Ditulisan sebelumnya saya pernah jatuh hati pada Partai Demokrat Amerika karena tersentuh dengan National Convention-nya. Banyak yang terkesan dengan retorika Obama namun waktulah yang akan membuktikannya. Semakin lama sikapnya tampak arrogant. Kata-kata yang puitis, tingginya nilai akademis, kulit hitam manis tidakah berarti tanpa hati yang bijaksana.
Sementara itu sangat nyata ketidakadilan media Amerika memperlakukan Calon Partai Republik (McCain dan Palin). Hampir tidak ada berita yang mendukung mereka, sebaliknya berita-berita yang bias dan negatif semakin intens. Ini adalah bukti bahwa orang-orang Amerika sudah semakin liberal dalam pola pikir mereka.
Orang Indonesia bangga karena Obama pernah tinggal di Indonesia tapi ia tidak sendiri kelihatan bangga dengan itu. Ketika membaca buku Obama “Dreams of my father”, orang akan mendapat kesan bahwa Indonesia adalah Negara primitif, miskin dan tidak aman. Obama tidak cukup menggambarkan keadaan Indonesia tahun 60-an yang ada dalam konteks pemberatasan G 30 S PKI. Tentu element-element pembangunan terhambat. Obama mengambil cuti untuk menulis buku ini di Bali, berarti ada kesempatan untuk membedakan keadaan Indonesia sekarang dan yang dulu.
Saat ini tentu saja Obama semakin percaya diri karena merasa di atas angin. Momentum krisis ekonomi, perang Irak dan ketidakpopuleran Presiden Bush sangat menolong-nya.
Pelajaran apa yang bisa dipetik dari sini? (1) Jangan tertipu tampang rupawan dan omongan manis, ujilah segala sesuatu -terutama buat para wanita, lol- (2) Jangan urusin Negara orang, urusin aja suami dan anak sendiri –ini juga bagi para wanita tentunya, lol- (3) Ngelantur amat seh….:)
(Mohon maaf jika ada kata yang salah dan menyinggung, blog ini bukan sarana menyampaikan wacana politik. Ini semua semata-mata pendapat dan refleksi pribadi yang kurang ‘manfaatnya bagi orang lain’, anggap saja selingan pengisi waktu)



October 8th, 2008 at 8:20 pm
Waduh…..saya ini termasuk yang berharap Obama bisa jadi presiden Amerika. Apalagi setelah nonton bagian akhir debat ke-2 capres amerika pagi ini. Sepertinya dia punya cara menjalankan kebijakan yang cukup masuk dengan logika saya.
Mengapa saya mau Obama yang menang? Karena saya berharap kebijakan luar negeri Amerika terhadap Indonesia bisa berubah – terutama dalam bidang militer. Jadi pesawat F-16 kita bisa terbang lagi….hihihi….
(walau ternyata sukhoi, katanya, lebih murah dan canggih).
Tapi, memang bungkusan itu bisa beda dengan isi. Jadi inget ayat dalam Matius 23:25
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.”
mmmm…memang benar “Jangan urusin negara orang, urusin aja presiden kita nanti siapa.”
GBU
October 9th, 2008 at 5:27 pm
wah.. kalo aku seh ga pernah ngikuti perkembangan politik di As, karena terlalu fokus ngeblog hehe.. :p
emang Obama ada hubungananya dengan Indonesia ya?? baru tau nih..hehe
October 10th, 2008 at 2:22 am
” Janganlah pandang parasnya atau perawakannya yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah. Manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati, ” itu kata Tuhan pada nabi Samuel saat dia terpesona melihat perawakan Eliab yang rupawan (I Sam.16 :6 – 7).Konteksnya waktu itu, siapa kah yang bakal dipilih Allah untuk menggantikan raja Saul ? Ternyata Daud yang kepilih.Sekarang sih semua orang terpesona dengan penampilannya Barack Obama dari pada lawannya situa John Mc.Cain. Tapi, bisa saja nasib Obama nanti kayak Eliab. Siapa raja, siapa presiden, yang jelas tergantung kehendak Tuhan juga toh ? Jadi melalui tulisan ini bu Nancy mau bilang ke kita : don’t judge a book by its cover but its content.
October 10th, 2008 at 4:07 pm
@sahala napitupulu: Benar Pak! Don’t judge a book by its cover.
October 13th, 2008 at 1:51 am
denger2 si obama mw dihukum mati ??
*clingak – clinguk
October 13th, 2008 at 8:23 pm
hahaha…pd mula nya saya sempet kaget kalo obama terpilih sebab saya lebih memilih hillary yang brilliant daripada obama yang pinter ngomonk. Tetapi akhirnya ….!!! ehem hem…semua juga menyadari bahwa obama seperti tong kosonk nyaring bunyi nya…..hehehe…kak nancy kapan ke hkg lagiiiiiiiiiiiiii???
October 14th, 2008 at 3:17 am
Politik tidak bisa 100% diserap melalui msm. Perlu dilihat dari apa yang sebenarnya mereka propose. Kebanyakan orang minta orang lain yang mencerna news, padahal itu adalah tanggung jawab masing-masing.
BTW, McCain-Palin jadi disebelin karena kebanyakan negatif attacks terhadap kubu Obama. Saya tidak bilang Obama 100% positif campaign tapi paling tidak jauh lebih relevan dibandingkan partai Republican.
Sudah saatnya Amerika menghentikan aksi mau menang sendiri. Harus ada dialog antar negara, termasuk negara yang sulit diajak berdialog. Jangan hanya mesin perang yang dikirim untuk menyelesaikan masalah. Sayangnya McCain-Palin lebih senang option yang terakhir.
October 14th, 2008 at 11:14 am
@BARRY: Bener Pak, Politik itu bisa dikatakan hanyalah efek iceberg, yang kelihatan hanya ujungnya, apa yang ada dibawahnya yang jauh lebih besar: siapa tahu? Bukankan semuanya adalah permainan saja?
Banyak yang harus dipelajari oleh Amerika, benar? Tapi saya tidak percaya kalau metode penyelesaian masalah McCain-Palin (and republican) se-simple itu. Artinya, if you’re not my friend than you’re my enemy! terus, serang. Banyak element yang terkait satu ama lainnya. Salah satunya adalah kewajiban Amerika untuk mempertahankan “brand”-nya sebagai negara super power #1.
I hate war! like everybody else. Tapi apakah ada jaminan bahwa Obama akan membawa Amerika ke negara aman sentosa, tidak campur tangan lagi dengan urusan negara orang? Tidak mengganggu gugat Afganistan, Irak, Iran, Israel, N. Korea?
OMG, I am a political practician now! he..he…he.. sedikit pertanyaan dari seorang Ibu Rumah Tangga yang terusik>>
October 14th, 2008 at 11:16 am
@setep: Iya Steff, sayang ya Hillary nggak kepilih.
October 17th, 2008 at 11:25 am
Salam kenal dari Surabaya !
Saya juga heran, kenapa banyak orang (bahkan yg ngaku anak Tuhan) “jatuh hati” sama Obama ya.
Jelas-jelas dia pro aborsi…
Jelas-jelas dia pro (pernikahan) LGT…
Ga jelas sikapnya ttg terorisme… (^_^)
Fenomena yg menarik ya ?
Btw, nice blog u’ve here !
Kalau berkenan, silakan tengok blog saya (http://indra77.blog.friendster.com).
Thank u, GBU
Shalom,
Y Indra K
October 17th, 2008 at 11:55 am
@Indra Karijanto: hai Indra salam kenal juga, thanx udah visit ke sini. Mengenai Obama, saya juga tidak setuju dengan Politcal Views seperti yg kamu sebutkan di atas, hanya saja itu bukan personal view-nya tapi dari partai demokrat Obama dan Biden sendiri hanya mengakui penikahan antara laki dan perempuan. Anyhow, berat ya karena harus menyangkali hati nurani demi karir dan politik. Banyak yg seperti itu, di Indonesia banyak.
Basicly, Obama punya jalan hidup yang inspiring tapi soal character? I don’t know! I can’t judge.
October 17th, 2008 at 2:44 pm
Hmmm…dengan memilih utk menyangkali hati nurani demi karir politik, rasanya kita bisa dapet sedikit gambaran ttg karakternya deh.
Meski memang belum tentu dapat gambaran the whole picture-nya…
Yah…like u said, we can’t judge.
Aniway, minta ijin utk masang link blog ini di blog saya, ya ?
This’s such an inspiring blog !
Thank u, GBU
Shalom,
Y Indra K
October 17th, 2008 at 3:43 pm
@Indra Karijanto: silahkan dilink…:) my pleasure
October 19th, 2008 at 1:52 am
cuma mau nanya aja siapa dong yang cocok untuk jadi presiden AS?
anyway kita tunggu aja siapa yang bakal jadi presiden, yang pasti yang menang adalah pilihannya DIA.
October 19th, 2008 at 12:49 pm
@tuan: wah nggak tahu juga ya…:) thanx ya..
October 19th, 2008 at 1:34 pm
aku ngga ngikuti perkembangan politik dunia…
seperti kata nancy “Jangan urusin Negara orang, urusin aja suami dan anak sendiri” benar sekali
October 20th, 2008 at 3:22 pm
Tidak ada partai politik di Amerika yang benar2 fit ke dalam seluruh isi Alkitab. Demokrat yang isinya lesbian, gay dan pro aborsi, atau Republik yang isinya pro-mayoritas (kulit putih) dan perang. Semua yang saya sebut di atas adalah menentang isi alkitab.
Pertama saya baca judul post di atas, saya pikir akan dijelaskan kenapa penulis merasa “tertipu Obama”. Tapi ternyata tidak ada. Mungkin kalau bisa dijelaskan dengan detail bisa lebih menarik. Oh iya, saya juga sudah baca bukunya
So far saya liat tidak ada kata2 Obama yang arogan. Sewaktu debat terakhir dengan McCain, mereka berdua membahas soal pendidikan. McCain menekankan soal perlunya sekolah direformasi dalam mendidik murid2, tapi Obama menekankan perlunya fungsi orangtua untuk lebih tegas lagi mendorong anak lebih banyak belajar daripada menonton TV atau main game. Mungkin penulis bisa menjelaskan dari mana mendapat kesan “tampak arogan”?
Mengenai intensitas berita, saya lupa baca di mana tapi nanti saya carikan, sebenarnya kuantitas berita selama 2 tahun terakhir ini lebih banyak mengenai Obama, dan lebih dari 80% adalah negatif, cukup berbeda dengan McCain yang hanya negatif 60%. Memang tampak jelas, agama Obama saja dipermasalahkan (mungkin karena dia bukan kulit putih), sementara McCain tidak pernah diutak utik soal imannya.
October 20th, 2008 at 4:13 pm
@plainbread: Kehidupan Obama memberi saya inspirasi, lihat tulisan saya sebelumnya, “How Democrats Inspired Me”, malah ada bagian-bagian yang sudah saya hapus yang sebelumnya menyanjung-nyanjung Obama. Saya mengikuti kampanye AS seperti ibu-ibu Indonesia mengikuti sinetron, karena Obama, Hillary, Clinton, Michelle, Biden, sangatlah menarik hati. Entah kenapa, di pertengahan jalan saya mulai simpati dgn McCain dan Palin, yang underdog dan sering jadi gunjingan. Ini sebelum ads negatif mereka meluber.
Entah mengapa, karena jika dgn latar belakang Obama saya bisa mengidentifikasikan diri tapi dgn McCain rasanya jauhhhhh: apa persamaan antara seorang Ibu rumah tangga muda Indonesia yg tinggal di Korea dgn ex POW AS, wealthy, white and old? Nggak ada! jadi, samata-mata simpathy aja. Saya bahkan nggak ngerti dgn Political Viewsnya apa? (baru semalam saya tahu bahwa Republican pro-gun??).
Menurut saya nyata kalau media TV dan berita favor pada Obama (demokrat) dan perceive everything negative untuk republican. Jelas di sini ada berita yang unbalance dan biased. Saya berhenti ikuti drama kampanye ini setelah debat pertama, pada waktu ceritanya jadi antiklimaks untuk Republican. Lagipula, kami baru pindah rumah dan belum ada cable TV. Sesekali baca berita online tapi skip untuk berita yang terlalu biased.
Jadi, ini bukan masalah politik tapi masalah simpati semata-mata.
Mengapa tertipu Obama?
bukankah itu judul yang menarik? Saya bukan democrat yang kecewa dan bukan juga republican yang marah, karena saya bukan orang Amerika. Saya merasa terlalu cepat menyanjung-nyanjung Obama bahkan untuk hal yg he did not earn.
mengapa Obama arogan? you didn’t think so?
Sangat sulit untuk menilai kelemahan orang jika ia sedang berada di atas, jika momentum dan massa ada dipihaknya, jika jalan terbuka dan mudah. Kita dgn mudah melihat kelemahan-kelemahan McCain sekarang karena posisinya memang di bawah. Character asli seseorang akan muncul jika ia dibawah tekanan: terbukti pada McCain tapi belum pada Obama.
Menurut saya Obama tampak arogan, karena he should be more humble. That’s it. Sebagai leader seseorang di nilai bukan dari apa yang ia lakukan tapi apa yang ia tidak lakukan.
Tidak setujukah?
Btw, salam kenal. Terima kasih untuk sedia mampir disini.
October 20th, 2008 at 4:40 pm
Pada dasarnya saya setuju dengan semua yang anda bilang, Nancy. Selama 1,5 tahun terakhir ini saya juga mengamati perkembangan politik Amrik. Yang saya tidak setuju dengan anda adalah soal arogansi Obama. Betul bahwa sulit menilai karakter seseorang kalau seseorang sedang berada di atas. Apalagi Obama masih baru dalam panggung politik dibandingkan dengan McCain.
Ada beberapa hal yang saya liat cukup membuktikan bahwa Obama tidak arogan:
1. Ada beberapa saat di mana Obama kalah dalam polls (survey perhitungan proyeksi suara) melawan Hillary atau McCain. Banyak orang terutama dari politikus Demokrat menyayangkan bahwa Obama tidak menyerang balik (istilahnya dirty campaign, mudslinging, or kitchen sink strategy). Dari situ saya liat Obama cukup konsisten untuk berpegang pada values yang dia pegang. Apalagi sekarang Obama terus dikait2kan berteman dengan teroris, beragama Muslim, dan anti Amerika. Tidak sedikitpun saya liat Obama melakukan character-assasination kepada McCain. Yang dia serang adalah isu atau rencana2 McCain jika dia menjadi presiden nanti.
2. Percaya diri berbeda dengan arogan. Suatu hal yang wajar jika Obama percaya diri, dengan latar belakang pendidikan yang dimilikinya. Ada beberapa hal sepele yang jarang diperhatikan orang, misalnya dalam hal mendidik anak. Saya tidak pernah melihat Obama membawa anak2nya ke panggung politik di saat session sekolah sudah mulai, bahkan anak2nya tidak pernah ada di panggung bersama dia jika sudah di atas jam 9 malam. Berbeda sekali dengan Sarah Palin, di mana saat republican Convention hari terakhir (jam 11 malam waktu sana), saya liat dia membawa seluruh anak2nya bahkan yang masih bayi. Dan ini bukan terjadi sekali saja tapi di hampir tiap kesempatan kampanye. Saya jadi berpikir, kenapa hal2 seperti ini tidak diprotes oleh banyak orang tua. Suatu hal yang arogan bahkan sembrono untuk membawa anak2 ke kegiatan kampanye bahkan sampai lewat batas jam tidur untuk anak2.
3. Di dalam setiap debat atau kampanye, Obama tidak pernah menyebutkan dia lulusan dari mana (cum laude harvard law). Berbeda sekali dengan McCain yang sering menekankan bahwa dia adalah POW dan lulusan dari Navy College (tapi jarang menyebutkan kalau dia lulusan paling bawah). Jangan lupa, penghasilan dan asset keluarga Obama dan keluarga McCain bedanya cukup jauh. Gaji Obama + istri = sekitar 2-3 juta dollar per tahun. Income McCain + istri = $ 6-7 juta. Rumah Obama = 1, rumah McCain = 7. Jadi saya rasa tidak ada dasar bahwa Obama arogan.
Tapi tetap yang namanya politikus tetap politikus. Obama juga manusia, yang tentunya jauh dari sempurna. Seandainya dia ternyata nanti jadi presiden, yang saya takutkan adalah kemungkinan besar dia terjatuh keras, apakah itu arogansi, dosa sex, atau korupsi. Nobody knows. Keep our fingers crossed, let God be the judge and the decision maker.
October 20th, 2008 at 6:20 pm
@plainbread: I do like Obama, I just lowered my ‘level of favoritism’. Btw, plainbread, I’ve sent you email trying to explain why? hope will answer your question.
October 21st, 2008 at 5:17 am
Ada YM gak, bu Nancy? Mungkin kita bisa ngobrol2 di YM. Oh iya, please jangan kirim email ke yang saya cantumkan di blog ini, karena saya sendiri lupa passwordnya hahaha.
October 21st, 2008 at 12:20 pm
@plainbread: ada, idnya tetep nancydinar…see u around!
October 24th, 2008 at 10:22 pm
ikutan ya
gw se dukung Plain hehhe.. ktemu dia lagi disini
yg gw liat ya banyak org yang nyimpulin sesustu bedasarkan informasi yang kredibilitasnya diraguin n kdang ga ada bukti sama sekali..jangan ampe kejebak disitu se n akhirnya jd bias..
kl gw se ga Obama ga Mc.Cain, ga ada yg tau lah mreka gmana nanti pas jadi presiden.. cuma gw liat dr partainya aja, gw suka ma demokrat heheh .. abis ex presiden demokrat banyak yang mengagumkan n liat2 kalo ‘da demokrat yg mimpin, US banyakan di masa keemasan..mm.. gw akhirnya jd aga bias dunk ya hehhe
October 24th, 2008 at 11:09 pm
@d~: “yg gw liat ya banyak org yang nyimpulin sesustu bedasarkan informasi yang kredibilitasnya diraguin n kdang ga ada bukti sama sekali..jangan ampe kejebak disitu se n akhirnya jd bias..”
tulisan ini pendapat pribadi dan tidak untuk dijadikan bahan acuan. Bukankan di akhir article sudah saya tulis. Very very personal. Rasanya saya perlu menarik diri dari diskusi mengenai politik, karena merasa itu bukan spesialisasi saya sebenarnya. Hanya seru aja kemarin dengan kampanye- mereka.
Dan, tolong juga baca article saya sebelumnya “How Democtrats Inpired Me”, semoga bisa menarik benagn merahnya.
November 2nd, 2008 at 4:28 am
Pertama saya tinggal di Amerika, saya tidak tertarik dengan politik, tetapi setelah hampir 13 th tingga disini dan mengikuti berita2 yg berkaitan dengan pemerintahan saya merasa kalau pandangan dan kebijakan partai Republik sangat sesuai dengan pikiran saya. Benar sekali bahwa media di negara ini sangat Liberal otomatis mereka mendukung Obama. Yg menyedihkan media2 tsb sampai menyembunyikan beberapa fakta seperti contohnya jamuan makan antara Obama dan Kalidi. Bukankan masyarakat umum berhak untuk mengetahui what’s goin on? Fungsi pers adalah menyalurkan informasi pada masyarakat, bukannya menutup2i. Dalam kampanyenya Obama menjanjikan health care untuk semua orang. Sangat menggiurkan mengingat biaya kesehatan disini sangat mahal. Dibalik itu, Obama akan menaikkan pajak pendapatan kaum menengah keatas dan small business harus menyediakan asuransi kesehatan bagi pekerjanya atau mereka akan mendapat sangsi. Yg menjadi pertanyaan, apakah mutu pelayanan kesehatan akan baik? Tentu tidak. Yg malah mungkin terjadi, orang2 akan antri untuk mendapat pelayanan kesehatan karena jumlah tenaga medis tidak sesuai dan kualitas pastinya menjadi tanda tanya. Kaum menengah keatas dan small business, yg bekerja susah payah harus membayar pajak tinggi, dan kaum pengangguran atau mereka yg malas dan memang dari dulu2 tidak membayar pajak akan menerima surplus. Ini tidak lain dari income distribution, socialism. Maka itu Obama ingin pemerintah untuk banyak campur tangan sehingga warga akan bergantung pada pemerintah dalam hal ini adalah para politicians. Dalam pidato2 terdahulu, Obama berkoar2 ttg rasisme. Bagi saya rasisme tidak relevan, pemilihan presiden sama seperti pemilihan calon pekerja. Kita akan memilih pekerja berdasarkan pendidikan, kemampuan seseorang menyelesaikan masalah dan kepribadian. Jangan membuat rasisme sebagai kambing hitam sebab sebenarnya apa reaksi yg akan terjadi seandainya McCain yg berkoar2 ttg rasisme? Mengenai patriotisme, Obama tidak pernah menaruh lengan di dada saat kita melakukan pledge of allegiance. Obama tidak pernah mengunjungi kamp2 tentara. Bahkan dia memproposed pengurangan dana saat tentara Amerika berjuang di medan perang. Dia juga mensupport aborsi bukan hanya pada jabang bayi tapi juga pada bayi yang sudah berkembang dan siap untuk dilahirkan. Mengenai kepribadiannya, dia menjadi anggota gereja rev. Jeremiah Wright selama 20 thn, pastor yg memberkati perkawinannya dan membaptis kedua anaknya, ketika ditanya apakah dia tahu kalau rev Wright dalam pidato2nya sangat anti amerika dan sangat rasist? Obama says No. Bagaimana dia tidak tau atau tidak pernah dengar on the same time dia menulis buku ttg pastornya itu dan menyatakan kalau pastornya itu bagi dia sudah seperti bapaknya sendiri? Kita lihat saja hasil pemilu besok, kalau Obama menang, berarti masyarakat disini shifted ke arah Liberalis Socialis dimana semangat pioneer yang identik dengan kerja keras, kreativitas dalam menyelesaikan masalah, individual efforts dan capitalism tumbang, yang ada adalah pemerintah yang turut campur dalam segala aspek kehidupan dan media masa yang leftis dan cenderung menutup nutupi.
November 2nd, 2008 at 7:31 pm
@Sylvia: iya, iya kermarin saya baca di Charisma Magazine, dan Focus on the Family jadi bisa ikut ngarasain khawatirnya kalangan evangelical Amerika.
Saya juga baru ngeh, dengan konsekuesnsi-konsekuensi yang harus diterima oleh kalangan Kristen. Sudah baca “Letter from 2012 in Obama’s America” Linknya ada disini http://focusfamaction.edgeboss.....letter.pdf.
November 3rd, 2008 at 12:17 pm
huehehe masi dibahas
biarin waktu aja yg menjawab..mana tau jg kita, mana yg bener..
cuma gw sempet mikirin jg se, yg masalah dulu ama pastornya itu. Klo semakin kita deket ma sum1, seharusnya kita bisa nebak jalan pikiran org itu ya..
btw ga pna ngikutin lage, si Obama masi gereja ditempat pastornya itu ga ya..jd wondering aja..kan mreka sempet bdua ga enak2an gitu..
November 5th, 2008 at 12:37 am
Sejak Obama masuk nominasi calon President dia minta Rev. Wright supaya menjaga jarak. Rev. Wright sempat berkomentar kalau Obama itu typical politician. Well, orang bisa tebak deh pribadi Obama sebenernya begimana. Seperti saya mentioned, press disini gga benerlah untuk nutup2in fakta. Semoga kalaupun sampai Obama terpilih jadi President dia tidak akan dapat keleluasaan untuk bertindak sendiri. Sebetulnya banyak sih komentar dia yg kurang bijaksana seperti komentar dia mengenai warga Amerika di rural areas yg dia bilang ‘they cling to their guns and religions”.
November 5th, 2008 at 11:13 am
iseng2 baca jd pnasaran ..hehehe mangnya Sylvia tinggal d state mana se?
yg gw liat se Obama masi muda banget, masi pnu ambisi, pinter, cakep..mm? ga tau d kl yg ini whahaha…kl punya karisma se iya..
ga ada yg tau gmana pemrintahan dia nanti, byk yg blg dia “unproven” tp mungkin karna itu dia malah lebih ada chance ntuk nyelesaiin masalahnya states skrang2 ini.. liat masa lalu d, byk president us yg “unproven” tp nyatanya mreka ok …palagi kl liat education background.. Obama jauh la dr si McCain
talking bout moral ya..yg gw liat Obama orgnya keluarga banget, pna baca article Obama blg dia slalu brusaha “balance” kerja n family, dia slalu nyempetin waktu buat istri n anak2nya, sesibuk apaan dia Trus dia ninggalin kampanye kan ntuk bday auntienya kl ga salah..
lepas dr msalah dia kyaknya “ga kenal” ma org2 sekitarnya kayak pastor na, mungkin dia aga naive cpet pcaya ma org.. ga tau jg.. tp mnurut gw jauh lbh baekan drpd Mc.Cain cerai n merit ma cewe lebih kaya huehehhe..
n Obama ga support aborsi, dia hanya mau itu dikembaliin ke org masing2, biar org itu yg mutusin sendiri, n biar state la yg decide..
n kdang mnurut gw aga aneh huehehe.. org2 slalu blg demokrat liberal pro aborsi,gay,etc.. trus maunya gmana? mo negara buat peraturan ntuk org2 kyak gitu harus dapet hukuman bla2 ? n then bukannya mala kesannya sosialis banget tu huehehhe.. :p n jg bukannya Tuhan org kristen slalu hargain free will ya? so sbgai ciptaan Tuhannya hargain jg dunk keputusan individunya :p hehe..
n dr dulu bknnya gitu mang state yg mutusin, gw skul di state yg slalu pro demokrat. Biar presiden republic, tetep aja tempet aborsi berdiri di state itu.. ga ngaruh tu heheh
btw liat resultnya aja la. Biar gmanapun harapan kt kan sama, spy states makin bagus.. so liat itu aja.. heheh
November 5th, 2008 at 1:30 pm
Obama menang heheh
November 5th, 2008 at 5:32 pm
kabarnya kabar angin…. (nga pasti kebenarannya)
jikalau seandainya Obama menang, kemungkinan Israel-Palestina berdamai semakin besar…maka semakin dekatlah tanda-tanda akhir jaman…heheeheh…benar ngak sehhh?
November 5th, 2008 at 5:42 pm
@blueberry: selamat datang Beluberry, mengenai hubungan Israel-Palestina damai dgn akhir jaman dapat infonya dari mana?
November 5th, 2008 at 9:51 pm
@d~: Obama menang heheh
Ya,ya, congratulation !
“…For there is no authority except from God, and the authorities that exist are appointed by God’ (Rome 13:1)
November 7th, 2008 at 4:33 am
Viva Obama
November 22nd, 2008 at 2:41 pm
weis obama lagi pada hangat ya…tapi lebih hangat lagi tokoh papa J
Obama…
Pemimpin seperti apa yang menyetujui aborsi. Untuk karier politik rela untuk menstatementkan aborsi.