Mengapa Tuhan memilih Salomo dan memberkatinya demikian rupa membuat para kritisi Kristen bingung dan bertanya-tanya. Lahir dari seorang ibu yang jelas-jelas merupakan hasil perbuatan dosa tercela, perkawinan orang tuanya bisa dikatakan aib yang memalukan. Namun, dari sekian anak-anak Raja Daud ialah yang terpilih.
Dari khotbah dan pengajaran yang sering saya dengar, Salomo mendapat semua ‘priveleges’ ini karena ia doanya yang sangat populer dalam meminta hikmat (baca 1 Raj 3). Demikianlah, entah berapa banyak orang Kristen yang jungkir balik telah menaikkan doa yang sama dengan harapan mendapatkan paling tidak sedikit dari ‘berkat’ Salomo ini. Sayangnya, banyak yang kecewa karena doa seperti ini ‘just not working’.
Mengapa Salomo mendapat anuegerah yang demikian besarnya?
1. It’s not about him, it’s about the people of God.
Berkat yang diterima oleh Salomo semata-mata bukan karena perbuatan, karakter, latar belakang Salomo yang memukau. Alkitab bahkan tidak pernah bercerita tentang siapa Salomo sebelum ia terpilih jadi raja yang memang tidak significant. Terpilihnya ia menjadi raja yang diberkati semata-mata karena ingin memberkati umatNya dan untuk itu ia bisa memakai siapa saja.
Mengapa Salomo dan bukan anak Daud yang lain? Karena Salomo tidak egois. Ia telah meminta sesuatu bukan untuk dirinya. Ia tidak meminta kekayaan, kekuatan atau nyawa musuhnya. Ia tidak meminta seuatu yang akan dipakai untuk kepentingan dirinya. Ia meminta sesuatu untuk kepentingan umat Tuhan.
Tuhan menjawab doa yang tidak egois. Tuhan memberkati orang yang ingin melayani umatNya. Ia memilih orang berdasarkan rencanaNya untuk menegakkan kerajaanNya.
2. It’s not about him, it’s about people who had paid the price.
Dibalik setiap kejayaan ada orang-orang yang telah membayar harganya. Dibalik setiap kemenganan ada pahlawan-pahlawan yang telah berkorban. Salomo menikmati kejayaan dan kemuliaan juga karena ada orang-orang yang telah membayar harga untuk itu.
Daud, ayahnya, adalah seorang yang sangat berkenan kepada Tuhan bahkan disebut sebagai biji mata Tuhan. Meski merupakan raja pilihan tetapi tidak pernah menikmati kejayaan seperti yang diterima Salomo. Tidak perduli berapa mazmur yang telah diciptakan sebagai tanda kasihnya kepada Tuhan; atau berapa banyak lagu yang diciptakan untuk menaikan pujian kepada Allahnya; atau berapa seringnya petikan harpa tanda penyembahannya, namun hidup Daud tidaklah lebih dari penderitaan. Ia harus terus lari dari teman, musuh, keluarga yang menginginkan nyawanya. Ia hidup dalam perang tanpa akhir, pengungsian dan tangisan. Semua yang ia berikan bagi Tuhan, bangsa dan keluarga tidaklah dinikmatinya hasilnya.
Namun demikian Tuhan adalah Tuhan yang adil yang tidak pernah berhutang. Meskipun Daud tidak menikmati berkat yang harus diterimanya, Tuhan tetap ‘preserved’ semuanya untuk diwariskan kepada anak cucunya. Inilah yang dinamakan sebagai berkat turunan. Dalam hal ini Salomolah yang kecipratan warisan terbesar.
Tags: Family, Spirituality



Leave a Reply