Nancy Dinar on March 29th, 2008

Pernah Anda merasakan lapar dan haus? Tentu saja. Tubuh kita terbiasa dengan perasaan ini apalagi pada saat-saat berpuasa.

Ada perkiraan yang mengatakan bahwa tubuh kita ini terdiri dari 80% air. Jadi selain dari otak, tulang dan beberapa organ lain, sebenarnya kita ini ada balon air berjalan.

Biasanya orang dapat bertahan hidup selama 7 hari tanpa makan tapi tidak tanpa minum.Kalau mau coba silakan saja. Bagaimana kalau saudara berhenti minum. Yang terjadi adalah, pikiran yang ngaco, kulit jadi bersisik, organ-organ vital menyusut.

Mata kita butuh air untuk menangis, mulut butuh air untuk mengunyah, kelenjar tubuh butuh air supaya suhu tubuh terkontrol, sel-sel tubuh butuh darah sebagai alat transportasi, sendi-sendi tulang butuh air supaya tidak karatan. Tubuh kita butuh air sama seperti ban mobil butuh udara.

Tubuh kita juga butuh makan. Dari makanan ini kita dapatkan kalori dan energi untuk beraktifitas. Zat-zat makanan seperti karbohidrat, vitamin dan mineral sangat penting untuk kelangsungan hidup kita. Kekurangan salah satu unsur ini juga menjadikan tubuh kita tidak seimbang dan mudah sakit, bahkan kematian.

Kalau kita tidak makan atau minum ada suatu alarm alami yang terjadi. Mulut kering, mata berkunang-kunang, lesu, pikiran jadi ngaco, ini semua adalah indikator bahwa ada yang kurang dalam tubuh kita. Dan biasanya kita tahu apa yang kita butuhkan.

Demikian juga dengan jiwa kita. Coba saja kalau jiwa kita kekurangan cairan, maka ada indikator-indikator yang muncul. Jadi temperamen, kawatir, sedih, putus asa, tidak ada harapan, mudah tersinggung, kesepian, dll. Ini semua adalah pertanda bahwa jiwa kita mengalami kekeringan. Dalam Matius 5:6, Yesus mengatakan berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan.

Apakah yang lebih penting bagi manusia, selain dari pada waktu ia lapar diberi makan dan pada waktu ia haus diberi minum?

Jika anda sedang sekarat karena kehausan kemudian seseorang memberi selembar cek $1000, itu tidak akan berguna. Yang saudara butuhkan segera adalah air!!!

Jika anda sedang sekarat karena kelaparan kemudian seseorang memberikan permata mahal, juga tidak ada gunanya, karena yang saudara butuhkan segera adalah makanan!!!

Demikian juga jika jiwa kita kering. Hidup terasa hampa, tanpa tujuan, penuh kepahitan, dll. Yang saudara butuhkan segera adalah air dan makanan untuk jiwamu. Yesus mengatakan dalam Yoh 4:14, bahwa barangsiapa minum air yang ia berikan ia tidak akan haus selama-lamanya.

John 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

John 6:48-51 Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidupyang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Kalau jiwa kita haus dan datang kepada Tuhan, maka jadikan Yesus seperti air yang saudara minum. Kalau kita minum kita tidak pernah bilang “Hai air, saya butuh 10 tetes untuk otak, 10 tetes untuk paru-paru, 50% untuk darah dan jantung…” Tapi kalau kita minum…biasanya minum saja. Dan air yang kita minum lebih tahu kemana ia akan pergi daripada kita. Ia tahu bagian tubuh mana saja yang butuh air dan berapa banyak.

Demikian waktu kita datang pada Yesus, tidak perlu mengatur Tuhan dengan berkata. Yesus tidak perlu pengarahan untuk membereskan hidup kita, yang ia butuhkan ada kesediaanmu. Jadi sepert air yang kita telan, waktu kita minta Dia menjadi Tuhan, itu juga berarti penyerahan kita akan KetuhananNya, dan biarkan Ia mengalir, mengatur hidupmu seperti yang Ia inginkan. Karena Ia lebih tahu apa yang kita butuhkan lebih dari kita mengenal diri kita.

Yang terpenting adalah kita mengenal tanda-tanda jiwa kita yang menjerit karena kehausan dan kelaparan akan Dia. Jangan biarkan atau abaikan, karena kalau kita lakukan itu maka yang terjadi, adalah kematian!!! Perasaan kita akan menjadi tumpul dan mati rasa.

Dan seperti kita memerlukan minuman dan makanan secara teratur setiap hari, demikian juga kita membutuhkan Dia, setiap hari.

Mengapa kalau puasa kita menjerit akan lapar dan haus, tapi kalau jiwa kita yang puasa dibiarkan…??

(disc: sebagian ide tulisan ini adalah saduran dari berbagai sumber)

Tags:

5 Responses to “Jika Jiwa Kita Puasa”

  1. ikutan cibgest juga ya, salam kenal dan JBU

    nb : maaf komentarnya ndak sesuai postingannya :D

  2. hihihi.. artikelnya bagus banget mbak.. :D Gak ada ya istilahnya puasa baca firman atau doa :P

    Salam kenal mbak Nancy..
    nti saya sering-sering mampir ah.. :D

    GBU

  3. Senang ketemu dengan blogger kristen yang wanita. Tuhan memberkati.

  4. wahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    heehee bisa pas2an begini
    aku juga post ttg Ayat 6 yohannes ttg roti hidup

    heehee =)

  5. Yang terpenting adalah kita mengenal tanda-tanda jiwa kita yang menjerit karena kehausan dan kelaparan akan Dia. Jangan biarkan atau abaikan, karena kalau kita lakukan itu maka yang terjadi, adalah kematian!!! Perasaan kita akan menjadi tumpul dan mati rasa.

    Saya kira yang paling parah ialah kita tidak mengenali tanda-tanda sekaratnya jiwa kita. Atau kita sudah mengetahuinya, namun kita berpura-pura tidak mau mengakuinya karena merasa kita begitu kuat. Saya akui, belakangan seperti ini pula kondisi saya. Malah kadang muncul pertanyaan nakal, “Bagaimana caranya agar kita bersedia memberi diri pada Yesus?”

    Terima kasih, Mbak. Tulisan ini mengingatkan saya akan kondisi saya yang benar-benar harus ber-se-dia.

Leave a Reply