Krisis ekonomi ternyata masih akan terus memburuk sebelum akhirnya membaik, demikian pengakuan Obama , sementara masyarakat Amerika telah menganggapnya sebagai dewa penyelamat moneter. Sama seperti kebanyakan negara lainnya, Indonesia juga terimbas krisis moneter ini walau sekarang ‘sakit’nya masih dirasakan kaum ‘berduit’ dan ‘bermodal’ namun jika krisis ini berlanjut seluruh lapisan masyarakat pasti akan turut menderita.
Bagaimana krisis ekonomi mempengaruhi gereja?
Ada dampak postif dari krisis ekonomi yang sudah-sudah, yaitu membawa orang menjadi lebih dekat dengan Tuhan apalagi kalau usahawan bangkrut, ujung-ujungnya cari Tuhan juga. Bisa jadi gereja bertambah jemaatnya dengan para petobat baru mencari pengharapan akan masa depan. Oleh karena itu baik itu krisis ekonomi maupun krisis kemanusiaan gereja biasanya menjadi alternatif terbaik.
Dampak negatifnya juga ada. Mungkin terlalu jauh kalau saya berpikir bahwa banyak pendeta dan penginjil yang juga menjadi opportunists dengan pemberitaan jenis properity gospel (Injil Kemakmuran), yang pada dasarnya mengajarkan material dan financial prosperity terutama dalam kehidupan bisnis dan keluarga sebagai hasil ketaatan seseorang akan Frman Tuhan. Pada saat krisis memang jenis pesan seperti ini paling laku. Siapa yang tidak ingin kaya dan diberkati?
Hasilnya dari pelayanan jenis ini adalah orang Kristen materialistis yang memandang agama sebagai bisnis dan Tuhan sebagai sinterklas baik hati yang tugasnya datang membagi-bagikan hadiah. Orang berpikir bahwa Tuhan dapat dimanipulasi dengan perbuatan baik, kesetiaan atau tingkah laku tertentu.
Saat ini perbedaan antara pengajaran yang benar dan yang oppurtunistik sangat tipis. Memang sebagai pendeta enak kalau khotbahnya mendapat respon yang baik. Tapi yang perlu disadari bahwa pendeta adalah hamba Tuhan bukan pelayan restoran yang sedang berusaha menyenangkan customernya.
Untuk itu orang Kristen juga perlu tahu diri bahwa kita hanyalah ciptaan sedangkan Tuhan adalah Tuhan, yang Agung, Besar, Berdaulat. Sikap kepada seseorang yang terhormat dan dimuliakan tentu berbeda dengan sikap kepada pembantu di rumah, namun banyak orang Kristen tidak bisa membedakan antara Tuhan sebagai pencipta dengan Tuhan sebagai pesuruh.
Masalah moneter ini mungkin tidak akan cepat pulih. Bisa jadi pengharapan kebanyakan orang lenyap dan yang dulunya tidak mengenal Tuhan akhirnya berpaling padaNya. Tentu saja ini adalah keputusan yang terbaik, asalkan tetap mengerti bahwa ia adalah Tuhan pengatur segalanya dan sikap yang merendahkan diri dihadapanNya membuat kita lebih bisa menerima keadaan.



December 9th, 2008 at 7:25 am
Hahaha. Lagi2 Obama. Dari mana Ibu Nancy tahu kalo masyarat Amerika menganggapnya sebagai “dewa penyelamat moneter”? Kesan yang saya dapat rakyat Amerika bertelanjang dada, menari ‘buga2′, menabuh gendang, dan sewaktu mereka berlutut, mereka menyembah Obama.
Image seperti itu memang berhasil disebarkan oleh conservative republicans, untuk menakut2i rakyat bahwa dialah Antikris, orang yang akan mengaku sebagai Mesias. It might have worked before, but not anymore.
Gak banyak yang tau, tapi setelah Obama terpilih di Pemilu US, kritik justru jauh lebih banyak datang dari Demokrat dan orang2 yang sudah memilih Obama di Pemilu lalu daripada dari partai oposisi. Jadi tidak benar bahwa Obama dianggap sebagai dewa penyelamat moneter. Masyarakat Amrik hanya ingin memiliki pemimpin yang lebih baik dari sebelumnya, walaupun tidak ada jaminan bahwa yang baru ini akan mampu dengan cepat menyelesaikan masalah moneter. Obama sendiri weekend lalu berkata bahwa ekonomi Amerika akan bertambah buruk di tahun depan sebelum akhirnya akan membaik (entah kapan). Kalau kata2 dia sendiri mematahkan kepalsuan yang menggambarkan dia sebagai dewa, kenapa kita mesti percaya lagi apa kata musuh2 Obama?
Mengenai Injil kemakmuran, nanti saya komen lagi setelah komen2 dari para pembaca yang lain. Thanks, bu
December 10th, 2008 at 10:39 pm
Kemakmuran! Itu ada di alkitab. Jujur, tentunya kepengen juga merasakan apa itu kelimpahan. Bukan cuma kelimpahan rohani, tapi juga materi. Bukan cuman nanti di Sorga, tapi juga sekarang di bumi.
Namun kadang di gereja, tujuan yang luhur dari injil dinodai dengan mental materialistis, hedonisme dan kecintaan akan uang. Jadi umat yang sudah ditebus akhirnya mengejar pemberian, bukan si Pemberi. Memberi, supaya diberi! Memberkati supaya diberkati. Melenceng jadinya!
So, dalam kerajaan Allah, apakah si Kaya lebih diperkenan Tuhan daripada si Miskin?
Hati manusia..siapa yang tahu? Only God judges!
December 11th, 2008 at 1:46 pm
hi my lovely mother
kak gimana khabarnya? minta no telp indonya dong…
soalnya pastur yang kasi tau kalo kak lagi ada diindo…
ato telp saya aja di 081802522***
kangen nih p ngana
hahahaha… GBU
December 12th, 2008 at 8:08 am
Kalau Obama penyelamat moneter, kok saya belum menerima uangnya ya? Kemakmuran memang sering disalahgunakan oleh mereka yang membawa nama Tuhan. Oleh karena itu mengetahui apa yang diajarkan adalah kunci utama agar tidak dibawa sesat oleh sesama manusia.
December 15th, 2008 at 12:50 am
Kayaknya sudah menjadi pengetahuan umum bahwa rakyat amerika (dan dunia) menaruh harapan besar pada pemerintahan yang dipimpin oleh Obama, oleh karena apakah dia dianggap orang sebagai ‘Dewa Penyelamat Moneter’ itu hanyalah sebuah istilah saja, karena memang masyarakat global berharap kepada kebijakan2 yang akan dia lakukan.
Bagaimana dengan kita? Saya yakin, ini saatnya gereja-gereja Tuhan menunjukan jati dirinya sebagai terang dan garam. Karena krisis kali in benar2 menunjukan tidak ada yang superior di muka bumi ini kecuali Dia. Amerika yang demikian arogan dan superiornya, dalam hitungan bulan didera krisis yang dampaknya kemana-mana. Semua tergoncang.
Oleh karena itu, krisis ekonomi ini seharusnya berdampak positif baik bagi gereja, maupun bagi pribadi-pribadi anak Tuhan, karena lewat krisis inilah kemuliaan Tuhan dinyatakan.
Memang banyak hamba-hamba Tuhan yang oportunis dsb, tetapi biarlah kita kembalikan masalah ini kepada yang punya hamba, alias Tuhan sendiri, karena Ia jauh lebih sanggup untuk memelihara dan menjaga kehidupan setiap anak-anakNya sesuai dengan kehendakNya.
Panjang juga komen saya
Thanks buat sharingnya bu …
Gbu
December 15th, 2008 at 2:05 pm
Kita doakan saja agar perekonomian dunia cepat pulih..
December 18th, 2008 at 4:27 pm
Krisis dan Injil Kemakmuran?
memang jadi masalah kalau “ketaatan” dikaitkan dengan “reward”. Saya sendiri pun pernah terjebak dalam pemikiran seperti ini. Mungkin karena dari mimbar terus menerus ditekankan kalau mau lebih, maka kita harus memberikan lebih. Akhirnya, karena motivasi “mau lebih”, saya pun berbuat lebih. Ya buat saya sah-sah saja karena kan ada hukum “tabur-tuai”.
Tapi, beberapa kejadian menyadarkan saya bahwa dalam “tabur-tuai” dibutuhkan kasih dan bukan nafsu. Dulu saya menabur dengan nafsu mendapat tuaian yang banyak. Tapi saat ini saya lebih berusaha untuk menabur dengan kasih dengan tidak terlalu mempedulikan tuaian (maksudnya, saya tidak perhitungan dengan tuaian itu karena saya yakin Tuhan lebih mengerti hitung-hitungan yang tepat bagi saya).
Jadi, menurut saya, para pengkhotbah juga harus menyadarkan jemaatnya mengenai kedewasaan saat menghadapi krisis ini. Kekayaan atau pemulihan kondisi akan Tuhan berikan hanya bagi mereka yang Ia pandang layak. Salah satunya ya kedewasaan untuk mengelola perusahaan atau keuangan lebih baik lagi. Jadi, tidak hanya sekedar berbuat sesuatu dan Tuhan berikan pemulihan. Dan memang betul bahwa Tuhan bukan pribadi yang mudah disanjung dengan perbuatan baik kita. Kan kita diselamatkan juga bukan karena perbuatan. Tapi semua karena kasih karunia.
January 29th, 2009 at 3:46 pm
Bukankah Link2 ministries yang ada di blog ibu itu pendeta pendeta pengajar teologi kemakmuran seperti: Benny Hinn, Crefo Dollar, Joyce Meyer, Indri Gautama, paula white, Joel Osteen..
Pernah dengar ada beberapa hamba Tuhan salah satunya Carter Conlon senior pastor di Time Square Chuch bahwa apa yang terjadi pada amerika sekarang adalah penghakiman dari Tuhan salah satu sebabnya karena amerika banyak mengekspor injil palsu ke seluruh dunia yang salah satunya yah injil kemakmuran itu