Busy..busy..busy..! Akhirnya setelah tiga minggu tenang dan kesepian, Selasa lalu Nando dan Joel pulang membuat kehidupanku kembali berputar normal. Seperti biasa setelah berpergian jauh saya akan kebagian beres-beresin koper-koper, tas-tas, buku-buku, baju kotor dan bersih yang ujuibile banyaknya. Waktu pergi saya telah membekali mereka dengan pakaian hampir setengah isi lemari masing-masing yang ternyata setengahnya kembali utuh tidak pernah terpakai. Nando juga beli banyak bahan seperti buku dan CD mengikuti saran dokter untuk mematangkan Bahasa Indonesia Joel. Ditambah dengan makanan-makanan, titipan-titipan, barang-barang gereja pantas kalau mereka over weight. Dan seperti biasa juga saya kebagian ole2 kecil yang dibeli dari Duty Free bandara.
Hari ini rumah baru terasa lega. Semua sisa-sisa barang telah diberesin Nando demi melihat sebagian besar waktu saya adalah untuk menyiapkan dan menyuapi anak-anak makan. Ya, rumah kita tidak bisa seperti dulu lagi bersih, rapih, dan kinclong karena dua anak kami bermain-main dengan apa saja yang bisa mereka sentuh.
“Nan, dulunya Nancy rajin kan?” tanya saya sedikit mengurangi rasa bersalah melihat berantakannya rumah kita. “Sama, Nando juga dulu rajin.” Dan kita sama-sama tertawa.
Tentu saja Nando melakukan sedikit ekstra pekerjaan hari ini selain karena kewajiban membantu istri juga karena untuk memberikan sedikit rileks dihari Anniversarry pernikahan kita yang ke-5. Tidak ada acara apa-apa untuk memperingati hari istimewa ini selain dari mimpi untuk membuat Anniversarry kami bisa diperingati lebih istimewa tahun-tahun berikutnya.
Tadi malam kami bercakap-cakap sampai mulut ini nggak bisa kebuka lagi karena ngantuk. Nando bilang “Nancy, ada lima hal yang nando ingin nancy tahu, ‘I love you the way you are’”. Hening. Penasaran saya bertanya “Katanya Lima?” “Iya, lima kali I love the way you are, bahkan sepuluh kali” Jawabnya simple, like always.
Kata-kata yang membuat saya un-comfortable menerimanya, I lost my self confidence. Dengan badan yang sedikit melar, rambut jarang karena rontok, tidak pernah berdandan (kecuali ke gereja), kulit wajah yang dehidrasi karena usia, cuaca dan juga karena tidak pernah merawat diri, mandi dua hari sekali, memakai daster bekas hamil dan berlepotan dengan sisa makanan bayi, masih saja diberi compliment dari suami ‘I love you the way you are’!. Dalam hati saya berjanji untuk tampil lebih pantas sekedar membuktikan bahwa perasaannya tidaklah percuma.
Ahhh, tapi keinginan tinggal keinginan. Baru saja saya bisa menidurkan dua jagoan kecil kita yang membutuhkan waktu hampir 2 jam sebelum ’robot’ terakhir menutup matanya. Cepat-cepat saya bangun krasak krusuk makan siang yang tertunda, melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul 3 sore ,mempercepat menelan gumpalan-gumpalan nasi yang turun tanpa rasa di tenggorokan dan akhirnya, duduk depan komputer untuk menulis! Saya baru sadar, bahwa dari bangun pagi sampai sekarang saya bahkan belum sempat cuci muka dan gosok gigi. Oh..poor Nando! punya istri seperti ini.
Saya melirik baju yang menempel di tubuh saya: daster kotak-kotak dipadu dengan nebok (celana ketat untuk musim dingin) warna kulit. Iseng-iseng saya menundukkan kepala untuk mencium aroma badan saya, bau daging kecap, kimchi dan tuna (menu makan siang kami) bercampur dengan bau minyak telon , susu dan makanan bayi. Dalam hati saya berkata “untung musim dingin, saya bebas dari bau keringat”.
Sebenarnya dua bulan lalu, sedikit melankolik dan romantis saya bilang ke Nando, “Nanti untuk anniversarry kita tahun ini, nancy nggak usah dikasih hadiah apa-apa selain dari perbaiki CD wedding kita dan buat clip foto-foto kenangan untuk diupload di blogspot”. Saya pun telah memilih lagu kenangan yang paling romatis dan sesuai dengan kisah kita berdua. Namun melihat keadaan kami sekarang, rasanya saya masih perlu terus menunggu keinginan in terwujud.
Hari “kita” hampir berlalu, Sabtu adalah hari meetings -meeting demi meeting-, tapi Puji Tuhan yang lebih istimewa akan datang (Hari Natal maksudnya).
NB: untuk yang membaca tulisan ini maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan. Selamat Natal dan Tahun Baru.
Tags: Daily Life, Family, Marriage, Personal

Leave a Reply