Nancy Dinar on October 15th, 2008

“Perkenalkan nama saya adalah Mel White, saya seorang pastor, penulis best seller dan pengajar di Fuller Theological Seminary. Saya seorang gay dan bangga dengan itu karena Tuhan mengasihi dan menerima saya apa adanya!” barangkali inilah perkenalan pertama yang akan kita dengar dari Mel White. Konon selama 35 tahun melakukan berbagai cara seperti doa puasa, pelepasan, psikotherapi dan electric shock yang berujung pada rasa frustasi karena tidak ada yang berhasil mengubah hasrat homoseksualnya. Di akhir pencariannya, ia kemudian berpendapat bahwa homoseks bukanlah dosa melainkan karunia dari Tuhan yang harus diterima apa adanya. Pengakuannya ini di terima baik oleh istri yang telah dinikanhinya selama 20 tahun, mereka kemudian bercerai. Mel White akhirnya menemukan partner hidupnya, Gary Nixon yang sampai sekarang telah hidup bersamanya selama 26 tahun. Mereka bedua mendirikan yayasan soulforce dan aktif memberikan ceramah bagi kaum LGBT (lesbian , gay, biseksual and transgender).

Walau di dunia Timur praktek homoseks masih dianggap tabu dan dosa berhadapan dengan agama manapun, tapi di dunia barat semakin menerimanya sebagai bagian dari kehidupan yang normal.  American Psychiatric  Associatio) bahkan telah mengeluarkan homoseks dari daftar mental disorder (DSM IV TR) dan menganggap bahwa gay dan lebian adalah bagian dari pilihan seseorang yang normal (walau tetap menganggap tansgender sebagai suatu kelainan jiwa).

Jika APA dan dunia sekuler menganggap demikian biarlah seperti itu karena “semua orang berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rm 3:23), kecenderungan hati mereka adalah berbuat dosa dan kejahatan. Namun yang tidak habis dipikir adalah mereka yang mengatas namakan Tuhan untuk membenarkan perbuatan dosanya. Menerjemahkan Alkitab sesuai dengan kebutuhan kedagingannya.

Saya tidak heran kepada orang-orang semacam ini ada keyakinan dalam hati bahwa apa yang mereka lakukan disetujui Tuhan. Dalam hati mereka tidak ada lagi rasa bersalah. Sebenarnya bukan Tuhan menyetujuinya, tapi Tuhan telah menyerahkan mereka pada keinginan itu supaya mereka binasa oleh karenanya. (Roma 1:24-32)

“Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka…sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukan sendiri, tetapi setuju dengan mereka yang melakukannya”

Sangat jelas bahwa baik mereka yang melakukan maupun yang setuju dengannya akan menerima hukuman Tuhan. Saya rasa kaum LGBT harus menerima apa yang dikatakan Firman Tuhan, jangan dimanjakan oleh pergeseran norma masyarakat modern, media cetak dan visual yang aktif mempromosikan mereka.

Mel White, salah! Ia mengatasnamakan Tuhan dan Alkitab untuk membenarkan dosanya sendiri. Jika ia memiliki orientasi seksual yang salah sejak lahir tidak berarti bahwa ia harus mempraktekkannya. Saya memiliki keinginan untuk berbohong sejak kecil, setiap orang punya keinginan itu, tapi bukan berarti saya harus menerimanya dan hidup di dalamnya. Setiap orang berjuang untuk melawan keinginan berbuat dosa yang secara natural ada di hati setiap manusia.

Jika anda LGBT dan membaca tulisan ini, jangan tertipu! Anda berdosa sama dengan saya yang juga berdosa, namun untuk itulah Yesus mati di kayu salib. Jika ada orang yang mengaku Kristen bahkan hamba Tuhan yang membenarkan bahkan mengendorse LGBT, jangan percaya, mereka sedang meyesatkan anda. Anda pasti tidak akan percaya jika saya mengatakan “berzinah bukan perbuatan yang salah, jika ada keinginan untuk itu jangan ditahan, lakukan tanpa rasa bersalah”, meskipun saya seorang pastor dan lulusan sekolah theology.

Jadi kesimpulannya, pendeta juga manusia, imam juga manusia, pelayan Tuhan juga manusia, pendapat dan perbuatan mereka bukanlah rujukan orang bertingkah laku. Setiap orang akan dihakimi menurut perbuatannya masing-masing!

Tags: ,

19 Responses to “Pendeta Kaum Homo”

  1. Setuju sekali dengan tulisan Ibu. Very good article.

    Jadi ingat bagaimana para pastor pedofilia dalam film “Deliver Us From Evil”. Mereka pun, walau akhirnya merasa bersalah, tapi tetap dilindungi oleh jajaran di atasnya. Bukannya dibebastugaskan, malah dipindah ke jemaat lain - dimana kasus yang sama pun terulang kembali.
    hiiii…..dan mereka pun tetap memakai jubah pastornya ketika diwawancara dalam film tersebut.

    Memang benar mereka sudah diserahkan kepada keinginan hati mereka.

    Saya juga setuju dengan analogi mengenai berbohong.

    Tapi, sekarang bagaimana berhadapan dengan mereka? Terus terang kadang kala saya agak bingung kalau berbicara soal Firman Tuhan buat kaum LGBT (saya ada teman yang bergabung dengan komunitas ini). Yang saya bisa lakukan hanya minta pertolongan Roh Kudus dulu kalau memang sudah saatnya saya bicara blak-blakan dengan kaum ini.

    JBU

  2. @Willie: thanx ya Will utk jadi komentator pertama. Baru aja tulisan ini dimuat, eh udah di komen …:)
    Melayani kaum LGBT yang pertama-tama adalah membuat mereka sadar bahwa perbuatan itu dosa dan salah. Dosa, kelemahan, masalah, yang tidak diakui tidak akan ada penyelesaiannya. Kalau seorang LGBT masih bergabung dgn komunitasnya agak sulit ya? karena pengaruh dari pergaulan itu sangat kuat. Seperti bara api yang menyala jika bertumpuk. Jadi memang harus keluar dulu dari sarangnya kemudian bisa dilayani.
    Gitu kali ya.. ciao, GBU

  3. Ibu Nancy,

    Pastor gay, atau christian LGBT… Memang sudah tidak lagi menyembunyikan identitas dirinya…

    Ada yang membenarkan pilihan mereka (untuk tetap menjadi seorang homo) dengan menggunakan Firman. Menyedihkan…

    Kalau saya sendiri, saya memang kenal dengan saudara/i (tidak hanya pria… yang wanita juga ada) seiman yang memiliki kecenderungan homoseksual.

    Mereka tahu keinginan tersebut adalah dosa, and they’re still struggle!
    En thanks God, memilih untuk tetap berjalan dalam Kebenaran tuh. Tidak proud untuk meng-klaim diri sebagai gay, tetapi memilih untuk tidak jatuh dalam lubang tersebut. Mereka memiliki kecenderungan tersebut, dan berusaha untuk tidak jatuh ke dalam dosa perzinahan gay…

    Benar sekali, Tuhan menerima kita apa adanya, dengan segala ‘paket pribadi’ (pengalaman + orientasi, etc) kita yang terbentuk hingga kita dewasa, menua, dan mati. Tetapi ketika kita mati, tentu Tuhan meminta tanggung-jawab atas hidup kita sebagai anak-Nya…

    Pastor gay? Who cares?
    They’re not our role model, Jesus is our role model…

    In the end, I know some christian gay struggle… Tapi lebih baik, benar, dan bijak untuk menyenangkan hati Tuhan daripada keinginan berdosa kita…

  4. @Tammy: hai Trammy thanx and wellcome back! I know that you love Jesus so much.
    Perlu tuh untuk memberikan kekuatan kepada para gay yang struggle daripada di condemn. Saya rasa mereka sudah cukup menderita karena merasa terperangkap di tubuh yang salah dan orientasi yang salah.

  5. Hello Nancy,

    Sebuah postingan yang sangat bagus dan bermanfaat bagi kaum homoseksual maupub heteroseksual.

    Kiranya memberi pencerahan kepada mereka yg telah tersesatkan.

    Anyway, Ikutan ya evenku, Fida Abbott’s Giveaway of the Year. Ramai-ramai berbagi cerita. Siapa tahu bermanfaat bagi sesama Ekspatriate.

    Salam dari PA,
    Fida Abbott

  6. wao,bagus bangat nih postingannya, saya sangat setuju bahwa pernikahan homoseksual adalah sesat, dan ngak ada kebenaran diAlkitab dikatakan bahwa pernikahan homoseksul itu dibenarkan.
    mudah-mudahan orang2 yang tersesat dalam dosa ini bisa membacanya biar disadarkan & segera bertobat.
    salam kak…
    GBU

  7. @ucok_reatem: salam juga Cok, thanx udah mampir di sini..

  8. Sayang yah, padahal Mel White selain jadi pendeta sering jadi ghostwriter untuk naskah2 kotbah Billy Graham, Pat Robinson, Jerry Falwell, dan pendeta2 lain. Karena status seksualnya, akhirnya dia “tersingkirkan” dari peta mainstream kekristenan di Amerika.

  9. ya..ya…Mel White adalah seseorang yang berbakat.

  10. Tulisan bu Nancy selalu kontekstual dengan isu-isu kekinian dan always smart writing,I like it. This is my opinion. Homosex, ia bisa disebutkan disorientasi seksual, termasuk dengan komunitas LGBT. Sekarang komunitas mereka tampak kian legal atas nama Hukum, HAM dan Lifestyle Modern.Tetapi parameter kita Alkitab. Dan Alkitab kita bilang semua itu adalah hawa nafsu kedagingan yang mendatangkan maut karena melawan keinginan Roh (Gal.5 : 16-19)dan homosex itu adalah cara hidup orang-orang Sodom dan Gomora(Kej.19 :4-5).Jadi, yang mereka butuhkan bukan mencari pembenaran atas perbuatan dosa mereka (sebab sponsornya sudah pasti iblis),tapi yang mereka butuhkan ialah pertolongan Yesus untuk mengampuni dosa mereka, menyembuhkan dan memulihkan keadaan mereka. Setuju dengan Tammy : Pastor gay ? Who cares. They’re not our role model, Jesus is our model…

  11. Yang bukan dari Tuhan pasti akan disingkirkan dari ladangNYA. Tuhan tak akan membiarkan domba-dombaNYA tersesat bukan? Tulisan ini mestinya menggugah hati kita untuk menyisihkan waktu terbaik kita untuk berdoa kiranya Tuhan memampukan hamba-hamba sejatiNYA untuk tetap menjaga kekudusan, dan memberikan kepekaan bagi para domba-dombaNYA agar bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

  12. @sahala napitupulu: aduh pak, saya jadi semangat untuk nulis nih.. thanx buat complimentnya and complement-nya.

  13. Shalom…

    Saya berpendapat gay tuh tetap dilarang di dlm Bible…dan dah jelas banget di tulis..

    * Nurut Firman Tuhan latar blkg tjd homo & lesbi
    Roma
    1:21
    Sbb sekalipun mrk mengenal Allah, mrk tdk memuliakan Dia sbg Allah atau mengucap syukur kpd-Nya. Sblknya pkrn mrk mjd sia2 & hati mrk yg bodoh mjd gelap.

    1:22
    Mrk berbuat seolah2 mrk penuh hikmat, ttp mrk tlh mjd bodoh.

    1:23
    Mrk menggantikan kemuliaan Allah yg tdk fana dgn gambaran yg mirip dgn manusia yg fana, burung2, binatang2 yg berkaki empat atau binatang2 yg menjalar

    1:25
    Sbb mrk menggantikan kebenaran Allah dgn dusta & memuja & menyembah makhluk dgn melupakan Penciptanya yg hrs dipuji selama2nya, amin

    1:28
    Dan krn mrk tdk merasa perlu utk mengakui Allah, mk Allah menyerahkan mrk kpd pkrn2 yg terkutuk, shgga mrk mlkkn apa yg tdk pantas

    * Lahir krn dikuasai keinginan hati untuk berbuat bejat (melakukan hal2 yg kotor thdp sesama sendiri)
    Roma
    1:24
    Krn itu Allah menyerahkan mrk kpd keinginan hati mrk akan kecemaran, shgga mrk slg mencemarkan tbh mrk

    1:26
    Krn itu Allah menyerahkan mrk kpd hawa nafsu yg memalukan, sbb isteri2 mrk menggantikan persetubuhan yg wajar dgn yg tak wajar

    1:27
    Dmkn jg suami2 meninggalkan persetubuhan yg wajar dgn isteri mrk menyala2 dlm berahi mrk seorg thdp yg lain, shgga mrk mlkkn kemesuman, laki2 dgn laki2, & krn itu mrk menerima dlm diri mrk balasan yg
    setimpal utk kesesatan mrk

    * Ada upaya utk menyetujui org2 yg mlkn hal tsb tmsk pemimpin agamapun ada menguatkan hati org2 utk berbuat jahat

    Rom 1:32
    Sbb wlpn mrk mgthui tuntutan2 hukum Allah, yi bhw stp org yg mlkn hal2 dkn,patut dihkm mati, mrk bkn saja mlkknya sendiri, ttpi mrk jg setuju dgn mrk yg mlkknya

    Yer 23:14
    Ttpi diklgn para nabi Yerusalem Aku melihat ada yg mengerikan: mrk berzinah & berkelakuan tdk jujur; mrk menguatkan hati org2 yg berbuat jahat, shgga tdk ada seorgpun yg bertobat dr kejahatannya,semuanya mrk tlh mjd spt Sodom bg-Ku & penduduknya spt Gomora

    * Ada yg bpdpt jaman ini shrsnya sdh bisa menerima hal tersebut

    2Ptr2:6
    dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom & Gomora dgn api,& dgn dmkn memusnahkannya & mjdknnya suatu peringatan utk mrk yg hdp fasik di masa2 kmdn

    Yud 1:7 sama spt Sodom dan Gomora & kota2 sekitarnya, yg dgn cara yg sama mlkkn percabulan & mengejar kepuasan2 yg tak wajar, tlh menanggung siksaan api kekal sbg peringatan kpd semua org

    * Reaksi Tuhan !!!

    Deu 29:23 seluruh tanahnya yg telah hangus oleh belerang & garam, yg tdk ditaburi,tdk menumbuhkan apa2 & tdk ada tumbuh2an apapun yg timbul drpdnya, spt pd wkt di tunggangbalikkan-Nya Sodom, Gomora, Adma & Zeboim yi yg ditunggangbalikkan TUHAN dlm murka & kepanasan amarah-Nya

    betapa mengerikan!!! glekkkkk!!!!!

  14. walah.. dunia ini makin aneh aja..
    aku tidak meragukan lagi kalo perbuatan mereka sama sekali salah
    dan bertentangan dengan firman Allah..
    mereka mecoba mencari kebeneran diri, membenarkan diri
    mengatasnamakan Allah.. makin bnyak aja ajaran yg aneh
    zaman sekarang ini..

    saya setuju dengan k nancy
    sejak manusia jatuh dari dosa
    pasti ada keingin daging yg timbul
    tapi bukan berarti kita kalah dengan keinginan itu
    atau meligimitasi , membenar benarkan yg salah..

    semua sudah tertulis
    kalo akhir2 ini makin banyak ajaran2 yg aneh dan sesat..
    semoga kita tidak tersesat..

  15. @setep: Muaaantap Sis! Keep you Bible Studying. Btw, tambah berat kau sekarang ya, 2 bulan lagi kan?

  16. memang zaman tambah edhuan ya Bu ..
    jadi inget ayat ini ..

    Mat 18:7 Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya …

    Semoga Mel White inget sama ayat ini …
    Gbu

  17. Terlepas dari dosa apa nggak, gua heran kalau tulisan ini dirangkai dan dibuat kesimpulan hanya berdasarkan beberapa penggal kalimat. Karena gua pernah baca buku yang jelas berbeda dengan “kesimpulan penganggap”, Mel White pernah menjadi orang yang sangat frustasi, merasa berdosa, merasa sangat tidak layak & terkucilkan. Sampai akhirnya dia bisa menerima keberadaan dirinya, dan tidak hidup dengan keputus-asaan lagi. Kalau penulis cermat & tidak sembarangan “judge” seharusnya dia memperhatikan usaha Mel White, 35 tahun, dengan berbagai cara, untuk melepaskan diri dari penyimpangan seksualnya, apakah waktu sepanjang 35 tahun itu tidak diperhitungkan dibandingkan dengan sepenggal kalimat Mel White.

    No further comment untuk tindakan2 dari Mel White setelahnya.
    Terkadang menimpuki batu “perempuan berzinah” memang jauh lebih mudah daripada memposisikan diri sama “rendah”, seperti yang Yesus lakukan.

    Blessings,
    LieL

  18. @LieL: good point, I will expalin more in my next article!

  19. alo.. met ‘nal ..

    gw awalnya baca ini dr forum akupercaya.com
    gw kurang sreg de ‘ma kata2 “dalam hati mereka tidak ada lagi rasa bersalah” n sempet nulis kl bukannya jd kesannya balas ngejudge ya.. pdhal ampe dimana se kita bisa tau dalamnya hati manusia.. mang kita bisa “nilai” dari sikap mreka, tp apa sikap mreka bkal reflect hati mreka jg..bisa aja itu sikap mreka diluar, tp ampe dalam hati sapa yg tau..so bisa aja mreka “masi” nngerasa bsalah, tp ga perlihatin aja keluar..

    mnurut aku ya, ada reaksi karna ada aksi..kdang yang dilakuin ma homsex bukan ntuk mo benarin diri ato mo pamer ato apa gitu, tp ga lebih dr reaksi dr aksi2 greja n org kristen yg dluan slama ini …ya ga usah jauh2 de liat aja komentar2 bebrapa org ttg article ini ;)

Leave a Reply

Related Posts from the Past: