Barangkali saya satu-satunya orang yang paling tidak berbahagia di malam pergantian tahun karena dari ubun-ubun sampai telapak kaki hampir tidak ada area yang luput dari munculnya bintik-bintik cacar air. Sepanjang malam saya hanya mondar mandir di dalam ruangan karena baik duduk maupun tidur hanya akan menyebabkan beberapa kutil pecah dan menimbulkan rasa perih. Tidak ada orang tua dan keluarga dan hanya beberapa teman dan tetangga yang menemani.
Kejadian itu tepatnya terjadi 9 tahun lalu, ketika manusia resah dengan isu Y2K: computer crash, global blackout, kiamat, the end of the earth. Tidak terjadi apa-apa, hanya sifat paranoia sebagian expert yang ditularkan kepada masyarakat.
Tidak disangka bahwa waktu itu telah berlalu begitu lama yang bagi seorang anak kelas 5 SD itu adalah seluruh kehidupan mereka.
Kehidupan saya di Korea tidak banyak warna, kecuali 3 tahun di Seminary dan bergaul dengan teman-teman berbagai bangsa selebihnya adalah pengabdian sebagai istri dan ibu rumah tangga. Mengamati wajah yang mengendur di depan cermin, melihat anak-anak bertumbuh dari bayi menjadi seperti dewa-dewa kecil dan mendapati satu dua helai uban di kepala suami adalah fakta yang membuat saya yakin bahwa hari sudah berganti hari.
Sekarang saya punya cerita tentang apa yang terjadi 10 tahun lalu, 20 tahun lalu bahkan 30 tahun lalu! Iya, saya masih mengingat beberapa kejadian 30 tahun lalu saat masih menjadi gadis kecil kurus digendong oleh kedua orang tua saya. Bahkan saya ingat di suatu malam tahun baru, seperti kebiasaan orang sekota menyalakan kembang api saya dan adik pun ikut-ikutan. Tanpa sengaja saya menginjak sebuah kembang api yang masih membara mengakibatkan kaki saya melepuh. Ibu saya memberi odol, yang merupakan tradisi mengobati seseorang yang menderita luka bakar. Namun tidak diperhitungkannya kalau odol bercampur dengan debu dan pasir dapat mengakibatkan infeksi. Dan itulah yang terjadi beberapa hari kemudian. Untunglah ayah saya, seorang calon dokter saat itu campur tangan sehingga menghindarkan saya dari resiko amputasi (dramatized by me).
Tahun ini, sekali lagi masih diberi kesempatan dari Sang Penguasa untuk menikmati kembali kehidupan di bumi ini, entah untuk berapa lama lagi? Dan berapa pergantian tahun lagi?
Berapa lama lagi sebenarnya bukan pertanyaan penting. Yang penting bagi kita adalah mengetahui apakah hidup ini telah berjalan sesuai dengan design Ilahi? Apakah hidup ini sudah efektif? Talenta dan kesempatan yang sudah Ia berikan terpakai secara maksimal? Karena tanpa menjawab pertanyaan ini kemungkinan kita akan terjebak dalam kehidupan yang mediocrity sama dengan majoritas umat manusia di akhir kehidupan mereka. Tak di kenal, tak diingat lagi.
Apa legacy, kontribusi, warisan yang ingin kita tinggalkan? Dengan apa dan berapa lama Anda ingin dikenang?
“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati maninggalkan belang, manusia mati meninggalkan….?” Jawabannya ada di hati Anda masing-masing!
Tags: Daily Life, Inspirational, Memoir



December 31st, 2008 at 10:17 pm
Selamat menuju tahun 2009. Tahun ini untung ga cacar ya.. hihi.. GBU!
December 31st, 2008 at 11:34 pm
Merry Christmas and Happy New Year Nancy ! Semoga di taon baru tambah sukses ya !
January 1st, 2009 at 2:15 pm
Helou Mbak Nancy, Met Tahun Baru 2009 keep in love with Jesus hehehe the best still yet to come .. and also Merry Christmas.
bless yaa, in Yeshua Name.
January 1st, 2009 at 10:12 pm
” Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, ya Allah, sehingga kami beroleh hati yang bijaksana, ” itulah salah satu doa Musa pada Tuhan. Ayat FT tsb sering saya baca, istimewa menjelang malam pergantian tahun. Selalu hati saya tergetar tiap kali membacanya. Bahkan sering saya menitikkan air mata. Saya menangis. Sebab, PERTAMBAHAN TAHUN berarti makin BERKURANG USIA dan kesempatan saya berkarya di bumi. Persoalannya, seperti pertanyaan bu Nancy diatas, apakah legacy yang bisa saya tinggalkan ? Dengan apa dan berapa lama saya ingin dikenang ? Waktu juga nanti yang akan menjawabnya. Tetapi, saya sadari selama ini, saya memang belum banyak berbuat untuk Tuhan. Dan saya berharap, di tahun ini, saya bisa berbuat lebih banyak lagi bagi kemuliaan nama Tuhan Jesus. Untuk bu Nancy and family : Happy New Year 2009. May Jesus bless you all abundantly.
January 3rd, 2009 at 8:01 am
Wishing you a Happy New Year. Ngapain aja pas NY? Kita sih gga kemana2 soalnya pas NY kan banyak yg berkendaraan dalam keadaan mabuk. Sangat irresponsible.
January 3rd, 2009 at 11:56 am
Selamat Tahun Baru mbak Nancy, Sukses selalu. GBU.
Bekerja keras dengan penuh syukur, bermasyarakat dan berbagi.
January 5th, 2009 at 10:32 pm
Selamat Tahun baru bu …
Tuhan Yesus Memberkati anda sekeluarga ..
January 6th, 2009 at 8:34 pm
selamat tahun baru, Nancy
udah balik ke korea yg dingin lagi?