Saya duduk terpaku di depan komputer. Telapak tangan dingin berkeringat, kepala pusing dan dada sesak. Sepanjang hari saya jadi murah marah dan tersinggung bahkan untuk masalah yang sepele. Rasanya kesal dan out of control. Ingin sekali mencari kambing hitam dan melemparkan kesalahan kepadanya. Sayang tidak ada kambing di Korea, lagi pula ‘kesalahan’ yang akan dilemparkan juga tidak ada.
Berbulan-bulan sudah saya mengurus dokumen untuk program doktor dan browsing untuk segala kemungkinan grant dan scholarship. Saat pintu hampir terbuka, transcript dari universitas di Indonesia belum bisa diurus. Alasannya, unik dan cuman ada di Indonesia: libur bersama, fakulty cuti, demo mahasiswa, huru-hara, kemudian libur lagi… so on. Mak…! deadline sudah dekat. Beberapa tahun ini rencana untuk melanjutkan sekolah selalu ada saja halangannya. Kalau orang bilang mimpi itu gratis, rasanya nggak juga: it has prices!.
Dan itu hanya salah satu masalah saja, masalah-masalah lain seperti orang tua sakit berat, anak-anak rewel dan butuh perhatian, pekerjaan rumah menumpuk dan tumpang tindih , dsb…
Nando selalu memberi semangat dan berkata “bisa kok sayang” yang rasanya seperti satu karung beras dipikulkan ke pundak saya, bertambah sekarung tiap kali ia mencoba menghibur.
Saya pun menarik diri dari depan komputer dan mulai merenung: mengapa Anxiety ini datang?
=====
Anxiety adalah alarm bahwa kita sedang berhadapan dengan situasi yang berbahaya. Reaksi ini normal dan natural, sama seperti rasa takut, marah atau senang.
Anxiety muncul jika situasi menjadi tidak pasti, keadaan tidak terkontrol, tangung jawab bertambah, tugas menumpuk, keinginan tidak tercapai, tekanan berat dan tuntutan betubi-tubi.
Anxiety menyerang jika kita menyambut rasa khawatir, takut, cemas dan risau dan menjamu mereka.
Dan sebagai orang Kristen, anxiety adalah tanda bahwa kita sedang mengambil alih pekerjaan yang seharusnya menjadi bagian Tuhan. Anxiety bisa juga berarti signal bahwa jalan yang akan kita ambil bukanlah kehendak Tuhan.
Ada yang menghitung bahwa kata seperti “Jangat takut…”, “do not fear..”, “ don’t be afraid..!”, terdapat sebanyak 365 kali dalam Alkitab, yang berarti paling tidak satu kali dalam sehari Tuhan ingatkan kita bahwa “He is in control”
Tuhan ingin kita mensyukuri berkat-berkatnya. Tapi berkat-berkatNya itu tidak bisa dinikmati jika hati kita kacau balau. Perasaan takut, khawatir dan cemas membuat pandangan rohani kabur sehingga perkerjaan Tuhan menjadi tidak berarti. Karena mata rohani tidak bisa melihat dengan jelas, kita terpaku dengan pintu yang tertutup dan meratapinya sehingga gagal melihat pintu-pintu yang sedang dibukakan Tuhan.
Hari itu setelah menyadari semua ini, saya menarik napas panjang dan mengembalikan semua pada tempatnya. Bagian Tuhan menjadi bagianNya dan bagian saya menjadi milik saya. That’s all. Ada rasa syukur dan tenang, karena saya percaya everything is in God’s control.
Tags: Personal



April 22nd, 2008 at 12:42 am
Amen bener banget tuh Mbak Dinar, God is in control. Proses yang kita alami pasti mengajarkan kita hal baru yang akan membawa kita lebih dekat lagi mengenal pribadi-NYA. Makin cinta sama Tuhan.
Success ya Mak Dinar ta’ dukung dalam doa.
April 26th, 2008 at 12:31 pm
Pertamax berkunjung kesini. Salam kenal ya sista
Hm… Sabar aja karena semua indah pada waktunya. Kekhawatiran belum tentu juga tanda bahwa kita bukan berada dijalanNya. Bisa aja itu malah petunjuk dariNya bahwa kita masih belum saatnya sampai di tujuan yang ingin kita capai itu
April 28th, 2008 at 6:02 pm
Dear Mba Nancy,
Thanks atas tulisannya, really i’m blesed by your blogs, it’s remains me of His hand that never leave us to walk alone though we often not relize that , all is in His control. Keep writting . I’ m looking for your next story.. Gbu and yours
.
May 7th, 2008 at 1:04 pm
syalom
Prinsip awalnya sudah nancy sadari, yang pasti permasalahannya adalah nancy mengandalkan kekuatan sendiri dan hal ini akan berlanjut terus tanpa nancy sadari.. kecuali kalau nancy hidup di dalam Tuhan…utk mnedukung semua yang nancy mau maka nancy harus mempunyai komunitas seperti komsel, komsel ini akan mengingatkan nancy dan nancy akan sadar sendiri, apakah nancy mengandalkan kekuatan sendiri atau kekuatan Tuhan…