Selama ini saya meminta tolong empat orang sahabat saya di blogosphere untuk memberikan masukan mereka tetang buku yang saya tulis. Tentu saja orang-orang ini spesial dimata saya. Selain mereka sendiri merupakan penulis-penulis yang berkualitas juga memiliki hati yang tulus. Saya terkejut, karena dari empat orang memberikan masukan yang tidak terduga dari sudut pandang yang berbeda. Rasanya, senang dan berdebar-debar menantikan pihak ketiga mengupas tulisan kita.
Apa yang saya rasakan, jauhnya buku ini dari yang ‘ideal’. Ibarat makanan masih belum seluruhnya matang. Memang ini menu (baca : draft) langsung dari penggorengan, saya sendiri belum mengadakan review dan editing. Jadi maaf kepada teman-teman pembaca karena disuguhi makanan belum matang.
Terlepas dari banyak error yang akan saya simpan sendiri dan tentunya menyempurnakannya, saya berterima kasih untuk kesan yang mereka berikan tentang isi buku ini. Saya percaya pada kejujuran dan ketulusan hati dari teman-teman ini.
JOHN JESHURUN SAYS:
Seakan Tuhan berbicara lewat kata-kata di buku ini dan mengkonselingku. Aku dikuatkan, diajar, ditegur, diteguhkan dan dimotivasi kembali. Sungguh aku diberkati. Tuhan memakai kehidupan dan kesaksian Nancy Dinar untuk menuntunku. Dari sini aku jadi semakin mengenal Tuhan, sifat-Nya, jalan jalan-Nya dan rencana-Nya atas hidupku. Kalo aku diberkati, aku juga yakin banyak orang akan diberkati juga lewat buku ini.
ENAK DIBACA
Makanya cepet selesai bacanya. Bagiku, buku yang baik sama seperti makanan. Makanan yang enak, pasti cepet habis, beda kalo makanan yang eneg atau yang kurang enak, pasti meninggalkan sisa. Terlepas dari masalah taste (kesukaan), ini pasti berlaku umum untuksemua orang.
Ada beberapa buku rohani yang aku kubaca hanya ½, ¼ , bahkan ada yang cuma bab 1 nya aja, alias ga habis. Padahal penulisnya pemimpin-pemimpin besar. Beda dengan buku Mbak Nancy, berikut ini beberapa alasannya:
1. This book is about me. Ternyata pribadi John ada kok disinggung dalam buku ini.
Maybe tiap-tiap orang juga ada. Inilah rahasia sukses sebuah buku. Bahkan Joel Osteen tahu rahasia ini dan membuat judul buku keduanya: “Become a better You”.
2. Testimony is a powerful message. Kesaksian dari penulis sendiri membuat buku ini menjadi lebih hidup.
3. Simplicity always attract people. Ga ada yang bisa menggantikan kesederhanaan dalam hal komunikasi. Buku yang baik selalu berhasil mengkomunikasikan pesan-pesan kepada pembaca.
4. Personal needs. Harapan sebagai inti dari buku ini tentu saja sangat dibutuhkan saat ini. Siapa sih yang ga pernah strees, tertekan, dikhianati, kesepian, sakit dan tertindas?
5. Humility. Penulis tanpa ragu menceritakan beberapa kegagalannya, kekurangannya dan kelemahannya-but tapi justru itu yang menjadi kekuatan buku ini. Buat orang terinspirasi untuk bangkit kembali dan mau belajar untuk masa depan yang lebih baik.
6. The Way of God. Buku ini tidak saja menekankan perubahan sebagai result, tapi membuat orang mengenal jalan-jalan Tuhan dan mengerti hati dan rencana Tuhan dalam atas hidup mereka. Sebagaimana penulis juga mengalami hal yang sama. Overall, sebuah buku yang bagus. Jika aku diberkati, aku yakin banyak orang lain kan diberkati.
GRATCIA SIAHAYA SAYS:
Menurut saya buku ini sangat menarik, menguatkan dan kesannya tidak menggurui, melainkan memberikan pandangan yang meluruskan sesuatu. Ayat-ayat serta ilustrasi yang diambil dari Alkitab sangat familiar dan karena itu mudah untuk dicerna. Terus terang saya mendapatkan momen pencerahan beberapa kali dalam beberapa bagian buku ini, terutama di halaman-halaman terakhir yg saya baca.
FIDDA ABOOT SAYS:
Dengan membaca buku Nancy yg pertama ini, aku jadi memahami dan mengenal siapa Nancy, kehidupan Nancy di waktu kecil hingga dewasa meskipun tak terlalu lengkap, ttp sudah dpt menarik kesimpulan ttg pribadi Nancy. Sungguh luar biasa mengenal seseorang hy melalui tulisannya saja.
Kesaksian yang hidup adalah kesaksian dari mereka yang mengalami secara langsung suka duka kehidupan dan berjalan bersama Tuhan hingga mencapai kemenangan sehingga mereka dapat menjadi terang dan lilin yang meneruskannya kepada sesama dalam berbagai cara, termasuk melalui tulisan-tulisan. Buku ini merupakan sebuah contoh yang kiranya patut dan layak untuk dibaca oleh siapa saja yang merindukan penyertaan dan kekuatan dari Tuhan untuk menyongsong masa depan. Rasakan getaran dan pancaran roh kudus pada setiap ungkapan yang tertuang melalui tulisan Nancy. Tuhan memberkati. Amin.
SAHALA NAPITUPULU SAYS:
Saya telah membaca semua draft buku Don’t Stop Thinking About Tomorrow ( judul ini sedang dalam pertimbangan untuk diganti, Nancy) Saya suka dengan isi buku bu Nancy ini. Buku ini punya bobot rohani yang dalam dan sangat inspirasional. Dan buku ini juga diakhiri dengan penutup yang sangat bagus supaya pembaca tetap punya pengharapan kepada Jesus dan Menantikan MujizatNya Terjadi.
============
Sekali lagi terima kasih bagi teman-teman yang sudah meluangkan waktu membaca dan memberi masukan untuk membuat buku ini menjadi lebih baik.
Banyak sudah teman yang ‘menuntut’ agar buku ini segera diselesaikan karena penasaran (Korban promosi kali? Lol). Meskipun berusaha dengan sekuat tenaga, tapi saya tidak bisa mengerjakan dengan ‘kecepatan’ seperti yang diharapkan beberapa orang. Dengan tugas sebagai istri dan ibu rumah tangga, traveling yang intens selama ini memaksa terjadi penundaan.
Setelah berdoa dan menantikan jawaban Tuhan bagi tentang arah pelayanan kami, Tuhan sudah menaruh ‘the path to the next level’. Inilah yang sedang kami kejar sekarang. Meskipun dalam beberapa hal terjadi kemunduran tapi saya percaya jalan orang yang mengasihi Tuhan ‘selalu naik dan bukan turun’ (Ul 28:13).
Kadang hidup kita seperti dalam arena lompat jauh dimana seorang atlit harus mundur sejauh-jauhnya untuk mengumpulkan tenaga dan kekuatan sebelum melompat sejauh-jauhnya. Saya juga percaya ini yang perlu kami lakukan. Beberapa orang meragukan, bertanya-tanya, ‘wait and see’, beberapa mungkin mengkritik, protes, tidak setuju, mencibir, tapi Tuhan memberikan kami kekuatan untuk menghadapi segala perkara (Phil 4:13).
Berjalan bersama Tuhan, terus berpegang pada saat badai datang, percaya pada karakter Tuhan, melompat dengan iman, adalah beberapa hal yang kami lakukan.
(OMG, betapa aku masih ingin menulis, keributan yang ditimbulkan oleh kedua hero kecilku perlu mendaptakan perhatian. Rasanya perang antara Korea selatan dan Utara hampir terjadi di rumah ku. Maklum ‘a blogging Mom’ hahahaha..haha..) See u next time. We are going to Indonesia next Monday.
Tags: Personal



March 13th, 2009 at 2:51 pm
Saya daftar loh, begitu bukunya selesai, saya mau menjadi (salah satu) orang pertama yang mereview lengkap, hihi.. Pokoknya saya daftar utk jadi reviewer di blog dan di GoodReads, sbb sy juga sangat yakin buku ini jelas pny misi khusus, terutama di dunia yg sedang banyak masalah akhir2 ini (^_^)
JBU! Semangat!
March 15th, 2009 at 1:00 am
I’m sure you will do the best as a Mom, Wife and God servant.
JBU!!!
March 25th, 2009 at 8:13 pm
wah ngga sabar untuk baca bukunya
Ikut ngantri ah
tx ya dah di add di fb.
Gbu …
* senang bisa baca tulisan Bu Nancy lagi …
March 28th, 2009 at 8:51 pm
Shalom kak Nancy,
Kak Nancy balik ke indo lagi? saya masih diindo nih…
God bless u