Change has come to America, demikianlah dideklarasikan ketika Obama secara resmi memenangkan pertarungan panjang ini. Sedangkan rivalnya McCain, dalam pidatonya mengatakan bahwa ini adalah ‘end of a long journey’, yang juga menandakan berakhirnya impian terakhirnya menjadi orang nomor satu di Amerika. Tentu ada yang gembira dan ada yang kecewa dengan hasil akhir journey ini. Ada tawa dan juga derai air mata. Ada pesta pora dan juga yang berkabung.
Sekarang bukan lagi waktu untuk berdebat tentang siapa yang harus kalah dan menang. Bukan juga waktu untuk menunjuk jari dan mengangkat jempol. Sekarang adalah waktu untuk menghadapi tantangan hari esok. Perjuangan menghadapi evil dan immorality tidak akan pernah berakhir siapapun yang menjadi presiden Amerika. Kejatuhan manusia tidak dapat di sempurnakan oleh satu makhluk pun di muka bumi pun.
Wella, berhubung saya tidak mengikuti dengan lekat melekat kampanye dan election ini (setelah pindah rumah) jadi I am speechless. Jadi saya copy paste beberapa issue yang menjadi concern orang Kristen.
Beberapa ballot issue mengenai gay, same seks marriage, adoption dan abortion.
“It’s going to be important as we talk about this election, and make it very clear, it’s not a rejection of conservative values,” said Tony Perkins, president of FRC Action in Washington, D.C.
Dan buat siapa saja, orang Amerika atau bukan , pada akhirnya:
“that you may become blameless and harmless, children of God without fault in the midst of a crooked and perverse generation, among whom you shine as lights in the world.” (Philippians 2:15).
“Supaya kamu tiada beraib dan bercela sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya diantara mereka seperti bintang-bintang di dunia.



November 5th, 2008 at 8:59 pm
Saya ga terlalu mengikuti pemilihan presiden Amerika, walopun juga ga terlalu terasing dari berita2nya, bersamaan dengan bergulirnya pesta demokrasi dan masuknya krisis, ditengah2 semua ini saya justru terpesona dengan pembahasan ttg nubuatan2 (^_^), saya percaya bahwa TUHAN sedang mengarahkan jalannya sejarah saat ini, siapa yg menang atau kalah itu ketetapanNya, yg menjadi bagian kita ternyata adalah merespon dengan sikap dan tindakan yg benar regardless of the situation because we know Who is in control of the situation. Jadi, Filipi 2:15 itu sangat tepat (^^,).
Thanks! GBU!
November 5th, 2008 at 9:43 pm
@-G-: mHHhh nubuatan apa ya -G-??
November 5th, 2008 at 11:25 pm
Mmm…baca2 buku yg membahas ttg Wahyu–dari Morris Cerullo, Tim Lahaye dan juga dengar khotbah-nya Dr. David Jeremiah, What In The World Is Going On, ini termasuk nubuatan kan? Kalau memandang dari perspektif Alkitab, jadi merasa dikuatkan karena tahu bahwa Dia (selalu) yg memegang kendali.
November 6th, 2008 at 2:12 pm
Seperti kata : “Semua akan indah pada waktunya” .. semoga dengan terpilihnya Presiden AS yang baru akan membawa perdamaian dimuka bumi. Amin.
November 6th, 2008 at 3:05 pm
@erander: Kok pintar ngutip ayat Alkitab?
hehehe
Btw, thank you for coming.
November 6th, 2008 at 3:12 pm
For Arief Firhanusa (?),
I am sorry, I accidentally deleted your comment when I was about to reply.But thanks for the comment and visit.
November 6th, 2008 at 9:18 pm
Nancy,
(^_^) saya ga bgitu fasih ttg politik maupun nubuatan, hanya termasuk salah satu dari sekian (mungkin malah semua org ya di saat2 ini) yang terkesima dengan turun-naiknya keadaan saat ini, kyk dunia ini secara terus menerus digoyang oleh ‘gempa’ yang belum juga selesai2.
Akibatnya jadi bertanya-tanya apa yg sebenarnya sedang terjadi? Dan ‘menemukan’ titik terang setelah membaca buku2 dan mendengarkan pengajaran yg membahas ttg kitab Wahyu tersebut.
Kesimpulan saya adalah, manusia harus berusaha semaksimal mungkin, namun hasil akhir–walaupun tidak sesuai dengan yg saya inginkan, itu sudah tidak lagi berada di dalam tangan saya atau siapapun juga, krn ada sebuah skenario besar yg sedang berlangsung, tidak ada yg tahu detilnya dengan tepat, tapi semua ini mengarah ke suatu titik tertentu, sehingga bukan hasil akhirlah yg merupakan tanggungjawab manusia, melainkan respons kita sepanjang proses menuju ke hasil akhir yg (sebenarnya) sudah ditentukan tsb itulah yg merupakan tggjwb manusia.
Karena itu, maka Filipi 2:15 tsb, adalah ayat yg tepat, yaitu sbg org2 percaya tanggungjawab kita adalah melakukan apa yg benar, dan memancarkan kebenaran, apapun juga situasinya. Sbb sebenarnya kita sudah menang.
Mmg ga gampang dalam prakteknya, tapi setidaknya bagi saya, membaca dan sedikit banyak memahami nubuatan2 dalam kitab Wahyu, Daniel, Yehezkiel, membuat saya tidak terlalu ‘kaget2′ dengan keadaan saat ini, terus terang saja malah merasa dikuatkan, krn semakin menyadari bhw Dia memegang kendali, semua ini terjadi dlm batas2 yg telah ditetapkanNya.