Nancy Dinar on November 24th, 2008

Setelah memilih sekolah untuk kedua anaknya Malia dan Sasha, tugas Obama berikutnya adalah memilih gereja untuk keluarganya. Gereja apapun yang akan didatanginya akan berada dibawah spotlight masyarakat karena itu menggambarkan nilai dan value-nya.

Para pendahulunya memiliki sikap yang berbeda terhadap pilihan ini, misalnya Jimmy Carter mengajar Sekolah Minggu di sebuah gereja Baptis sedangkan Ronald Reagen tidak bergereja sama sekali karena tidak ingin merepotkan jemaat gereja dengan protocol kemanan presidennya. Bill dan Hill Clinton menghadiri gereja Methodis dimana Chelsea menjadi salah satu anggota youth choir sementara George W. Bush tidak menjadi anggota gereja local tertentu dan biasanya memilih untuk beribadah di Camp David.

Setelah kontroversi hubungan dengan Jeremiah Wright, pastornya selama 20 tahun, tentu saja Obama akan lebih berhati-hati untuk soal ini apalagi banyak yang menganggap bahwa Obama sebenarnya bukan Kristen. Hal ini terungkap dari wawancaranya dengan Cahtleen Fasani pada tahun 2004. (Lihat full transcript).

Dalam wawancara ini Obama mengaku bahwa ia adalah Kristen, hadir secara regular di gereja dan pernah mengalami ‘jamahan Tuhan’ bahkan mengambil langkah untuk respon terhadap altar call antara tahun 87-88, moment yang kenal sebagai Lahir Baru. Walau tidak memiliki jam doa khusus tapi Obama mengaku memiliki waktu yang disebutnya “on going conversation with God”. Tidak ada masalah dengan kehidupan spiritualnya sampai tiba pada pertanyaan yang krusial seperti pandangannya tentang Yesus, surga dan neraka


FALSANI:

Who’s Jesus to you?

(He laughs nervously)

 

OBAMA:
Right.

Jesus is an historical figure for me, and he’s also a bridge between God and man, in the Christian faith, and one that I think is powerful precisely because he serves as that means of us reaching something higher.

And he’s also a wonderful teacher. I think it’s important for all of us, of whatever faith, to have teachers in the flesh and also teachers in history.

FALSANI:
The conversation stopper, when you say you’re a Christian and leave it at that.

OBAMA:
Where do you move forward with that?

This is something that I’m sure I’d have serious debates with my fellow Christians about. I think that the difficult thing about any religion, including Christianity, is that at some level there is a call to evangelize and prostelytize. There’s the belief, certainly in some quarters, that people haven’t embraced Jesus Christ as their personal savior that they’re going to hell.

FALSANI:
You don’t believe that?

 

OBAMA:
I find it hard to believe that my God would consign four-fifths of the world to hell.

I can’t imagine that my God would allow some little Hindu kid in India who never interacts with the Christian faith to somehow burn for all eternity.

That’s just not part of my religious makeup.

Part of the reason I think it’s always difficult for public figures to talk about this is that the nature of politics is that you want to have everybody like you and project the best possible traits onto you. Oftentimes that’s by being as vague as possible, or appealing to the lowest commong denominators. The more specific and detailed you are on issues as personal and fundamental as your faith, the more potentially dangerous it is.

Dari cuplikan wawancara ini jelas bahwa Obama tidak mengakui Ketuhanan Yesus Kristus yang menjadi ‘core teaching’ dari agama Kristen. Selanjutnya ia juga menyangkali adanya surga dan neraka esensi yang dipercayai baik oleh Kristen dan agama Monotheis lainnya.

Jika demikian apa sebenarnya apa agama Obama? Dapatkan seseorang yang setia hadir dalam gereja, berdoa, dan memegang nilai-nilai Kristen sebagai nilai hidupnya tapi tidak diselamatkan karena tidak mengakui Yesus adalah Tuhan? Atau sebaliknya apakah seseorang yang mengakui Yesus sebagai Tuhan tapi tidak bergereja menerima keselamatan mereka?

Sebagian menganggap Obama Kristen karena begitulah pengakuannya, namun sebagian lagi menganggap karena Ia tidak mengakui Ketuhanan Yesus, maka ia tidak bisa disebut Kristen. “Steve Waldman points out that if Barack Obama isn’t strictly orthodox in his theology (particularly his soteriology), that makes him just like 70% of his fellow ProtestantsMenurut Steve Waldman editor Beliefnet ini hanya masalah theology semata dan kepercayaan Obama ini sejalan dengan oleh sebagian besar kaum Protestant. Dengan kata lain hanya 30% Kristen yang menganggap bahwa kelahiran baru atau moment dimana seseorang menerima menerima Yesus sebagai juruselamat secara pribadi itu adalah cara untuk menerima keselamatan.

Memang Agama bisa menjadi dilema bagi politikus, menjadi religious berbahaya, tidak religious juga sama bahayanya. Barangkali untuk alasan inilah Obama telah menguragi arti dari keselamatan itu. Sama halnya yang dilakukan Sarah Palin, yang disebut-sebut sebagai politikus garis kanan berlatang belakang aliran Patekosta namun di kampanyenya mengaku sebagai ‘nondenominational’ yang tetunya akan sedikit mengurangi resiko.

Apa mau dikata, bahkan Joel Osteen pendeta gereja terbesar di Amerika pun pernah melakukan hal yang sama pada saat diwawancarai Larry King. Ketika itu ia berkelit dan tidak to the point menjawab pertanyaan apakah Yesus satu-satunya jalan (Lihat wawancaranya di Youtube).

Berhadapan dengan dunia yang pluralistik, banyak yang secara sengaja menyamarkan apa yang mereka percayai hanya dengan tujuan tidak menyakiti kepercayaan lain. Bukan hanya sekarang di abad 21 ini namun sejak dahulu kala pada waktu Paulus menulis surat kepada Timotius iapun sadar dengan tension ini sehingga berakta “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memliharankan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan” (2 Tim 1:12)

Tags: , ,

14 Responses to “Apakah Obama Kristen?”

  1. Saya baca biografi dan nonton film Mahatma Gandhi bener-bener membuat saya meneteskan air mata. Kehidupannya ‘sesuai’ dengan Alkitab. Gandhi menghayati hidup ‘kudus’, berdiri sebagai teladan integritas, melihat jauh dengan visi besar dan punya semangat ketekunan dan tak kenal putus asa.

    Jadi Kekeristenan itu apa sih? Prosperity? Integrity? Success? Peace? Truth? Ternyata semua itu juga ada di dunia ini.Bahasa x-files nya ‘the truth is out there’ atau ‘make this world a better place’ seruan Oprah Winfrey.

    Presiden Obama sampai matinya hampir bisa dipastikan tetap sebagai orang ‘Kristen’ (baca:agama). Demikian jugalah orang2 penting dan tokoh-tokoh berpengaruh lainnya (termasuk di Indonesia).

    Namun, Yesus is the only way to the Father. Sia-sialah kalo seseorang memiliki seluruh dunia ini tapi kehilangan keselamatannya. Sia-sia jugalah kita yang mengaku Kristen kalo cuman berharap hidup sejahtera di bumi, sukses, diberkati, bahkan diurapi tapi akhirnya kehilangan keselamatan.

  2. Terkadang politik melupakan segalanya, bahkan sampai agama ikut pula dikorbankan, sungguh keterlaluan…

  3. ketika berkunjung ke Israel, Obama nampak berdoa di tembok ratapan. apakah dia Yahudi? obama juga tampil di mimbar gereja. apakah dia kristen? menurut kakeknya, obama adalah seorang muslim. mana yang benar? saya nggak tahu. mungkin ini nggak penting bagi obama. who knows? only God knows it.

  4. tulisan yg menarik

    terus menulis ya sist nancy

    GBU

  5. ribet ya jadi politisi
    untuk cari tempat ibadah aza mesti mikir
    salam kenal

  6. Kenapa keimanan seseorang seperti mengakses e-mail saja? Untuk dapat disebut kristian dan berhak atas surga mereka harus lewati password ini dan itu baru bisa disebut beriman dan beroleh keselamatan?
    Apakah Tuhan hanya milik kelompok agama tertentu dan tidak bagi yang lain? Kurasa konsep teologi agama yang ada sekarang, apapun, sudah tidak up to date lagi, dan perlu di up date, tapi terserahlah….
    Salam kenal aja.

  7. kyaknya se inti dr pembicaraannya ada diakhir kan?

    yg gw nemuin se – make istilah Obama – org kristen emang ada 2 tipe itu. yg pertama, jd kristen karna epiphany n yg kedua karna keputusan.

    n kl Obama tipe yg milih jd kristen karna keputusan, apa yg salah se dr itu.. kl itu dr dalam diri dia sendiri, masa bisa dibilang dia malu ama status kristen dia? bknnya dia malah jujur ma org laen ttg apa yg dia pikirin?

    Obama blg kan kl faith dia itu gradual process, a growing faith in me (=Obama).. n dia bukannya ga pecaya ma org2 yg tipe epiphany, mala dia blg itu wonderful, but somehow dia ga bisa seperti itu, dia blg se mungkin karna ada self-consciousnes yg dr background dia yang polygot..so mungkin emang org punya background sendiri2 kan ampe punya jalan pikiran sendiri, n org yg uda ada pikiran kayak gitu,masa harus dipaksa pokoknya lo harus jd tipe epiphany se..

    i think lo jg setuju ama bagian ini kan, makanya pna nulis kl pengalaman dan kepribadian kita terbentuk untuk suatu tujuan…

    gw punya temen yg mirip Obama cara befikirnya. Dia pna blg ma gw, kl dia punya banyak “question” ttg God n seputarnya, n kebanyakan dia ga nemuin jawabannya. Walo dia masi suka ragu, walo dia jg aga kurang sreg ma ajaran kristen yg kesannya paling benar. Cuma dia blg klo itu “keputusan” dia ntuk jadi kristen despite smuanya.

    gw tau mungkin penilaian gw ttg Obama salah. Cuma kdang gw suka mikir, klo emang kristen itu hanya masalah agama, masalah doktrin, denominasi, mendingan gw jadi atheis beneran. Yah buat apa, klo akhirnya smua paling ngerasa paling benar, saling nyalain, ribut2..Padahal tau dr mana klo dia yang paling benar, lah ga pena ada buktinya..capek deh :P

    n klo dlbg Obama kristen sbagai agama. I think dia aga ga jelas kristen yg mana. Cuma kalo lebih ke kebenaran, values, n relationship, gw rasa dia kristen se.. :P

    n karna gw suka ama Obama, so gw belain dia dunk hihihi :P

  8. Hai salam kenal ya nancy….gw lagi iseng2 buka blog Yudhi temanku eh masuk juga ke blog ini…nice blog!
    menurutku agama sama sekali tidak penting…(dengan tegas!=))
    yang penting adalah apakah dia menerima Dia Yesus sebagai juru selamat…,mungkin saja di KTP orang beragama muslim, budha, hindu tetapi iman mereka hanya pada Tuhan Yesus…
    Dan gw yakin dia (Obama) terpilih jadi presiden itupun atas seijinNya…,dan gw percaya rencanaNya indah pada waktunnya dan segala sesuatu mendatangkan kebaikan
    Jalan Tuhan tak terselami…
    dan satu hal lagi, segala isi hati, pikiran dan rencana, jalan hidup, atas seseorang cuma Tuhan yang tau persis…..so buat apa kita judge dan nilai….doakan saja yang tebaik buat orang itu, dunia ini, dan negri ini, dan yang terutama lakukan saja apa yang menjadi bagian kita….,ok deh ….segitu aja…GBU ya!

  9. 1. Obama mengakui bahwa Yesus adalah satu2nya jalan menuju ke keselamatan (Bapa): he’s also a bridge between God and man

    2. Obama mengakui adanya surga dan neraka. Yang dia sukar percaya (hard to believe) adalah neraka diciptakan buat orang2 yang bukan kristen. Ini pun alkitabiah. Kekristenan mengajarkan bahwa orang yang tidak mengenal Kristus dihakimi menurut hukum yang ada di dalam hati mereka, tidak dihakimi berdasarkan agama apa yang mereka anut selama hidup.

    3. Kekristenan dan doktrin2 penting di dalamnya ada banyak, tergantung darimana doktrin2 tersebut berasal (denominasi). Ibu Nancy pemilik blog pasti tahu doktrin “iman dan perbuatan baik” memiliki definisi berbeda satu sama lain antara gereja katolik, protestan, dan beberapa gereja karismatik. Itu baru satu contoh doktrin. Jadi jangan karena perbedaan doktrin, lantas seseorang diklaim sebagai “bukan kristen.”

    Tampaknya Ibu Nancy mengambil talking points yang berasal dari beliefnet, worlddaily, dan banyak websites yang beraliran evangelical. Seperti kita tahu, evangelical adalah denominasi utama yang merupakan basis Partai Republic. Jadi bakal banyak talking points dari kelompok ini yang terus menerus menyerang Obama selama masa kepemimpinannya. Sah2 saja, asalkan memiliki points yang kuat dan tidak menyerang keimanan seseorang yang bersifat personal. Saya maklum karena Ibu Nancy berinduk ke IFGF, di mana AFAIK, IFGF juga bisa dikatakan masuk ke dalam kelompok evangelical. Tapi jangan lupa, evangelical hanyalah salah satu dari puluhan denominasi terbesar di Amerika. Dan mereka semua adalah kristen.

    Tuduhan yang paling kasar dan hina menurut saya adalah ketika kita menuduh saudara kita dalam Kristus sebagai bukan kristen.

  10. Apakah Obama Kristen?
    Pertanyaan yang menarik, serta fakta-fakta yang gamblang.
    Tapi hati orang siapa yang tahu?
    Apakah dia spt Nikodemus yang menyembunyikan simpati serta keberpihakannya kepada Yesus, tapi pada waktu ‘Action’ dibutuhkan dia membela Yesus di depan imam-imam(Yoh 7:50) dan kembali ditunjukkan saat dia menjadi orang yang pertama kali datang meminyaki dan mengapani Yesus waktu dikuburkan(Yoh 19:39)?
    Atau seperti Petrus yang dengan keras memproklamirkan bahwa dia akan membela Yesus dengan nyawanya, tapi kemudian pada waktu ‘Action’ dibutuhkan, dia lebih jahat dari orang-orang Farisi. Mengutuk dan memaki Yesus.
    Saya ingat ratu Esther. Menyembunyikan identitasnya, tapi action-nya menyelamatkan bangsa.
    Kalau ditanya apakah Obama Kristen? Who knows? Tuhan yang tahu. DIA hakim yang adil. DIA tahu hati orang. Saya sendiri nggak bisa menjawab.

    Saya pribadi sih menyayangkan. Kenapa si Obama memberikan pernyataan yang nggak tegas. Idealnya – dia harusnya mengakui What he believe. Mungkin ia ingin diterima oleh semua kalangan. Tapi, for sure, satu saat action dibutuhkan, itu akan menunjukkan siapa si Obama. Harapan saya bahwa dia benar-benar orang Kristen yang lahir baru.

    Apakah Obama Kristen … hmmm
    Kalo saya bisa ngintip ‘The Book of Life’ baru saya tahu jawabannya …
    Cheers, nice posting !

  11. wah…. Obama kristen ya???
    bukannya Islam?? baru tau nih.. :p

  12. Wah …. menarik diskusinya … ya… anyway meamng hanya Tuhan yang bisa menilai dengan tepat.

    Ada yang jadi Esther, menyembunyikan identitasnya pada saat-saat tertentu,…. ada yang jadi Paulus yang dengan tegas berkata bahwa ia tidak malu dengan apa yang dia percayai …

    Ada yang jadi Daniel, yang tidak mengalami perapian menyala-nyala yang harus dihadapi oleh teman-temannya (Sadrakh, Mesakh, Abednego)…. sebaliknya …. ada yang jadi Sadrakah, Mesakh, Abednego juga tidak mengalami masuk gua singa walaupun mereka menyembah Tuhan yang sama. Mungkin waktu itu Sadrakh, Mesakh, Abednego sudah tidak ada, karena usia Daniel di Pasal 6 sudah sangat tua…. atau mungkin mereka ada di tempat lain….

    Mungkin mirip juga keadaannya dengan teman-teman kita yang jadi artis, politikus, direktur, atau bekerja di tempat-tempat seperti Esther dan Daniel berada….

    Anyway…. biarlah kita tetap setia di tempat di mana kita berada… lalu kita doakan mereka yang mungkin “bertindak beda” dengan yang kita harapkan … “Seorang hamba patut mendapat upahnya…”

    Kolose 3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

    Cheers …

  13. Jesus berkata pada Obama, Aku adalah Jalan Dan kebenaran dan pintu menuju ke Bapanya disurga. Tidak ada seorangpun didunia yang dapat menuju kerumah Bapa-Ku, kecuali hanya satu jalan melalui nama-KU (Yesus)kami bisa meminpin dunia ini melalui nama-KU.

    Obama menjawaba: VIVA Jesus my Lord.

    Jesus memberi Jaminan kepada Obama: Pemimpinmu didunia ini, Akulah Jesus akan bersamamu dalam tugas pekerjaanmu untuk mengatur dunia ini sampai akhir kesudahan….lalu Jesus kembali ingatkan Obama, cintailah
    saudaramu Ismail….dalam Kasih Jesus.

  14. Pertama2, aku pengen mengucapkan turut berduka cita ya, semoga kamu dan keluarga semua diberikan ketegaran dan limpah karunia Tuhan selalu menyertai kalian. Aku dah ketinggalan berita nih tp mau nimbrung juga, masalah Obama Kristen atau bukan. Ada pepatah, hati seseorang siapa tau? Hanya ada sedikit uneg2 ajah, Obama sticks dengan parental planning yg tidak lain sebenarnya adalah aborsi. Bila Obama menjadikan pp ini bil, maka semua pemerintahan negara bagian harus mengikuti therefore rumah sakit2 Katolik akan diberikan dua pilihan, perform aborsi atau tutup usaha. Obama mengijinkan aborsi tidak hanya dalam fase janin tapi juga fase lanjut kehamilan. Tindakan dia menutup Gitmo dengan alasan para teroris tidak diperlakukan manusiawi, apakah manusiawi menggagalkan kehidupan janin yg sangat tidak berdaya? bagi Obama, aborsi adalah choice, bagi aku dan juga banyak orang lain, sekecil apapun janin adalah life, diciptakan oleh Tuhan, betapa besarkah manusia sehingga ia berhak memutus kehidupan seseorang yg tidak berdosa?

Leave a Reply