Headline »

March 21, 2013 – 8:15 pm |

Buku “KOREA, A to Z” menggambarkan segala sesuatu yang ingin diketahui oleh orang Indonesia baik untuk sekedar menambah pengetahuan, pendamping memahami K-Drama, traveling, kuliah, bekerja  bahkan berimigrasi. Dilengkapi dengan foto-foto baik dari koleksi pribadi maupun …

Read the full story »
Relationship

Single, Husband and Wife, Friendship, Love

Personal Stuffs

Journal, Memoir, Traveling

Relationship

Single, Husband and Wife, Friendship, Love

Family

Parenting, Education, Career, Job

Spirituality

God’s Love, Biblical Figures, Spiritual Growth, Theology

Home » Human Nature

Pandangan Kristen terhadap Homoseks

Submitted by on October 24, 2008 – 4:10 pm16 Comments

Saya tidak menyangka bahwa tulisan saya tentang “Pendeta Kaum Homo” di blog ini maupun Jawaban.com mengundang banyak respons. Ternyata banyak yang berminat tentang topik ini. Sayang comment dan respon yang ada di luar dugaan saya.

Secara pribadi saya tidak menganggap dan tidak setuju dengan pandangan yang menganggap bahwa LGBT sesat. Yang saya maksud sesat adalah tindakan ‘misleading’ dari Pastor Mel White sebagai pemimpin agama yang mempraktekkan, mendukung, mengkampanyekan, memperjuangkan HS. Tindakan ini berarti menutup pintu bagi ribuan atau puluhan ribu kaum HS yang semula memiliki keinginan untuk berubah.

Pandangan sinis, prejudice, judgmental dan penolakan mentah-mentah dari orang Kristen juga menjadi salah satu penyebab bagi pada HS untuk menjauhi gereja yang tentunya juga menutup kesempatan bagi mereka untuk dilayani secara efektif. Jika karena orientasi seksual mereka berdosa, siapakah yang tidak? Siapa yang sanggup melewatkan satu hari saja tanpa berbuat dosa? Membenci dosa tidak sama dengan membenci pelakunya.

Masih banyak anggota masyarakat yang menganggap HS sebagai penyakit menular atau borok mengerikan. Di Indonesia, kaum Gay dan Transgender bahan lelucon dan ejekan (drama, komedi TV mempertontonkan stereotype gender dgn ejekan). Tidak terbayangkah bahwa mereka juga manusia sama dengan kita juga yang butuh penerimaan dan apresiasi diri?

Kebanyakan orang yang terlibat hubungan HS yang saya temui memiliki latar belakang kehidupan yang sulit sejak masa kanak-kanaknya walau sebagian juga karena terpengaruh lingkungan setelah dewasa. Mereka adalah orang-orang paling membutuhkan dukungan dan belas kasihan. Dengan orientasi seksual mereka sudah cukup menderita karena merasa lain dari yang lain. Sikap penolakan masyarakat selanjutnya juga membawa mereka pada perasaan terbuang dan tertolak sehingga membuat jalan pemulihan menjadi lebih sulit.

Jadi, bagaimanakah seharusnya sikap kita sebagai orang Kristen?

Kontroversi Mengenai Homoseksuality

Sebelum mengambil sikap sebaiknya kita harus mengerti latarbelakang dan kontroversi mengenai Homoseksualitas ini. Sejak tahun 1972, HS tidak lagi dianggap sebagai disorder atau kelainan jiwa dengan diluarkannya HS dari DSM-IV. Sejak saat itu the American Psychiatric Association) menjadi ‘leading force’ yang mendidik masyarakat untuk menerima HS sebagai suatu bagian dari variasi seksual yang normal. Orang tua dididik untuk menerima anak-anak yang memiliki orientasi HS sebagai anak yang normal, para prsikolog dan konselor tidak diperbolehkan melayani HS yang ingin berubah orientasi seks (re-orientasi seksual/conversion therapy), dan orang yang menentang HS disebut Homophobia.

Pendapat ini bertolak dari argument yang mengatakan bahwa usaha apapun yang dilakukan untuk mengubah seorang homoseks menjadi heteroseks akan gagal. Seseorang yang telah mengikuti therapy reorientasi kemudian gagal sangat besar kemungkinan menderita depresi, anxiety atau mental disorder lainnya,

Menurut APA, HS adalah immutable (tidak bisa diubah) karena orientasi seksual ini bukanlah pilihan seseorang. Mereka percaya bahwa HS dilahirkan, beberapa penelitian yang diadakan juga mendapati bahwa ada kelainan hormone dan fungsi otak dari penderita HS. Tekanan sosial, gagalnya therapy reorientasi, diskrimimasi masyarakat dipercaya menjadi sebab para HS semakin menderita dan meningkatnya angka bunuh diri di kalangan mereka.

Di kubu lain yang tidak kalah panas, adalah kelompok yang percaya bahwa HS adalah pilihan hidup, perubahan orientasi seksual bukanlah suatu halyang tidak mungkin asal ada keinginan yang kuat dari yang bersangkutan. Pendapat ini tentunya sebagian besar di support oleh kalangan Kristen Evangelical dan kelompok psikolog yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah.

Mereka berpendapat bahwa (1) Perlunya otonomy seseorang yang ingin berubah (maksudnya, jika ada yg HS yang mau berubah tidak boleh ditolak) (2) Perlunya menghargai nilai-nilai budaya dan pandagan agama mengenai prilaku seksual (3) Memperhatikan dan mengakui bahwa ada bukti-bukti dari reorientasi seksual yang sukses.

Tulisan saya berikutnya dalam Bahasa Inggris (belum sempat diterjemahin).

Lesson Form Mel White

As Christian we learn from Mel White experience that claim any religious effort he’s done was in vain. He thus concludes that his orientation must therefore normal and God-ordained. Although his view seems to be simplistic but he found tremendous supports.

What Christian Counselor and Therapist may react to such approach? Should we abandon the Biblical framework for the secular counterpart? Because many therapists including Christian been silent and just follow the authority. Some therapist although believes the abnormality of homosexual are been afraid from disqualification. Many researchers have been intimidated into trading truth for silence (Anderson).

Media in the other part play a big role to promote homosexuality. Famous person without reluctance declare their homosexual orientation and seem proud of it. Movies portray gay and lesbian honestly and desirably. News reports homosexual family and their children. Newspaper and magazine wrote about homosexual people and their story interestingly. The face of homosexual world described attractive and fascinating. People are more used to this exposure.

Christian Perspective

Ray Anderson suggests his Christian Perspective upon Homosexuality:

  • First, there are no positive statements in the biblical literature regarding same sex relations, regardless of what the context may be. At best, those who argue that same sex relations which take commitment and loving human partners are within God’s purpose must argue from silence.
  • Second, the scriptures of both Old and New Testament appear to make no distinction between homosexual orientation and homosexual acts. Indeed, the concept of a psychological or biological predisposition to homoerotic relations appears to be modern one, quite foreign to biblical worldview.
  • Third, the moral issues relating to homosexuality is an orientation or a practice but by the way in which one’s sexuality is related to the intrinsic nature of human personhood as created in the image of God.
  • Fourth, a theological and pastoral approach to the issue of homosexuality within the church must take into account a wider spectrum of biblical teaching than merely the few texts which condemn specific homosexual acts.

What choices we have?

Christian counselors along with most churches can avoid argumentation or they can openly against it. But neither of these two approaches will be successful. Homosexual person will avoid come to the church a place where they are not belongs. Ex-gay ministries conducted by churches will gain less popularity in its effectiveness. Church becomes a place only with perfect people who have heterosexual orientation.

These are some choices we have toward gay and lesbian friend in the church:

Be prejudice

And they will find people who will tolerate them

Be ignorant

and they will go to the community that recognize them

Be reluctant

and they will figure out another way to be significant

Be judgmental

and they will walk-off to the people who agree with them

or

Be a solution

where they find support and compassion

Friend, we are different but we’ll grow together

not according to your way

not even mine

but according to the Way, the Truth and the Life

(Nancy Dinar)

Nancy’s Suggestions for Solution

Each individual has been trough different situation. Although according to research there are violent and abuse elements in childhood experience of those who has homosexual orientation, but the upbringing may vary. Christian cannot view homosexual solely in one motive alone.

I agree with Anderson who says Christian and pastors should take wider spectrum to view homosexuality. Regarding the homosexual orientation may ground not limited to one factors but multiple causes, therefore the solution we offer should be based on variety.

The approach should begin from Christian family and then going to affect other.

Multi-approaches of homosexual solution could be:

a. For our children and family:

1. Prevention

Prevent our children from misleading understanding about homosexuality.

Prevent our children with a strong Christian faith and values.

2. Protection

Protect our children to the violent and abuse cause by parents or significant other.

Protect our children from unfitted environment lead to deformation of Christian values.

b. For Gay and Lesbian Fellows:

1. Intervention

Give intervention to the children and adult who has homosexual orientation with care and acceptance.

2. Correction

Give correction to misunderstanding of the unchangeable of homosexuality with education, information and research results.

3. Reorientation

Give whatever effort to do reorientation with supportive and uniquely approach to each individual.

Baca juga Revisi tulisan ini di  ”Homoseksualitas: Tadir atau Pilihan?