Nancy Dinar on November 26th, 2007

Selain dari ‘Negeri Ginseng’ nama lain Korea adalah “Republik of Plastic Surgery’ karena tingginya minat masyarakat untuk memperbaiki bentuk wajah dan tubuh melalui operasi plastik. Spesialis bedah plastic selalu full book menjadikan bidang ini sebagai pilihan pertama setiap mahasiswa yang kuliah kedokteran, diikuti oleh bidang opthamology dan Dermatology. Ketiga bidang yang erat hubungannya dengan kecantikan.

Musim gugur seperti sekarang ketika para siswa SMU telah lulus dan akan memasuki Universitas, para Plastic Surgeon menuai won (mata uang Korea) karena ribuan calon mahasiwa ini akan mendatangi mereka untuk dipermak wajahnya. Mata besar dan berkelopak, dagu lancip dan hidung mancung adalah impian anak-anak muda ini. Meskipun 75% orang Korea lahir tanpa kelopak mata tidak masalah lagi karena operasi untuk membentuk kelopak hanya $800. Dengan pertumbuhan ekonomi yang dialami Korea sekarang, jumlah segitu bukanlah apa-apa. Bukan hanya anak muda, para orang tua pun tidak segan untuk mengambil resiko dan membawa anak-anak mereka ke plastic Surgeon sedini mungkin. Sebuah survey yang diadakan di Seoul dan sekitarnya mengatakan 77.5 percent wanita di atas 18 tahun merasa membutuhkan operasi plastic. Dan diantara mereka 62 percent sudah melakukannya menjadikan operasi plastic sudah menjadi suatu pola hidup yang sangat biasa (the Korea Time 22/11).

Saya pun pernah tergoda untuk lebih mempercantik diri dengan cara un-natural ini. Suatu hari saya menghubungi seorang dermatologist (bukan plastic surgeon), sekedar ingin tahu biaya untuk memperhalus dan menghilangkan bintik-bintik di wajah dengan teknologi terbaru yang sedang gencar diiklankan. Ia menjawab $400-600 untuk sekali pertemuan dan typically membutuhkan satu sampai lima pertemuan. Menghitung biaya yang demikian besar akhirnya saya mundur dari niat ini. Terpikir masih banyak hal penting lainnya yang dapat dikerjakan dengan jumlah tersebut. Lagipula jika memang saya punya uang banyak, bukankah lebih baik melanjutkan sekolah untuk mengisi kepala yang pasti efeknya lebih panjaaang.

Suami saya sering berkata bahwa kecantikan dan ketampanan hanya setipis kulit ari. Artinya jika setiap orang dikupas kulitnya tampang mereka akan sama semua.

Beberapa alasan mengapa orang ingin cantik/tampan:

1.Looks defines sucsess. Orang yang berwajah cantik mendapatkan berbagai kemudahan mulai dari mencari teman, pacar bahkan perkerjaan. Seseorang yang menarik lebih muda mendapatkan kepercayan yang tentu sangat diperlukan bagi sebagian perusahaan untuk menarik pelanggan. Demikianlah, salah satu tujuan para wanita maupun pria melakukan operasi plastik untuk memperbaiki kekurangan atau mempercantik diri adalah sebagai modal sebelum melamar kerja.

2. Cultural trend. Dulunya orang percaya dengan inner beauty, namun sekarang dengan bergesernya nilai-nilai personal dan menjamurnya budaya konsumerisme bergeser pula apa arti kecantikan sebenarnya. Media massa meliputi TV, majalah, internet, juga ikut mendifine apa yang dinamakan kecantikan: mata besar, tulang pipi tinggi, bibir seksi, rahang tipis, rambut panjang, tubuh tinggi dan skinny, membuat mereka yang tidak termasuk kategori tersebut menjadi minder dan merasa tidak diterima.

3. Not Dare to be Different. Yang ini adalah budaya orang Korea yang homogenous, perbedaan adalah aib. Dari trend berpakaian, cara dandan, pendidikan, bisnis semua sudah ada standardnya. Karena tidak ingin dirinya menjadi aneh dan alienated apalagi diberi label ugly, seseorang rela mempertaruhkan credit card dan nyawanya di sayat pisau bedah.

(Bersambung)

Foto : Courtesy of Time Asia Online.

Tags: ,

10 Responses to “Mengapa Orang Ingin Cantik dan Awet Muda”

  1. Mengapa orang ingin cantik dan awet muda? Gak pengen keliatan fisik jelek, ama ga mau tua! Hahaha…tinggal dinegasi!
    BTW memang tak hanya orang Korea saja yang pengen begitu. Kayaknya hampir setiap orang “masa kini” mengidamkan fisik yang menarik.
    Ketiga analisa mbak Nancy sudah cukup mewakili hampir setiap alasan yang ada deh!

    Byuh…byuh… kalau dipikir-pikir, ternyata tidak mudah ya menerima diri apa adanya, hampir sama tidak mudahnya menerima orang lain. Padahal, “mencintai diri sendiri” adalah ukuran untuk “mencintai orang lain”. The Bible says so!

    God bless you and family, Mbak Nancy!
    (Thanks, udah mampir di blog saya, plus bonus namaku bertengger di sini. Hehehe… tengkyuuuuu….)

  2. he..he.. thank you udah datang bertamu.
    Point kamu benar lho “mencintai diri sendiri” adalah ukuran untuk “mencintai orang lain”! Correct!

  3. Saya jadi ingat, beberapa waktu lalu di Indonesia ada banyak wanita yang berlomba-lomba meluruskan rambut. Ada yang rambutnya keriting, diluruskan; ada yang rambutnya bergelombang, diluruskan. Padahal rambut alami mereka jauh lebih indah daripada hasil pelurusan. Kaum pria juga melakukan hal yang sama. Lebih parah lagi, rambut saya yang sudah lurus dituduh dilurus-lurusin.

    Memang, akan ada yang berpendapat teknologi itu diciptakan Tuhan untuk kebaikan manusia. Namun, saya lebih melihat kondisi ini sebagai kondisi di mana mereka sulit menerima dirinya apa adanya. Hampir seperti sulit mencintai dirinya sendiri, sebagaimana dikemukakan Mas Kandar dan Mbak Nancy di atas.

    “Syukurilah keadaan yang dianugerahkan Tuhan kepadamu.” Saya kira begitu.

  4. Bener-bener katamu Indo-saram,
    can you imagine 62 % of Korean have done that?
    Jangan ketipu kulit luar, we have to go back to our inner beauty both man and woman.
    Thank you, for your comment.

  5. Bu Nancy, hanya demi kecantikan, orang lebih nekad lagi pergi ke dukun… nggak percaya??? sepertinya “susuk” menjadi pilihan bagi yang ingin cantik mendadak…. saya pernah tugas di daerah banten dan sunda, sepertinya pakai susuk untuk kecantikan menjadi hal biasa…. ah… dunia ini ada ada saja ya bu, bukan hanya jiwa mereka yang diserahkan kepada iblis, tapi juga tubuh mereka…. (Thank’s, saya numpang komentar)

  6. Mereka memang harus perlu diajarai tentang pemulihan gambar diri

  7. betul!!! yang penting cantik dalemnya… kalo cantik luarnya aja, percuma…..

  8. Emang sih tanggapan banyak orang seperti itu, aku punya istri yang punya wajah gk begitu cantik, gak tau deh kalo menurut orang lain. Rambut istriku keriting kriwil-kriwil, aq jujur gak suka liatnya. Kadang aku gak betah dirumah hanya karena liat rambut istriku yang kriwil itu. Tapi ketika keesokan harinya di rebonding aku jd betah dirumah. Kadang memang orang gk bisa membohongi diri sendiri atas apa yang ada di depan penglihatan mata kita. Susah bagi kita untuk memahami dan mencintai inner beauty seseorang yg penampilan fisik kurang mendukung.
    Lain halnya akan lebih mudah buat kita untuk mencintai inner beauty seseorang yg telah didukung dengan penampilan fisik yg mendukung dan sedap untuk dipandang. Benar gak? He..he..he

  9. @Andre: Pak Andre sejauh itukah??? Suami saya sering berkata “Nen tetap cantik ya…” dan saya tersinggung banget “emang kalau nggak cantik kamu nggak mau?” dan dianya bingung “???”
    Dalam hati pengen cantik sih kayak celebrity tapi nggak mau dijadikan ukuran buat dicintai. Anggap saja bonus gitu lho…
    Wanita memang susah dimengerti tapi ternyata pria juga sama susah dimengertinya.

  10. Bwahahahhahaa…lucu banget!

    Gua setujuh banget dengan kata kak nancy, bukan hanya di korea..hongkong, singapore, malaysia, bahkan indonesia…suntikan vit C yg katanya bs mencerahkan kulit dan menghilangkan jerawat serta melangsingkan..klop deh…harga terjangkau…Rp.150 rb/ suntikan. hehehe pengen cobain tp rada takut…terbersit di hati ( mank kl abis suntik cakep…tar kl khaisat obat habis n ga disuntik lg ..hasilnya jd apa ?? )

    Tuhan menciptakan setiap manusia dgn keunikan sendiri…dan setiap manusia dgn sidik jari yg berbeda….tidak ada seorangpun di dunia ini yg mempunyai sidik jari yg sama…..cintailah dan hargailah karya pencipta kita…..oyehhhhhhh!!!!!

    Gbu all…..

Leave a Reply