Archive for January, 2008
Saudara pembaca, untuk 3-4 minggu kedepan saya tidak posting tulisan atau membalas comment. Mendadak saya harus pulang kampung untuk menjenguk ayah saya yang sedang sakit. Please bantu doa ya….?! Perjalanan kali ini cukup panjang karena harus transit di HongKong dan Singapore. Sedikit update ttg perjalanan ada di diary saya Hidupku di Korea.
Sebelumnya saya ingin membagikan apa yang ada dalam hati saya dan apa yang saya yakini akan terjadi bagi anak-anak Tuhan pada tahun 2008. Saya mengujungi blog Rio, dan membaca postingnya tentang nubuatan untuk tahun ini. Silahkan baca artikel selengkapnya disini.
Saya baru ngeh, kalau angka delapan adalah lambang dari New Beginning atau New Era. Karena Tuhan menciptakan langit dan bumi tujuh hari lamanya sehingga hari kedelapan merupakan hari pertama dari season yang baru. Demikian juga dengan tujuh hari dalam seminggu menjadikan hari kedelapan sebagai hari petama minggu berikutnya.
Secara pribadi, saya bergumul di akhir tahun 2007 bersyafaat dan menaikkan petisi kepada Tuhan. Tahun 2008 berarti telah 20 tahun sejak pertama kali saya mengenal Yesus dan menyerahkan diri untuk melayaniNya (please don’t think I’m too old karena angka 20 tsb , saya lahir baru waktu masih remaja). Tahun 2008 juga berarti tahun ke-8 saya melayani Tuhan di Korea. And I keep asking this question “Is this all what I can do for Your Glory, God?”.
Saya bukan wanita yang penuh ambisi. Saya juga bukan manusia yang haus pengakuan. Bukan pula seseorang yang pengen cari nama. Saya hanyalah seorang hamba yang tahu akan siapa Tuannya. Saya tahu bahwa God has so much in store for his children. Saya yakin bahwa saya bahkan belum setengah mendaki ke puncak yang sedang disediakan Tuhan bagi hidup saya.
Memang selama ini karena berbagai kesibukan sebagai seorang ibu di luar negeri tanpa pembantu, telah membuat ruang gerak saya menjadi terbatas. Tapi tidak itu sama sekali tidak membatasi mimpi saya. Justru saya bersyukur karena waktu-waktu yang Tuhan berikan untuk saya sebagai ibu rumah tangga atau homemaker. Saya lebih banyak belajar, membaca, memperhatikan, menahan diri, bersabar, belajar menanti, tekun menunggu. Dalam hati sebenarnya saya pengen terbang, tapi sayap-saya yang saya miliki belum cukup kuat dan terlatih untuk menahan badai. Huh? Otot-otot iman saya memang masih perlu latihan dan work out supaya cukup kokoh. Sedangkan hati saya perlu diajar untuk menunduk, patuh, taat dan tidak sombong.
Tahun 2008 adalah New Begining, bukan hanya buat saya saja tapi bagi setiap anak Tuhan. Bagi mereka yang tahu menguduskan hari Tuhan, melayani Dia dan menikmati penyembahan kepada Tuhan. Tahun ini adalah waktu dimana Tuhan akan membawa kita menuju ke puncak-puncak kehidupan dalam berbagai aspek (karir, pendidikan, pelayanan, rumah tangga, what ever). Apa saja yang pernah saudara mimpikan! Inilah waktu penggenapannya. Tahun dimana Tuhan membawa anak-anaknya menuju ke puncak dengan kendaraan kemenangan dan memberikan mereka makanan kelimpahan (Baca Yesaya 58:13-14).
“Apabila engkau tidak menginjak-nginjak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudusKu, apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan” dan hari kudus Tuhan “hari mulia”…maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.”
Saudara yang selama tahun-tahun sebelumnya tahu menguduskan menghormati hari Tuhan, setia beribadah, menikmati penyembahan kepadaNya. You deserve to receive this victory!
4 Comments »
Apa yang Anda pikirkan tentang hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan bahkan tahun-tahun yang ada didepanmu? Apakah Anda tahu ukuran kesuksesan Anda di masa mendatang? Bagi Anda yang tidak tahu pasti apa yang Tuhan sediakan bagi masa depanmu cobalah untuk mengukurnya sekarang.
1. Ukuran masa depanmu adalah sebesar ukuran imanmu.
Iman bukan percaya apa yang bisa Anda lakukan. Iman adalah percaya apa yang sanggup Tuhan lakukan. Hati-hati perbedaanya kadang sangat tipis. Iman bukan hanya percaya bahwa Tuhan itu hidup, melainkan percaya bahwa Tuhan itu hidup dalammu. Iman juga bukan hanya percaya bahwa Tuhan mampu melakukan mujuzat, tapi percaya Ia sanggup melakukanNya lewatmu. Iman juga bukan hanya percaya bahwa Tuhan adalah pencipta dan pemilik langit dan bumi, tapi juga percaya bahwa Anda adalah pewarisnya.
Jangan batasi Tuhan hanya karena imanmu kecil. Dan sebaliknya jangan memiliki iman yang kecil padahal kita percaya pada Tuhan yang besar. Seberapa besar imanmu kepada Tuhan dan apa yang sanggup Ia kerjakan lewat hidupmu, sebesar itu pula masa depanmu.
2. Ukuran masa depanmu adalah sebesar ukuran mimpi-mimpimu.
Jika Anda memiliki mimpi maka Anda memiutangi Tuhan. Jika Anda memiliki angan-angan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa, Anda meningatkan Tuhan akan janjiNya. Jika Anda ingin menjadi orang yang sukses dan menduduki tempat-tempat yang tinggi, Anda mebuat Tuhan tersenyum dan berkata “That’s my boy”.
Saya percaya jika ada anak Tuhan yang ingin menjadi berkat bagi banyak orang dan berdoa agar Tuhan memperluas kapasitasnya, maka Tuhan tidak akan menahan diri. Bukankah keinginanNya dari semula untuk menjadikan manusia sebagai penguasa atas semua ciptaanNya? Pasti semua keinginan anak manusia untuk menjalankan tugas mulia ini akan dengan bangga direstui Bapa di surga.
Hanya saja yang terjadi, banyak orang ingin diberkati, ingin kaya, bukan supaya orang lain diberkati juga melainkan tujuannya untuk kepentingan diri sendiri. Tuhan memberkati orang bukan untuk dipakai sendiri. Anda bisa sukses, banyak duit, punya bisnis, sekolah tinggi bukan semata-mata untukmu, tapi juga untuk orang lain. (sekedar mengigatkan saja, ini mah semua juga sudah tahu ya ?
3. Ukuran masa depanmu adalah sebesar ukuran masalahmu.
Manakah yang akan lebih memberkati orang lain: seseorang yang disembuhkan Tuhan dari penyakit panu atau kanker kulit? Jelas ya? (sorry, kalau ada yang panuan baca article ini dan berkata “Nancy, you just don’t know what is ‘panu-an’ means.:-) he..he.. pernah kok saya ngalamin). Semakin besar panu sese… ups sorry lagi, maksud saya : semakin besar masalah seseorang maka semakin besar pula kemungkinan mujizat yang akan dialaminya.
Jika anda melewati masa-masa sulit dan berat bahkan lebih dari orang lain, yang menurut Anda lebih pantas menerimanya, bersukacitalah! Tuhan sedang mempersiapkan Anda untuk sesuatu yang besar. Ingat, Tuhan itu adil. Nggak perlu kita mengingatkan Dia akan keadilannya. Ia bukan seperti pemerintah dunia yang korup yang perlu demo, bawa poster, aksi mogok makan untuk mengingatkan mereka akan keadilan dan pemerataan. Believe me. Dia tahu.
Seharusnya jika Anda melewati masa-masa sulit berkata “Bring it on God!, nih gue, ini kan cuman training doang”. Semakin besar masalahmu semakin besar apa yang sedang Tuhan sediakan untuk masa depanmu. Enjoy guys.
Ps. (dear readers, sorry ya kalau tulisan kali ini terburu-buru. Aku nggak bisa edit lagi, karena besok sudah mau berangkat. Sedangkan sekarang waktu sedang ngetik kedinginan di HK lagi musim dingin juga dan ‘nggak ada pemanas’, kaki saya terasa membeku nih)
No Comments »
Bagian ini adalah sebagian cuplikan diary saya tahun 2007. Sebelum membaca post ini sebaiknya membaca pendahuluanya di My Defined Moments 2007 .
Sesuatu yang Pasti Datang
12 September 2007
Sesuatu yang pasti datang bagi setiap hamba Tuhan adalah “Stormy weather”. Stormy weather ini dapat berupa abandoned, betrayal, offended, persecuted, etc. Apa yang dialami Paulus terutama yang dibagikan kepada Timotius di 2 Tim 4:10-16, “But the Lord stood with me and strengthen me”
Bukan apa yang kita hadapi yang membedakan kita dengan orang lain –karena setiap orang pasti akan menghadapi situasi yang serupa selama hidupnya- tapi attitude kitalah yang membuat beda dan tentu saja Tuhan mendampingi dan menguatkan orang-orang yang berharap kepadaNya.
Friman Tuhan adalah kuasa yang menguatkan, obat bagi yang sakit, tongkat bagi yang lumpuh, alarm bagi yang dalam bahaya, bahan pelajaran berharga bagi yang ingin diajar.
Blessed 2 Bless
14 Oktober 2007
Setiap orang dipanggil untuk suatu tujuan tertentu. Untuk itulah Tuhan memperlengkapinya dengan talenta, pengalaman, pendididikan maupun lingkungan. Pernah aku berdoa supaya God raise me up. Enough is enough! Setiap orang akan mengalami berada dalam lembah kekelaman but it’s not the place where we belong. “Cukup”! Aku katakan pada jiwaku. Saatnya untuk bangkit dan mencapai hal-hal yang lebih tinggi, kemenangan yang sudah disiapkan Tuhan.
Ya, bagi orang yang menyadari bahwa kekalahan bukan esensi dari kehidupan anak-anak Tuhan. Kejayaan dan kekayaan itulah milik kita.
Indeed, God raised me up. Give me new vision. Grant me new pair of wings. Refresh and strengthen me. As I look back, I can see how ugly I was living in a life I supposed not to be.
I just love to know God and surrender my life to Him. The best choice in my life. He never fails to proof that He’s the one I have to rely on. Now, I openly surrender for Him to mold me. He is the potter and I am the clay. I just want to be useful for other. Blessed to bless. That’s all meant to be.
Hari ini
25 Oktober 2007
Terima kasih untuk hari ini Tuhan, hari yang baru dan tubuh yang segar. Dari apa yang aku alami beberapa hari terakhir, Nando ke HK, tinggal dengan anak-anak, sibuk, capek, kurang tidur tapi hati bersuka cita. Aku percaya bahwa ini semata-mata berkat Tuhan.
Aku bersukur untuk visi yang Tuhan taruh dan hikmat yang Ia berikan. Aku kagum menyaksikan pekerjaan Tuhan yang dahsyat dan ajaib. Aku berterima kasih karena dipulihkan Tuhan. Tahun-tahun kelabu telah berlalu. Waktu dimana aku terpuruk dan hanya dapat bermimpi, waktu penantian panjang….
Tuhan itu setia
Dia tidak akan gagal
Dia Bapa
Dia sahabat
Di Guru
Hari ini, coretan dibukuku adalah gambaran sukacita dan rasa syukur yang tidak terkira. Aku menanti-nantikan haris esok dimana Tuhan akan menunjukkan hal-hal yang baru. Hidupku, kuakui adalah saluran berkat bagi kemuliaan Tuhan. Apa yang aku terima itulah yang aku salurkan. Aku telah belajar banyak melalui hidup ini. Tuhan telah melatihku dalam berbagai bidang supaya tanganku kuat memegang pedang.
Hari ini beda. Hari ini kasih Tuhan sangat nyata. Hari dimana aku berserah dan berkata “Yes sir, whatever You want, I am Your servant and You are the master.” “Yes sir, whatever it takes, I will obey”
Hari ini aku mengalami hidup baru (sekali lagi). Level dimana Tuhan membawaku ke tempat yang tinggi sehinggga aku bisa melihat lebih banyak dan memahami ‘big picture’nya.
Aku bangga. Aku bahagia. Aku kagum dengan Tuhan yang aku sembah.
6 Comments »
Bagian ini adalah sebagian cuplikan diary saya tahun 2007. Sebelum membaca post ini sebaiknya membaca pendahuluanya di My Defined Moments 2007 .
Major Depresion
12 April 2007
Selama beberapa bulan aku koma. Keadaannya antara hidup dan mati. Hidup, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Mati ,tapi tidak membusuk (decomposed). Ya, secara spiritual aku koma. Tidak bisa berdoa, baca Alkitab, bahkan tidak tertarik mendengarkan lagu-lagu rohani. Pokoknya seperti sedang terjadi kemarau panjang.
Tidak ada daya untuk bangkit, semangat patah, ambisi hilang, visi kabur. Hidup bukan hidup dan mati bukan mati. Dalam keadaan ini tidak ada yang bisa aku lakukan selain menanti waktunya lewat. Ternyata segala sesuatu ada waktunya.
Tentu ada perasaan guilty, inadequate, unworthy, overwhelmed campur aduk dalam diri. Secara spiritual inilah yang dinamakan Major Depression. Major Depression tidak terjadi secara jiwani dan mentally tapi juga rohani.
Jika ini menyerang, tidak ada yang dapat aku lakukan. Nothing but believe, aku tetap anak Tuhan. “Orang benar akan hidup oleh percayanya” (Habakuk 2:4), ayat yang baru aku baca kemarin.
Aku mencoba membandingkan situasi yang aku alami dengan apa yang dialami oleh nabi Habakuk serta melihat bagaimana atittudenya. Meskipun ia senantiasa bertanya “Why?”, “Why?”, “Why?” Seperti yang selalu ditanyakan oleh orang yang sedang mengalami pergumulan, namun pada akhirnya ia mengakhiri:
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah. Hasil pohon zaitun mengecewakan sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan. Kambing domba terhalau dri kurungan dan tidak ada lembu sapi dalam kandang. Namun aku akan bersorak-sorak didalam Tuhan, beria-ria dalam Allah yang menyelamatkan aku. (Habakuk 3:17-19).
Anxiety and Endurance
23 April 2007
Hidup sebagai hamba Tuhan banyak tantangan. Tidak ada istilah setengah-setengah. Jika tidak bisa berserah penuh tidak ada cara lain. Dengan dunia ini tidak ada kompromi. Saat hati kita tercemar ambisi duniawi maka kaburlah pandangan rohani.
Pagi ini aku bangun dan berdoa agar Tuhan mengangkat semua rasa kuatir yang menjadi akar dari segala stress yang tidak sehat. Juga pada Tuhan aku lebih berserah, sambil menyanyikan lagu “I surrender all”.
Hidup adalah misteri. Semakin dijalani semakin tidak dimengerti. Semakin banyak yang dialami semakin berliku jalannya. Dulu ada pribahasa yang mengatakan: “Kita harus belajar banyak untuk mengetahui betapa sedikit yang kita tahu.” Sampai pada tahap sekarang aku mengamini kenyataan ini.
Kembali ke rasa kuatir yang aku punya. Memang ini tidak pada tempatnya mengingat satus aku sebagai “hamba” dan status Tuhan sebagai “pencipta”. Perasaan ini muncul akibat interseksi dari kebutuhan rohani dan duniawi. Biarlah aku namakan daerah ini sebagai DMZ (demilitarized zone) dimana ketegangan meningkat, hidup diantara dua dunia yang bertikai.
(banyak hal yang menjadi pergumulan pada masa-masa ini, dan dalam hitungan hari saya akan melahirkan anak kedua)
Satu-satunya cara yang ada dalam menghadapi keadaanku adalah : Endurance!
Yup, kita butuh endurance untuk bertahan dalam situasi ini. Endurance yang berasal dari keyakinan dan pengalaman berjalan bersama Tuhan. Endurance yang berasal dari iman dan pengharapan. Endurance yang berasal dari kedewasaan rohani. Endurance yang berasal dari penyerahan total kepada Tuhan. Endurance adalah percaya bahwa Tuhan adalah setia. Dia adalah kasih. Dia adalah master. Dia adalah bapa, sahabat, penolong, penghibur, damai sejahtera.
God where are You?
23 April 2007
God where are you?
When I call on Your name
When the anxiety fills my heart
So many thing to blame
The road rough and hard
God where are you?
When things going unpleasant
When hope disappear
Still I am Your servant
Your answer I need to hear
God where are you?
When tears falling on my face
When chill and trembling I feel
Tomorrow will I receive another Grace
All the best finally fulfilled
God where are you?
When desperately I need you
When I lost and go astray
Looking for something I don’t even know
Recall the love I’ve betrayed
God where are you?
When I miss the way we had before
When love and peace come everyday
All these things I am asking for
Hold me until your very day
(Searching for God’s love; Waiting for the coming of 2nd baby; Experiencing the lowest point in Korea, struggling for family and ministry; Lost vision, spirit and peace; Missing a good relationship with God; Longing for love and support; Hoping for another grace to come.)
1 Comment »
Bagian ini adalah sebagian cuplikan diary saya tahun 2007. Sebelum membaca post ini sebaiknya membaca pendahuluanya di My Defined Moments 2007.
=================
11 April 2007
Seringkali aku berdoa “Lord, let me do something!”. Sejak tamat MDiv empat tahun lalu, menikah dan punya anak sepertinya tidak ada lagi sesuatu yang berarti yang aku lakukan. Selain dari pelayanan yang tidak banyak –dan sekarang praktis sudah tidak ada- hari-hariku diisi dengan menjadi istri dan ibu rumah tangga.
Peran sebagai istri dan ibu ini juga tidak mudah. Banyak penyesuaian pikiran, tingkah laku dan ekspektasi untuk menjadi istri yang baik. Sedangkan menjadi ibu pertama kali untuk seorang anak yang lahir prematur tanpa arahan dan bimbingan orang lain juga menguras tenaga. Terkadang ada perasaan bersalah dengan peran ini. Kok setelah sekolah sekian lama hanya tinggal di rumah mengurus anak dan suami? itupun rasanya tidak bisa aku lakukan dengan baik. Ya, aku merasa bukanlah seorang istri dan ibu yang ideal.
Ambisi dan mimpi yang dulu terasa semakin jauh. Mereka terbang bersama dengan hari-hari yang aku lewati. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun, dan tahun berlalu tanpa ampun tidak meninggalkan apa-apa selain guratan ‘aging’ diwajahku.
Hari ini sekali lagi aku berdoa “Lord, let me do something” Dalam benakku “doing something” adalah memiliki karir, menjadi berkat bagi banyak orang, sibuk dari pagi sampai malam.
Tapi…
Tuhan menyadarkanku akan satu hal. Bahwa apa yang aku lakukan saat ini adalah karir dan pelayanan. Kalau suami melayani sebagai gembala untuk domba-domba, aku melayani gembala dan anak-anaknya. Menjadi istri dan ibu adalah pelayanan dan tentu saja ini bukan pelayanan yang mudah dan gampangan. Banyak yang gagal di bidang ini. Banyak yang menyesal belakangan tapi tak kuasa untuk kembali memperbaikinya.
Hari ini ketika aku melihat Jozey yang beranjak dari usia tiga dan ketika aku mengelus perutku yang membesar menunggu kelahiran anak keduaku bulan depan, aku terjaga. Waktu-waktu seperti ini mahal dan langka. Waktu-waktu ini tidak akan pernah kembali. Anak-anaku akan terus bertumbuh dan semakin tidak membutuhkan aku. Waktu dimana aku sanggup menggendong anakku sangat singkat, dia bertumbuh sangat cepat dan menjadi berat. Mengapa tidak kunikmati saja waktu-waktu indah ini. Bukankah ini adalah salah satu anugerah yang patut disyukuri? Disamping itu aku tetap melayani Tuhan dengan caraNya.
6 Comments »
Bagian ini adalah sebagian cuplikan diary saya tahun 2007. Sebelum membaca post ini sebaiknya membaca pendahuluanya di My Defined Moments 2007.
=================
9 April 2007
Setiap orang akan mengalami pasang surutnya kehidupan, puncak dan lembah perjalanan hidup. Yang membuat beda adalah tanggapan masing-masing terhadap situasi yang dihadapi.
Ada yang bahagia di puncak dan tercampak di lembah.
Ada yang tenang pada saat pasang dan tabah pada datang surut.
Ada yang pongah di atas dan terjaga dibawah.
Ada yang lupa diri, tidak siap, berserah, uring-uringan, kasak-kusuk.
Hasilnya…the survivors keep going on.
Kepada beberapa orang dikaruniakan jiwa survivor. They never quit. Never give up. Apapun keadannya para survivors ini mencari dari dalam motivasi yang dapat membangkitkan semangat yang patah serta mendorong kaki yang lemah melangkah. Mereka sanggup melihat masalah besar seperti hal kecil dan masalah kecil sebagai bukan bukan masalah. Mata mereka terlatih untuk melihat beyond life’s struggle.
Meski untuk menjadi survivor dibutuhkan tulang baja , daging batu dan urat kawat –yang tentunya sangat langkah- setiap orag dituntut untuk menang dalam hal ini. Lagu yang dinyanyikan Mariah Carey, berkata “there’s a hero lies in you”, tentu ditulis oleh seseorang yang percaya bahwa ada karakter ‘hero’ yang dimiliki setiap orang. Hanya saja lingkungan, pengalaman hidup atau kepribadian telah membuat banyak ‘hero-hero’ terkubur hidup-hidup ditubuh pemiliknya. Mereka mati tanpa pernah membuktikan keperkasaannya.
Hidup mungkin sukar. Setiap orang yang menuju puncak akan melewati semak belukar. Di tengah jalan Tuhan menawarkan pertolongan. Bagi beberapa orang yang mengira surga telah datang pada saat menerima Yesus sebagai juruselamat, nyatanya, bagi yang menerima tawaran itu ada salib yang harus dipikul dan kuk yang akan dipasang.
Hidup tidak mudah namun, Dialah yang memberi kelegaan.
===================
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.(Mat 11:28)
2 Comments »
Telat kali ya baru ngepost New Year Resolutionsnya sekarang? Sebenarnya website ini ingin saya rubah tampilannya sejak masuk tahun baru kemarin, namun berhubung berbagai kesibukan jadinya tertunda. Tertunda juga nulisnya sampe dua minggu euyy, padahal di kepala lumayan banyak ide yang ingin ditulis cuman tanggung banget. Maklum yang akan ngerjain kan my beloved husband, dia yang punya telenta dan kretifitas sih.
Saat ini nando masih ngerjain foto untuk header buat surprise, mudah2 an memang bisa surprise ya. Selain itu saya juga ingin ngeluncurin website berbahasa Inggris . Template udah ada, dibeli dari Template Monster, hadiah Natal, Anniversary dan Tahun Baru di gabung, dari suami. Idih, ekonomis (baca: irit) banget ya?
Tahun ini saya juga berdoa sambil bermohon supaya terjadi mujizat pada mekanisme tubuhku sehingga bisa tidur lebih nyenyak dan e’e’ lebih lancar. Dua hal yang penting bagi well being kehidupan tapi yang tidak ku miliki. Saya iri banget dengan nando yang bisa dalam sekejap, sebelum hitungan 10 bisa langsung ngorok. Selain kesal karena alunan yang tidak merdu dan tidak dibutuhkan itu, saya juga jengkel dengan kenyataan bahwa saya harus tetap terjaga kadang sampai berjam-jam setelah itu.
“Kosongkan pikiran sayang, jangan mikirin apa-apa” sarannya selalu.
“Sudah dicoba, susah. Jika memang segampang itu, tentu masalah susah tidur tidak ada dalam sejarah manusia” pikir saya.
Selain dari tidurnya yang cepat dan mudah, nando juga buat kesal dengan kebiasaannya untuk pamitan sebelum buang hajat. Dan itu bisa tiga kali sehari, kayak minum antibiotika. Hari ini saya ngomong ke dia “Ya udah kalau mau ke belakang pergi aja gak usah bilang-bilang!” Hampir saja dia lupa tadi waktu mau pamitan lagi “eh. Sorry” katanya, buru-buru ke belakang sambil nyerahin Mathew ke tangan saya.
Untuk yang ini, nando juga kasih tips : “Jongkok aja di closet ada rasa atau nggak yang penting rutin, nanti juga keluar sendiri”
“Sudah dicoba, tapi nggak bisa!” kata saya. “Gampang amat sih solusinya?” Masalah BAB ini sudah saya derita sejak masih anak-anak atau remaja, lupa pastinya, yang jelas sudah lama banget.
Tahun ini sedikit malu-malu, takut ngerepotin Tuhan untuk soal bobo dan be’ol , saya berdoa “Tuhan berikan mujizat tidur nyenyak dan e’e lancar dong”. Saya percaya mujizat masih terjadi.
Resolusi yang lain adalah, keinginan saya untuk bisa lebih mengeksplore potensi-potensiku, siapa tahu masih ada yang keselip. Diumur segini bukan tidak mungkin masih ada bakat tersembunyi atau belum berkembang. Usia tidak pernah menjadi hambatan untuk belajar dan berkarya. Jika dihadapkan dengan usia, saya selalu berpatokan pada Bapa Abraham yang menerima penggenapan janji Tuhan diusia 100 tahun dan Musa yang menemukan panggilannya di usia 40. I still have time.
Beberapa tahun yang lalu saya lumayan banyak nulis puisi -walau untuk konsumsi sendiri- dan ngarang lagu –walau kebayakan sirna karena gak ada yang direkam-. Tahun ini kepengen menggali lagi kemampuan –kemampuan itu, siapa tahu kepeleset jadi orang terkenal. Lol.
Tony Buzan, penulis buku Brain Child mengatakan bahwa beda jenius dan bukan jenius adalah: orang jenius memakai 3% kapasitas otaknya sedangkan yang tidak jenius memakai 1%. Jadi kemana sisanya?
Somehow orang kalau terdesak, di push, diperes-peres, ditonjok-tonjok bisa keluar potensi yang nggak pernah terasah. Misalnya kalau seseorang lagi jatuh cinta, gampang banget bikin puisi cinta atau menulis surat berlembar-lembar padahal dalam keadaan biasa boro-boro puisi buat jurnal tiga paragraf aja acak kadut.
Tahun ini, hopefully, ada puisi-puisi dan lagu-lagu baru lagi.
Setelah itu… last but not least. Bener ini ‘not the least’ resolution, terakhir saya tulis karena saya pikir ini adalah lompatan terbesar.
Awal tahun ini nando memberi sebuah tantangan ” Sayang, lajut sekolah lagi ya di SNU”
“What?? SNU (Seoul National University) Nggak pernah terpikirkan dan terbayangkan sebelumnya, SNU adalah Harvard-nya Korea. Mana bisa?? Background saya kan Seminary.
“Bercanda kali, ngapain SNU mending Online atau ke Universitas lain yang tidak terlalu menakutkan” jawab saya.
Hanya saja, malamnya saya nggak bisa tidur (nah lho, kebisaaan kan?) Dada saya berkecamuk, antara rasa tertantang dan gemetar, apalagi setelah buka website dan lihat requirementnya jadi tambah gemetar lagi. “No..no.. I’m not that smart and not qualified” kata saya berulang-ulang pada diri sendiri juga digedein volumenya supaya didengar Nando.
Tapi nando tidak mundur dari tantangannya. “Siapa bilang kamu tidak qualified? Tuhan kita kan Tuhan yang besar”.
“Iya Tuhan kita memang besar, tapi ini kan SNU, you know?” saya masih saja ngeyel. Namun saja semakin dipikirin kok saya semakin resah.
Tapi tidak, saya tidak akan melangkah karena merasa tertantang, saya akan melangkah jika ini kehendak Tuhan. Mata saya selalu terbayang dan di telinga saya selalu tergiang, karena di SNU ada jurusan yang cocok sekali dengan visi dan mimpi saya selama ini, yang pasti akan sangat membantu pelayanan juga bisa di terima di Market Place. Dalam otak saya terjadi koneksi demi koneksi seperti menghubungkan pieces of puzzles. Dalam hati, I keep praying, “Is this something you want me to do??”
Jawabannya? Nantikan saja.. bulan Juni nanti. Saat ini saya lagi akan baru mau mencoba berniat membuat aplikasi. So.. masih jauh. But is this what God want me to do?? I need to know myself.
5 Comments »
|