Nancy Dinar on August 27th, 2008

flickr

Bagi yang tidak percaya bahwa mujizat masih terjadi, well you’ re in the wrong boat!. Mujizat masih terjadi.

Namun, kalau mau jujur masalahnya bukan pada percaya atau tidak. Banyak orang sungguh percaya bahwa mujizat itu nyata hanya saja bukan untuk mereka. “Miracle is real but is it for me?”; “Miracle is not my stuff”; Miracle is a special case for special people”; “I am an ordinary person with ordinary problem”. Tanpa sadar itulah yang di pikiran kebanyakan orang.

Saat ini, manusia termasuk orang percaya tentunya , merasa bahwa mujizat hanyalah kasus khusus. Mereka merasa terlalu ‘ordinary’ untuk mengalaminya sendiri. Kecuali beberepa incident kecil, yang juga bisa dikategorikan kebetulan, manusia hidup dalam zona rata-rata ini.Tidak ada yang benar-benar ‘desperately’ berseru untuk mujizat jika tidak diperhadapkan dengan situasi tertentu.

Waktu saya berbagi beban tentang ayah saya yang sedang sakit, tanggapan orang adalah “kita berdoa biar kehendak Tuhan jadi” namun dalam kata-kata itu tersirat “apa sih yang diharapkan dari seorang tua yang sakit kanker, selain menunggu waktu di panggil Tuhan?”. Kebanyakan orang menganggap penyakit adalah biasa dan kematian tidak bisa dielakkan.

Namun, beban dan keyakinan yang Tuhan berikan dalam hati saya berbeda. Penyakit adalah biasa dan kematian memang tidak bisa dielakkan, tapi bagaimana dengan waktu dan caranya?

Ayah saya berusia 61 tahun yang menghabiskan hampir seluruh masa hidupnya sebagai seorang akhoholik tapi sekaligus sebagai seorang dokter yang bertangan dingin dan banyak menolong orang. A good guy with a wrong belief. Ia telah lama meninggalkan iman masa mudanya, menjauhi gereja dan memendam kepahitan terhadap hamba Tuhan.

Dalam hati saya tidak rela jika ‘bondage’ ini, ketidakpercayaan, penyakit mematikan menjadi akhir hidupnya . Yang saya doakan adalah pertobatan, hidup baru, kelepasan, mujizat dan hidup yang menjadi saksi buat Tuhan. Itulah sebabnya akhir-akhir ini tulisan saya seperti deretan kata-kata yang tidak dimengerti. Memang saya sengaja bersembunyi dibalik kata-kata simbolik yang membuat saya aman mengungkapkan isi hati tanpa takut di nilai negatif, cengeng atau melankolik. Walau sebenarnya, dalam hati saya berharap ada yang mampu ‘read between the lines’ dan merasakan tension yang sebenarnya. Saya yakin orang yang memiliki emphaty semacam ini adalah mereka yang juga pernah mengalami situasi serupa.

Februari tahun ini, hasil CT scan menunjukkan bahwa ada ada tumor di perut ayah saya. Itu menjawab masalah anorexia (kehilangan nafsu makan), rapid weight loss dan kotoran yang berdarah yang ia alami beberapa bulan sebelumnya. Dua bulan kemudian hasil test selanjutnya menemukan bahwa tumor itu adalah malignant (ganas) menyebar lebih cepat dari yang diduga dan telah mengerogoti organ penting lainnya termasuk hati (liver).

Sebagai seorang dokter ia sadar bahwa penyakitnya terlalu serius untuk diobati dan memilih tinggal di rumah untuk menanti entah mujizat terjadi atau ajal menjelang. Kami sense bahwa kepahitan terhadap Tuhan dan gereja semakin intens dalam hatinya karena penderitaan ini.

Sebagai seorang hamba Tuhan, yang telah menyerahkan diri untuk melayani sejak remaja saya tidak mau menyerah. Tidak menyerah pada iblis yang telah dan ingin terus memporak-poradakan keluarga saya ini. Tidak juga menyerah kepadanya untuk merebut milik ayah saya yang terakhir: jiwanya!

Inilah yang menjadi beban doa saya bukan hanya sebagai anak tapi sebagai hamba Tuhan yang percaya dengan nature Tuhan yang saya layani sebagai: pengasih,penyanyang, pengampun, penyembuh penyedia. My life and ministry depend on these very nature of God.

Saya sadar bahwa ayah saya punya banyak pelanggaran dan dosa. But who is not? Siapa manusia yang tidak berdosa? Semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Sebagai seorang Kristen, saya pun hanya salah satu orang yang beruntung memperoleh anugerah keselamatan itu. Bukan karena perbuatan baik atau usaha lainnya tapi semata-mata karena anugerah.

Ketika dibalik pintu tertutup, dalam sepi dan kesendirian saya menaikkan doa dengan erangan pada satu lagi jiwa untuk kerajaan Allah dan jiwa itu kebetulan adalah ayah saya sendiri, Tuhan menjawab.
Ia menjawab bahwa penyakit itu hanya sementara dan akan keluar dalam bentuk kotoran. Ini adalah cara Tuhan melembutkan dan merendahkan hati ayah saya yang selama ini sangat keras.

Beberapa hari kemudian ayah saya mengalami bahwa ada kotoran asing yang keluar dari tubuhnya. Warnanya hitam dan kotor. Sejak itu ia merasakan perubahan, tubuhnya jadi semakin kuat, semangat hidupnya bangkit, nafsu makannya mulai kembali. Ia kembali bisa makan makanan yang ia inginkan setelah selama ini hanya makan satu dua sendok bubur dan minum cereal encer untuk mempertahankan hidup.

Bukan hanya tumor yang berhasil keluar dari perutnya namun spirit of alchoholism. Ia juga terlepas dari minuman keras yang telah mengikatnya hampir selama hidupnya.

Saat ini, hampir dua bulan berlalu. Cukup waktu ‘wait and see’ untuk menyaksikan mujizat Tuhan. Dari terbaring di tidur akhirnya beliau bisa berjalan,makan, mencuci, bersih-bersih, melanjutkan hobbynya memasak dan kegiatan lain dalam rumah. Berat badannya terus bertambah dan perutnya mengecil (sebelumnya seperti orang hamil). Ia juga tampak semakin religiuos dengan imannya pada Yesus Kristus.

Mujizat itu masih terjadi dan terjadi buat setiap pribadi yang mengharapkannya.

Tags: , , ,

10 Responses to “Teman, Mujizat itu nyata!”

  1. Shalom kak Nancy..

    Wow!! Praise Lord….
    Akhirnya papa sembuh ….
    Mujizat Tuhan beneran luar biasa…
    Yang bisa membuat para dokter kebinggungan…
    Seperti yang terjadi pada diri ku…
    Yang di vonis ada nya gumpalan darah dalam kandungan ku..
    Jika gumpalan darah terus membesar ( first scan 5 cm )
    Dokter mengatakan harus di operasi setelah kandungan berusia 4 bulan..
    Di bulan ke 4, hasil scan 6cm…
    Aku hanya pasrah…dan nyerah ma Tuhan..
    Hanya doa yang bisa ku ucapkan….
    ” Tuhan ..jika ini jalan-Mu ..aku harus di operasi ..aku akan menuruti-Mu..tapi jika ini bukan jalan-Mu…sembuhkan lah aku…selamatkanlah bayi ku….”
    Aku diharuskan kembali ke dokter pada minggu berikutnya karena harus dipastikan letak gumpalan, saat tuh mujizat Tuhan terjadi….
    Dokter tidak menemukan gumpalan darahku…HILANG!!!!!
    Dokter binggung..cuma keluar kata2..” U’r lucky ”
    Dalam hatiku..of coz i’m lucky becoz i have amazing God …thank you Lord….terima kasih ku yg tidak bisa diucapkan dengan kata2…
    Dan aku percaya mujizat Tuhan tidak akan pernah berhenti….
    Mujizat Tuhan tidak akan berhenti dari dulu, sekarang dan selama-lama nya sebab Dia Tuhan yang tidak pernah berubah sejak dulu , sekarang dan selama-lamanya….

    God bless you kak Nancy and ur family also……
    keep write !!!
    JIA YIUUUUU!!!muachhhhhhhh

  2. wew.. exactly my father A good guy with a wrong belief too, kebiasan alcholic dan tidak mau kalah setiap berdebat,, tetapi dilain sisi dia adalah seorang bapak yg bertanggung jawab terhadap keluarganya.. dan kadang aku terharu kalo mengingat perjuangannya menyekolahkanku dalam situasi yg berat dan kebanggaannya kepada anak2nya..

    back to topic “Mujizat”.. aku salah satu orang yg sangat percaya mujizat dan kuasa Tuhan.. karena slama perjalanan hidup ini ada selalu hal yg tak diduga2 yg diberikan Tuhan.. dan aku tidak menganggap bahwa mujizat itu harus sesuatu hal yg besar.. aku bisa bernapas dan menjalani hari2ku itu adalah mujizat bagiku.. tapi celakannya banyak org skrg menjadikan mujizat tujuan utama untuk beribadah kepada Tuhan.. aku anggap itu kurang tepat.. karena kuasa Tuhan itu sangatluas… bukan hanya sekedar mujizat. so kalo org hanya menginginkan mujizat dari Tuhan sama saja dia megkerdilkan Kuasa Allah.. artinya mujizat itu bagian dari Kerajaan Allah tapi tidak yg menjadi bagian yg utama… :)

    Smoga ayah k dinar lekas sembuh.. dan bisa merasakan jamahan Tuhan, dan mungkin bisa merubah hatinya untuk bisa menjadi A good guy with a good belief.. hehe,,,

    God Bless..

  3. Thank’s a lot buat Setep yang telah membagikan kisahnya dna juga buat Ruben untuk compliment-nya.

    Saya percaya besar atau kecil setiap orang pernah mengalami mujizat, dan akan lebih banyak lagi jika kita benar-benar manaruh perhatian bagaimana jalan hidup kita sebenarnya.

    Mujizat terjadi sehari-hari disekitar kita, adakah kita menyadarinya?

  4. Um

    thanks Nancy for the sharing..

    ini sungguh menguatkan ku..

    aku sampai sekarang sedang membina diriku sendiri.. dari latihan2.. aku mempunyai pengharapan yg kuat Tuhan menyembuhkanku.. Yes Miracle..

    Setiap kali aku latihan.. aku berkata kepada God.. Tuhan Kau yang melatihku.. Tuhan, Kau bersamaku untuk melatihku.. Kau yg menarik otot2ku…

    :)

  5. halo mbak Nancy praise GOD, emang bener banget .. He is the God of Miracle .. He is the God of Breakthrough .. wow i can smell the heat of the battle .. is not an easy journey .. only believe all thing a possible only believe .. what a powerful testimony .. luv it

    Makasih Mbak Nancy uda empower me to PUSH more ..

  6. hallo
    saya ibu single perents, saat ini saya menantikan mujizat Tuhan Yesus untuk menyembuhkan kanker mata yang di idap oleh anak laki2 saya yang berumur 3 thn. saya percaya yang mustahil bagi manusia tidak ada yang mustahil bagi yesus Tuhanku, Aku percaya Yesus akan mengangkat kanker itu dan menyembuhkan matanya seperti saat Yesus mencelikkan mata orang buta.
    saya mohon dukungan doa dari teman2 yang penuh kasih
    Tuhan memberkati
    salam yuli

  7. Here’s my personal experience about God’s miracle : http://indra77.blog.friendster.....karijanto/

    Our God is an AWESOME God !!!

    Shalom,
    Y Indra K

  8. my dad jg sakit yg mirip2 tp dia mninggal huehehe :P

    btw pna nonton d tv, kl dah sembuh harus tetep jaga pola hidup..makan, tidur, olahraga yg teratur..n ga bole byk mikir yg berat2 .. gitu katanya .. :)

  9. @d~: I am sorry for your dad d~. Nobody is immortal. The point is, there is a purpose for every trial. God has a purpose to let my dad get this privilege, but God also has purpose by let others passed. I’ve been praying for him for 20 years, I think He was counting it too, although the really matter lies on His bigger plan.

  10. Mba Nancy salam kenal. Nice Blog you have here…
    Emang bener ‘God has purposes in every miracles’.

    Biasanya the priority of the Purpose is ’salvation purpose’! (yang dapat miracle/kesembuhan akhirnya percaya)

    Abis itu ‘Evangelism purpose’ (Baik ybs yg udah sembuh, keluarganya, kerabatnya, anggota gerejanya bahkan dokterpun akan meneruskan kesaksian ini kepada orang lain-apalagi in the same case/penyakit)

    Tapi mungkin yang paling indah (yang sukar dimengerti) adalah ‘purifying purpose’ (bisa aja miracles take a very long time tapi abis tuh baru Tuhan jawab dengan berlimpah, makanya kalopun doa belum dijawab tetaplah berdoa & nantikan waktunya Tuhan-indah pada waktunya)

    Tapi emang sih ada banyak juga yang disembuhkan ama Tuhan melalui nyatanya ‘mukjizat’ akhirnya menyangkal Tuhan (yah maybe udah sembuh jadi lupa ato tergoda ama dunia ini)

    Yang disembuhkan Yesus ada ribuan orang apalagi yang melihat mukjizat…Tapi yang bertahan cuman beberapa murid saja :)

Leave a Reply

Related Posts from the Past: