Percayakan Anda pada mujizat? Pernakah Anda mendengar cerita seseorang yang mengalami mujizat atau malah Anda sendiri pernah mengalaminya?
Untuk masalah mujizat, Dunia Kekeristenan terdiri dua golongkan, tiga untuk persisnya.
Golongan pertama (liberal )yang percaya bahwa mujizat adalah Myth. Cerita mujizat yang terjadi di dalam Alkitab adalah pandangan penulis tentang apa yang diyakininya sebagai mujizat, meskipun sebenarnya tidak demikian. Semua ada penjelasan logis untuk setiap kejadian supra natural.
Golongan kedua (konservatif) yang percaya bahwa mujizat itu ada dan terjadi. Mereka juga percaya akan ke-authentic-an dan inerrancy dari Alkitab. Meskipun demikian dari golongan konservatif in terbagi lagi atas dua golongan : golongan konservatif pertama yaitu mereka yang percaya bahwa mujizat telah berakhir pada jaman Kisah Para Rasul. Dan golongan konservatif kedua yaitu mereka yang percaya bahwa mujizat masih terjadi sekarang.
Golongan ketiga (Netral)adalah mereka ‘in between’ these two tension. Mereka adalah orang-orang yang ‘wait and see’: Melihat baru percaya. Kemungkinan mereka adalah orang-orang Kristen ‘keturunan Thomas’. Orang-orang yang tidak mau mengambil resiko salah atau ditertawai jika imannya tidak bekerja. Hatinya percaya tapi rationya menentang. Jika mujizat terjadi mereka akan berusaha mencari jawaban secara logic dulu dan setelah gagal mereka akan membiarkan waktu menjawabnya.
Tahukah Anda bahwa ada lebih banyak orang Kristen golongan pertama dan ketiga daripada gologan kedua? Dan dari yang golongan kedua ini ada yang lebih banyak golongan kedua- pertama daripada gologan kedua -dua?
Apa yang Anda percayai? Dan bagaimana dengan saya sendiri?
Well, saya tergolong pada Golongan Konservatif Kedua. Dengan iman saya percaya Tuhan sanggup melakukan mujizat, percaya semua yang terjadi dalam Alkitab memiliki ‘literaly meaning’, percaya juga bahwa mujizat masih terjadi sekarang bahkan yang lebih besar dan dahsyat dari yang tercatat di Alkitab -seperti janji Tuhan-.
Tapi saya juga bisa tergolong dalam golongan ketiga dalam hal ‘kehati-hatian’ menilai apa yang dikira orang mujizat. Dan saya tidak pernah menyetujui ide dari golongan liberal dan golongan konservatif pertama.
In fact, saat ini saya sedang menanti terjadinya mujizat….
Tags: Miracle, Personal, Spirituality

May 4th, 2008 at 1:12 am
There is one song..old and annointed song..Life changing song..
The song titled: “I believe in Miracles”
Yes, I believe in Miracles because I believe in God…
God is God cause He is Unlimited, Most Poweful and Omnipotent!
God is God cause He can do impossible things..
And God still working till today..Who says God stop working????
Scripture never says that!!! Some Human say that!
If You believe in Jesus..You believe in God..and you have to believe in Miracles!
I believe in Miracle!! till today!!
His Power is truth and fact!
May 7th, 2008 at 12:46 pm
mujizat, pasti ada sampai dengan sekarang ini… karena sampai saat ini saya banyak mengalami mujizat.. cara utk mendapatkan mujizat adalah kita harus bertobat , dan hidup kudus.. utk supaya kita bisa hidup kudus adalah jangan pernah mengandalkan kekuatan sendiri tetapi dengan mengandalkan kekuatan TUHAN… supaya kita bisa mengandalkan kekuatan TUHAN adalah kita harus mempunyai komunitas (komsel) yang saling menguatkan dan saling menjaga..serta kita harus selalu melakukan 4m yaitu menerima , merenungkan, melakukan, dan membagikan firman.. selamat mencoba..gbu
May 7th, 2008 at 10:52 pm
Thank’s YUDHI and ADI,
senang bisa seperahu dengan orang-orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan.
YUDHI, there are more liberal people than conservative people now that believe otherwise. For many people, believe in Jesus is not always believe in miracles.
ADI, Saya setuju dengan pendapat Anda bahwa “Mujizat masih terjadi sekarang”. Saya juga pada umumnya setuju dengan pendapat Anda yang lain, :Bertobat, Hidup Kudus, Mengandalkan Tuhan, dan terlibat Komsel untuk persekutuan. Hanya saja tapi saya kurang setuju cara Anda menghubungakan fakta-fakta tersebut.
Pertama kita harus sadar bahwa keselamatan adalah anugerah yang datang dari iman kepada Yesus dan bukan dengan perbuatan manusia termasuk usaha manusia untuk “hidup kudus”. Kekudusan adalah hasil dari penebusan Kristus (Christ’s Atonement) . “ Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, (Ibrani 10:19-20).”
Benar, kalau menurut Anda kita perlu mengandalkan Tuhan karena Firman Tuhan berkata “terkutuklah orang yang mengandalkan manusia” (Yer 17:5). Dan sebaliknya jika kita mengandalkan Tuhan hidup kita akan diberkati (Yer 17:7-8). Tapi ini tidak ada sangkut pautnya dengan “hidup kudus”.
Dan akhirnya kalau menurut Anda untuk bisa mengandalkan Tuhan kita membutuhkan komsel buat saya tidaklah ‘relevant’. Komsel is very important key for Christian Community. In fact, komsel atau Cell Group adalah cara yang paling efektif untuk Church Growth (modern cell group di pelopori oleh Yonggi Cho “Yoido Full Gospel”). Tapi itu tidak menjamin bahwa seorang anggota komsel untuk bisa “mendandalkan Tuhan”.
Sifat “mengandalkan Tuhan” dikembangkan dari hubungan pribadi orang tersebut dengan Tuhan. Dan itu untuk itu diperlukan iman yang teruji. Dan salah satu cara Tuhan menguji iman kita adalah dengan berbagai-bagai pencobaan (1 Petrus 1:7).
Saya juga, sebagai hamba Tuhan, tidaklah luput dari “berbagai-bagai” pencobaan itu. Bahkan sebagai gembala jemaat, rasanya jauuuuuuh lebih berat daripada dulu waktu saya masih menjadi aktifis gereja. Namun Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa hidup dalam Tuhan semuanya “happy-happy” saja, atau kita hidup di “garden of roses” , sebaliknya untuk menjadi pengikut Yesus kita harus pikul salib. Iya kan?
Pada akhirnya bukan jenis masalah yang membuat kita beda, melainkan bagaimana kita menghadapi dan menyelesaikan masalah lah yang membuat beda.
May 8th, 2008 at 4:37 pm
Hi Nancy, saya jg sependapat dengan kamu mujizat masih berlangsung hari ini (ini jg salah satu judul buku yg dulu sekali pernah saya baca waktu masih SMA
), karena Allah kita adalah Allah yang hidup dan tentunya Dia hidup hingga sekarang dan selama-lamanya jadi ya tentunya mujizatNya juga pasti masih terjadi hingga hari ini, jika Dia berkehendak tentunya.
tak tunggu jawabannya ya..
Aniwei, saya email ke gmailmu kok gak dijawab ?
May 9th, 2008 at 9:29 am
@ Nancy and Adi
For Receiving Miracles, there are 2 things that matter….
1. Grace
2. Faith
Grace: yes, cause, Jesus can heals everyone, even they haven’t know Jesus!
Faith: of course, God works based on our faith..(But God is God, He has Prerogrative Rights, to do, or, not to do!, If God gives you faith that He will do something, just trust Him, He will do!)
For Adi, keep our Holiness is very important..Cause without Holliness we can’t see God..Let’s Go Komsel!
May 20th, 2008 at 1:31 am
mujizat itu ada sekarang, esok dan selama-lamanya. itu semua tergantung kita sendiri mau percaya sepenuhnya atau tidak. dengan cara bergantung pada Yesus Kristus Juru Selamat kita. karena kedagingan kita , kita menjadi lupa unt menghitung mujizat yg terjadi di kehidupan keseharian. GBU
May 20th, 2008 at 11:35 pm
Percaya!
He is my miracle
May 23rd, 2008 at 1:29 am
lalu, kalo aku menganggap tulisan ini sebuah mukjizat, apa pendapatmu? sebab sebuah ide, betatapun sederhana, bagiku adalah mukjizat. salam kenal…
May 23rd, 2008 at 1:38 pm
hee..he..he.. memang kalau saya bisa nulis itu adalah mujizat.
Mengapa sampai ada tulisan di atas?
Friends,
My father is sick! Doctor found a cancer in his stomach that is now spreading to the liver. The fact that he is living now is a miracle, said the doctor. For man, his condition is definitely devastated and no hope for recovery. But we believe that God is able and He is willing to heal people.
I pray for more miracle every day….
I believe that the faith God put in my heart is also a miracle.
May 23rd, 2008 at 6:05 pm
@Nancy:
Keep Faithing..he..he..
My shallom to your father
May 25th, 2008 at 11:50 pm
Yudhi… what is the meaning of your comment???
May 27th, 2008 at 4:35 pm
Shalom…
Singkat Saja…
Saya Pribadi Percaya akan Mukjizat,Tapi Apakah Impactnya Mukjizat itu bagi Hubungan kita pribadi lepas Pribadi Kepada Yesus Tuhan,Kalau sekedar Hanya Ingin melihat dan mengalami Mukjizat tanpa mau mengalami Pertobatan Pribadi Dan Mengalami Hidup yang baru Bersama Yesus Tuhan Hari lepas hari Kita Semua sama halnya dengan Orang-orang Israel Selama Perjalanan mereka di padang gurun yang keras kepala dan tegar Tengkuk,Tiap Hari Tangan Bapa Surgawi kita Yang Sungguh Heran Senantiasa Turut campur dalam kehidupan dan perjalanan mereka,Tapi Hujatan dan Caci maki selalu keluar dari mulut mereka.
Banyak Orang di sekeliling dan sekitar kehidupan kita banyak mengalami Mukjizat,bahkan mengalami langsung Pengalaman-pengalaman Pribadi yang Supranatural,tapi kehidupan mereka Tidak memperlihatkan Buah-Buah Roh sabagai hamba,murid dan Kekasih Yesus Tuhan.Banyak Orang ingin melihat dan mengalami mukjizat itu dalam hidup nya masing-masing,Tapi Ketika Masa dan Waktunya Yesus Tuhan Perintahkan Untuk masuk Dalam Padang Gurun,Banyak yang menolak dan Lari,Alias Tidak mau disunat,Padahal Kehidupan kita setiap hari nya Bicara tentang Penyunatan,Kedagingan ini harus disunat,Hati ini Pun harus disunat,Biar Roh Kudus Bebas bekerja dalam Kehidupan kita masing-masing,Bagaimana Roh Yesus Mau Menjadi Partner Hidup kita kalau kedangingan dan Hati kita tidak mau disunat.
Sekali lagi Saya Tidak anti atau Menolak Mukjizat,tapi hanya Ingin menegaskan Bahwa Kalau Mukjizat itu membuat kehidupan kita makin Bergairah dan Hasrat kita makin menyala-Nyala untuk hidup bersekutu lebih Intim dan Romantis lagi Dengan Yesus Tuhan silahkan saja.
Tuhan Yesus Memberkati
August 22nd, 2008 at 2:43 pm
Tahun ini adalah tahun Mujizat. Beberapa bulan lalu ayah saya didiagnosis memiliki tumor yang telah menyebar ke seluruh organ vital termasuk hati. Hatinya mengalami pembekakan dan seharusnya telah kehilangan fungsinya. Namun, dengan doa dan puasa, percaya akan mujizat maka Tuhan menyembuhkannya.
Saat ini beliau ada dalam proses penyembuhan. Tumor (kanker) yang ada diperutnya keluar dalam bentuk kotoran. Ia sekarang dalam kondisi yang sehat dan berat badannya mulai bertambah. Karena penyakitnya ini, ia sudah berbulan-bulan tidak bisa makan. Tubuhnya tinggal kulit membungkus tulang, sedangkan perutnya membesar seperti orang hamil. Namun sekarang Yesus telah menyembuhkannya.