa untuk kesembuhannya dan menyerahkan dia pada tangan Tuhan, namun kali ini saya berdoa supaya papa bisa sembuh” katanya.
Mengapa yang buruk bisa menimpa orang baik-baik? Baru saya mendengar khotbah yang mengatakan bahwa orang Kristen hidup tanpa masalah karena Yesus telah memikul-Nya. Kenyataannya tidak demikian. Masalah, kesusahan dan kemalangan orang percaya sama sekali tidak berbeda dengan orang lain.
Jadi dimana terletak perbedaannya???
Kenyataan ini adalah salah satu hal yang mengusik hati nurani saya. Sekian tahun saya mencari tahu apa artinya “hidup yang diberkati”, berharap hidup makmur, sehat, pintar, jauh dari kesusahan dan kemalangan, sukses dan tidak pernah gagal. Sayangnya, roda berputar dari atas ke bawah dan sebaliknya. Hidup penuh liku-liku. Apa yang saya dapatkan selama tahun-tahun pembentukan Tuhan ini dituangkan dalam buku pertama saya “turning HURT into HOPE” Saya berharap melalui pengalaman orang lain, pembaca dapat diberkati dan dikuatkan terutama dalam melewati lembah kekelaman.
Tags: Inspirational, Spirituality



April 28th, 2009 at 2:08 pm
Shalom kak Nancy,
Bener, Mengapa yang buruk bisa menimpa orang baik-baik? Sedangkan orang yang tidak mengenal Tuhan, hidup mereka semakin makmur dan sangat diberkati dengan segala kelimpahan baik di dalam materi dan segalanya.
Kak Nancy, tuh semua juga selalu di otak ku…
Kak Nancy, kapan bisa didapatkan buku “turning HURT into HOPE”
Salam buat pastor fernando,jose,dan mattew
Hope we can meet again in hongkong
God bless u and ur family
May 3rd, 2009 at 9:18 pm
Selamat Hari Minggu Mba Nancy sekeluarga!
Salut juga buat Mba Yola, may God’s Grace be with you.
Mba Nancy, selamat ya atas terbitnya buku perdana “TURNING HURT into HOPE” ini. Aku turut berdoa semoga bisa jadi berkat yang luar biasa bagi banyak orang. Pesan dari buku ini bagaikan melihat suatu titik terang bahwa apapun dapat kita tanggung dalam Tuhan yang memberi kekuatan kepada kita.
Btw, aku ga bisa buka posting “Diskriminasi Dalam Gereja”. Maybe something happened with my internet.
Well, may God Bless you my sister!
November 17th, 2011 at 12:24 pm
Jawabannya adalah sederhana :
Ini adalah di bumi,
Bukan di Surga!.
?.