Apakah seorang pemimpin kristen (pastor, penginjil, pemimpin gereja, guru, atau pelayan Tuhan lainnya ) boleh terjun ke arena politik?
Dari apa yang saya tahu dulu sejak kecil bahwa orang Kristen tidaklah boleh melawan pemerintah termasuk mengadakan demo, unjuk rasa atau protes. Namun, di Korea pendapat itu sama sekali berbeda. Kami bekerja sama dengan salah satu gereja yang senior pastornya telah 12 kali keluar masuk penjara karena memimpin demo melawan pemerintah. Figure yang sangat dihormati baik di kalangan gereja maupun sekuler, beliau bahkan pernah menjadi penasihat presiden.
Tahun-tahun sebelumnya banyak pendeta dan pemimpin Korea yang subversive karena memperjuangkan hak-hak buruh dan juga migrant worker (termasuk yang illegal). Tidak heran jika saat ini Korea menikmati hasil dari para pejuang ini karena gereja dianggap sebagai people’s power yang terkadang memiliki absolute power terutama dalam hal kebijaksanaan yang berhubungan dengan masyarakat kecil. Peraturan terhadap migrant worker juga menjadi lunak dan berkompromi.
Sebagai contoh tahun 2002 seluruh illegal worker di Korea diberikan kesempatan untuk mendapatkan status legal jika mau melaporkan diri. Banyak diantara mereka yang tetap bekerja sampai sekarang dengan status legal. Pihak immigrasi kadang memberitahukan staff gereja jika aka ada razia pekerja illegal supaya waspada jika sekiranya ada jemaat yang illegal (Lucu kan?). Ini tidak lepas dari perjuangan pemimpin-pemimpin Kristen yang bukan hanya berkhotbah di mimbar tapi juga memperjuangkan hidup mereka yang minoritas dan lemah hukum.
Akhir tahun 2003 salah satu jemaat kami ditemukan meninggal menggenaskan di tempat kerja. Tidak ada kompensasi atau asuransi karena kematiannya tidak bisa dikategorikan sebagai kecelakaan kerja. Apa yang membekas dibenak saya adalah Pastor Korea itu memerintahkan bawahannya termasuk suami saya untuk menuntut perusahaan memberi kompensasi yang significant. “Orang ini tidak bisa pulang hanya dengan nama, dan keluarganya tidak boleh menerima hanya jasadnya. Dan kamu tidak boleh seharipun meninggalkan tempat duka ini. This is more important than preaching” katanya pada suami saya. Kami pun harus menunggui tempat duka selama kurang lebih satu bulan sampai pihak perusahaan menyetujui permintaan kompensasi itu yang langsung diberikan pada keluarganya di Indonesia.
Saat ini dimanakah peran orang Kristen di panggung politik? Apakah orang Kristen harus berani memperjuangkan nilai-nilainya atau berkompromi dan menjadi pemain di belakang layar? Apakah orang Kristen harus menjunjung the separation of state and nation atau sebaliknya : agama adalah Negara dan Negara adalah agama?
Banyak pemimpin Kristen konservatif memilih jalan damai, lebih baik mengadakan KKR dan penginjilan dan melupakan sama sekali peran ini. Posisi mereka yang tidak berpihak memberikan kesempatan Negara dipimpin oleh orang-orang yang liberal, tidak takut Tuhan, dan yang mengejar kepentingan pribadinya. Pada akhirnya yang akan menuai konsukuensi dari sikap ignorant ini adalah mereka yang kecil, yang pernah berbondong-bondong menghadiri KKR, telah diselamatkan tapi sayang hidupnya tidak menjadi lebih baik.
Baiklah untuk membuat tulisan saya ini singkat, ada 4 hal yangmenurut saya harus dimiliki oleh pemimpin Kristen :
1. Stand Up.
Pemimpin Kristen harus stand up memperjuangkan apa yang melenceng dari Firman Tuhan. Mereka harus berani untuk meyuarakan imannya tanpa terintimidasi menjadi tidak populer atau bahan ejekan. Banyak yang akan tidak setuju tapi ada lebih banyak lagi yang perlu untuk mendegarkan itu.
2. Integrity
Tentu saja sebagai pemimpin intergrity adalah karakter utama. Apa yang disuarakan harus koheren apa yang akan ia lakukan jika sendiri, saat tidak ada yang melihat dan menilai. Misalnya, pemimpin yang memperjuangkan family values juga harus memiliki keluarga yang harmonis sebagai contoh dan teladan. Keluarga bukanlah ‘off-limits’ dari seorang politician, seperti yang dikatakan Obama. Bagaimana seorang pemimpin memimpin biduk keluarganya adalah simbol dari bagaimana ia bisa memimpin kelompok yang lebih besar.
3. Eclectic
Seorang pemimpin Kristen haruslah bisa ‘embrace the diversity’, membawa kelemahan menjadi kekuatan dan perbedaan menjadi harmony. Seperti seorang konduktor yang dapat memimpin suatu orkestra yang terdiri dari berbagai alat musik dan banyak pemain menjadi suatu symphony yang indah.
3. Stick 2 the Mission
Pemimpin Kristen haruslah mereka yang concern dengan ‘mereka yang terkecil’. Mereka haruslah orang-orang yang tanpa lelah memperjuangkan kehidupan mereka yang miskin dan terbuang memiliki hidup yang lebih baik (better food, better eduation, better health, better future).
Pemimpin yang mengatasnamakan Tuhan tapi tidak hidup didalammNya adalah evil oppurtunist, yang mememanfaatkan agama untuk money and power. Pada akhirnya orang-orang seperti inilah yang membuat agama dilecehkan, dipermalukan , dan menjauhkan generasi mendatang bahkan lebih lagi dari iman mereka.
Tags: Leadership, Opinion, Politic



September 4th, 2008 at 3:14 pm
Emang seharusnya pemimpim kristen skarang
sudah harus mulai masuk ke semua lini.. baik itu politik
dengan harapan mereka bisa membawa pembaruan dan transformasi..
mungkin dunia politik itu gelap.. tetapi mereka bisa menjadi
lentera ditengah kegelapan itu, sehingga ada secercah harapan
walaupun kecil tapi sangat bermamfaat…
September 4th, 2008 at 3:36 pm
menurut saya boleh aja, sekarang ini kita memang lagi memerlukan pemimpin yang dapat menjadi garam dunia di negara kita ini. soalnya sekarang ini saya lihat banyak banget pemimpin yang seenaknya sendiri.. coba deh liat banyak banget anggota DPR yang terjerat kasus korupsi.. aduh tragis banget..
mudah-mudahan aja yah anak Tuhan eNGGAK seperti itu.
ibu Nancy ada paket untuk ibu silahkan cek di blog saya yah..!!
September 5th, 2008 at 12:46 am
“Kesulitan” akan timbul jika “memaksakan” ide seperti diatas
**sudah pernah mengalami**
September 5th, 2008 at 3:05 pm
Bang Manik,
Menyuarakan pendapat TIDAK SAMA dengan memaksakan ide, walau banyak sekarang yang mengacaukan arti kedaunya.
Please give your opinion, what is the best idea.^_^
September 5th, 2008 at 10:05 pm
sayang sekali..aku ga punya IDE
Mungkin Tante Nancy bisa menjelaskan
September 7th, 2008 at 1:36 pm
Saya termasuk yang tidak setuju pemimpin rohani Kristen bermain di area politik praktis. Banyak pengalaman di negara2 lain yg non negara agama, dan Indonesia sendiri, yg membuktikan kegagalan pemerintahnya mengakomodir sekaligus mengendalikan umatnya.
Ada baiknya rohaniawan terjun ke masyarakat sebagai pemberi pencerahan ditengah beban masyarakat yg semakin berat, bukan memperumit masalah dengan ikut2an terju politik praktis.
Khusus di Indonesia, himbauan ini juga berlaku bagi rohaniawan dari semua agama untuk turun ke jalan dan berada di belakang masyarakat sebagai pemberi penyegaran. Bukan berada di depan dan menarik2 masyarakat untuk mengikuti tujuan politik religi mereka.
September 7th, 2008 at 8:31 pm
Saya juga tidak setuju pemimpin gereja masuk ke arena politik praktis, lama-lama gerejapun bisa dipolitikkan oleh mereka. Perkara pemimpin gereja ikut berbaris (demo?) bersama orang tertindas(?), untuk memperjuangkan hak mereka boleh-boleh saja, bahkan didepan untuk menjelaskan kepada yang berwenang boleh saja, tetapi tetap berdasarkan kasih dan tidak menganggu orang lain, atau lalulintas umum.
September 8th, 2008 at 2:26 pm
Terima kasih Pak Sura dan Pak Singal untukk opininya.
September 9th, 2008 at 4:18 pm
harus dibedakan antara pemimpin Kristen dengan pemimpin Gereja
pemimpin Kristen mmng mesti berpolitik
sedangkan pemimpin Gereja juga prlu berpolitik
tapi berpolitik tdk dlm konteks politik praktis
tetapi dalam tataran high politics
September 10th, 2008 at 11:11 pm
ehem…ehem…
Sebenarnya g sendiri jg kurang s7 kl pemimpin kristen masuk dlm arena politik..mengingatkan pd dalai yg skrg lg giat2 berusaha memerdekakan tibet dan merebut simpati dr negara2 laen dan berontak dr negara china.
Bukankah kita hrs tunduk pd pemerintah ( Tit 3:1 ) !!!
hehehe…inget na cm ayat tuh sih!! sebenarnya msh byk ayat yg menjelaskan semuanya….bener ga sih ??
Thx ya kak ..aduh ga nyangka kak nancy ampe baca blog ku plus dikasih comment lg….
Tuhan memberkatimu alwaysssssssssssssssssssssss..muach muach muach
September 12th, 2008 at 9:01 am
saya setuju aja orang kristen masuk bidang politik, tapi kalo gereja saya tidak setuju.
Kita sbg orang kristen silahkan berpolitik, dan melalui pemimpin2 kristen ini kita berharap nama Tuhan boleh dipermuliakan (jgn mempermalukan nama Tuhan dengan tindakan yang tidak baik) tp untuk gereja saya rasa tidak boleh dipolitikkan. Gereja harus bebas dr politik shg bisa independen dan objective dalam kehidupan masyarakat ini.
September 12th, 2008 at 6:21 pm
saya setuju saja dengan syarat seperti yang tertulis di artikel ini. kalau tidak ada orang2 kristen yang duduk di kursi perpolitikan, siapa yang akan memperjuangkan hak2 kita sebagai anak2 Tuhan? sekali lagi kalau memenuhi syarat seperti yang sis nancy tulis, rasanya sah-sah saja orang kristen berpolitik.saya baru lihat photo pemilik blog ini, cantik juga yaa…hehehe…
September 12th, 2008 at 8:32 pm
@Riris Ernaeni: he..he.. thank you untuk opininya juga pujiannya….
September 12th, 2008 at 8:35 pm
@setep: eh, come back juga….
tidak selalu perlu kekerasan untuk menyarakan pendapat kan?
September 16th, 2008 at 5:56 pm
Saya setuju kalo pemimpin Kristen masuk kancah politik.
Tapi jangan malu-maluin…sudah mengusung nama Kristen trus Korup lagi.
Tuhan menempatkan Yusuf, Daud, Daniel, dan raja2 lain untuk memerintah bumi, dan menegakkan KebenaranNya!
Yah..Ester juga main politik toh??
Doalah yang menghasilkan perubahan! tapi…
Perubahan itu seringkali dibawa oleh Politikus yang Cinta TUHAN..
Kalo TUHAN ga mau pakai politik, mungkin DIA akan pake tulah…(kayak TUHAN pake musa) he2x
September 22nd, 2008 at 9:06 pm
Para pengikut Kristus - oleh karena itu disebut Kristen - memang tidak boleh tutup mata terhadap fakta-fakta ketidakadilan. Boro-boro terhadap pemerintahan yang menindas, terhadap lingkup sendiri pun (agama) murid-murid Kristus karena pembaptisannya dianugerahi martabat “Nabi”. Lihatlah Tuhan Yesus…kenapa Dia disalib? Bukankan karena membawa pedang tajam bermata dua untuk kedua belah pihak juga (pemerintahan Romawi dan agama Yahudi)?
Waaah… kena api semangat baru rupanya ya Mbak Nancy?
God bless!
September 30th, 2008 at 1:15 pm
Salam kenal bu Nancy.
Saya senang berkunjung ke blog Anda, tulisan-tulisan Anda menebar kasih dan mencerdaskan pembaca. Saya ingin berbagi komentar : Bolehkah Pemimpin Kristen Bermain Politik ? Saya kira orang kristen ada untuk menjadi garam dan terang dunia, termasuk untuk dunia politik. Jadi pemimpin kristen masuk ke ranah politik bukan tabu.Bagi yang merasa punya ” panggilan ” ke dunia politik, silahkan saja, karena disitu juga banyak pelayanan yang bisa dikerjakan,antara lain meluruskan apa yang salah dan merohanikan apa yang tampak duniawi. Sayangnya, saya ndak punya panggilan ke situ…JBU.
October 8th, 2008 at 1:16 am
Alo bu, ..
lama juga ngga mampir eh sudah ramai
Memang akan banyak konsekwensi dan resiko kalau pemimpin gereja atau kelompok Kristen menjadi pemimpin atau tokoh politik. Tetapi kalau memang Tuhan telah pilihkan orangnya, dan memang itu adalah atas kehendak Tuhan, kenapa tidak?
Tetapi yang saya setuju adalah kalau orang Kristen (yang hidup dalam Roh) yang masuk ke dalam kancah politik dan pemerintahan, tidak harus seorang pemimpin gereja atau kelompok Kristen.
Seperti Daniel yang menjadi terang dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.
Gbu Bu, ..