Cuaca 25 Desember terasa hangat, orang yang gandrung White Christmas bisa jadi kecewa karena tidak ada salju menutupi jalan-jalan. Tidak peduli lagu-lagu di setiap pelosok kota melantunkan “let it snow, let it snow” tapi snow-nya nggak turun-turun juga. Salah siapakah? Apakah ini akibat Global Warming? Semoga yang berkata Global Warming is just a myth bukanlah mereka yang mengharapkan tradisi salju turun di hari Natal.
Buat saya ini adalah Natal ke delapan di Korea. Pertama kali datang beberapa bulan menjelang Christmas, saya belum bisa membayangkan apa yang dinamakan dingin menusuk sum-sum tulang. Beberapa teman mengajari teknik Surviving Winter termasuk membeli sepatu boots kulit berhak tebal yang sedikit kebesaran mengingat kita perlu memakai kaso kaki beberapa lapis. Sebuah keputusan yang sangat tidak berhikmat karena Nando selalu menertawakan sepatu lucu tersebut, padahal kita berpacaran saja belum.
Saya pun biasa memakai baju berlapis-lapis lengkap dengan high neck, sarung tangan dan topi. Kebetulan winter pertama adalah yang paling parah di Korea. Kami harus berjalan di salju yang selutut dan sangat hati-hati menjaga keseimbangan badan supaya tidak jatuh terpeleset. Asrama sekolah saya waktu itu terkenal lebih dingin dari dari yang lain ditambah letaknya di daerah perbukitan.
Seringkali kedapatan saya meringkuk di kamar berselimut tebal menikmati hangatnya selimut listrik karena system pemanasan di asrama tidak memadai. Meskipun demikian kami harus siap sedia sewaktu-waktu dipanggil untuk membersihkan salju yang menutupi jalan masuk ke sekolah. Memang peran terbesar saya dalam membersihkan salju adalah berteriak memberikan semangat kepada kaum pria yang memegang sekop untuk bekerja lebih giat lagi. It was fun.
Itulah sebabnya saya heran karena tahun ini saya bahkan tidak memakai jaket tebal untuk keluar rumah. Ahh, apakah dengan demikian tradisi White Christmas telah berlalu? Saya kira tidak. White tidak selalu berarti salju. White juga bisa berarti pure and holy, mengingatkan kita untuk tetap menjaga hati agar tetap pure and holy tertutama dalam menghadapi tahun baru yang datang menghadang.
Hari-hari yang terbentang di depan kita masih kosong dan bersih, tergantung dengan apakah kita akan melukisnya. Akankah dipenghujung tahun kita mendapati lukisan itu berarti dan dengan bangga menyebutnya masterpiece ataukah sebaliknya? Dengan apakah kita akan mengisi hari-hari itu, dengan senyum dan tawa bahagia atau dengan hati duka dan derai air mata? It’s a matter of choice.
Weleh, kali ini kok nulisnya jagi ngalor ngidul, padahal tadinya pengen nulis tentang Christmas Wish and New Year Resolution (I have no clue, lol). Ya,ya, sudah menjadi tradisi pribadi saya selalu make a personal wish di hari Natal, seperti seorang anak kecil yang merengek minta kado natal pada Papanya. Sedangkan di tahun baru saya membuat beberapa list hal-hal yang perlu diimprove.
Tahun 2008 saya mengajak teman-teman di Korea untuk tidak mengambil satu langkah maju, karena selangkah maju hanya sedikit terpaut dari berhenti di tempat. Yang perlu kita lakukan adalah mengambil lompatan sejauh-jauhnya. Saya sendiri terus memotivasi diri untuk mengambil lompatan jauh itu. Sambil membayangkan visi yang Tuhan taruh dalam hati saya dan memikirkan cara untuk mewujudkannya. Menjadikan tahun yang baru lebih baik bahkan jauuuuh lebih baik dari sebelumnya seharusnya menjadi tradisi kita bersama.

December 28th, 2007 at 12:33 am
Bener Kak… Tahun depan harus lebih baik dari tahun sekarang . Saya juga akan mengambil lompatan jauh itu .
Nb : Foto nya keren juga kak .. tau kameranya ya yg keren ^_^
God Bless.
December 28th, 2007 at 7:46 pm
Woekeh, kajah let’s make a loong loong leap..
Ini fotonya salah satu artis Korea yang nyasar di IFGF Natal kemarin.
January 5th, 2008 at 11:50 am
Aloo, mbak Nancy
saya tau blog mbak dari mas Indo Saram. Bagus blog-nya. Saya gandeng blog mbak ya, krn saya hanya gandeng blog para blogger Kristen, supaya satu selera lah. Met Natal. Korea…hmm… saya suka masakan korea, orang korea, film korea juga….. salamm dari Canada. GB.
January 10th, 2008 at 12:55 pm
halo mba Nancy, seneng sekali baca cerita2 di blog mba.. very inspiring.. thanks ya, salam kenal dari aku.. JLU