Menurut Menkes Siti Fadillah Supari yang dimuat di harian Kompas baru-baru ini, ada 25% persen penduduk Indonesia yang mengalami gangguan jiwa seperti depresi dan psiskosomatik. Krisis monteter, beban keluarga, tekanan sosial, factor biologis, asupan gisi, adalah beberapa dari penyebabya. Angka ini tentu saja sangat fantastis, karena itu berarti ada 1 dari empat penduduk yang mentalnya tidak beres. Entah jika angka ini juga berlaku dikalangan Kristen apalagi yang taat bribadah. Apakah orang Kristen yang taat beribadah bebas dari depresi dan gangguan psikosomatik?
Di Korea ada 36 orang bunuh diri setiap harinya yang diduga penyebab utamanya adalah depresi. Baru-baru ini artis papan atas Choi Jin Shil, ditemukan tergantung tak bernyawa di kamarnya. Ia melengkapi deretan panjang artis-artis muda dan berprestasi lainnya yang juga menemui ajal dengan cara yang sama. Lihat wajah-wajah muda dan cantik di bawah ini (dari kika: Da Bin, Lee Hye Ryeon, Lee Eun Joo, Choi Jin Shil) adakah wajah mereka familiar bagi pencinta sinetron Korea di Indonesia?




Sampai tahun 1970 depressi masih dianggap aib yang memalukan. Penderita depresi enggan untuk mencari pengobatan disebabkan oleh stigma sosial yang telah terbentuk ini (sumber: wikipedi, baca juga Daftar nama orang terkenal yang menderita depresi di sini) Jika kita masuk ke dunia Kristen, saya rasa pandangan ini masih tetap ada sampai sekarang dimana seseorang yang menderita depresi lebih sering dianggap sebagai orang yang lemah iman daripada orang yang ’sakit’ sama seperti penderita penyakit somatic lainnya (darah tinggi, diabetes, kanker, dll).
Bahaya utama dari penyakit depresi ini adalah resiko penderitanya untuk bunuh diri yang tinggi. Diperkirakan 15% dari mereka yang menderita depresi meninggal dengan cara ini (sumber: all about depression). Di Korea bunuh diri menduduki tangga nomor 4 sebagai penyebab kematian dan di Amerika nomor 8, di duga depresi adalah penyebab utamanya. Bagaimana dengan Indonesia? Adakah yang tahu statistiknya?
Awasi jika anda memiliki gejala-gejala depresi dibawah ini:
- Susah berkonsentasi, mengingat hal-hal detail dan membuat keputusan.
- Faigue dan energy berkurang.
- Perasaan bersalah, tidak berharga dan/atau helpless.
- Perasaan tanpa pengharapan dan/atau pesismis.
- Insomnia, bangun pagi terasa lemah, atau tidur yang berlebihan.
- Mudah tersinggung dan gelisah.
- Hilangnya interest untuk melakukana aktivitas dan hobbynya termasuk gairah seks.
- Rasa sakit seperti sakit kepala, kram, masalah pencernaan yang tidak reda walau diobati.
- Perasaan sedih, cemas dan kosong terus menerus.
- Pikiran untuk bunuh diri dan usaha untuk bunuh diri.
More untuk gejala Depresi dari DSM-IV : Major Depression.
Silahkan bagikan pandangan anda tentang Depressi, sebagai masukan dan informasi untuk Artikel saya selanjutnya : “PANDANGAN KRISTEN TENTANG DEPRESI”
Tags: Depression, Psychology, Suicide

October 27th, 2008 at 2:22 pm
Insya allah.. bisa menjadi berkat bagi semua
October 27th, 2008 at 2:26 pm
(Pendapatku)
Postingan yang sangat bagus dan menjadi dasar untuk memperhatikan anggota keluarga dan teman kita.
Depressi, sama siapapun bisa terjadi termasuk pada para pendeta atau penetua, jemaat kristen, atau setiap orang pada umumnya.
Saya melihat dari sisi kristen. Bersyukur selalu, apapun yang kita alami, berbahagialah kita kesakitan ketika tersandung atau terjerembab, karena kita merasakannya.
Selanjutnya, Tuhan tidak memberi penderitaan yang tidak bisa kita pikul. Tuhan selalu menjawab doa kita, bahkan sebelum kita memintanya, telah diberikanNYa.
Namun manusia, perlu teman, perlu penghiburan, perlu berbagi rasa, perlu kita meletakkan diri diposisinya, supaya bisa kita obati, sebagaimana Tuhan Yesus datang sebagai manusia.
Kita tidak boleh menghukum, dan membuatnya makin jatuh.
Hmmm…saya bukan pendeta..dan bukan pula anggota jemaat yang baik, saya selalu penuh lumuran dosa, mata,kaki, tangan, mulut seluruhnya berdosa..mohon… saya tidak menggurui.
Saya juga orang yang takut membawa-bawa nama Tuhan, sejak kecil kita (saya) diajar demikian, jangan sekali-kali menyebut namanya kalau tidak benar jalannya. hmmm..hukum ke-3.
GBU.
October 27th, 2008 at 2:37 pm
@Ajaran: wah saya dapat kehormatan karena dikunjungin oleh blogger Muslim yang dalam blognya memuat ajaran religious yang profound. Mari kita bersama berpijak di atas persamaan dan tidak memperuncing perbedaan. Semoga dengan pertukaran ajaran kita bisa lebih saling memahami.
October 27th, 2008 at 2:39 pm
@Singal: Terima kasih Pak Singal, saya tidak mencari penapat yang religious sebenarnya. Pengalaman dan pendapat yang sekuler, bias, kontroversi juga welcome. Saya hanya ingin memperkaya tulisan dgn pendapat yang ‘unpredictable’.
October 27th, 2008 at 2:47 pm
Dear Nancy,
Depresi dan tekanan akan dialami setiap orang yang hidup di muka bumi ini
Apaalgi Si Pencuri selalu datang untuk mencuri damai sejahtera dan pengharapan setiap manusia. Saya percaya hanya di dalam Tuhan Yesus ada jawaban dan pengharapan yang sempurna untuk menangkis pikiran2 dan perasaan2 yang memulai rasa depresi. Pikiran2 dan perasaan2 tersebut biasanya akan di-amplifikasi (diperkuat seperti dengan sound system imajinatif) dan orang yang tidak memiliki iman dan janji Tuhan Yesus tidak aakn kuat menahannya.
Diluar Yesus ada yang bisa menangkis pikiran2 dan perasaan2 ini dengan ideologi, kepercayaan yang lain. Tetapi tidak ada yang lebih sempurna dan tok-cer dibandingkan Janji2 Tuhan Yesus melalui Penghayatan Firman Tuhan dan Hadirat Roh Kudus yang Menghibur.
see the following links on the same topic:
All Blessings,
Binsar
http://binsar.blogspot.com/200.....kanan.html
http://binsar.blogspot.com/200.....sitif.html
http://binsar.blogspot.com/200.....enang.html
October 27th, 2008 at 4:21 pm
@binsar: Okay, I’ve got your points Pak. Terima kasih. Ketiga artikel di atas juga sangat membangun dan membri inspirasi.
October 27th, 2008 at 4:51 pm
nice post mbak.
apakah saya kemasuk 25% itu ya
October 27th, 2008 at 6:46 pm
Depresi atau rasa stress bisa saja muncul pada setiap org.. karena ternyata kita masih berada di dunia yang penuh dengan dinamika. Tidak semua org yang depresi berakhir suicide. Orang yang depresi akan menggambil langkah bunuh diri jika ada element lain yang berusaha menghasut dan mengguatkan niat untuk bunuh diri. yang paling aku sorot selama ini adalah lagu2 yang bertemakan bunuh diri.. banyak lagu2 sekarang yang lirik nya tentang suicide, mengagung2 kan suicide sebagai jalan yg terbaik, nah org yang depresi akan semakin kuat untuk melakukan suicide karena mendengar lagu2 ini. ingat bahwa lagu itu mempunyai sifat subliminal artinya lagu itu bisa mempengaruhi alam sadar kita tanpa kita sadari. aku jadi ingat salah satu band metal Sliknot pernah mengeluarkan album berjudul Subliminal Verse 2. emang lirik lagunya sulit dimengerti dan tidak memiliki arti yang baku, namun disitu kekuatan iblis masuk, secara tidak diketahui melalui lagu ini mereka masuk ke bawah alam sadar kita.. aku dulunya penggemar mereka dan emang setiap lagunya selalu mengenai kematian, god hatred dan devil worhsiper. so jangan heran jika banyak anak2 muda penggemar mereka berakhir bunuh diri.
October 27th, 2008 at 6:52 pm
Shalom kak Nancy…
-Amsal 18:14
“Org yg bersemangat dpt menanggung penderitaannya, ttpi siapa akan memulihkan semangat yg patah?”
Mazmur 119:25
“Jiwaku melekat pada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.”
Di dlm Alkitab diajarin bgmn mgtsi depresi, kendala yg dihdpi oleh kita jk mglmi mslh. Adam & Hawa mglmi depresi berat stlh berdosa thdp Allah.
Nabi2 dlm Alkitab yg mglmi depresi :
* Abraham (Kejadian 15:2-3)
* Yunus (Yunus 4)
* Ayub (Kitab Ayub)
* Elia (1 Raja-Raja 19 : 4,10,14)
* Raja Saul ( 1 Samuel 16 : 14-23 dst)
* Yeremia (Kitab Yeremia 20 :7-18)
* Daud (Mazmur 6,13,18,23,25,27,31,32,34,37-40,42-43,46,51,55, 62-63,69,71,73,77,84,86,90-91,94-95,103-104,107,110,116,118,121,123- 124,130,138,139,141-143,146-147)
-Mazmur 38:6,8
Doa Daud — “Aku terbungkuk2, sgt tertunduk, spjg hari aku bjln dgn dukacita, aku kehabisan tenaga & remuk redam, aku merintih krn degug2 jantungku.”
* Depresi karena bersalah *
-Kejadian 4:6,7
Kain, putra Adam (krn mengabaikan Tuhan)
“Firman Tuhan kpd Kain: “Mgp hatimu panas & mukamu muram? Apakah mukamu tdk akan berseri, jk engkau berbuat baik? Ttpi jk engkau tdk berbuat baik, dosa sdh mengintip di dpn pintu; ia sgt menggoda engkau, ttpi engkau hrs berkuasa atasnya.”
-Mazmur 32:3-4
Daud, Raja Israel (berzinah & mglmi depresi sampai ia mengakui dosanya)
“Slm aku berdiam diri, tulang2ku mjdi lesu, krn aku mengeluh spjg hari; sbb siang mlm tanganmu menekan aku dgn berat, sumsumku mjd kering spt oleh teriknya panas. Sela.”
* Lepas dari depresi krn dosa dilakukan lwt pengakuan & mencari pengampunanNya *
-Mazmur 31:23, 32:2,5
Aku menyangka dlm kebingunganku: “aku tlh terbuang dr hdpn matamu.” Ttpi ssgguhnya engkau mdgrkn suara permohonanku, ktk aku berteriak kpdMu minta tolong.Berbahagialah manusia yg kslhnnya tdk diperhitungkan Tuhan, & yg tdk berjiwa penipu. Dosaku kuberitahukan kpdMu & kesalahanku tdklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kpd Tuhan pelanggaran2ku,” & Engkau mengampuni kesalahanku krn dosaku. Sela.
-I Yohanes 1:9
“Jk kita mengaku dosa kita, mk Ia setia & adil, sehingga Ia akan mengampuni sgl dosa kita & menyucikan kita dr sgl kejahatan.”
Doa Daud yang penuh kerendahan hati (contoh bagi kita semua dlm -Mazmur 51:3-15, 18-19 ) hehehe tlg dibaca di Alkitab !!!abis kl diketik kepanjangan !!!
* Sewaktu depresi, berharap & bergantunglah padaNya *
-Mazmur 42:6, 43:2a
-Amsal 3:5-6.
-Roma 15:13
-Filipi 4:4-8
-1 Petrus 5:6-7
Sekalipun keadaan begitu sukar, orang Kristen dpt menghindari depresi.
-2 Korintus 4:8-9, 16-18
“Dlm sgl hal kami ditindas, namun tdk terjepit; kami habis akal, namun tdk putus asa; kami dianiaya, namun tdk ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan namun tdk binasa…Sbb itu kami tdk tawar hati, ttpi meskipun manusia lahiriah kami smkn merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dr sehari ke sehari. Sbb penderitaan ringan yg skrg ini, mengerjakan bg kami kemuliaan kekal yg melebihi segala2nya, jauh lbh bsr drpd penderitaan kami. Sbb kami tdk memperhatikan yag kelihatan, melainkan yg tak kelihatan, krn yg kelihatan adlh sementara sdgkn yg tak kelihatan adlh kekal.”
Renungkanlah, apa yg tlh dilakukan Yesus Kristus bg kita. Ingatlah akan pengalaman Rasul Paulus, yg dgn iman ttp memfokuskan diri pd hal yg bersifat abadi bukan sementara. Saat kita memelihara iman & berpegang pd kasih & harapan yg tlh diberikanNya bg kita, sbgi orang Kristen kita dpt menghadapi terjangan badai hidup.
-2 Korintus 11:23b-28
Paulus — “…Aku lbh byk berjerih lelah; lbh sering di dlm penjara; didera di luar batas ; kerap kali dlm bahaya maut. Lima kali aku disesah org Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dgn batu, tiga kali mengalami karam kapal,sehari semalam aku terkatung2 di tengah laut. Dlm perjalananku aku sering diancam bahaya banjir & bahaya penyamun, bahaya dr phk org2 Yahudi & dr phk org2 yg bkn Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, & bahaya dr phk saudara2 palsu. Aku byk berjerih lelah & bekerja berat; kerap kali aku tdk tidur; kerap kali aku lapar & dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan & tanpa pakaian, & dgn tdk menyebut byk hal lain lagi, urusanku sehari2, yaitu untuk memelihara semua jemaat.”( apa depresi kita yg skrg melebihi rasul paulus?? )
-Galatia 2:20
“Namun aku hidup, ttpi bukan lagi aku sendiri yg hidup, melainkan Kristus yg hidup di dlm aku. Dan hidupku yg kuhidupi skrg di dlm daging, adlh hidup oleh iman dlm Anak Allah yg tlh mengasihi aku & menyerahkan diri-Nya untuk aku.”
* Saat bangsa Israel mengalami depresi, Tuhan meminta mereka untuk menaruh iman mereka dlm tindakannya *
“Ttpi org2 yg menanti2kan Tuhan mdpt kekuatan baru; mereka seumpama rajawali yg naik terbang dgn kekuatan sayapnya; mereka berlari & tdk mjd lesu, mereka berjalan & tdk menjadi lelah.” (Yesaya 40:31 )
Berbahagialah & sll bersyukur krn bs menjadi org kristen krn Tuhan tdk pernah membiarkan kita mengalamin kesulitan apapun, selalu ada jalan keluar bt kita semua asal kita mencari Dia !!!
Eh! Panjang banget ya!!! Hahaha….Gbu kak Nancy….
October 27th, 2008 at 7:00 pm
Blog kak Nancy tentang ” Depresi ” sangat menggali potensi diri kita masing2 krn kita semua diajak bersama untuk mengingat kejadian sekarang yg terjadi disekelilink kita semua & bersama2 kita mencari solusi dlm Tuhan serta mencari Tuhan serta bertanya kepada Tuhan apa jalan terbaik bg kita semua spy terlepas dr mslh tersebut.
Thank Kak Nancy !! krn telah mengingatkan ku dan menggali ku utk lebih mencari firman yg hidup ….Gbu..love u ….
October 27th, 2008 at 7:16 pm
@setep: WAH, sebenarnya saya juga belajar dari comment-comment Sttefy, bener lho. Dapet dari mana semua ayat itu? dan selalu sangat relevan dgn artikel yang saya tulis.
Terus berkarya ya, ayo dong blog friendster-nya di improve, saya yakin bisa jadi berkat.
October 27th, 2008 at 7:17 pm
@ruben: ok, ini jug salah satu masukan. TQ ya.
October 27th, 2008 at 7:42 pm
Depresi.. datang ke Tuhan aja deh.. The Joy of The Lord is our strength..
October 28th, 2008 at 12:07 am
Halo kak, senang ketemu denganmu lagi(sekaligus memenuhi permintaan kakak tuk memberi komentar:) )
Menurut pendapatku jika kita mensyukuri apa yang kita peroleh dan kita alami kita pasti akan terjauh dengan hal depresi ini. penyebab orang depresi adalah karena dia tidak terima kondisi yang dialaminya, apakah itu kemiskinan, patah hati, PHK, dll.
Tuhan punya janji yang sangat hebat bagi seluruh umat manusia:
Lukas 12:27 Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Bunga bakung dan burung-burung diudara saja Tuhan pelihara, apalagi kita manusia yang Tuhan berikan akal dan pikiran. Dia yang menciptakan pasti Dia pula yang akan memelihara.
Hidup memang susah, dan pasti akan semakin tambah susah. Itulah kondisi yang Tuhan izinkan untuk kita lakukan, tapi yakinlah kesusahan itu tidak akan melebihi kemampuan kita (I Korintus 10:13) jadi kita tidak harus depresi.
Jika kita lengah sehingga jatuh dan mengalami depresi, ingatlah bahwa Tuhan tidak akan meninggalkanmu. Tangan-Nya akan segera terulur tuk menarik tangamu.
Datanglah kepada Yesus, karena semua orang yang datang kepadaNya akan diberi kelegaan.
October 28th, 2008 at 1:58 am
Nancy tengkyu sudah mengundang sy utk komentar (kalo enggak diundang mungkin kagak pernah berkomentar kali yach). Ok saya entah sempat mikir atau membaca buku dimana, tp yg sy inget ada kalimat begini “Depresi itu suatu pilihan.” Nah bengong kan? Engga salah? Mungkin ini bisa jadi bahan inspirasi. Blessing.
October 28th, 2008 at 3:06 pm
hmm… Nancy, sepertinya saya sedang depresi… mungkin terkait dengan hubungan kami yang tidak direstui oleh keluarga saya… saya tahu permasalahannya tapi saya tidak mau melepaskannya… (jadi sharing)…
October 28th, 2008 at 4:04 pm
thanks nancy…
hari ini benar-benar puncak dari pergumulan saya selama 30 hari :(… benar-benar banyak masukan… thanks nancy…
mohon doakan…
October 28th, 2008 at 4:31 pm
Halo kak nancy..
Artikelnya bagus kak..
Yang namanya depresi, stress dan sejenisnya menurutku selama kita hidup di dunia akan selalu datang menghadang.
Masalahnya macem2: gara2 broken home lah, cerai, di phk, putus sama pacar, kesulitan ekonomi, dsb.
orang yang depresinya sudah di tingkat klimaks membuat seseorang berpikir sempit dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Meresa tak ada lagi yang perlu di pertahankan dalam hidup, shg akhirnya mencabut nafasnya sendiri yang sebenernya hanya bisa dilakukan oleh sang KHALIK.
menurutku untuk menghindari itu, hindari bengong, hindari orang-orang yang suka berpikir negatif, temukan tujuan hidup dan keep contact with GOD
October 28th, 2008 at 7:44 pm
Shallom Mbak Nancy, sy akan memberikan Pandangan saya ni. Tidak ada kontradiksi antara ajaran Kekristenan dan Dunia Medis. Satu sama lain dapat berjalan bersama2 dan saling komplementer. Secara medis, depresi ada yg disebabkan oleh alasan psikis, dan fisik. Kalo fisik,biasanya karena Gangguan keseimbangan Neurotransmitter,kurangnya Serotonin.yg jenis ini tentu sajb harus menggunakan obat
October 28th, 2008 at 9:26 pm
Mengalami kebingungan, muncul stress, lalu depresi, bunuh diri..
- tidak dicintai, tidak dimengerti
- tidak adil
- no hope, helpless, pesimis
- sedih
- masalah fisik
- blom menerima keadaan
- perasaan makin lama makin capek.. akhirnya suicide
- tekanan mental (diskriminasi)
Bagiku satu-satunya jalan hanya Tuhan..
October 28th, 2008 at 11:03 pm
gw jd baca2 wikipedia ne..
iya si.. penyebabnya bisa biological, social, n psychological
klo yg biological minum obat aja kale ya, kl yg social n psycho, kyaknya aga ribet ..
diblg klo ada komponent adaptasi di depresi, kl gagal adaptasi ya makin parah kale ya jd bunuh diri ato gila ..
tapi gw pena se kyak gie masalah cinta hehehe..krna awalnya iseng nyari2 tau jd stress sendiri, satu sisi gw masi sayang banget ga mau lepasin, sisi laen gw mulai kepengaruh kl hub gw salah..
jd mikirin trus..ga konsen ngapa2en,makan males,jd pendiem pdhal biasanya gw suka banyak crita ma temen2 ampe tmen gw pada bingung..
akhirnya ampe ujian gw ga bisa ngerjain n grade gw jelek banget..gw jd makin shock lagi hueue..
cuma mungkin benarnya jg ada faktor genetic turunan, kl dasarnya gw mang aslinya aga cuek, so gw aga cepet kale adaptasinya, ga betah lama2 stres..
yg pasti skrang gw dah ga mau gitu lagi..jalanin hidup ga usa ngotot la..jalanin aja pelan2..ya walo brbapa hari ini aga pusing jg mikirin article sebelah.. tp skrang dah cuek lagi hihi..:P
bunuh diri yg aga serem sih, yg ibu2 bunuh anak2nya yg masih kecil2, trus dia bunuh diri..
October 28th, 2008 at 11:38 pm
Halo tante nancy hehe..
this is my first time commenting on ur blog, from the CIB Fest, after knowing it a couple of months back
Hmmm, aku sih tergerak buat kasih comment post yg ini karena aku dulu berusaha bunuh diri beberapa kali, cutting myself and stuff. Jadi aku mao kesaksian dikit.
Waktu itu aku masih belon kenal Tuhan sih. Aku decided to kill myself karena rejection and low self-worth sejak dari kecil, and juga pernah di abused sexually. Jadi bikin life tambah meaningless to me. Karena aku ngerasa my existence ga matter karena ga ada yg sayang ama aku. So I was in a circle where kalo aku depress aku cut myself and did other stupid stuff to hurt myself.
Kira2 7 taon lalu aku pernah coba kedokter buat minta anti-depressant. Yah aku minum, for the first few weeks sih jadi ok banget. Tapi ada saat dimana aku ga minum, aku malah jadi lebih parah. And aku tao obat itu effectnya cuma sementara aja. Ga bener2 dealing with the source of my pain.
Sampe suatu saat aku dijamah oleh Tuhan Yesus, that was where I started to see hope beyond everything that happened to me. Beyond all the rejections and abuse. But that wasnt easy for me yet, karena for the first 2 years aku jadi kristen, aku masih terbelenggu ama masa lalu, masih sering depresi dan masih cut myself. Sampe akhirnya aku ke pindah ke Spore dari Sydney and aku felt so lonely karena ga punya temen seiman yet. Saat aku minta ama Tuhan, He said ‘NO, I want you to face your loneliness with ME alone.’
So HE was THE ONE who mended me, healed me, embraces me, keeps telling me how much He loves me, and HIS Love alone is enuf for me. Even till now, He is always faithful.
And akhirnya aku bisa lepas smua dari masa lalu aku, karena Tuhan sendiri yg memulihkan. Tanpa perlu obat2an. HE dealt with me personally, mending my broken heart and soul, yg haus bgt akan kasih. Sampe akhirnya sekarang aku bisa berdiri bersaksi di depan banyak orang, telling them about my past and how HE delivered me. And all that memang becoz of His love and grace yg never stop flowing for me.
ok deh. Gitu aja.. I hope this bisa kasih masukan buat artikel tante, sisi dari orang yg pernah mengalaminya.
GBU tante, keep on writing ya.. very much blessed with ur radicalism
October 29th, 2008 at 12:41 am
Untuk pemenuhan sebuah undangan berbagi komentar.
Tulisan bu Nancy ini mungkin lebih tepat disebut sebagai laporan,atau semacam pengantar barangkali, untuk bahan artikel selanjutnya : Melihat Pandangan Kristen Tentang Depresi. We wait and hope next article more interesting, sehingga makin memperkaya kita dalam melihat kasus ini. Inilah komentar saya.
Depresi dan Bunuh Diri, sebetulnya itu dua tema yang berbeda. Bisa berelasi dan bisa pula berdiri sendiri. Soalnya, tidak setiap depresi berujung pada suicide dan tidak setiap bunuh diri dipicu oleh karena depresi. Ada beberapa tindakan bunuh diri, yang dilakukan orang diluar yang disebut depresi atau hopeless atau despair atau apapun namanya. Mereka bunuh diri ternyata sebagai Sebuah Pilihan Sadar. Di Jepang misalnya, Harakiri atau bunuh diri adalah sebuah tindakan istimewa yang diapresiasi sedemikian terhormat untuk para kesatria. Sehingga disini Harakiri dilegitimasi dalam budaya Jepang sebagai tindakan heroik dan bukan karena mental sickness. Mungkin masih banyak lagi contoh-contoh dari kebudayaan negara lainnya.
Tapi kalau yang ini justru sering membuat saya muak dan mual.Melihat para teroris belakangan ini dengan aksi-aksi suicide bombersnya. Para pelaku bom bunuh diri, mereka dalam melakukan aksinya ikut merenggut nyawa ratusan orang lain, yang tak ada hubungannya dengan mereka sama sekali. Dan bunuh diri itu dilakukan secara sadar, penuh perencanaan, malah mengusung tema agama atau kepercayaan yang mereka anut. Sebutlah Kasus tragedi WTC di New York, Amerika dan kasus Bom Bali, yang terjadi beberapa tahun silam.
Bagaimana dengan depresi ? Depresi, saya setuju bisa dialami oleh setiap orang. Depresi itu bisa lintas agama, lintas partai,lintas suku dan lintas budaya. Mulai dari Artis, politisi, pendeta, wartawan, kaum awam, para blogger hingga komentator blog, semua rentan dengan stress dan depresi. Penyebabnya bisa macam-macam. Yang pasti, siapapun yang terkena depresi, tentu kedengaran sebagai Kabar Buruk, apalagi kalau sampai berujung dengan tindakan bunuh diri.
Tapi, yang harus kita wartakan, depresi betapapun gawatnya, masih bisa disembuhkan. Mungkin sebagian karena treatment psikologis dan yang lain karena campur tangan dokter medical. Namun tidak sedikit pula yang sembuh, hanya karena mereka datang kepada tabib yang ajaib,Dialah Yesus. Jadi soal treatment ini pun bisa dilihat sebagai sebuah pilihan sadar. Tapi kalau ada orang minta saran saya, mana yang terbaik, maka jawaban saya Pergilah ke Tabib Yesus. Lalu mana yang terburuk, jangan pergi ke dukun atau para normal. Selebihnya, bu Nancy nanti yang akan menjawab.JBU.
October 29th, 2008 at 8:44 am
@nelotte: sis, thank you for sharing. Tidak ada masukkan yang lebih berharga daripada mereka yang pernah mengalaminya!
October 29th, 2008 at 12:54 pm
Hi, Nancy !
Hehehe…thank u uda ngundang buat komen, sempet rada GR, tp ternyata undangannya utk umum ya, huahaha….!
Oya, about me, hehehe…..siapa lagi di IFGF GISI yg last name-nya sama dgn aku (& adikku), kalo bukan bokap tercinta, hehehe…..
Now about depression. (I’ll try to make it as short as possible, hehehehe…)
Kalo dari sudut pandang Kristen (mengacu pada pelajaran iGrow-APS), depresi berkelanjutan bahkan sampai ada intensi utk bunuh diri bisa jadi karena adanya ikatan kuasa jahat/kutuk yg belum dipatahkan. Memang utk melakukan itu, proses konseling biasanya tetap diperlukan supaya akar permasalahan benar-benar terungkap & (nantinya) bisa diselesaikan sampai tuntas ke akar2nya. Setelah dilayani pelepasan pun, yg bersangkutan tetap perlu dilayani (konseling) agar ia tidak mengalami “rebound” / efek yoyo. Kalau di iGrow, masuk kelas APB, khususnya ttg 7 kunci perubahan.
Cuma memang proses konseling secara Kristen agak berbeda dengan proses konseling secara ilmu psikologi. Secara garis besar, perbedaan utamanya adalah : kalau konseling Kristen jelas harus selalu back to the bible, apapun masalahnya, siapa pun yg ngalami, tdk ada kompromi, semua (alternatif) solusi yg dihasilkan hrs back to the bible. Karena kita percaya bahwa Tuhan (melalui firmanNya dlm Alkitab) tahu apa yang terbaik & (memang) punya rancangan terbaik bagi konseli.
Sedangkan konseling berdasar ilmu psikologi (umumnya) memberi (alternatif) solusi yg dianggap terbaik bagi konseli. Jd contoh ekstrimnya, bila dianggap bunuh diri adlh alternatif solusi terbaik bagi konseli, alternatif ini akan tetap disodorkan.
Kalau dari sudut pandang psikologi, rasanya artikel di atas sudah cukup memberi gambaran. Hal ini memang kolaborasi dari berbagai kekacauan, mulai dari psikis, fisik, syaraf, EQ, AQ, dan belakangan baru disadari oleh para ilmuwan bahwa ada 1 unsur lagi yg berperan, yaitu spiritual/rohani (kalau kita-kita sih udah dari dulu tau ya, manusia itu ya roh, jiwa, tubuh, hehehe). Makanya belakangan heboh SQ, SEFT, dll. Sayangnya pelayanan holistik yg (bisa dibilang) dimulai oleh gereja, saat ini mulai kesusul oleh para motivator/trainer/konselor, krn mereka terus berusaha meng-update terapi-terapi penanganan depresi. Sedang gereja, cenderung stagnan.
Dalam menjalani/menerima terapi-terapi dari “sekuler” harus lebih berhati-hati, karena tidak sedikit yang didasari pada ajaran-ajaran yg bertolak belakang dgn Kekristenan, seperti new age.
Hhmm…mau komen apalagi ya, bingung….hehehe….
Oya, FYI, Indonesia jg punya semacam DSM, namanya PPDGJ. Kalau tdk salah yg paling akhir adlh PPDGJ III & please cmiiw, PPDGJ ini acuannya dari DSM juga. Hanya saja PPDGJ III rasanya belum se-update DSM IV.
Well, smoga komen ini ga tambah bikin mabok & bisa bermanfaat
Have a nice day with JC !
October 29th, 2008 at 6:33 pm
@Nelotte:
So HE was THE ONE who mended me, healed me, embraces me, keeps telling me how much He loves me, and HIS Love alone is enuf for me. Even till now, He is always faithful.
Yeah yg aku alamin juga sama..
October 30th, 2008 at 8:28 pm
Sayang sekali, aku tidak tahu statistik bunuh diri di Indonesia. Berapa pun besarnya, bunuh diri tetaplah memprihatinkan. Bukan saja menjadi “terror” atas bangunan iman-harapan-kasih yang selalu kita resapkan, hayati dan pegangi erat-erat, tetapi juga terror terhadap akal budi yang sehat.
Emosi memang seringkali lebih powerful menggerakkan tindakan daripada akal sehat.
Yaaaah… semoga di detik-detik akhir sebelum ajal, mereka yang meninggal karena bunuh diri masih sempat menyerukan iman dan penyesalannya, serta berharap akan pengampunan Allah Yang Mahakasih.
October 31st, 2008 at 12:27 am
Depresi?
Wah Ibu Nancy tahu saja untuk menanyakan perkara yang memas sedang manjadi hal aktual dalam kehidupan saya.
Saya sih ngga depresi hehehe Puji Tuhan, tapi kakak ipar saya. Saya begitu terbeban sama dia karena depresi dan stress nya sangat hebat, sehingga dia nyaris saja bunuh diri.
Dari perkara tersebut saya bersyukur mengenal Tuhan sebagai Tuhan yang pribadi, Ia hidup dan mengasihi kita. Saya sendiri beberapa kali mengalami stress, tapi begitu saya ingat bahwa saya memiliki Tuhan yang perkasa, Tuhan yang dasyhat, stress saya hilang. berbeda dengan kakak ipar saya, Ia tidak mengenal Tuhan secara pribadi, akibatnya di saat stress dan depresi datang, ia tidak memiliki pegangan selain pikiran dan usahanya sendiri, dan seperti kita tahu, pikiran dan usaha kita ada batasnya. Akibatnya dia tidak bisa fokus, persis seperti Yakobus katakan, seperti perahu yang terombang ambingkan ombak.
Saya juga bersyukur karena Tuhan memberikan kepada kita contoh mengenai depresi dari Alkitab kita yang kaya, mulai dari Daud sampai kepada Yesus sendiri, dan semua bisa mengatasi depresi hanya karena mereka memiliki pengenalan akan TuhanNya.
Oleh karena itu, saya sepaham bahwa siapapun bisa mengalami stress dan depresi, namun bagi kita yang mengenal Tuhan, kita senantiasa memiliki Dia dan FirmanNya sebagai janjiNya akan jalan keluar dari setiap permasalahan / tekanan / stress / depresi.
Haleluya.
Gbu Bu
November 5th, 2008 at 5:18 pm
aq pernah mengalaminya, tapi thank God! itu semua ngak sampe bikin aq punya keinginan bunuh diri. waktu itu yg aku lakukan adalah bertanya pada Tuhan, “mengapa harus begini??” kutumpahkan airmata setiap malam di hadapan Yesus mencari jawabannya dan “itu adalah jalan terbaik buat aq” dan “rencana Tuhan yg paling indah dlm hidupku.”
“percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (tertulis dimana ya..lupa..heheheh)
yah…jalan Tuhan kadang memang tidak dapat kita mengerti, meski terkadang pahit, tapi tetap percaya bahwa pada akhirnya semuanya indah.
November 5th, 2008 at 9:47 pm
@blueberry: sering kali Tuhan memakai cara itu supaya kita lebih dekat denganNya.
“The Lord is near to those who have a broke heart, and saves such as have a contrite spirit” (Psalm 34:18)