Krisis ekonomi yang berkepanjangan dan sempitnya kesempatan kerja di tanah air mendorong ratusan ribu orang Indonesia mencari nafkah di luar negeri. Ada yang datang baik-baik dan kembalinya juga baik-baik (legal worker) tapi ada juga yang datang baik-baik tapi pulangnya tidak (illegal worker). Para pekerja Illegal ini tersebar di banyak negara, seperti Amerika, Korea, Jepang, Malaysia, Australia dan negara-negara lain yang memang memberi cela bagi pekerja yang demikian. Pekerjaan mereka juga biasanya adalah pekerjaan yang enggan dilakoni warga setempat karena tergolong 3D (dangerous, dirty, difficult).
Bekerja secara illegal jelas melanggar hukum Negara yang bersangkutan sehingga kalau tertangkap dianggap sebagai criminal, tangan di borgol, di denda, dijadikan pekerja paksa, di masukkan penjara kemudian di deportasi. Namun, apakah bekerja secara illegal juga bertentangan dengan Firman Tuhan?
Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat beragam motivasi orang-orang ini bekerja. Ada seorang ayah yang ingin menghidupi keluarganya karena tidak ada pekerjaan yang cocok baginya di Indonesia. Ada seorang ibu yang bercita-cita menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi supaya memiliki nasib yang jauh lebih baik darinya. Ada seorang pemuda yang ingin mengumpulkan modal untuk memulai suatu usaha kecil yang nantinya membuka lapangan pekerjaan bagi yang lain. Ada seorang pemudi yang ingin menabung supaya bisa kembali dan melanjutkan cita-citanya yang tertunda. Dan banyak lagi motivasi lainnya yang kelihatan baik-baik saja.
Sebagai seorang pastor yang melayani orang-orang asing baik yang legal dan illegal selama bertahun-tahun saya melihat bahwa kasih karunia Tuhan tidaklah memandang status legal seseorang. Bahkan boleh dikata orang illegal mendapatkan anugerah yang lebih karena mereka lebih mudah dijangkau, bertobat, berubah, setia ke gereja dan mengandalkan Tuhan. Ketidakberuntungan mereka sering menjadi keuntungan.
Di Korea, gereja juga pada umumnya menganggap orang asing -tanpa membedakan illegal atau legal- sebagai bagian dari pelayanan social. Mereka dilayani untuk mendapatkan hak-hak pekerja, diberikan pelayanan kesehatan cuma-cuma atau ditampung sementara jika tidak memiliki pekerjaan. Seringkali tanpa misi kristenisasi bagi yang beragama non-kristen.
Dalam keadaan ini sulit untuk memisahkan antara pelayanan dan kepatuhan terhadap hukum pemerintah. Jika kita harus tunduk pada seluruh aturan pemerintah, berarti siapa yang bersalah termasuk yang illegal harus dilaporkan dan mendapatkan hukuman setimpal. Tapi ada hukum yang lebih tinggi yaitu kesempatan untuk menerima keselamatan jiwa dan kesempatan untuk memperoleh hak asasi manusia, membawa orang untuk melanggar hukum lainnya (dalam hal ini hukum keimigrasian).
Jadi, jika ada orang Kristen yang berniat untuk bekerja secara illegal ke luar negeri apakah itu dosa? Kembali kepada hati nurani orang itu sendiri. Saya percaya semakin kuat iman seseorang maka kepekaannya akan dosa dan bukan dosa juga akan semakin tinggi. Yang lebih penting untuk diketahui jika memang ada yang berminat menjadi pekerja illegal bahwa keputusan itu memiliki konsekuensi langsung seperti hilangya hak-hak pekerja (upah minimum, bonus, asurasi, dan pelayanan lainnya) karena mereka bukanlah pembayar pajak. Orang-orang seperti ini juga harus bersedia diperlakukan semena-mena: gaji tidak dibayar, under pay, overtime, dipecat, dianiaya, dikucilkan, sakit dan kecelakaan kerja tanpa kompensasi, atau ditipu agen tenaga kerja. Hidup mereka juga tidak akan tenang karena selalu ketakutan dan bersembunyi dari aparat.
Saya rasa dengan beban menjadi orang asing, buruan polisi imigrasi, dilanggarnya hak-hak asasi manusia sudah menjadi ‘hukuman’ yang berat bagi pekerja illegal ini. Sehingga apa yang mereka butuhkan adalah kekuatan dan penghiburan bukan condemnation dan kuliah tentang masalah hukum.
Tags: Ilegal, Korea, Spirituality, Worker



October 22nd, 2008 at 9:03 pm
Shalom kak Nancy,
Benar semua yg tertulis di blog kak Nancy, bg org yg sll hidup dlm Tuhan, tidak perlu memikirkan harus bekerja keluar negeri apalage scr illegal.
Mat. 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu
Mat. 7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu
Ul. 15:6 Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau
Ul. 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia
Tuhan tdk pernah meninggalkan kita semua..Halleluya…!!!
Iye neh kak Nancy…2 bulan lg & g tambah berat ( tuh hari nimbang ampir 75 kilo hiks hiks hiks….aduh gmn neh??? ) bierin deh..tar dah lahirin br pertimbangan..tp was was jg kl ga turun lg gmn ya??? hahhahaha Gbu …kak Nancy..keep blogging ya..abis blog kak Nancy top dehhhhh!!!! menyemburkan dan menggali semagat serta mengingatkan kita ttg kebenaran dan kesalahan….muachhhhhhhhh..love u