<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kasih Anjing Liar</title>
	<atom:link href="http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/</link>
	<description>Engaging Contemporary Issues with Christian Thought</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Mar 2012 06:28:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Carla</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/comment-page-1/#comment-1499</link>
		<dc:creator>Carla</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 19:06:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/#comment-1499</guid>
		<description>Nans.. sedih sekali ceritanya,
mata sampai berkaca2 ;)
GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nans.. sedih sekali ceritanya,<br />
mata sampai berkaca2 <img src='http://nancydinar.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nancy Dinar</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/comment-page-1/#comment-97</link>
		<dc:creator>Nancy Dinar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 04:19:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/#comment-97</guid>
		<description>Hai Santy, terima kasih karena tulisan in jadi berkat buat kamu.
Terma kasih juga untuk comment sepanjang ini. I think you are reading &#039;between the lines&#039;.
Salam kenal neh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Santy, terima kasih karena tulisan in jadi berkat buat kamu.<br />
Terma kasih juga untuk comment sepanjang ini. I think you are reading &#8216;between the lines&#8217;.<br />
Salam kenal neh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Santy</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/comment-page-1/#comment-95</link>
		<dc:creator>Santy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 09:08:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/#comment-95</guid>
		<description>Bagus bgt ceritanya. Saya sampe nangis bacanya. Abis saya sendiri  suka bgt ma anjing. Tp sayangnya Indonesia bukan tempat para anjing bisa hidup damai di jalan tanpa ada yg timpukin batu or malah bakar mereka hidup2. Saya pernah denger ceritanya dari temen, dia Muslim tp dia suka ma anjing, and dia punya anjing di rumah tp itupun dia mesti hati2 jangan2 sampe lepas karena rumahnya deket dgn mesjid. Dia kasih tau saya kalo dia liat org2 kampung sedang bakar induk anjing bersama anak2nya, hidup2.  Bagaimana mereka bisa melakukan tindakan sekeji itu pada hewan? Bagaimana bisa anjing najis bagi mereka? Bagaimana bisa mereka membunuh anjing tanpa perasaan? Saya sering bilang ke temen2 Muslim saya kalo anjing itu punya nyawa, ciptaan Tuhan jg, mereka tidak bersalah tp kenapa mereka harus dibunuh oleh ciptaan Tuhan yg katanya berbudi pekerti. Emangnya Tuhan ga kasih tau untuk tidak membunuh hewan sekalipun? Tapi tentunya saya juga punya teman Muslims yg suka ma anjing. Mereka bilang, ga ada salahnya sayang ma anjing, toh mereka ada bacaan buat bersihin tubuh mereka. Anjing kan punya nyawa, ciptaan Allah jg, kenapa harus dijauhin. Dia bahkan kasih tau saya kalo tadinya dia jg anggap anjing itu najis banget tp suatu hari dia lihat seorang haji dengan anjingnya. Anjingnya itu tidur di dalam rumah. Bagaimana mungkin seorang haji memperlakukan anjing sebaik itu? Seorang haji pastilah lebih tau banyak tentang hubungan anjing dengan seorang Muslim, tp dia tidak menganggap anjing itu hina or pantas dibunuh. Itu yg buat dia berubah pikiran dan sekarang dia malah seperti seorang ibu untuk 2 anjing German Sheppard yg diurusnya. Semua anjing yg ketemu ma dia pasti langsung cium2 tangannya n dia pasti langsung gendong anjing itu. 
Bahkan Muslim2 yg saya temui di Mesir. Di Mesir kan rata2 Muslims, tp mereka tidak keberatan dengan anjing2 kampung di sekitar mereka, bahkan mereka memberi makan untuk anjing2 itu bahkan memeliharanya. Salah satu Muslim yg saya temui di sana bahkan memperlakukan anak2 anjing yg baru lahir penuh perhatian. Mereka bahkan tidah keberatan membiarkan anjing2 itu tidur di kursi. Saya langsung penasaran dan bertanya soal anjing dan Muslim. Dan dia bilang, di Mesir, Muslims2 disana ga benci ma anjing, mereka suka anjing, mereka bahkan tidak keberatan berdekatan dgn anjing. Kalo soal najis nya, toh ada bacaan dan mereka bisa membersihkan tubuh mereka. Jadi kenapa harus benci dan sampe membunuh anjing?
Well, ga tau napa jd crita macem2 disini. Jangan marah ya. Saya tersentuh dengan ceritanya jd langsung dech, bablas.
Saya cuma heran aja ma Muslim2 di Indonesia yg memperlakukan anjing sesadis itu. Saya jg pernah denger org Belanda yg ke Indonesia trus marah2 ma sekelompok anak2 yg lagi timpukin batu ke seekor anjing kampung.Tanpa ragu dia langsung marah and usir anak2 itu n gendong anjing itu. Trus dia ke pet shop n beli kandang, katanya dia mo bawa pulang anjing kampung itu ke Belanda. Hebat kan, org2 di Belanda pasti dpt kabar soal anjing itu.
Ok dech.. Thanx.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus bgt ceritanya. Saya sampe nangis bacanya. Abis saya sendiri  suka bgt ma anjing. Tp sayangnya Indonesia bukan tempat para anjing bisa hidup damai di jalan tanpa ada yg timpukin batu or malah bakar mereka hidup2. Saya pernah denger ceritanya dari temen, dia Muslim tp dia suka ma anjing, and dia punya anjing di rumah tp itupun dia mesti hati2 jangan2 sampe lepas karena rumahnya deket dgn mesjid. Dia kasih tau saya kalo dia liat org2 kampung sedang bakar induk anjing bersama anak2nya, hidup2.  Bagaimana mereka bisa melakukan tindakan sekeji itu pada hewan? Bagaimana bisa anjing najis bagi mereka? Bagaimana bisa mereka membunuh anjing tanpa perasaan? Saya sering bilang ke temen2 Muslim saya kalo anjing itu punya nyawa, ciptaan Tuhan jg, mereka tidak bersalah tp kenapa mereka harus dibunuh oleh ciptaan Tuhan yg katanya berbudi pekerti. Emangnya Tuhan ga kasih tau untuk tidak membunuh hewan sekalipun? Tapi tentunya saya juga punya teman Muslims yg suka ma anjing. Mereka bilang, ga ada salahnya sayang ma anjing, toh mereka ada bacaan buat bersihin tubuh mereka. Anjing kan punya nyawa, ciptaan Allah jg, kenapa harus dijauhin. Dia bahkan kasih tau saya kalo tadinya dia jg anggap anjing itu najis banget tp suatu hari dia lihat seorang haji dengan anjingnya. Anjingnya itu tidur di dalam rumah. Bagaimana mungkin seorang haji memperlakukan anjing sebaik itu? Seorang haji pastilah lebih tau banyak tentang hubungan anjing dengan seorang Muslim, tp dia tidak menganggap anjing itu hina or pantas dibunuh. Itu yg buat dia berubah pikiran dan sekarang dia malah seperti seorang ibu untuk 2 anjing German Sheppard yg diurusnya. Semua anjing yg ketemu ma dia pasti langsung cium2 tangannya n dia pasti langsung gendong anjing itu.<br />
Bahkan Muslim2 yg saya temui di Mesir. Di Mesir kan rata2 Muslims, tp mereka tidak keberatan dengan anjing2 kampung di sekitar mereka, bahkan mereka memberi makan untuk anjing2 itu bahkan memeliharanya. Salah satu Muslim yg saya temui di sana bahkan memperlakukan anak2 anjing yg baru lahir penuh perhatian. Mereka bahkan tidah keberatan membiarkan anjing2 itu tidur di kursi. Saya langsung penasaran dan bertanya soal anjing dan Muslim. Dan dia bilang, di Mesir, Muslims2 disana ga benci ma anjing, mereka suka anjing, mereka bahkan tidak keberatan berdekatan dgn anjing. Kalo soal najis nya, toh ada bacaan dan mereka bisa membersihkan tubuh mereka. Jadi kenapa harus benci dan sampe membunuh anjing?<br />
Well, ga tau napa jd crita macem2 disini. Jangan marah ya. Saya tersentuh dengan ceritanya jd langsung dech, bablas.<br />
Saya cuma heran aja ma Muslim2 di Indonesia yg memperlakukan anjing sesadis itu. Saya jg pernah denger org Belanda yg ke Indonesia trus marah2 ma sekelompok anak2 yg lagi timpukin batu ke seekor anjing kampung.Tanpa ragu dia langsung marah and usir anak2 itu n gendong anjing itu. Trus dia ke pet shop n beli kandang, katanya dia mo bawa pulang anjing kampung itu ke Belanda. Hebat kan, org2 di Belanda pasti dpt kabar soal anjing itu.<br />
Ok dech.. Thanx.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indonesia-saram</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/comment-page-1/#comment-86</link>
		<dc:creator>Indonesia-saram</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 01:09:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/#comment-86</guid>
		<description>Sebagai salah satu penggemar anjing, saya jadi terharu juga membaca tulisan di atas. Ada setidaknya dua hal yang terlintas dalam benak saya saat mulai menulis komentar ini. 

Pertama, kebanyakan orang tidak bisa menghargai hewan peliharaan, apalagi hewan liar (terutama anjing dan kucing) sehingga memperlakukannya secara tidak pantas. Ada orang yang memperlakukan hewan peliharaannya hanya sebagai pelengkap rumah tangganya. Tidak pernah menunjukkan kasih sayang sebagai tuannya. Bahkan meninggalkan anjing mereka tanpa makanan, sampai seorang teman saya dan saya berinisiatif memberi makan anjing tersebut.

Kedua, dan inilah yang membuat saya merasa agak dilematis, belas kasihan kepada seekor hewan terkadang lebih gampang terwujud dalam tindakan nyata daripada terhadap sesama manusia. Dan tampaknya inilah gambaran nyata dari degradasi status manusia pasca kejatuhan ke dalam dosa. Saya akui, saya pun tak jarang masuk bilangan ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai salah satu penggemar anjing, saya jadi terharu juga membaca tulisan di atas. Ada setidaknya dua hal yang terlintas dalam benak saya saat mulai menulis komentar ini. </p>
<p>Pertama, kebanyakan orang tidak bisa menghargai hewan peliharaan, apalagi hewan liar (terutama anjing dan kucing) sehingga memperlakukannya secara tidak pantas. Ada orang yang memperlakukan hewan peliharaannya hanya sebagai pelengkap rumah tangganya. Tidak pernah menunjukkan kasih sayang sebagai tuannya. Bahkan meninggalkan anjing mereka tanpa makanan, sampai seorang teman saya dan saya berinisiatif memberi makan anjing tersebut.</p>
<p>Kedua, dan inilah yang membuat saya merasa agak dilematis, belas kasihan kepada seekor hewan terkadang lebih gampang terwujud dalam tindakan nyata daripada terhadap sesama manusia. Dan tampaknya inilah gambaran nyata dari degradasi status manusia pasca kejatuhan ke dalam dosa. Saya akui, saya pun tak jarang masuk bilangan ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ws</title>
		<link>http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/comment-page-1/#comment-85</link>
		<dc:creator>Ws</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 19:15:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2008/03/11/kasih-anjing-liar/#comment-85</guid>
		<description>hi.
nice to know u. nancy
hope we can be friends..

i like this post...

n i will read the other ur post.

i like ur blog..

take care.
GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hi.<br />
nice to know u. nancy<br />
hope we can be friends..</p>
<p>i like this post&#8230;</p>
<p>n i will read the other ur post.</p>
<p>i like ur blog..</p>
<p>take care.<br />
GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

