Archive for June, 2008

Coba bandingkan kehidupan Anda sekarang dengan lima tahun yang lalu:

Jika air matamu masih tercurah untuk masalah yang itu-itu juga tanpa ada penyelesaian, berarti Anda perlu untuk : ASK FOR MORE!

Jika Anda masih bergulat dengan tabiat buruk yang sama dan belum bisa mengendalikannya, ini tandanya Anda perlu : ASK FOR MORE!

Jika pekerjaan dan pendapatan yang Anda punya tidak mengalami kemajuan, tidak ragu lagi bahwa Anda perlu : ASK FOR MORE!

Jika Anda masih memiliki pelayanan yang sama tanpa menunjukkan buah-buah pelayanan, nyatalah Anda harus : ASK FOR MORE!

Jika pacarmu masih yang sama tanpa ada kata serius untuk menikah, jangan malu untuk : ASK FOR MORE! (LOL)

Jika kehidupanmu terasa membosankan, potensimu tidak berkembang, panggilan hidupmu tidak jelas, jangan tunda-tunda lagi untuk : ASK FOR MORE!

Jika ada mimpi yang belum terwujud, cita-cita yang kandas atau visi yang mulai pudar itu bangkitlah dan ASK FOR MORE !

Jika secara keseluruhan Anda tidak bahagia dengan hidup ini jangan tunggu lagi untuk : ASK FOR MORE!

Alasan mengapa engkau tidak mendapatkan adalah karena tidak meminta. Tuhan ingin agar anak-anaknya meminta supaya mereka bersukacita (Yoh 16:24).

Dan contoh yang Tuhan berikan untuk meminta kepadanya terdapat di Lukas 11:5-8.

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, 6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; 7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. 8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Seorang yang mendatangi rumah sahabanya untuk meminta roti. Karena sifatnya yang tidak malu ini, sahabatnya memberikan apa yang mintanya walaupun sebenarnya ia merasa terganggu. Sifat yang tidak tahu malu ini dalam NIV disebut ‘boldness’ atau keberanian.

Inilah tandanya jika permintaanmu jatuh pada kategori ini: jika orang-orang disekitarmu menganggap itu lucu, mustahil atau ‘malu-maluin’ . Atau jika Anda dicap sebagai tukang mimpi yang tidak tahu diri dan mengada-ada. Jika ini yang Anda alami maka itu juga yang Tuhan inginkan.

Tuhan ingin kita meminta sesuatu yang berani dan tanpa malu kepadaNya. Permintaan ini yang akan memberikan signifikasi status kita sebagai anak-anak Tuhan. Permintaan yang biasa-biasa untuk orang biasa tapi permintaan yang luar biasa untuk orang yang luar biasa.

Mintalah sesuatu yang di luar batasan-batasan kemampuanmu, karena jika Anda mampu maka Anda tidak perlu Tuhan. Lagipula itulah yang Tuhan inginkan bagi anak-anakNya agar mereka bisa mengembang ke kanan dan kekiri, dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa (Yes 54:2-4).

Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! 3 Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. 4 Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu.

Anyway, permintaan kita bisa saja malu-maluin saking ‘gede’nya tapi sebenarnya kita tidak akan mendapat malu pada saat semua itu diwujudkan Tuhan. (Yes 54:4).

Comments 4 Comments »

Minggu lalu, saya, ibu mertua, anak-anak kami Joel (4) dan Mathew (1) mengadakan perjalanan dari Hong Kong menuju Macau. Kami akan mengunjungi gereja yang baru dirintis di Macau sekaligus mendapatkan perpanjangan ijin tinggal di Hong Kong.

Transportasi antara Hong Kong dan Macau hanya bisa ditempuh lewat laut dan memakan waktu sekitar satu jam. Tidak masalah, beberapa Ferry bermesin jet turbo tersedia setiap 30 puluh menit. Menumpang armada-armada ini tidak bedanya dengan berada di pesawat terbang karena kenyamanannya mengantar ratusan pelancong, commuter dan penjudi kelas dunia menuju Las Vegas Asia itu.

Namun, cuaca hari itu sangat buruk, hujan deras, kilat sambar menyambar, angin kencang. Sebagai informasi Hong Kong adalah kota yang cuacanya tidak bisa diprediksi, sesaat hujan lebat namun beberapa detik kemudian matahari bersinar cerah. Kota ini juga dikenal dengan bencana alam yang ekstrim terutama typhoon dan tanah longsor.

Hujan dan angin serta badai yang di lautan sangat ganas seakan tidak senang menyambut kunjungan pertama saya ke kota Macau. Kapal ferry tumpangan kami dihempas gelombang setinggi, oh God, I can’t describe it. Rasanya seperti sedang berada di jet coaster, permaianan yang paling tidak saya sukai. Bedanya jet coaster yang terdapat di Disneyland misalnya, hanya berlangsung selama lima menit dan semua penumpang tahu bahkan berekspektasi dengan turmoil buatan itu. Saat ini, tidak ada seorangpun yang memiliki keinginan lain selain dari menikmati perjalanan yang tenang dan damai serta selamat sampai tujuan.

Beberapa saat ombak membawa naik kapal kami naik dan detik berikutnya menghempasnya kebawa tanpa ampun. Para penumpang berteriak-teriak dan beberapa orang muntah-muntah. Saya sendiri pusing, mual dan ingin muntah juga namun berusaha untuk tetap tenang dan tidak mengangis. Meskipun sebenarnya dalam hati perasaan takut, tegang, panik, tentu saja concern utama saya adalah kedua anak saya yang juga sangat ketakutan. Saya berdoa, berbahasa roh, bertobat, let God knows that I love Him, anything. Saya dan mami bergantian memeluk Joel dan Mathew erat-erat , berdoa dan menenangkan mereka.

Di tengah perjalanan tiba-tiba layar TV menanyangkan bagaimana cara mengenakan pelampung diperagakan oleh seorang model yang rapih, ayu dan lemah lembut. Yang dengan tenang, lambat, penuh senyum, menaruh penampung di lehernya seakan khawatir tatanan rambutnya rusak karena pelampung tersebut. “Iklan meyesatkan!” kata saya dalam hati. “Keadaan bahaya, penumpang panik, tidak akan setenang itu dan lagi ngapain senyum saat sedang terjadi evakuasi?”

“Percuma!” kata saya lagi, masih dalam hati dan kesal sekali. “Mengapa peragaan itu ditayangkan sekarang? Mengapa tidak dari tadi sebelum kapal berangkat? Dimana kaptennya mengapa tidak memberi kata-kata yang menenangkan? Mengapa kami tidak diberi tahu sebelumnya supaya siap sedia menghadapi disaster ini? Apakah ada cara untuk kembali? Kapan kapten akan memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan atau kembali ke pangkalan? Kapan dan bagaimana proses evakuasi dimulai? Siapa yang akan menolong kami? Apakah di atas sudah ada helikopter yang sidap sedia? Dan bagaimana dengan Joel dan Mathew? Apa yang harus saya lakukan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya? Oh, God, is this the time?”

Pertanyaan-pertanyaan ini dan seribu pertanyaan berkecamuk dihati saya. Sampai akhirnya kami tiba di Macau setelah satu setengah jam diombang-ambing gelombang dan dihempas badai. Semua lewat, badai mungkin tidak seburuk yang saya kira. Kapal tidak tenggelam dan kami selamat.

Namun, saya belajar dua hal. Pertama, Be ready for the unpredictable!. Kata orang kita harus siap sedia bahkan untuk kemungkinan terburuk. Prediksikan hal-hal tidak terprediksi. Kesiapan dan informasi membuat kita lebih tenang dan berpengharapan. Kedua, pelajari prosedur keamanan. Seringkali ketika pramugari memperagakan prosedur evakuasi, para penumpang pesawat memalingkan wajah, pura-pura tidur, baca koran, seakan-akan itu adalah pertunjukkan yang paling membosankan dan sangat tidak diharapkan. Sang pramugari juga tahu bahwa peragaannya tidak diinginkan sehingga sering melakukannya dengan asal-asalan dan secepat mungkin meyelesaikan tontonan konyol tersebut. Padahal, jika situasi bebahaya itu tiba tidak ada seoragnpun yang memiliki waktu untuk belajar.

Hidup kita juga sering mengalami badai, ada yang kecil dan ada yang besar, ada yang bisa diprediksi dan ada yang tidak. Penuhi diri kita dengan informasi dan prosedur penyelamatan jauh sebelum semuanya terjadi. Salah satu sumber informasi yang paling andal adalah Firman Tuhan. Misalnya, Tuhan berkata barangsiapa yang mengikut Yesus harus memikul salibnya, membuat setiap orang Kristen harusnya tahu bahwa kekeristenan tidaklah semata-mata kekayaan, kemakmuran, hidup penuh berkat, bebas dari setiap masalah. Prediksikan masalah, penolakan, pengkhianatan, kegagalan, sakit penyakit dan kematian. Kita tidak akan luput dari hal-hal yang demikian. Menjadi Kristen adalah menjadi manusia biasa yang memiliki Tuhan yang luar biasa.

Comments 4 Comments »

Sejak mengenal Yesus pertama kali, saya banyak mengalami puncak dan lembah. Saya telah menyaksikan bagaimana Tuhan lewat Roh Kudusnya bekerja. In fact, saya percaya diberikan beberapa karunia roh. Saya mengalami masa-masa dipakai Tuhan dan menyaksikan mujizat. Melihat orang bertobat dan hidupnya diubahkan Tuhan.

Namun ada saatnya saya juga berada di lembah. Saat seperti itu Allah menjadi lain dan tidak ‘terkenali’. Ia bukan seperti Tuhan yang biasanya, penuh kasih, perduli, menjawab doa, memberi kekuatan, mengampuni dosa. Ia terasa jauh, dingin dan tidak terjangkau.

Tak perduli berapa lama dan berapa banyak saya menyaksikan pekerjaan Tuhan, dalam hati saya pernah timbul keraguan: “apakah Tuhan benar-benar ada?” atau “jika Tuhan benar-benar ada apakah ia perduli?” atau “mengapa Tuhan meninggalkanku?”

Saya tidak tahu apa yang dialami saudara, tapi jika saudara mengalami seperti yang saya alami maka anda juga mengalami apa yang dialami nabi-babi besar seperti Elia dan Yohanes bahkan Tuhan Yesus.

Elia, setelah mengalami kemenangan di gunung Karmel lari ketakutan dan bersembunyi karena di ancam Izebel. Setelah Tuhan memakainya untuk membunuh 400 nabi Baal, menurunkan api dari langit, mengadakan hujan, tiba-tiba ia tidak yakin jika Tuhan sanggup melepaskannya dari tangan seorang wanita.(I Raja2 19)

Yohanes pembabtis setelah lebih 30 tahun melayani Tuhan, hidup di hutan dgn makan madu dan belalang, membaptis Tuhan Yesus, menyaksikannya mujizat yang dilakukan Yesus, kemudian bertanya “apakah benar Ia Mesias yang akan datang itu atau adakah yang lain?” (Matius 11)

Bahkan Yesus pada saat tergantung di kayu salib berseru “Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”

MENGAPA???

Ada 4 Penyebab orang berada dalam keraguan ttg Tuhan

1. Kelelahan

Setiap kemengangan akan diikuti oleh masa kekelaman. Sehabis berperang prajurit akan merasa kelelahan. Baik secara fisik, mental, rohani jika kita terlalu lelah maka iman kita akan menjadi lemah. Saat itulah iblis akan menaruh keraguan dihati kita.

Elia merasa lelah setelah pertarungannya dengan nabi2 Baal bahkan dgn tangannya sendiri ia telah membunuh mereka (1 Raj 19:1), maka kelelahanlah ia.

Tidak perduli berapa banyak mujizat yang kita saksikan. Seperti bangsa Israel di Padang Gurun yang menyaksikan mujizat, jika kita lelah maka kita lemah.

Solusi: Berjaga-jaga. Jangan terlalu lelah. Kita haru menjaga stamina rohani. Minum multivitamin dan makanan bergisi akan menjaga stamina kita. Exercise akan menjaga kebugaran kita. Maksudnya secara fisik , jiwa dan roh kita harus menjaga stamina kita.

2. Kesendirian

Pada waktu menerima ancaman Izebel Elia memilih meninggalkan bujangnya dan lari sendiri (1 Raj 19:3). Kesendirian membuat kita lemah. Kita butuh fellowship, persekutuan dan saudara. Jika saudara lemah maka saudara yang lain bisa menguatkan.

Jangan tinggalkan pertemuan ibadah dan pelayanan. Ini salah satu kesalahan Elia. Elia lari dari pelayanannya di ayat 9 dan 13 Tuhan bertanya : “apa yang sedang engkau kerjakan disini elia?” Kemudian di ayat 15 Tuhan berkata” Pergilah kembalilah ke jalanmu…”

Ada tugas penting yang akan diberikan Tuhan tapi Elia jatuh dalam dosa “mengasihani diri sendiri”. Jika kita meninggalkan pelayanan kita tidak melayani maka focus kita akan beralih ke diri sendiri.

Iblis seperti singa yang mengaum-ngaum mencari cela untuk menjatuhkan kita jika lengah (1 Pet 5:8).Keadaan sendiri memudahkan pekerjaannya ini!

Solusi: Jangan malu untuk minta batuan doa dan sharing masalah. Dan jangan pernah meninggalkan pelayanan dengan alasan ‘need time alone’.

3. Kekecewaan (1 Raj 19, Mat 11)

Baik Elia maupun Yohanes mengalami kekecewaan ini. Di ayat 10 Elia berkata: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan…” Elia tidak menyangka bahwa Tuhan akan membawa ia ke situasi yang sulit setelah apa yang telah ia lakukan bagi Tuhan.

Demikiannya juga dengan Yohanes yang tentu berharap bahwa Yesus akan mengeluarkannya dari penjara, tapi tidak dilakukannya.

Kita juga sering kecewa dengn Tuhan jika apa yang kita harapkan tidak menjadi kenyataan, terutama jika kita sudah giat dan setia.

Solusi: Jawaban Yesus di Matius 11:6 “berbahagialah orang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku! Kekecewaan akan menguasai kita, jika kita ijinkan.

4. Penderitaan

Penderitaan Yesus di kayu salib karena memikul dosa-dosa kita. Penderitaan terberat karena Yesus harus menanggung hukuman yang harusnya menjadi milik kita.

Solusi: know your purpose!!

Hidup tanpa tujuan membuat frustasi. Tapi purpose atau visi menguatkan bahkan di saat paling kelam sekalipun.

Comments 2 Comments »

Positive mind produce positive lives. Negative minds produce negative lives. Positive thoughts full of faith and hope. Negative thoughts full of fear and doubt. (Joyce Meyer)

Darimana datangnya pikiran-pikiran negatif?

Kebayakan pikiran negative datang dari luka-luka masa lalu. Mereka adalah orang-orang yang sudah sering mengalami disakiti dan dikecewakan. Ciri-ciri orang seperti ini :

  1. Rendah diri. Mereka memilih untuk bersembunyi, menghindar atau lari. Jika diberikan kepercayaan untuk melakukan sesuatu mereka bisanya menolak, karena mereka takut gagal, ditertawai, dipermalukan. Hasilnnya mereka tidak pernah bisa mengembangkan potensi yang Tuhan berikan.

    Mereka juga takut bermimpi dan berharap, menjadikan mereka orang-orang yang kurang sukses dalam hidup mereka. Karena tidak mau ambil resiko mereka juga jarang mengalami kemenangan. Kata2 yang paling sering mereka ucapkan “ndak usah mimpi tinggi2″, “jangan terlalu banyak berharap”

  2. Suka menyakiti orang lain dengan tindakan dan perkataan. Karena dalam hati mereka penuh luka maka yang keluar juga adalah kata-kata yang kasar dan pedas. Mereka juga lebih memilih menyakiti daripada disakiti. Jika kita masak bahan yg sudah dibersihkan tapi dihidangkan di tempat yg kotor maka kotorlah seluruh masakan. Demikian juga segala sesuatu yang baik jika masuk kedalam hati orang yang penuh luka dan sakit hati juga akan tercemar.
  3. Pandai dalam urusan protes dan kritik. Keahlian mereka adalah mencari kesalahan diantara kebaikan, kekurangan diantara kelebihan. Jika berada dalam suatu disituasi mereka lebih suka melemparkan kritik daripada memberi pujian.

Ada ayat yang selalu menjadi pegangan kami : Roma 8:28 ! Firman Tuhan tidak mengatakan bahwa segala sesuatunya baik tapi segala sesuatu bekerja untuk mendatangkan kebaikan termasuk hal-hal yan buruk.

Adalah baik kalau kita punya pengharapan. Tapi jika tidak terjadi sesuai dengan yang kita harapkan atau rencanakan jangan kecewa apalagi putus asa.

Banyak yang kecewa waktu mereka ke gereja karena tidak menemukan apa yang mereka harapkan. Karena sejak dari rumah mereka sudah membuat rencana, goal, ekspektasi yang jika tidak mereka dapatkan menjadi kecewa.

Sebagai manusia kita mempunyai banyak ekpektasi. Orang yang positif tau bahwa tidak semua keinginannya dapat terpenuhi. Orang negatif kecewa bahkan sebelum mencoba.

Senang jika bisa bergaul dengan orang positif karena mereka selalu membawa kegembiraan dan kecerahan. Mereka juga adalah orang-orang yang dapat memberi semangat dan pujian. Orang-orang seperti biasanya punya banyak teman.

Beberapa orang negatif punyak banyak teman tapi mereka juga adalah sama-sama negatif. Kebiasaan mereka adalah mencari kesalahan orang lain dan membahasnya bersama-sama. Jika ada yang kecewa mereka juga tahu bagaimana menghiburnya dengan encouragement yang negatif. Biasanya orang yang negative akan terhibur mendegar nasihat yang negative juga. Ia merasa terhibur karena tahu bahwa ada orang lain yang sama buruk dengna dirinya.

Langkah penyelamatan:

1. Orang negatif tahu kekurangan orang lain tapi tidak tahu kekuragan diri sendiri. Coba kenali kelemahan kita yang satu ini kemudian…

2. Akui itu dihadapan Tuhan. Setelah itu…

3. Minta Roh Kudus memulihkan. Dan akhirnya…

4. Sel Discipline : karena pikiran2 suka lama bercokol di pikiran butuh waktu dan kemauan yang kuat untuk mengeluarkannya.

Philippians 4:8 adi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajkan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Comments No Comments »

Louisiana Jones Acthitcountersite.com -->