<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Depresi dan Bunuh Diri</title>
	<atom:link href="http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/</link>
	<description>Engaging Contemporary Issues with Christian Thought</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Mar 2012 06:28:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Bathroom suites</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-671</link>
		<dc:creator>Bathroom suites</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 01:49:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/?p=785#comment-671</guid>
		<description>It&#039;s stuff like this that makes you think.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>It&#8217;s stuff like this that makes you think.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nancy Dinar</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-419</link>
		<dc:creator>Nancy Dinar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 12:47:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/?p=785#comment-419</guid>
		<description>@blueberry: sering kali Tuhan memakai cara itu supaya kita lebih dekat denganNya. 
&quot;The Lord is near to those who have a broke heart, and saves such as have a contrite spirit&quot; (Psalm 34:18)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@blueberry: sering kali Tuhan memakai cara itu supaya kita lebih dekat denganNya.<br />
&#8220;The Lord is near to those who have a broke heart, and saves such as have a contrite spirit&#8221; (Psalm 34:18)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: blueberry</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-414</link>
		<dc:creator>blueberry</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 08:18:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/?p=785#comment-414</guid>
		<description>aq pernah mengalaminya, tapi thank God! itu semua ngak sampe bikin aq punya keinginan bunuh diri. waktu itu yg aku lakukan adalah bertanya pada Tuhan, &quot;mengapa harus begini??&quot; kutumpahkan airmata setiap malam di hadapan Yesus mencari jawabannya dan &quot;itu adalah jalan terbaik buat aq&quot; dan &quot;rencana Tuhan yg paling indah dlm hidupku.&quot;
&quot;percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri&quot; (tertulis dimana ya..lupa..heheheh)
yah...jalan Tuhan kadang memang tidak dapat kita mengerti, meski terkadang pahit, tapi tetap percaya bahwa pada akhirnya semuanya indah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aq pernah mengalaminya, tapi thank God! itu semua ngak sampe bikin aq punya keinginan bunuh diri. waktu itu yg aku lakukan adalah bertanya pada Tuhan, &#8220;mengapa harus begini??&#8221; kutumpahkan airmata setiap malam di hadapan Yesus mencari jawabannya dan &#8220;itu adalah jalan terbaik buat aq&#8221; dan &#8220;rencana Tuhan yg paling indah dlm hidupku.&#8221;<br />
&#8220;percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri&#8221; (tertulis dimana ya..lupa..heheheh)<br />
yah&#8230;jalan Tuhan kadang memang tidak dapat kita mengerti, meski terkadang pahit, tapi tetap percaya bahwa pada akhirnya semuanya indah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: David</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-398</link>
		<dc:creator>David</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 15:27:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/?p=785#comment-398</guid>
		<description>Depresi?

Wah Ibu Nancy tahu saja untuk menanyakan perkara yang memas sedang manjadi hal aktual dalam kehidupan saya.

Saya sih ngga depresi hehehe Puji Tuhan, tapi kakak ipar saya. Saya begitu terbeban sama dia karena depresi dan stress nya sangat hebat, sehingga dia nyaris saja bunuh diri. 

Dari perkara tersebut saya bersyukur mengenal Tuhan sebagai Tuhan yang pribadi, Ia hidup dan mengasihi kita. Saya sendiri beberapa kali mengalami stress, tapi begitu saya ingat bahwa saya memiliki Tuhan yang perkasa, Tuhan yang dasyhat, stress saya hilang. berbeda dengan kakak ipar saya, Ia tidak mengenal Tuhan secara pribadi, akibatnya di saat stress dan depresi datang, ia tidak memiliki pegangan selain pikiran dan usahanya sendiri, dan seperti kita tahu, pikiran dan usaha kita ada batasnya. Akibatnya dia tidak bisa fokus, persis seperti Yakobus katakan, seperti perahu yang terombang ambingkan ombak.


Saya juga bersyukur karena Tuhan memberikan kepada kita contoh mengenai depresi dari Alkitab kita yang kaya, mulai dari Daud sampai kepada Yesus sendiri, dan semua bisa mengatasi depresi hanya karena mereka memiliki pengenalan akan TuhanNya.

Oleh karena itu, saya sepaham bahwa siapapun bisa mengalami stress dan depresi, namun bagi kita yang mengenal Tuhan, kita senantiasa memiliki Dia dan FirmanNya sebagai janjiNya akan jalan keluar dari setiap permasalahan / tekanan / stress / depresi.

Haleluya.
Gbu Bu :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Depresi?</p>
<p>Wah Ibu Nancy tahu saja untuk menanyakan perkara yang memas sedang manjadi hal aktual dalam kehidupan saya.</p>
<p>Saya sih ngga depresi hehehe Puji Tuhan, tapi kakak ipar saya. Saya begitu terbeban sama dia karena depresi dan stress nya sangat hebat, sehingga dia nyaris saja bunuh diri. </p>
<p>Dari perkara tersebut saya bersyukur mengenal Tuhan sebagai Tuhan yang pribadi, Ia hidup dan mengasihi kita. Saya sendiri beberapa kali mengalami stress, tapi begitu saya ingat bahwa saya memiliki Tuhan yang perkasa, Tuhan yang dasyhat, stress saya hilang. berbeda dengan kakak ipar saya, Ia tidak mengenal Tuhan secara pribadi, akibatnya di saat stress dan depresi datang, ia tidak memiliki pegangan selain pikiran dan usahanya sendiri, dan seperti kita tahu, pikiran dan usaha kita ada batasnya. Akibatnya dia tidak bisa fokus, persis seperti Yakobus katakan, seperti perahu yang terombang ambingkan ombak.</p>
<p>Saya juga bersyukur karena Tuhan memberikan kepada kita contoh mengenai depresi dari Alkitab kita yang kaya, mulai dari Daud sampai kepada Yesus sendiri, dan semua bisa mengatasi depresi hanya karena mereka memiliki pengenalan akan TuhanNya.</p>
<p>Oleh karena itu, saya sepaham bahwa siapapun bisa mengalami stress dan depresi, namun bagi kita yang mengenal Tuhan, kita senantiasa memiliki Dia dan FirmanNya sebagai janjiNya akan jalan keluar dari setiap permasalahan / tekanan / stress / depresi.</p>
<p>Haleluya.<br />
Gbu Bu <img src='http://nancydinar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kandar Ag.</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-397</link>
		<dc:creator>Kandar Ag.</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 11:28:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/?p=785#comment-397</guid>
		<description>Sayang sekali, aku tidak tahu statistik bunuh diri di Indonesia. Berapa pun besarnya, bunuh diri tetaplah memprihatinkan. Bukan saja menjadi &quot;terror&quot; atas bangunan iman-harapan-kasih yang selalu kita resapkan, hayati dan pegangi erat-erat, tetapi juga terror terhadap akal budi yang sehat.

Emosi memang seringkali lebih powerful menggerakkan tindakan daripada akal sehat.

Yaaaah... semoga di detik-detik akhir sebelum ajal, mereka yang meninggal karena bunuh diri masih sempat menyerukan iman dan penyesalannya, serta berharap akan pengampunan Allah Yang Mahakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sayang sekali, aku tidak tahu statistik bunuh diri di Indonesia. Berapa pun besarnya, bunuh diri tetaplah memprihatinkan. Bukan saja menjadi &#8220;terror&#8221; atas bangunan iman-harapan-kasih yang selalu kita resapkan, hayati dan pegangi erat-erat, tetapi juga terror terhadap akal budi yang sehat.</p>
<p>Emosi memang seringkali lebih powerful menggerakkan tindakan daripada akal sehat.</p>
<p>Yaaaah&#8230; semoga di detik-detik akhir sebelum ajal, mereka yang meninggal karena bunuh diri masih sempat menyerukan iman dan penyesalannya, serta berharap akan pengampunan Allah Yang Mahakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wstefanus</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-392</link>
		<dc:creator>Wstefanus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 09:33:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/?p=785#comment-392</guid>
		<description>@Nelotte:

So HE was THE ONE who mended me, healed me, embraces me, keeps telling me how much He loves me, and HIS Love alone is enuf for me. Even till now, He is always faithful.

Yeah yg aku alamin juga sama..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Nelotte:</p>
<p>So HE was THE ONE who mended me, healed me, embraces me, keeps telling me how much He loves me, and HIS Love alone is enuf for me. Even till now, He is always faithful.</p>
<p>Yeah yg aku alamin juga sama..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indra Karijanto</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-389</link>
		<dc:creator>Indra Karijanto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 03:54:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/?p=785#comment-389</guid>
		<description>Hi, Nancy !
Hehehe...thank u uda ngundang buat komen, sempet rada GR, tp ternyata undangannya utk umum ya, huahaha....!
Oya, about me, hehehe.....siapa lagi di IFGF GISI yg last name-nya sama dgn aku (&amp; adikku), kalo bukan bokap tercinta, hehehe.....

Now about depression. (I&#039;ll try to make it as short as possible, hehehehe...)
Kalo dari sudut pandang Kristen (mengacu pada pelajaran iGrow-APS), depresi berkelanjutan bahkan sampai ada intensi utk bunuh diri bisa jadi karena adanya ikatan kuasa jahat/kutuk yg belum dipatahkan. Memang utk melakukan itu, proses konseling biasanya tetap diperlukan supaya akar permasalahan benar-benar terungkap &amp; (nantinya) bisa diselesaikan sampai tuntas ke akar2nya. Setelah dilayani pelepasan pun, yg bersangkutan tetap perlu dilayani (konseling) agar ia tidak mengalami &quot;rebound&quot; / efek yoyo. Kalau di iGrow, masuk kelas APB, khususnya ttg 7 kunci perubahan.
Cuma memang proses konseling secara Kristen agak berbeda dengan proses konseling secara ilmu psikologi. Secara garis besar, perbedaan utamanya adalah : kalau konseling Kristen jelas harus selalu back to the bible, apapun masalahnya, siapa pun yg ngalami, tdk ada kompromi, semua (alternatif) solusi yg dihasilkan hrs back to the bible. Karena kita percaya bahwa Tuhan (melalui firmanNya dlm Alkitab) tahu apa yang terbaik &amp; (memang) punya rancangan terbaik bagi konseli. 
Sedangkan konseling berdasar ilmu psikologi (umumnya) memberi (alternatif) solusi yg dianggap terbaik bagi konseli. Jd contoh ekstrimnya, bila dianggap bunuh diri adlh alternatif solusi terbaik bagi konseli, alternatif ini akan tetap disodorkan.

Kalau dari sudut pandang psikologi, rasanya artikel di atas sudah cukup memberi gambaran. Hal ini memang kolaborasi dari berbagai kekacauan, mulai dari psikis, fisik, syaraf, EQ, AQ, dan belakangan baru disadari oleh para ilmuwan bahwa ada 1 unsur lagi yg berperan, yaitu spiritual/rohani (kalau kita-kita sih udah dari dulu tau ya, manusia itu ya roh, jiwa, tubuh, hehehe). Makanya belakangan heboh SQ, SEFT, dll. Sayangnya pelayanan holistik yg (bisa dibilang) dimulai oleh gereja, saat ini mulai kesusul oleh para motivator/trainer/konselor, krn mereka terus berusaha meng-update terapi-terapi penanganan depresi. Sedang gereja, cenderung stagnan.
Dalam menjalani/menerima terapi-terapi dari &quot;sekuler&quot; harus lebih berhati-hati, karena tidak sedikit yang didasari pada ajaran-ajaran yg bertolak belakang dgn Kekristenan, seperti new age.

Hhmm...mau komen apalagi ya, bingung....hehehe....
Oya, FYI, Indonesia jg punya semacam DSM, namanya PPDGJ. Kalau tdk salah yg paling akhir adlh PPDGJ III &amp; please cmiiw, PPDGJ ini acuannya dari DSM juga. Hanya saja PPDGJ III rasanya belum se-update DSM IV.

Well, smoga komen ini ga tambah bikin mabok &amp; bisa bermanfaat :)
Have a nice day with JC !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, Nancy !<br />
Hehehe&#8230;thank u uda ngundang buat komen, sempet rada GR, tp ternyata undangannya utk umum ya, huahaha&#8230;.!<br />
Oya, about me, hehehe&#8230;..siapa lagi di IFGF GISI yg last name-nya sama dgn aku (&amp; adikku), kalo bukan bokap tercinta, hehehe&#8230;..</p>
<p>Now about depression. (I&#8217;ll try to make it as short as possible, hehehehe&#8230;)<br />
Kalo dari sudut pandang Kristen (mengacu pada pelajaran iGrow-APS), depresi berkelanjutan bahkan sampai ada intensi utk bunuh diri bisa jadi karena adanya ikatan kuasa jahat/kutuk yg belum dipatahkan. Memang utk melakukan itu, proses konseling biasanya tetap diperlukan supaya akar permasalahan benar-benar terungkap &amp; (nantinya) bisa diselesaikan sampai tuntas ke akar2nya. Setelah dilayani pelepasan pun, yg bersangkutan tetap perlu dilayani (konseling) agar ia tidak mengalami &#8220;rebound&#8221; / efek yoyo. Kalau di iGrow, masuk kelas APB, khususnya ttg 7 kunci perubahan.<br />
Cuma memang proses konseling secara Kristen agak berbeda dengan proses konseling secara ilmu psikologi. Secara garis besar, perbedaan utamanya adalah : kalau konseling Kristen jelas harus selalu back to the bible, apapun masalahnya, siapa pun yg ngalami, tdk ada kompromi, semua (alternatif) solusi yg dihasilkan hrs back to the bible. Karena kita percaya bahwa Tuhan (melalui firmanNya dlm Alkitab) tahu apa yang terbaik &amp; (memang) punya rancangan terbaik bagi konseli.<br />
Sedangkan konseling berdasar ilmu psikologi (umumnya) memberi (alternatif) solusi yg dianggap terbaik bagi konseli. Jd contoh ekstrimnya, bila dianggap bunuh diri adlh alternatif solusi terbaik bagi konseli, alternatif ini akan tetap disodorkan.</p>
<p>Kalau dari sudut pandang psikologi, rasanya artikel di atas sudah cukup memberi gambaran. Hal ini memang kolaborasi dari berbagai kekacauan, mulai dari psikis, fisik, syaraf, EQ, AQ, dan belakangan baru disadari oleh para ilmuwan bahwa ada 1 unsur lagi yg berperan, yaitu spiritual/rohani (kalau kita-kita sih udah dari dulu tau ya, manusia itu ya roh, jiwa, tubuh, hehehe). Makanya belakangan heboh SQ, SEFT, dll. Sayangnya pelayanan holistik yg (bisa dibilang) dimulai oleh gereja, saat ini mulai kesusul oleh para motivator/trainer/konselor, krn mereka terus berusaha meng-update terapi-terapi penanganan depresi. Sedang gereja, cenderung stagnan.<br />
Dalam menjalani/menerima terapi-terapi dari &#8220;sekuler&#8221; harus lebih berhati-hati, karena tidak sedikit yang didasari pada ajaran-ajaran yg bertolak belakang dgn Kekristenan, seperti new age.</p>
<p>Hhmm&#8230;mau komen apalagi ya, bingung&#8230;.hehehe&#8230;.<br />
Oya, FYI, Indonesia jg punya semacam DSM, namanya PPDGJ. Kalau tdk salah yg paling akhir adlh PPDGJ III &amp; please cmiiw, PPDGJ ini acuannya dari DSM juga. Hanya saja PPDGJ III rasanya belum se-update DSM IV.</p>
<p>Well, smoga komen ini ga tambah bikin mabok &amp; bisa bermanfaat <img src='http://nancydinar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Have a nice day with JC !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nancy Dinar</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-385</link>
		<dc:creator>Nancy Dinar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 23:44:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/?p=785#comment-385</guid>
		<description>@nelotte: sis, thank you for sharing. Tidak ada masukkan yang lebih berharga daripada mereka yang pernah mengalaminya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@nelotte: sis, thank you for sharing. Tidak ada masukkan yang lebih berharga daripada mereka yang pernah mengalaminya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sahala napitupulu</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-383</link>
		<dc:creator>sahala napitupulu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 15:41:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/?p=785#comment-383</guid>
		<description>Untuk pemenuhan sebuah undangan berbagi komentar.

Tulisan bu Nancy ini mungkin lebih tepat disebut sebagai laporan,atau semacam pengantar barangkali, untuk bahan artikel selanjutnya : Melihat Pandangan Kristen Tentang Depresi. We wait and hope next article more interesting, sehingga makin memperkaya kita dalam melihat kasus ini. Inilah komentar saya.

Depresi dan Bunuh Diri, sebetulnya itu dua tema yang berbeda. Bisa berelasi dan bisa pula berdiri sendiri. Soalnya, tidak setiap depresi berujung pada suicide dan tidak setiap bunuh diri dipicu oleh karena depresi. Ada beberapa tindakan bunuh diri, yang dilakukan orang diluar yang disebut depresi atau hopeless atau despair atau apapun namanya. Mereka bunuh diri ternyata sebagai Sebuah Pilihan Sadar. Di Jepang misalnya, Harakiri atau bunuh diri adalah sebuah tindakan istimewa yang diapresiasi sedemikian terhormat untuk para kesatria. Sehingga disini Harakiri dilegitimasi dalam budaya Jepang sebagai tindakan heroik dan bukan karena mental sickness. Mungkin masih banyak lagi contoh-contoh dari kebudayaan negara lainnya.

Tapi kalau yang ini justru sering membuat saya muak dan mual.Melihat para teroris belakangan ini dengan aksi-aksi suicide bombersnya. Para pelaku bom bunuh diri, mereka dalam melakukan aksinya ikut merenggut nyawa ratusan orang lain, yang tak ada hubungannya dengan mereka sama sekali. Dan bunuh diri itu dilakukan secara sadar, penuh perencanaan, malah mengusung tema agama atau kepercayaan yang mereka anut. Sebutlah Kasus tragedi WTC di New York, Amerika dan kasus Bom Bali, yang terjadi beberapa tahun silam.

Bagaimana dengan depresi ? Depresi, saya setuju bisa dialami oleh setiap orang. Depresi itu bisa lintas agama, lintas partai,lintas suku dan lintas budaya. Mulai dari Artis, politisi, pendeta, wartawan, kaum awam, para blogger hingga komentator blog, semua rentan dengan stress dan depresi. Penyebabnya bisa macam-macam. Yang pasti, siapapun yang terkena depresi, tentu kedengaran sebagai Kabar Buruk, apalagi kalau sampai berujung dengan tindakan bunuh diri. 

Tapi, yang harus kita wartakan, depresi betapapun gawatnya, masih bisa disembuhkan. Mungkin sebagian karena treatment psikologis dan yang lain karena campur tangan dokter medical. Namun tidak sedikit pula yang sembuh, hanya karena mereka datang kepada tabib yang ajaib,Dialah Yesus. Jadi soal treatment ini pun bisa dilihat sebagai sebuah pilihan sadar. Tapi kalau ada orang minta saran saya, mana yang terbaik, maka jawaban saya Pergilah ke Tabib Yesus. Lalu mana yang terburuk, jangan pergi ke dukun atau para normal. Selebihnya, bu Nancy nanti yang akan menjawab.JBU.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk pemenuhan sebuah undangan berbagi komentar.</p>
<p>Tulisan bu Nancy ini mungkin lebih tepat disebut sebagai laporan,atau semacam pengantar barangkali, untuk bahan artikel selanjutnya : Melihat Pandangan Kristen Tentang Depresi. We wait and hope next article more interesting, sehingga makin memperkaya kita dalam melihat kasus ini. Inilah komentar saya.</p>
<p>Depresi dan Bunuh Diri, sebetulnya itu dua tema yang berbeda. Bisa berelasi dan bisa pula berdiri sendiri. Soalnya, tidak setiap depresi berujung pada suicide dan tidak setiap bunuh diri dipicu oleh karena depresi. Ada beberapa tindakan bunuh diri, yang dilakukan orang diluar yang disebut depresi atau hopeless atau despair atau apapun namanya. Mereka bunuh diri ternyata sebagai Sebuah Pilihan Sadar. Di Jepang misalnya, Harakiri atau bunuh diri adalah sebuah tindakan istimewa yang diapresiasi sedemikian terhormat untuk para kesatria. Sehingga disini Harakiri dilegitimasi dalam budaya Jepang sebagai tindakan heroik dan bukan karena mental sickness. Mungkin masih banyak lagi contoh-contoh dari kebudayaan negara lainnya.</p>
<p>Tapi kalau yang ini justru sering membuat saya muak dan mual.Melihat para teroris belakangan ini dengan aksi-aksi suicide bombersnya. Para pelaku bom bunuh diri, mereka dalam melakukan aksinya ikut merenggut nyawa ratusan orang lain, yang tak ada hubungannya dengan mereka sama sekali. Dan bunuh diri itu dilakukan secara sadar, penuh perencanaan, malah mengusung tema agama atau kepercayaan yang mereka anut. Sebutlah Kasus tragedi WTC di New York, Amerika dan kasus Bom Bali, yang terjadi beberapa tahun silam.</p>
<p>Bagaimana dengan depresi ? Depresi, saya setuju bisa dialami oleh setiap orang. Depresi itu bisa lintas agama, lintas partai,lintas suku dan lintas budaya. Mulai dari Artis, politisi, pendeta, wartawan, kaum awam, para blogger hingga komentator blog, semua rentan dengan stress dan depresi. Penyebabnya bisa macam-macam. Yang pasti, siapapun yang terkena depresi, tentu kedengaran sebagai Kabar Buruk, apalagi kalau sampai berujung dengan tindakan bunuh diri. </p>
<p>Tapi, yang harus kita wartakan, depresi betapapun gawatnya, masih bisa disembuhkan. Mungkin sebagian karena treatment psikologis dan yang lain karena campur tangan dokter medical. Namun tidak sedikit pula yang sembuh, hanya karena mereka datang kepada tabib yang ajaib,Dialah Yesus. Jadi soal treatment ini pun bisa dilihat sebagai sebuah pilihan sadar. Tapi kalau ada orang minta saran saya, mana yang terbaik, maka jawaban saya Pergilah ke Tabib Yesus. Lalu mana yang terburuk, jangan pergi ke dukun atau para normal. Selebihnya, bu Nancy nanti yang akan menjawab.JBU.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nelotte</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/10/27/depresi-dan-bunuh-diri/comment-page-1/#comment-382</link>
		<dc:creator>nelotte</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 14:38:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/?p=785#comment-382</guid>
		<description>Halo tante nancy hehe..

this is my first time commenting on ur blog, from the CIB Fest, after knowing it a couple of months back

Hmmm, aku sih tergerak buat kasih comment post yg ini karena aku dulu berusaha bunuh diri beberapa kali, cutting myself and stuff. Jadi aku mao kesaksian dikit.

Waktu itu aku masih belon kenal Tuhan sih. Aku decided to kill myself karena rejection and low self-worth sejak dari kecil, and juga pernah di abused sexually. Jadi bikin life tambah meaningless to me. Karena aku ngerasa my existence ga matter karena ga ada yg sayang ama aku. So I was in a circle where kalo aku depress aku cut myself and did other stupid stuff to hurt myself.  

Kira2 7 taon lalu aku pernah coba kedokter buat minta anti-depressant. Yah aku minum, for the first few weeks sih jadi ok banget. Tapi ada saat dimana aku ga minum, aku malah jadi lebih parah. And aku tao obat itu effectnya cuma sementara aja. Ga bener2 dealing with the source of my pain.


Sampe suatu saat aku dijamah oleh Tuhan Yesus, that was where I started to see hope beyond everything that happened to me. Beyond all the rejections and abuse. But that wasnt easy for me yet, karena for the first 2 years aku jadi kristen, aku masih terbelenggu ama masa lalu, masih sering depresi dan masih cut myself. Sampe akhirnya aku ke pindah ke Spore dari Sydney and aku felt so lonely karena ga punya temen seiman yet. Saat aku minta ama Tuhan, He said &#039;NO, I want you to face your loneliness with ME alone.&#039; :D

So HE was THE ONE who mended me, healed me, embraces me, keeps telling me how much He loves me, and HIS Love alone is enuf for me. Even till now, He is always faithful. 

And akhirnya aku bisa lepas smua dari masa lalu aku, karena Tuhan sendiri yg memulihkan. Tanpa perlu obat2an. HE dealt with me personally, mending my broken heart and soul, yg haus bgt akan kasih. Sampe akhirnya sekarang aku bisa berdiri bersaksi di depan banyak orang, telling them about my past and how HE delivered me. And all that memang becoz of His love and grace yg never stop flowing for me.

ok deh. Gitu aja.. I hope this bisa kasih masukan buat artikel tante,  sisi dari orang yg pernah mengalaminya. 

GBU tante, keep on writing ya.. very much blessed with ur radicalism :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo tante nancy hehe..</p>
<p>this is my first time commenting on ur blog, from the CIB Fest, after knowing it a couple of months back</p>
<p>Hmmm, aku sih tergerak buat kasih comment post yg ini karena aku dulu berusaha bunuh diri beberapa kali, cutting myself and stuff. Jadi aku mao kesaksian dikit.</p>
<p>Waktu itu aku masih belon kenal Tuhan sih. Aku decided to kill myself karena rejection and low self-worth sejak dari kecil, and juga pernah di abused sexually. Jadi bikin life tambah meaningless to me. Karena aku ngerasa my existence ga matter karena ga ada yg sayang ama aku. So I was in a circle where kalo aku depress aku cut myself and did other stupid stuff to hurt myself.  </p>
<p>Kira2 7 taon lalu aku pernah coba kedokter buat minta anti-depressant. Yah aku minum, for the first few weeks sih jadi ok banget. Tapi ada saat dimana aku ga minum, aku malah jadi lebih parah. And aku tao obat itu effectnya cuma sementara aja. Ga bener2 dealing with the source of my pain.</p>
<p>Sampe suatu saat aku dijamah oleh Tuhan Yesus, that was where I started to see hope beyond everything that happened to me. Beyond all the rejections and abuse. But that wasnt easy for me yet, karena for the first 2 years aku jadi kristen, aku masih terbelenggu ama masa lalu, masih sering depresi dan masih cut myself. Sampe akhirnya aku ke pindah ke Spore dari Sydney and aku felt so lonely karena ga punya temen seiman yet. Saat aku minta ama Tuhan, He said &#8216;NO, I want you to face your loneliness with ME alone.&#8217; <img src='http://nancydinar.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>So HE was THE ONE who mended me, healed me, embraces me, keeps telling me how much He loves me, and HIS Love alone is enuf for me. Even till now, He is always faithful. </p>
<p>And akhirnya aku bisa lepas smua dari masa lalu aku, karena Tuhan sendiri yg memulihkan. Tanpa perlu obat2an. HE dealt with me personally, mending my broken heart and soul, yg haus bgt akan kasih. Sampe akhirnya sekarang aku bisa berdiri bersaksi di depan banyak orang, telling them about my past and how HE delivered me. And all that memang becoz of His love and grace yg never stop flowing for me.</p>
<p>ok deh. Gitu aja.. I hope this bisa kasih masukan buat artikel tante,  sisi dari orang yg pernah mengalaminya. </p>
<p>GBU tante, keep on writing ya.. very much blessed with ur radicalism <img src='http://nancydinar.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

