Nancy Dinar on October 1st, 2008

Suatu hari ketika sedang berjalan-jalan dengan seorang teman, ia mengemukakan niatnya untuk mengecat rambut. Menurut saya keinginannya itu tidaklah pantas mengingat profesinya sebagai pendeta. Saya menasihatkannya kalau boleh janganlah rambut kita di cat macam-macam “Kalau pendeta rambutnya merah terus rambut jemaat warna apa?” tanya saya berdiplomasi.

Kejadian itu sekitar 7 tahun lalu. Kami akhirya menikah dan  telah dikaruniai dua orang anak, Joel (hampir 5 tahun) dan Mathew (1,5 tahun). Sampai sekarang kepala suami saya tidak pernah menyentuh cat dan masih memiliki warna rambut lahirnya ditambah satu dua helai uban.

Apa yang terjadi dengan saya? Selain gonta ganti model rambut juga telah bekali-kali mencoba cat dan bleaching. Rasanya apa yang saya pikirkan 7 tahun lalu tentang model dan cat rambut telah berubah dicemari modernisasi. Di rumah, waktu berhadapan dengan suami sering saya berkata “go and do something with your hair!”, karena bête melihat model rambutnya yang kuno.

Bukannya nggak mau ganti model tapi berkali-kali ia kecewa ketika pulang dari salon. “Mintanya begini jadinya begini” katanya. Jadi saya pun menawarkan diri untuk menata rambutnya. Pengalaman saya? Lima tahun!. Ya, saya punya pengalaman lima tahun menggunting atau tepatnya mencukur kepala anak-anak saya. Mereka tidak pernah mengenal salon dan selalu tampil dengan kepala hampir botak, karena modal saya cuman head shaver.

“Kita butuh thinning scissor” kata saya pada Nando, nggak tahu apa nama jenis guntingnya. Tapi waktu pulang dari Jakarta model rambutnya keren karena pakai gunting itu. Dan lewat internet Nando pun memesan gunting tersebut. Gunting itu datang dua hari kemudian, harganya sangat murah. “Buatan Cina!” kata Nando, memastikan bahwa pantas harganya murah.

Saya memakai gunting tersebut untuk Joel yang setiap kali digunting berteriak. Jika gunting bebunyi “srrrekk”; ia berteriak “ouch”, “sssrekk”; “ouch”, “sssrekk”; “ouch”.

“Hush! Digunting gini aja teriak-teriak?” kata saya yang mengira si Joel manja dan cengeng.

Setelah selesai, hasilnya lumayan berantakan membuat rasa percaya diri saya hancur untuk project selanjutnya. Teryata pengalaman lima tahun bukan apa-apa.

Untung saya belum sempat mencobainya di kepala pendeta itu karena kemarin waktu jalan-jalan di mall saya melihat gunting yang persis dengan yang kami beli itu. Di covernya tertulis : PET SCISSOR , lengkap dengan gambar anjing berbulu lebat yang lucu.

Oh pantas saja si Joel berteriak : “Ouch! Ouch! Ouch!”

Tags: , ,

10 Responses to “Rambut Model Mutakhir”

  1. wah!! PET SCISSOR !!! pantes joel jerit2…hahahahaha!!! mank waktu pesanan dateng ga di tulis ??? waduh kasian joel selama neh!!! di hkg byk di jual lho !!! ga mahal2 banget…mao g cariin ???

  2. @setep: no thank’s ..hii..hii.hii..

  3. he..he..keren kak, lain kali aku bisa ngk yah cukurin rambutnya jose kan udah ada pengalaman nih dikit nih, just kidding kak..
    tetap semangat
    GBU

  4. @parlyn: ok, bener ya, lain kali kamu yg cukurin Joze…:)

  5. haha, salah pilih alat jadi hasilnya berantakan yah…
    aku juga pengen bisa potong rambut suami :)

    nancy, boleh tanya ttg kosmetik etude di korea termasuk laris ngga? aku baru beli di jakarta soalnya dan harga2nya mahal2 juga tp tetap kubelu hehe. kosmetik brand korea terlaris di sana merk apa? thanks :)

  6. @onikchan: hai, Onik, baru beli produk Etude ya? Menurut saya Etude di Korea, cukup populer namun pangsa pasarnya memang utk ABG. Sedangkan untukyg lebih dewasa dan produknya sudah beredar di luar adalah Laneige dan SK II, harganya jauh lebih mahal dari Etude. Produk mereka yang populer adalah skin care bukan kosmetik. Cuman saya nggak sure kalo produk skin care Korea cocok dengan kulit dan cuaca di Indo, di Korea kan produknya untuk kulit yang kering dan super kering.
    Sering kalo pulang Indo, saya nggak bisa pake produk Korea yang biasa, karena di sana jadi berminyak.

  7. oh, untung ngga beli skin carenya hehe
    cuman beli kosmetik, baru surfing ternyata harga di korea hanya setengah harga dari sini. waduh…
    kapan mau balik ke korea? mau nitip2 *ooops*

    btw, u temannya joe/yuda? kemarin aku pas belanja etude, suamiku lagi ngobrol2 ama joe hehe.

  8. @onikchan: boleh, nanti aku kabarin kalo mau balik, asal yang gak berat-berat aja. Soalnya kalo pulang biasanya bawa anak2 …:)
    Oya, saya kok nggak ketemu profile Onik di blogspotnya?

  9. thank youuu, nancy *bighug*… pasti pilih yg ngga berat :)
    aku memang set hidden profile
    kalo mau lihat, klik fotoku di post commentnya.

  10. hihihihi.. kasian banget anaknya kak :D

Leave a Reply