Apa yang Anda pikirkan tentang hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan bahkan tahun-tahun yang ada didepanmu? Apakah Anda tahu ukuran kesuksesan Anda di masa mendatang? Bagi Anda yang tidak tahu pasti apa yang Tuhan sediakan bagi masa depanmu cobalah untuk mengukurnya sekarang.
1. Ukuran masa depanmu adalah sebesar ukuran imanmu.
Iman bukan percaya apa yang bisa Anda lakukan. Iman adalah percaya apa yang sanggup Tuhan lakukan. Hati-hati perbedaanya kadang sangat tipis. Iman bukan hanya percaya bahwa Tuhan itu hidup, melainkan percaya bahwa Tuhan itu hidup dalammu. Iman juga bukan hanya percaya bahwa Tuhan mampu melakukan mujuzat, tapi percaya Ia sanggup melakukanNya lewatmu. Iman juga bukan hanya percaya bahwa Tuhan adalah pencipta dan pemilik langit dan bumi, tapi juga percaya bahwa Anda adalah pewarisnya.
Jangan batasi Tuhan hanya karena imanmu kecil. Dan sebaliknya jangan memiliki iman yang kecil padahal kita percaya pada Tuhan yang besar. Seberapa besar imanmu kepada Tuhan dan apa yang sanggup Ia kerjakan lewat hidupmu, sebesar itu pula masa depanmu.
2. Ukuran masa depanmu adalah sebesar ukuran mimpi-mimpimu.
Jika Anda memiliki mimpi maka Anda memiutangi Tuhan. Jika Anda memiliki angan-angan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, Anda meningatkan Tuhan akan janjiNya. Jika Anda ingin menjadi orang yang sukses dan menduduki tempat-tempat yang tinggi, Anda mebuat Tuhan tersenyum dan berkata “That’s my boy”.
Saya percaya jika ada anak Tuhan yang ingin menjadi berkat bagi banyak orang dan berdoa agar Tuhan memperluas kapasitasnya, maka Tuhan tidak akan menahan diri. Bukankah keinginanNya dari semula untuk menjadikan manusia sebagai penguasa atas semua ciptaanNya? Pasti semua keinginan anak manusia untuk menjalankan tugas mulia ini akan dengan bangga direstui Bapa di surga.
Hanya saja yang terjadi, banyak orang ingin diberkati, ingin kaya, bukan supaya orang lain diberkati juga melainkan tujuannya untuk kepentingan diri sendiri. Tuhan memberkati orang bukan untuk dipakai sendiri. Anda bisa sukses, banyak duit, punya bisnis, sekolah tinggi bukan semata-mata untukmu, tapi juga untuk orang lain. (sekedar mengigatkan saja, ini mah semua juga sudah tahu ya ?
3. Ukuran masa depanmu adalah sebesar ukuran masalahmu.
Manakah yang akan lebih memberkati orang lain: seseorang yang disembuhkan Tuhan dari penyakit panu atau kanker kulit? Jelas ya? (sorry, kalau ada yang panuan baca article ini dan berkata “Nancy, you just don’t know what is ‘panu-an’ means.:-) he..he.. pernah kok saya ngalamin). Semakin besar panu sese… ups sorry lagi, maksud saya : semakin besar masalah seseorang maka semakin besar pula kemungkinan mujizat yang akan dialaminya.
Jika anda melewati masa-masa sulit dan berat bahkan lebih dari orang lain, yang menurut Anda lebih pantas menerimanya, bersukacitalah! Tuhan sedang mempersiapkan Anda untuk sesuatu yang besar. Ingat, Tuhan itu adil. Nggak perlu kita mengingatkan Dia akan keadilannya. Ia bukan seperti pemerintah dunia yang korup yang perlu demo, bawa poster, aksi mogok makan untuk mengingatkan mereka akan keadilan dan pemerataan. Believe me. Dia tahu.
Seharusnya jika Anda melewati masa-masa sulit berkata “Bring it on God!, nih gue, ini kan cuman training doang”. Semakin besar masalahmu semakin besar apa yang sedang Tuhan sediakan untuk masa depanmu. Enjoy guys.
Ps. (dear readers, sorry ya kalau tulisan kali ini terburu-buru. Aku nggak bisa edit lagi, karena besok sudah mau berangkat. Sedangkan sekarang waktu sedang ngetik kedinginan di HK lagi musim dingin juga dan ‘nggak ada pemanas’, kaki saya terasa membeku nih)
Tags: Character, Leadership

Leave a Reply