<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Semua Ciptaan Tuhan Indah dan Berharga</title>
	<atom:link href="http://nancydinar.com/2007/12/03/semua-ciptaan-tuhan-indah-dan-berharga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nancydinar.com/2007/12/03/semua-ciptaan-tuhan-indah-dan-berharga/</link>
	<description>Engaging Contemporary Issues with Christian Thought</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Mar 2012 06:28:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Daniel</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/12/03/semua-ciptaan-tuhan-indah-dan-berharga/comment-page-1/#comment-77</link>
		<dc:creator>Daniel</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 11:43:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/12/03/semua-ciptaan-tuhan-indah-dan-berharga/#comment-77</guid>
		<description>I couldn&#039;t understand some parts of this article Puncak » Semua Ciptaan Tuhan Indah dan Berharga, but I guess I just need to check some more resources regarding this, because it sounds interesting.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I couldn&#8217;t understand some parts of this article Puncak » Semua Ciptaan Tuhan Indah dan Berharga, but I guess I just need to check some more resources regarding this, because it sounds interesting.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indonesia-saram</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/12/03/semua-ciptaan-tuhan-indah-dan-berharga/comment-page-1/#comment-39</link>
		<dc:creator>Indonesia-saram</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 23:00:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/12/03/semua-ciptaan-tuhan-indah-dan-berharga/#comment-39</guid>
		<description>Wah, terima kasih untuk penjelasan di atas. Sangat membantu. Terus terang semenjak belajar psikolinguistik, saya mulai tertarik dengan psikologi. Cuma sejauh ini belum punya waktu untuk memberi porsi lebih untuk bidang tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, terima kasih untuk penjelasan di atas. Sangat membantu. Terus terang semenjak belajar psikolinguistik, saya mulai tertarik dengan psikologi. Cuma sejauh ini belum punya waktu untuk memberi porsi lebih untuk bidang tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nancy Dinar</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/12/03/semua-ciptaan-tuhan-indah-dan-berharga/comment-page-1/#comment-36</link>
		<dc:creator>Nancy Dinar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 13:05:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/12/03/semua-ciptaan-tuhan-indah-dan-berharga/#comment-36</guid>
		<description>Hai Raka, semoga reponse saya dibawah ini sedikit membantu:

Menurut Alfred Adler, salah satu pelopor theory psychodynamic &quot;Setiap orang memiliki instinc untuk menjadi significant dan superior&quot;. Karena perasaan rendah diri dan inferior lah seseorang termotivasi untuk menjadi significant dan berarti. Dari sinilah muncul kretifitas dan determination, karakter yang bisanya dimiliki oleh orang-orang yang sukses namun memiliki latar belakang kurang beruntung.

Alfred Adler sendiri mengalami masa-masa sulit sejak kecil karena fisiknya yang lemah. Selain itu ia sangat cemburu dengan saudara laki-lakinya dan berjuang untuk mendapatkan pengkuan dari orang sekelilingnya. Salah satu gurunya berkata kepada ayah Alfred untuk mempersiapkan anaknya menjadi tukang sepatu. Tapi justru karena anggapan tsb, Alfred berjuang untuk menjadi juara dikelasnya. Setelah dewasa ia kuliah kedokteran dan menjadi Ophthamologist, dan mengubah haluannya dengan mengambil specialisasi dalam neurology dan psychiatry.

Alfred adalah contoh orang yang sukses dengan berjuang dan bekerja keras mengatasi segala keterbatasannya. Bersama dengan Sigmund Freud, Alfred Adler dikenal sebagai peolopor psychodynamic therapy. Salah satu fokus dalam therapynya adalah mengubah perasaan inferior dan low self esteem menjadi motor untuk meraih kesuksesan. Theorynya sendiri dikenal dengan Individual Psychology.

Itulah sedikit theory yang bisa menjelaskan mengapa justru Raka yang sering menerima perkataan &quot;bodoh&quot; menjadikan itu sebagai cambukan untuk sukses dan berarti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Raka, semoga reponse saya dibawah ini sedikit membantu:</p>
<p>Menurut Alfred Adler, salah satu pelopor theory psychodynamic &#8220;Setiap orang memiliki instinc untuk menjadi significant dan superior&#8221;. Karena perasaan rendah diri dan inferior lah seseorang termotivasi untuk menjadi significant dan berarti. Dari sinilah muncul kretifitas dan determination, karakter yang bisanya dimiliki oleh orang-orang yang sukses namun memiliki latar belakang kurang beruntung.</p>
<p>Alfred Adler sendiri mengalami masa-masa sulit sejak kecil karena fisiknya yang lemah. Selain itu ia sangat cemburu dengan saudara laki-lakinya dan berjuang untuk mendapatkan pengkuan dari orang sekelilingnya. Salah satu gurunya berkata kepada ayah Alfred untuk mempersiapkan anaknya menjadi tukang sepatu. Tapi justru karena anggapan tsb, Alfred berjuang untuk menjadi juara dikelasnya. Setelah dewasa ia kuliah kedokteran dan menjadi Ophthamologist, dan mengubah haluannya dengan mengambil specialisasi dalam neurology dan psychiatry.</p>
<p>Alfred adalah contoh orang yang sukses dengan berjuang dan bekerja keras mengatasi segala keterbatasannya. Bersama dengan Sigmund Freud, Alfred Adler dikenal sebagai peolopor psychodynamic therapy. Salah satu fokus dalam therapynya adalah mengubah perasaan inferior dan low self esteem menjadi motor untuk meraih kesuksesan. Theorynya sendiri dikenal dengan Individual Psychology.</p>
<p>Itulah sedikit theory yang bisa menjelaskan mengapa justru Raka yang sering menerima perkataan &#8220;bodoh&#8221; menjadikan itu sebagai cambukan untuk sukses dan berarti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indonesia-saram</title>
		<link>http://nancydinar.com/2007/12/03/semua-ciptaan-tuhan-indah-dan-berharga/comment-page-1/#comment-34</link>
		<dc:creator>Indonesia-saram</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 09:33:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nancydinar.com/2007/12/03/semua-ciptaan-tuhan-indah-dan-berharga/#comment-34</guid>
		<description>Terus terang, sebagai laki-laki, saya senang menikmati wajah-wajah kaum wanita yang menawan. Karena itulah saya jadi penggemar aktris semisal Jeon Ji-hyeon atau almarhum Lee Eun-ju. Tapi beberapa tahun yang lalu, saya belajar bahwa cantik atau ganteng itu hanyalah pandangan mata manusia belaka. Sebab semua ciptaan Tuhan adalah cantik dan ganteng. Memang, saya tidak bisa lepas dari &quot;lebih senang melihat yang cantik dan ganteng&quot;. Tapi kebenaran yang saya temukan itu, itulah yang terus saya upayakan untuk terus terpatri di benak saya. 

Lalu mengenai hal yang satu ini,

&lt;blockquote&gt;Tapi kemudian ada orang-orang yang mulai mengejek, menghina, mengatakan mereka jelek, bodoh, dsb. Yang punya anak, pasti bisa membayangkan gimana rasanya jika ada yang berkata anak kita jelek atau bodoh.&lt;/blockquote&gt;

saya memang tergolong anak yang sering menerima perkataan &lt;em&gt;bodoh&lt;/em&gt; dan sejenisnya itu. Orang tua saya, khususnya papa, sering juga berkata demikian. Tentu saja waktu itu saya sakit hati, sampai berpikir, &quot;Jangan-jangan saya bukan anak orang tua saya?&quot; Tapi belakangan saya juga belajar memakai hal-hal buruk yang diucapkan itu sebagai pemacu. (Kalau tidak salah, itu &lt;em&gt;reverse psychology&lt;/em&gt;, ya?) Memang ada efeknya sebab saya jadi lebih suka dianggap buruk seburuk-buruknya dan tidak merasa nyaman mendapat pujian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terus terang, sebagai laki-laki, saya senang menikmati wajah-wajah kaum wanita yang menawan. Karena itulah saya jadi penggemar aktris semisal Jeon Ji-hyeon atau almarhum Lee Eun-ju. Tapi beberapa tahun yang lalu, saya belajar bahwa cantik atau ganteng itu hanyalah pandangan mata manusia belaka. Sebab semua ciptaan Tuhan adalah cantik dan ganteng. Memang, saya tidak bisa lepas dari &#8220;lebih senang melihat yang cantik dan ganteng&#8221;. Tapi kebenaran yang saya temukan itu, itulah yang terus saya upayakan untuk terus terpatri di benak saya. </p>
<p>Lalu mengenai hal yang satu ini,</p>
<blockquote><p>Tapi kemudian ada orang-orang yang mulai mengejek, menghina, mengatakan mereka jelek, bodoh, dsb. Yang punya anak, pasti bisa membayangkan gimana rasanya jika ada yang berkata anak kita jelek atau bodoh.</p></blockquote>
<p>saya memang tergolong anak yang sering menerima perkataan <em>bodoh</em> dan sejenisnya itu. Orang tua saya, khususnya papa, sering juga berkata demikian. Tentu saja waktu itu saya sakit hati, sampai berpikir, &#8220;Jangan-jangan saya bukan anak orang tua saya?&#8221; Tapi belakangan saya juga belajar memakai hal-hal buruk yang diucapkan itu sebagai pemacu. (Kalau tidak salah, itu <em>reverse psychology</em>, ya?) Memang ada efeknya sebab saya jadi lebih suka dianggap buruk seburuk-buruknya dan tidak merasa nyaman mendapat pujian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

