Nancy Dinar on December 3rd, 2007

Suatu hari yang sibuk di subway saya bertemu dengan seorang wanita yang menarik perhatian saya. Apa yang istimewa dari wanita tersebut? Wajah penuh keriput, bibir dower, hidung jelek, rambut jarang tiga warna dan make up yang dipaksakan. Perkiraan saya wajahnya kelihatan jauh lebih tua dari usia dia sebenarnya . Sangat kontras dengan wajah-wajah muda, cantik dan belia dengan dandan modern disekelilingnya. Secara umum orang akan melihat dia dan teringat akan Yzma, musuh dalam selimut Kuzco (yang sering nonton cartoon Walt Disney pasti tahu).

Saya memandangnya terpesona, karena tiba-tiba dalam hati saya ingat Firman Tuhan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dan wanita yang berdiri di depan saya ini juga merupakan salah satu contoh image Allah. Kebayang nggak sih, kalau Tuhan wajahnya demikian? Nggak rela rasanya. Para pelukis selalu menggambarkan Yesus sebagai seorang yang sangat tampan yang kalau hidup di jaman sekarang pasti bisa dijadikan model bahkan mungkin diberi julukan ‘man of the year’ atau ‘sexiest man alive’.

Tapi demikian Firman Tuhan, dan saya percaya. Wanita itu adalah ciptaan Allah yang creative, the ultimate intelligent being yang tentu sangat suka variasi. Jika semua wanita mirip Angelina Jolie dan setiap pria seperti Brad Pitt, betapa tidak kreatifnya Allah kita itu. Jika kita melihat sekeliling, ada orang yang putih, kuning, coklat dan hitam; mata belok, sipit; tubuh pendek, tinggi, gemuk, kurus. Bagi Allah semuanya itu indah, “Maka Allah melihat segala yang dijadikaNya itu sungguh amat baik.” (Kej 1:31)

Entah kenapa, tiba tiba dijaman modern ini manusia mulai menentang Allah dan seleraNya. Menggolong-golongkan sebagai yang jelek dan cantik, baik dan buruk, padahal penciptanya sendiri tidak pernah mengkategorikan seperti itu.

Saya punya anak dua orang, yang seorang bermata besar yang memukau setiap orang Korea yang menjumpainya “wah…matanya bagus ya” begitu sering saya dengar. Anak saya yang kedua, tidak memiliki mata seperti kakaknya, boleh dikata matanya hampir sama seperti kebanyakan bayi yang lahir disini. Saya jarang mendengar orang-orang mengangumi mata anak bungsu saya karena kebayakan orang Korea terobsesi dengan mata besar dan berkelopak serta menjadikan itu sebagai tolok ukur kecantikan.

Bisa saja mereka memasang label, yang ini cakep yang itu tidak cakep padahal dimata saya kedua anak saya sangat ganteng tidak bisa dibandingkan mana yang lebih satu sama lainnya. Jika ada yang mengklasifikasikan mereka sesuai dengan selera mereka sendiri, It’s about themselve not about my sons.

Demikian juga dengan Tuhan yang tidak henti-hentinya mengagumi anak-anakNya siang dan malam, dengan penuh cinta kasih dan kekaguman, sama seperti yang saya rasakan pada anak-anak saya. Tapi kemudian ada orang-orang yang mulai mengejek, menghina, mengatakan mereka jelek, bodoh, dsb. Yang punya anak, pasti bisa membayangkan gimana rasanya jika ada yang berkata anak kita jelek atau bodoh.

Setiap malam saya selalu berkata kepada anak sulung saya (yang sudah agak ngerti),
“Jozey kamu anak hebat, pintar, ganteng, special, dan anak yang sangat berharga, the Bible tells you so”
Dan ia sering melanjutkan “Ia Jozey hebat seperti power rangers” (heros favoritnya)
“kalau besar mau jadi apa?” kadang saya bertanya
“Mau jadi robot” jawabnya
“Ya, robot is hero means you’re going to be a hero helping many people” kata saya mengarahkan dia dari hobinya akan tokoh-tokoh heroic.

Apakah dengan demikian nantinya jadi besar kepala atau jadi sombong? tanya sebagian orang. I don’t think so. Saya mengatakan apa yang sebenarnya menurut Firman yang saya percayai. Saya sedang menanamkan rasa percaya diri dan self image yang benar kepada mereka sedini mungkin. Jika saya tidak mengatakan siapa mereka sebenarnya sekarang, maka teman-teman mereka atau media massa akan mengatakan siapa mereka sebaliknya nanti.

Tags: ,

4 Responses to “Semua Ciptaan Tuhan Indah dan Berharga”

  1. Terus terang, sebagai laki-laki, saya senang menikmati wajah-wajah kaum wanita yang menawan. Karena itulah saya jadi penggemar aktris semisal Jeon Ji-hyeon atau almarhum Lee Eun-ju. Tapi beberapa tahun yang lalu, saya belajar bahwa cantik atau ganteng itu hanyalah pandangan mata manusia belaka. Sebab semua ciptaan Tuhan adalah cantik dan ganteng. Memang, saya tidak bisa lepas dari “lebih senang melihat yang cantik dan ganteng”. Tapi kebenaran yang saya temukan itu, itulah yang terus saya upayakan untuk terus terpatri di benak saya.

    Lalu mengenai hal yang satu ini,

    Tapi kemudian ada orang-orang yang mulai mengejek, menghina, mengatakan mereka jelek, bodoh, dsb. Yang punya anak, pasti bisa membayangkan gimana rasanya jika ada yang berkata anak kita jelek atau bodoh.

    saya memang tergolong anak yang sering menerima perkataan bodoh dan sejenisnya itu. Orang tua saya, khususnya papa, sering juga berkata demikian. Tentu saja waktu itu saya sakit hati, sampai berpikir, “Jangan-jangan saya bukan anak orang tua saya?” Tapi belakangan saya juga belajar memakai hal-hal buruk yang diucapkan itu sebagai pemacu. (Kalau tidak salah, itu reverse psychology, ya?) Memang ada efeknya sebab saya jadi lebih suka dianggap buruk seburuk-buruknya dan tidak merasa nyaman mendapat pujian.

  2. Hai Raka, semoga reponse saya dibawah ini sedikit membantu:

    Menurut Alfred Adler, salah satu pelopor theory psychodynamic “Setiap orang memiliki instinc untuk menjadi significant dan superior”. Karena perasaan rendah diri dan inferior lah seseorang termotivasi untuk menjadi significant dan berarti. Dari sinilah muncul kretifitas dan determination, karakter yang bisanya dimiliki oleh orang-orang yang sukses namun memiliki latar belakang kurang beruntung.

    Alfred Adler sendiri mengalami masa-masa sulit sejak kecil karena fisiknya yang lemah. Selain itu ia sangat cemburu dengan saudara laki-lakinya dan berjuang untuk mendapatkan pengkuan dari orang sekelilingnya. Salah satu gurunya berkata kepada ayah Alfred untuk mempersiapkan anaknya menjadi tukang sepatu. Tapi justru karena anggapan tsb, Alfred berjuang untuk menjadi juara dikelasnya. Setelah dewasa ia kuliah kedokteran dan menjadi Ophthamologist, dan mengubah haluannya dengan mengambil specialisasi dalam neurology dan psychiatry.

    Alfred adalah contoh orang yang sukses dengan berjuang dan bekerja keras mengatasi segala keterbatasannya. Bersama dengan Sigmund Freud, Alfred Adler dikenal sebagai peolopor psychodynamic therapy. Salah satu fokus dalam therapynya adalah mengubah perasaan inferior dan low self esteem menjadi motor untuk meraih kesuksesan. Theorynya sendiri dikenal dengan Individual Psychology.

    Itulah sedikit theory yang bisa menjelaskan mengapa justru Raka yang sering menerima perkataan “bodoh” menjadikan itu sebagai cambukan untuk sukses dan berarti.

  3. Wah, terima kasih untuk penjelasan di atas. Sangat membantu. Terus terang semenjak belajar psikolinguistik, saya mulai tertarik dengan psikologi. Cuma sejauh ini belum punya waktu untuk memberi porsi lebih untuk bidang tersebut.

  4. I couldn’t understand some parts of this article Puncak » Semua Ciptaan Tuhan Indah dan Berharga, but I guess I just need to check some more resources regarding this, because it sounds interesting.

Leave a Reply

Bluehost.com
BlueHost.com

[an error occurred while processing this directive]


© 2003-2009 BlueHost.Com. Toll Free (888) 401-HOST(4678)