Hari ini saya menelpon orang tua di Manado, mama saya yang angkat telpon. Saya ingin sekali ngomong sama Papa saya untuk mengabarkan bahwa Nando dan Joel sudah dapat tiket untuk pulang. Saya berharap ia senang dengan kepastian kedatangan kami.
Tidak seperti biasanya Papa berkali-kali bilang sangat rindu Joel dan Mathew, beliau bahkan memaksa saya memanggil Mathew yang lagi main sekedar mendengar suaranya. Hari ini juga, beliau sempat bicara dengan Joel dan Nando di Seoul dan berdoa bersama. Beberapa hari ini beliau sakit panas dingin yang katanya malaria.
Hati saya merasa ada sesuatu yang aneh dan mengetahui bahwa ada sesuatu hal besar yang akan terjadi. Saya tahu bahwa Ayah saya akan dipanggil Tuhan! Meskipun saya nggak bisa recall dialog antara Roh Tuhan dan roh saya di dalam hati tapi, saya merasa Tuhan sedang menguatkan, menghibur dan memberikan jaminan.
Kalau boleh saya menceritakan kembali dengan kata-kata saya sendiri demikianlah apa yang Tuhan ucapkan hari ini,
“Nancy, kamu tidak akan mengerti semua jalan yang akan Tuhan tapi percayalah bahwa saat ini adalah waktunya Papa kamu. Serahkan dia pada Tuhan dan jangan khawatir dan sedih. Ada hal-hal yang tidak bisa dimengerti manusia tapi Tuhan bekerja di luar pengertian manusia. Ada hal-hal yang tidak masuk akal tapi Tuhan bekerja melewati akal budi manusia. Apa yang terjadi di hati manusia hanya Tuhan yang tahu, dan dalam pandangan Tuhan yang maha bijaksana ini adalah waktu yang terbaik bagi semua orang”
Saya sedang menulis buku tentang “HOPE” dan saya tahu ada rasa sakit, penderitaan, pergumulan, keputuasaan, keraguan, kekuatan, keyakinan, pengharapan yang saya harus alami sebelum bisa menguatkan orang lain. Berpuluh tahun saya berdoa untuk ayah saya dan Tuhan menjawab dengan caranya yang paling ajaib, meski itu tidak bisa dimengerti oleh akal saya yang sangat terbatas ini.
Saya merasa perlu menambah hikmat yang baru Tuhan berikan ini di buku saya dan langsungnya mengetiknya dibawah topic “GOD’S AUTONOMY”.
“Tidak semua jalan Tuhan bisa dimengerti oleh akal budi kita. Sering kali Tuhan bertindak di luar apa yang bisa kita terima. Meskipun telah berusaha mengikuti semua perintah Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendakNya penderitaan masih terus datang. Kita menderita kehilangan, sakit penyakit, penolakan dan kegagalan. Sesaat ada perasaan bingung, ragu atau kecewa tapi Tuhan tidak akan melakukan sesuatu hal pun tanpa maksud yang jelas yang nantinya akan kita mengerti. Kalaupun sampai nanti kita tidak pernah mengerti, biarlah itu menjadi mystery dari sang Penguasa, karena siapakah manusia yang bisa menyelami pikiran Tuhan? (Ay 11:7, Pkth 3:11, 8:17).”
Damai Tuhan memenuhi saya Dalam hati ada satu keyakinan dan kekuatan. Ada jaminan dan kepastian. Tuhan selalu melakukan yang terbaik bagi setiap orang percaya. Di dunia hidup manusia hanya sementara. Dan bagi kita yang meninggal dalam Kristus tentu saja akan bertemu kembali di sana.
Beberapa jam kemudian saya mendapat telpon dari kelauarga saya di Manado mengatakan “Papa saya sudah pergi untuk bersama dengan Tuhan”. Haleluya.
GOOD BY DADDY, YOU ARE MY INSPIRATION. I WILL TREASURE ALL YOUR LOVE AND LIVE. I WILL BE YOUR VOICE TO SPEAK TO ALL PEOPLE : “DON’T STOP THINKING ABOUT TOMORROW!”



January 24th, 2009 at 12:07 am
Turut berdukacita…
Berharga kematian orang yang dikasihi TUHAN…Amin
January 24th, 2009 at 9:05 am
Turut berduka cita, semoga Tuhan yang slalu menguatkan dan menghibur keluarga k’nancy
GBU
January 25th, 2009 at 4:47 pm
Bu, turut sepenanggungan yah. Biar dukacita terganti oleh sukacita dan yang boleh terjadi sekarang menjadi berkat bagi banyak orang.
Tuhan Yesus menyertai keluarga besar ibu dalam menghadapi semua ini.
January 26th, 2009 at 4:25 pm
Bu Nancy,
Saya turut berduka cita, TUHAN menguatkan ibu dan sekeluarga. Teruskan penulisan buku ibu dan biarlah itu terus menjadi berkat… Tuhan memberkati
January 26th, 2009 at 7:05 pm
Turut sedih, Teruslah berjuang Mbak Nancy…
Dari semua pengalaman sedih itu..
Dari semua hal-hal pahit itu…
Dari segala hal yang ga bisa kita terima…
Tuhan turut bekerja…
Aku yakin, Mba Nancy dipilih Tuhan dan dipakai secara luar biasa untuk menguatkan, menghibur dan meneguhkan banyak jiwa-jiwa…
Sbab Mbak Nancy telah melewati semua pergumulan itu dan MENANG! Ya, pada akhirnya MENANG!
Oh ya, kalo bukunya udah selesai dan terbit, aku mau segra beli, cause i know in my heart it’s must be a good book. Buku perdanakah?
I’m sure that there’re many people behind you, keep on running the race and win!
January 26th, 2009 at 8:44 pm
May the Holy Spirit give you and family His strengh after your Daddy had gone. We know this is good God’s planning..
January 27th, 2009 at 1:44 pm
Turut bersimpati ya Sis, saya yakin Roh Kudus memberikan kekuatan dan penghiburan bagi seluruh keluarga besar.
Memang untuk “melahirkan” sesuatu yang besar, mesti merasakan apa yang disebut “sakit” dan “penderitaan” selama “mengandung” dan menjalani proses “bersalin” ya?
Saya yakin buku sis akan menjadi berkat bagi banyak orang, dan saya menunggu lho. TEtap kuat dan semangat ya !! JBU
January 28th, 2009 at 1:39 am
Terima kasih semua untuk kata=kata penghiburannya, G, Aldo, Willie, Soegitanto, Riris, Sahala dan special thanks buat remarks dari Pak Jhon. Meski hanya mengenal leat blogging but indeed you are ‘what friends are for”
January 30th, 2009 at 1:18 am
Bu Nancy,
Turut sepenanggunan ya bu. Betul bu, terkadang memang kita tidak mengerti apa yang Tuhan tengah lakukan di dalam hidup kita, tapi pasti baik pada akhirnya.
Kiranya Tuhan terus meneguhkan Ibu Nancy dan keluarga, Tuhan memberikan kekuatan, penghiburan, damai sejahtera dan sukacita untuk melewati masa-masa ini.
Gbu.
February 12th, 2009 at 9:26 pm
Nancy,
Aku turut berduka cita atas berpulangnya Papa Nancy.
Kiranya Tuhan sebagai sumber pengharapan, senantiasa menjadi kekuatan Nancy beserta keluarga yang telah ditinggalkan.
Amin.
Salam hangat dariku di PA